NovelToon NovelToon
183 Hari Menjadi Kekasih

183 Hari Menjadi Kekasih

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:409.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Follow Ig @deche62
Ketika Rahma Sasmita berjalan menuju ke kantornya. Tanpa sengaja ia melihat seorang kakek yang hampir terjatuh karena kakinya keseleo akibat tidak melihat lubang yang ada di trotoar. Namun, siapa sangka pertemuannya dengan kakek itu bisa merubah hidupnya yang tenang menjadi nano-nano.
Rendi Dirgantara Kartabatara seorang pria keren dan tampan. Ia berasal dari keluarga kaya raya namun sayang dia sangat sombong. Pada suatu hari kakeknya memperkenalkan Rendi dengan seorang perempuan sederhana yang berpreofesi sebagai aparatur sipil negara. Kakeknya mengancam jika Rendi tidak menikah dengan perempuan itu maka namanya akan dicoret dari daftar ahli waris. Dengan terpaksa Rendi mengikuti perkataan kakeknya.
Bagaimana hubungan Rendi dan Rahma selanjutnya? Baca cerita ini sampai tamat! Jangan dibaca jika tidak tertarik dengan jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Bermain Golf

Hari terus berlalu Rahma bagaikan orang yang sedang dipenjara. Ia tidak bisa kemana-mana. Di kantor ia tidak boleh kemana-mana. Makanan dikirim oleh Ibu Claudia tidak boleh beli di luar, bahkan beli online pun dilarang oleh Rendi. Bahkan sholat di masjid juga dilarang oleh Rendi. Ia terpaksa sholat di dalam ruangan kerja.

Ia hanya boleh pergi keluar bersama Rendi. Benar-benar menyebalkan. Rendi dan keluarganya terlalu over protektif.

Hari ini hari sabtu, seperti biasa Rendi mengajak Rahma bermain golf dengan teman-teman Rendi. Mereka berangkat pagi-pagi sekali agar bisa menghirup udara segar.

Rendi dan teman-temannya janjian bertemu di club house. Ketika mereka sedang berbincang-bincang Pak Bobby datang menghampiri meja mereka.

“Selamat pagi,” ucap Pak Bobby.

“Pagi.Pak Bobby apa kabar?” Rendi dan teman-temannya menyalami Pak Bobby. Rahma juga ikut menyalami Pak Bobby.

“Rendi, kamu hanya  mengajak Rahma saja?” tanya Pak Bobby.

“Biasanya juga saya hanya mengajak Rahma saja,” jawab Rendi.

“Kamu tidak ajak mamamu?” tanya Pak Bobby.

Rendi mengerut kening, ada apa Pak Bobby tiba-tiba menanyakan mamanya.

“Mama tidak pernah bermain golf,” jawab Rendi.

“Sesekali ajaklah mamamu bermain golf, biar mamamu tidak bosan di rumah terus!” ujar Pak Bobby.

“Wah-wah, ada apa ini? Kok tiba-tiba Pak Bobby menanyakan mamanya Rendi?” tanya Gana curiga.

“Tidak ada apa-apa. Saya hanya menanyakan saja,” jawab Pak Bobby.

Pak Bobby menoleh ke Rahma.

“Rahma. Saya titip salam untuk Ibu Claudia,” ujar Pak Bobby.

“Baik, Pak. Nanti saya sampaikan,” jawab Rahma.

“Saya permisi dulu.” Pak Bobby meninggalkan tempat tersebut.

“Apa gue nggak salah dengar? Si casanova kepincut mamanya Rendi,” seru Iwan sambil berbisik takut kedengaran oleh Pak Bobby.

“Ha ha ha ha ha ha.” Teman-teman Rendi tertawa terbahak-bahak.

“Sepertinya Rendi bakalan punya papa baru,” celetuk Gana.

Rahma hanya senyum-senyum dikulum mendengar percakapan teman-teman Rendi.

“Sudah puas ketawanya?” tanya Rendi.

“Ayo kita ke lapangan sekarang! Nanti keburu siang.” Rendi beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan teman-temannya. Rahma langsung berdiri lalu mengikuti Rendi. Teman-teman Rendi langsung beranjak dari tempat duduk dan menyusul Rendi.

Ketika mereka hendak menaiki mobil golf ada pemandangan yang membuat mereka tidak percaya. Pak Bobby tidak membawa caddy perempuan tapi ia membawa caddy laki-laki.

“Lihat, tuh! Pak Bobby sekarang caddy nya laki-laki.” Iwan menunjuk ke mobil golf yang ditumpangi oleh Pak Bobby. Semua orang menoleh ke arah yang ditunjuk Iwan.

“Mungkin Pak Bobby ingin menujukkan ke Rendi kalau beliau sudah berubah. Ia setia dengan mamanya Rendi,” kata Gana.

“Huss, biarkan saja. Jangan ingin tau dengan urusan orang tua!” ujar Ibram. Ibram pun menjalankan mobil golf.

Rahma seperti biasa main golf. Namun, kali ini ia tidak didampingi caddy. Terpaksa Rahma harus bermain golf sendiri. Ia juga tidak boleh berada jauh dari Rendi. Ia hanya boleh bermain di dekat Rendi.

Ketika Rahma sedang asyik bermain golf tiba-tiba ponselnya berdering. Rahma mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana. Di layar ponselnya tertulis nomor yang tidak ia kenal. Rahma menatapi layar ponselnya sambil mengerut kening. Rendi yang sedang bermain golf menoleh ke Rahma. Ia melihat Rahma menatap layar ponsel. Cepat-cepat Rendi menghampiri Rahma.

“Ada apa?’ tanya Rendi.

“Ada telepon dari nomor yang tidak dikenal,” jawab Rahma.

Rendi mengambil ponsel Rahma lalu menjawab telepon itu.

“Hallo,” ucap Rendi.

“Selamat siang, Pak,” ujar penelepon.

“Siang. Ada apa, ya?” tanya Rendi.

“Apa Ibu Rahma bisa datang ke kantor polisi sekarang? Pelaku penculik Ibu Rahma sudah kami tangkap. Sekarang kami minta Ibu Rahma datang ke sini untuk melihat si pelaku, barangkali Ibu Rahma mengenal si pelaku,” ujar penelepon.

“Baik, Pak. Kami akan segera ke sana,” jawab Rendi.

Rendi mengembalikan ponsel Rahma.

“Ada apa?” tanya Rahma bertanya-tanya.

“Kita harus ke kantor polisi sekarang. Pelakunya sudah tertangkap,” jawab Rendi.

Rendi pamit kepada teman-temannya karena ia harus mengantar Rahma ke kantor polisi. Rendi dan Rahma langsung naik ke mobil golf dan meninggalkan lapangan golf.

Ketika mereka hendak kembali ke club house mereka bertemu dengan Pak Bobby. Ternyata Pak Bobby juga hendak meninggalkan lapangan golf.

1
mama yogi
lanjut,Pak Bobby dan Bu Claudia🤠
flower
lah pak Boby sama bu clau belum kelar hihi
Senja
bahagianya rahma diterima,disayangi, dijaga sm kel kaya pak sultan
Sandisalbiah
lha.... tp oke lha effort nya si Rendi... 😉
Sandisalbiah
setidaknya Rendi berkata jujur pd Rama akan niat dan keinginan kakek Sultan... awal yg bagus sih..
Sri Puryani
pak ferdi lg mengujimu rendi
Sri Puryani
kyk nya pak sultan mau jodohin bu Claudia & p bobby
Sri Puryani
kenapa visumnya gk lgsg ? klo sdh hilang obat biusnya apa msh bs divisum?
Sri Puryani
jd orang kok nyegel rahma ....disayang gk mau
sok mandiri
Sri Puryani
jodohin aja kek rendy & rahma biar rendi gk songong, biar disadarkan sama rahma
Sri Puryani
mau dijodohin ini
Ira Herawati
teu bosen thor, dibaca deui😍
Ira Herawati
tamat sdh bacanya...
Ira Herawati
mampir deui Teh...tambih kesel🩷
Mryn
lanjuttt 😊
Mryn
😁😁😁
Mryn
yuuuu
Mryn
😊😊😊
Mryn
😆😆😆
Mryn
ada apa ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!