NovelToon NovelToon
My Crazy Husband

My Crazy Husband

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Obsesi / Pengganti / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: aulina alfiana

"Kenapa lo melakukan ini pada gue? apa lo lupa jika gue adalah calon tunangan kakak Lo?"


Diego meraih tubuh Aruna yang saat ini masih tertutup hanya selimut saja..dan berusaha untuk memeluk Aruna dan menenangkan Aruna.


"Karena gue cinta sama lo, dan gue tidak mau lo jadi tunangan kakak gue."

Ya, sudah lama Diego mencintai Aruna tapi sayang sekali, Aruna tidak ada rasa dengan Diego yang mana malahan menanggap Diego sebagai musuh bebuyutan nya, dan seperti setan yang tiba tiba berada di samping nya tanpa ia minta.

Tetapi kenyataan berkata lain, bahwa ia harus mendengar sendiri jika Aruna yang dijodohkan dengan Kakak kandung Diego, hingga membuat Diego kehilangan akal dan memperkosa Aruna.. supaya pertunangan Aruna dengan sang Kakak batal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipercepat

"Aku kangen sama kamu, dek."

Setelah beberapa menit keduanya terdiam akhirnya Nathan mengucapkan suatu kalimat yang membuat Aruna kaget. Sedari tadi keduanya memang sama-sama terdiam, dengan Aruna malahan melamun memikirkan tentang nasibnya saat ini, terlebih lagi sekarang berada di samping Nathan yang mungkin sekali Nathan belum mengetahui kejadian sebenarnya dan juga Aruna akan menceritakan semuanya kepada Nathan, terlebih lagi lusa akan digelar pertunangannya dengan Nathan.

Aruna menoleh ke arah Nathan, ia kemudian tersenyum dan tidak menanggapi lagi apa yang diucapkan oleh laki-laki yang saat ini berstatus sebagai calon tunangannya itu, bahkan kalau bisa Aruna ingin kalau Nathan tidak mengucapkan kata-kata apapun yang nantinya akan membuat Nathan terluka, bukan membuatnya GR dengan ucapan manis yang sudah dikeluarkan oleh Nathan.

"Tapi sayang sekali, kemarin kamu nginep di rumah Vina ya, padahal malam minggu aku ingin mengajak kamu kencan, ya hitung-hitung perkenalan sebelum kita bertunangan."

Aruna semakin melongo saja, padahal ia tidak mengatakan apapun kepada Nathan jika kemarin malam menginap di rumah Vina, ia juga tidak mengabari sama sekali kepada Nathan setelah pulang dari sekolah itu.

Astaga jangan-jangan... Dasar Digo brengsek!!

Kembali, lagi-lagi Aruna mengumpat kesal kepada Digo yang mana baru ia ketahui jika Digo juga sudah mengirimkan pesan kepada Nathan, tetapi sayang sekali pesan yang dikirimkan oleh Nathan itu sudah dihapus oleh Digo hingga ia tidak bisa melihat apapun juga yang dikirimkan oleh Digo.

Jika Nathan tidak bercerita saat ini pastinya Aruna juga tidak tahu kalau Nathan malam minggu menghubunginya dan dibalas juga dengan Digo.

"Maaf..."

Hanya itu yang keluar dari bibir Aruna, rasanya ia ingin sekali berterus terang kepada Nathan tetapi waktunya tidak pas, tidak di dalam mobil. Nanti saja kalau sudah sampai di sebuah cafe di mana memang Nathan mengajak Aruna untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mengajaknya jalan-jalan, itu yang dikatakan oleh Nathan tadi.

Dan Aruna berpikir nanti setelah makan siang, ia akan mengatakan semuanya kepada Nathan sehingga tidak ada lagi keragungan di antara keduanya, mau Nathan membatalkan pertunangan atau tidak, yang jelas ia sudah jujur dan tidak pantas lagi untuk bersanding dengan Nathan yang notabenya adalah laki-laki yang baik.

"Tidak masalah, aku sudah mengatakan sama kamu jika aku tidak akan membatasi kamu berteman dengan siapapun puja asalkan kamu tahu batasnya, kalau kamu adalah calon istri Aku, terlebih lagi teman kamu adalah seorang perempuan, Vina kan yang selalu bersama dengan kamu.... Dan aku juga tahu siapa Vina itu dan juga tahu rumahnya, jadi tidak masalah buat aku."

Aruna hanya menganggukan kepalanya rasanya ia sangat bersalah sekali telah membohongi Nathan, laki-laki yang sangat baik bahkan kalau bisa ia tidak akan pernah mengenal Nathan jika Nathan memperlakukannya seperti ini . Bukannya apa-apa, hanya ia merasa kasihan saja dan tidak pantas seorang Nathan bertemu dengannya apalagi nanti sampai menjalin hubungan dengannya.

Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Nathan sudah sampai di sebuah cafe di mana kafe itu tidak begitu ramai tetapi tempatnya nyaman dan juga enak untuk ngobrol nantinya.

Karena Nathan memang tidak begitu suka dengan keramaian dan tentunya siang ini dimanfaatkan oleh Nathan untuk berbicara empat mata kepada Aruna yang mana ada maksud tersendiri dengan Nathan yang tiba-tiba menjemput Aruna.

"Mau makan apa?"

Tanya Nathan dengan sangat pelan sembari melihat ke arah Aruna yang sepertinya Aruna merasa canggung dengan dirinya padahal ia dan Aruna akan segera bertunangan dan juga menikah.

"Terserah Kakak saja atau disamakan juga boleh."

"Oke.."

Nathan memesan makanan yang sama dengan Aruna karena ia sedikit tahu selera Aruna itu bagaimana dan apa saja makanan dan minuman kesukaan Aruna.

Iya sekali lagi, meskipun keduanya baru bertemu kemarin malam dalam jarak yang begitu dekat tetapi Nathan sudah lama mengenal sosok Aruna meskipun memang Nathan selalu tidak menampakkan dirinya tetapi laki laki itu begitu paham dengan apa yang dilakukan oleh Aruna, apa yang menjadi kesukaan Aruna dan favorit Aruna itu seperti apa.

"Dimakan dek, setelah itu ada yang mau aku bicarakan sama kamu."

Aruna mengangguk padahal ia juga ingin membicarakan tentang masalahnya kepada Nathan namun kenapa laki-laki itu juga ingin membicarakan sesuatu padanya.

Atau jangan-jangan Kak Nathan sudah tahu jika aku sudah tidur dengan Digo?

Aruna bertanya-tanya di dalam hatinya, seakan akan ia takut sekali jika semua rahasianya terbongkar meskipun Aruna sendiri ingin mengatakan kepada Nathan tentang kejadian kemarin malam namun jika Digo yang lebih dulu memberitahukan kepada Nathan, bagaimana dengan dirinya yang dicap sebagai perempuan murahan yang tidak bisa menjaga diri terlebih apalagi ia sudah dijodohkan dan mempunyai calon suami.

Hingga saat ini Aruna yang tadinya lapar mau makan makanan itu rasanya hambar, tidak begitu enak di mulut tetapi mau tidak mau Aruna memaksakan untuk menelan semuanya, ia harus menghargai apa yang sudah diberikan oleh Nathan meskipun di dalam hatinya masih ada sedikit rasa penyesalan dan juga  kasihan kepada laki-laki yang baik yang ada di depannya ini.

Beberapa menit kemudian, Nathan dan juga Aruna sudah selesai makan siangnya dan Nathan bergegas untuk menyingkirkan semuanya sembari menatap ke arah wajah Aruna yang sangat cantik.

"Aruna, Aku sudah memutuskan jika aku akan mempercepat pertunangan kita yang rencananya akan dilangsungkan lusa, tetapi besok malam aku akan melamar kamu dan lusa kita langsung menikah."

Ucap Nathan dengan tangannya menggenggam erat tangan Aruna, sepertinya laki-laki itu begitu mantap dan yakin ingin memperistri Aruna.

"Ha?"

Lagi lagi Aruna dibuat kaget dengan apa yang diucapkan oleh Nathan, bukan karena Nathan tahu tentang apa yang terjadi dengannya kemarin malam tetapi malah Nathan ingin memajukan acara pertunangan dan juga pernikahannya, apa-apaan ini Aruna sendiri ingin membatalkannya tetapi mengapa laki-laki yang di depannya malah memajukannya.

"Bagaimana dek, aku sungguh-sungguh.. aku tidak bisa untuk menahannya lagi bukan karena aku ingin macam-macam sama kamu tetapi lebih baik kalau kita sah jadi jika kita berdua-dua tidak ada setan yang mengganggu dan tentu saja supaya aku juga merasa tenang jika kamu sudah menjadi istriku."

Rasa was-was menghantui pikiran Nathan akhir-akhir ini entah mengapa setelah ia bertemu dengan Aruna ia semakin takut kehilangan Aruna yang mana setelah beberapa hari ia memikirkan dan mendiskusikan kepada kedua orang tuanya, Nathan memilih untuk mempercepat pertunangan dan pernikahannya saja, lebih baik seperti itu supaya ia merasa lega karena Aruna sudah menjadi istrinya.

Untuk masalah Aruna yang belum mencintainya itu gampang, karena Nathan yakin dengan perhatian dan juga kasih sayang yang diberikannya, cepat atau lambat Aruna pasti akan menerimanya sebagai suami dan akan mencintainya dengan tulus.

1
Elizabeth Zulfa
klo gak enak sama Natan za mending tinggal dirumah ortunya Aruna kn bisa... jdi Natan tetep bisa tinggal sama mami papimu Diego
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Nathan itu bukannya CINTA,TAPI OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Lha kenapa gak nanya ke Nathan?? Kenapa nyalahin Digo,Digo seperti itu juga karena ingin mempertahankan HARGA DIRINYA,Dan juga Aruna..Harusnya NANTHAN TUH SURUH DIA MOVE ON,KAYAK GAK ADA CEWEK LAIN AJA..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Duuhh makin bingung dengan typo nya..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
MENEMUI BINATANG SIANG INI..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Typo bertebaran..
Qaisaa Nazarudin
Novel yg terlalu banyak bab sampai ratusan,mengandungi banyak komplik,Dan Alurnya makin bertele-tele,Padahal Alurnya bagus,Harusnya to the point aja,Gak perlu drama kayak ikan terbang..🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Udah sejauh bab ini,masih aja Jalang ini di sekeliling Digo..Heran deh kenapa Digo g pernah Tegas ke nih Jalang..ckk
Qaisaa Nazarudin
Suami Siaga..
Qaisaa Nazarudin
Kalo dunia nyata itu bukannya hanya bengkak dan merah doang,udah robek dan lecet2 malah..
Qaisaa Nazarudin
PERTANYAAN BODOH,UDAH BERAPA KALI DIGO NGOMONG,KAYAKNYA NIH CEWEK AMNESIA KALI YA..
Qaisaa Nazarudin
Sosok Cewek yg paling munafik dlm sejarah pernovelan yg aku baca..
Qaisaa Nazarudin
Astaga niat banget Digo mau malam pertama..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Tidak mandi tapi cuman membersihkan diri..maksudnya apa?? Cuman cuci muka dan gosok gigi doang? Jorok banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Aku baca ulang2 novel ini karena Baper dgn sikap dan perhatian Digo ke pasangan nya,Kalo Aruna mah aku rasa Eneg dan Jengkel,Karena soknjual mahal dan keras kepalanya,Dengan cowok lain ganjen,tapi dengan Digo yg berkorban dan tulus padanya malah soknjual mahal,Yah walaupun Digo caranya salah utk mendapatkan Aruna,Tapi alasannya masuk akal,Gak kayak Aruna yg hipokrit..
Qaisaa Nazarudin
Udah Nathan sama Bina aja sahabatnya Aruna..
Qaisaa Nazarudin: #Vina
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Makanya jadi cowok harus gercep kayak Digo,Harusnya gak perlu ada pertunangan,gak wajib juga,Yang wajib itu ijab qabulnya seperti Digo..
Qaisaa Nazarudin
Berusaha tuh bukan hanya dengan niat doang Run,Tapi disertai dengan perbuatan..Katanya pengen jadi isteri baik,Tapi tetap juga masih ganjen dengan Nathan dan gak bisa nersikap Tegas ma kakak ipar sendiri..ckk
Qaisaa Nazarudin
Kalo Digo gak fokus ijab qabulnya,Ganti aja dengan Nathan om,Pasti Nathan suka banget tuh..🤣
Qaisaa Nazarudin
Karena Digo tau gimana keras kepalanya kamu,yg suka menunda-nunda,Makanya Digo paling gercep,.😂👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!