Setelah patah hati karena suaminya berselingkuh dengan sahabat karib, tanpa sengaja Hana dipertemukan dengan pria tampan yang umurnya 7 tahun lebih muda namun rela melakukan apa saja untuk membuktikan kesungguhan cintanya.
Disaat yang bersamaan, sang mantan suami berusaha keras kembali mengejar cinta Hana.
Apakah Hana akan kembali takluk kepada sang mantan?
Atau justru si berondong mampu menaklukkan cintanya?
Ikuti terus kelanjutannya, cekidot!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membunuh
"Arghh! Tidaakk... tolong jangan Perlakukan aku seperti ini!" Menjerit sekeras apapun tetap tak ada yang mendengar mengingat kawasan ini masih jauh dari para tetangga.
Saat ini Farhan sedang berusaha mencium Cika, bukan ciuman memabukkan melainkan perih yang didapat karena Farhan menggigitnya hingga berdarah. Leher dan bibir itu sudah mengucurkan banyak darah.
"Bukan kah ini yang kau mau, pelacur!"
Srekk
"Aakhh!" Hanya bisa pasrah dan menjerit saat Farhan menyobek kain yang menutupi tubuh nya lalu menamparnya begitu keras.
"Mati saja kau!"
Plak plak.
Tidak hanya cukup satu kali tamparan, berkali-kali Farhan menampar tubuh Cika. Wanita itu hanya bisa menangis tanpa suara sembari berdoa agar Farha. tidak sampai melukai anaknya dalam kandungan.
Plak plak.
Duk.
"Aaaakhh!" Seakan tak puas hanya mendapat tamparan, tubuh Cika dihempaskan ke kursi kayu dengan kuat hingga kepala nya membentur siku dan mengeluarkan darah.
Bau anyir mendominasi indra penciuman di ruangan itu.
"Aku penasaran bagaimana dulu caramu menggodaku sampai-sampai tubuh murahan mu ini membuatku khilaf." Dengan nafas terus memburu Farhan mencoba memposisikan tubuh Cika agar bisa digauli setelah seluruh tubuh itu mendapat banyak cakaran dari Farhan.
Cika tak lagi kuat berteriak, bahkan untuk menangis pun dia sudah tak mampu. Tubuhnya begitu lah merasakan sukujur tubuh nya sakit luar biasa.
Dan tanpa pemanasan Farhan langsung menyatukan tubuh nya tanpa melihat keadaan Cika yang hampit sekarat.
Pria itu terus memacu tubuh nya layak nya iblis, bukan karena ingin mendapat kepuasan melainkan memang murni ingin menyiksa wanita yang sudah berhasil menggodanya. Menampar, mencekik, bahkan mencakar seluruh kulit wanita yang sedang mengandung benihnya itu layaknya harimau.
Setelah mendapatkan kepuasan, Farhan berganti memasukkan benda panjang berbentuk seperti bola bisball yang ukuran nya sungguh mengerikan ke dalam lubang milik Cika.
"Aaarrrkhhh!" Seperti terkena setrum, Cika yang semula pingsan kembali menjerit saat benda asing itu dimasukkan ke dalam tubuh nya.
Darah mengalir deras dari lubang peranakan Cika. Entah itu darah akibat sobekan bagian itu ataupun darah dari janin yang dikandung. Meski begitu, Farhan seakan masih belum tersadar dari perbuatannya. Wanita yang disiksa adalah wanita sama yang sedang mengandung penerus nya, tetapi hasrat ingin membunuh itu seakan membuatnya kelap mata.
Ya, setelah menyaksikan sendiri kemesraan Hana bersama pria lain membuat nya ingin balas dendam untuk membunuh wanita penghancur rumah tangga nya tanpa mengingat bahwa dirinya pun ikut andil dalam perselingkuhan ini. Jika saja Farhan kuat iman, mau semenggoda apapun wanita nya tetap tak akan berpaling arah. Tapi ya begitulah manusia, hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa mau instropeksi diri bahwa segala bentuk keburukan yang menimpa diri nya adalah akibat dari perbuatan nya sendiri.
Farhan memang sudah berusaha mengikhlaskan Hana, tetapi melihat Hana bersama pria lain rupanya hati itu belum menerima sepenuhnya. Bahkan terkesan sangat tidak menerima. Ingin marah pada Hana tetapi dirinya benar-benar tidak memiliki wewenang apapun. Itu sebabnya Farhan lebih memilih melampiaskan kemarahan tersebut pada satu orang yang begitu dibencinya, yaitu Cika.
"Bangun, sialan!!"
Pang!
Sudah tahu Cika bahkan kembali menutup mata, dengan tega kepala yang masih mengucurkan cairan merah segar itu kembali dipukul menggunakan balok besi yang dibawa nya sejak tadi.
"Bangun!! Jangan mati dulu, aku belum puas menyiksa mu!"
semua orang punya masalah..