NovelToon NovelToon
My Dear Arrogant Husband

My Dear Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Istri ideal / Trauma masa lalu / CEO / Cinta Seiring Waktu / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Apple Cherry

Sequel Cold Husband.

Elleora, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta pada pria ketus, angkuh dan menyebalkan.


Kennard Xavier Chin adalah putra sulung pasangan Dannis Chin dan Araabella Islean Frederic. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis ceroboh seperti Elleora, yang ternyata adalah sekertaris barunya di kantor.


Karena suatu kejadian, membuat Ken berhutang budi pada Rara, entah kenapa dengan hatinya. Ken mulai merasakan ada yang aneh dengan hatinya.


Terlebih, Rara memiliki wajah yang begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.


Mungkinkah, Kennard menyukai sekertaris barunya itu? Lalu apa jadinya, jika gadis itu malah ingin menjauh darinya, hingga ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Kennard.


Ikuti terus ceritanya ya 😅


LIKE
KOMEN
RATE BINTANG LIMA


gomawo 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MYDAH : Berbicara berdua

Flashback saat Dane menemui Rara.

Ketika Wei sedang pergi menemui Lily, Dane menemui Rara, awalnya Rara malas membuka pintu, tapi ia tidak enak saat melihat ternyata Dane yang datang, ia segera membukakan pintu untuk Dane.

"Tuan Chin?" ucap Rara.

"Bolehkah aku masuk?" tanya Dane, Rara mengangguk, "silahkan masuk Tuan," jawabnya.

Dane pun segera masuk, Rara duduk tepat di hadapan Dane.

"Bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya Dane.

"Aku baik Tuan, sudah tidak apa-apa," jawab Rara tertunduk.

"Tadi kulihat kau menangis, apa Ken memiliki salah terhadapmu?" tanya Dane, ia sejujurnya merasa penasaran, karena ia melihat ada gelagat yang aneh pada putranya, Ken langsung pergi begitu saja setalah menyelamatkan Rara tadi.

Rara terdiam, sebelum akhirnya ia menggeleng.

"Tidak Tuan, tuan Ken tidak salah apapun padaku, tadi aku hanya shock karena hampir terbawa arus ombak,"

"Apa kau yakin?" tanya Dane, ia masih merasa ada yang mengganjal.

"Iya Tuan, memang seperti itu," jawab Rara, ia tidak mungkin berterus terang pada Dane, tentang perasaannya yang kacau tadi.

"Aku sempat mengira kalau Ken berbuat kesalahan terhadapmu, kalau memang Ken memiliki salah, aku mewakilkan Ken untuk meminta maaf padamu ya," tutur Dane.

"Tidak sama sekali, tuan Ken sangat baik, bahkan dia mau menolongku tadi, kalau tidak ada tuan Ken, aku tidak tahu apakah tadi aku akan selamat atau tidak, aku hanya merasa shock saja, sehingga belum sempat berterimakasih langsung padanya," sahut Rara.

Dane terdiam, ia tidak mungkin bertanya lebih jauh lagi, sepertinya Rara juga tidak akan berterus terang terhadapnya.

"Tuan, sebenarnya saya ada rencana resign dari kantor tuan Ken, semoga Tuan Chin tidak salah paham terhadap saya," ucap Rara jujur.

Dane terkejut, "Resign?" ucapnya.

Rara mengangguk, "Iya," jawabnya.

"Kenapa?" tanya Dane heran.

"Saya mendapatkan panggilan kerja di tempat lain, dan kebetulan cocok dengan saya, jadi saya memutuskan untuk menerimanya, bulan depan rencananya, saya akan pindah Tuan, maaf sebesar-besarnya, saya harap Tuan Chin dan nyonya Araa tidak salah paham terhadap keputusan saya," tutur Rara.

Dane menghela napas panjang, ia semakin yakin kalau ada yang di sembunyikan Rara.

"Mana mungkin aku marah, lagipula itu hakmu, sebelum bekerja juga Ken tidak membuat perjanjian bahwa kau tidak boleh resign dalam jangka waktu tertentu kan? jadi tidak masalah, asalkan itu membuatmu merasa nyaman," jawab Dane bijak.

Rara tersenyum tipis, "terimakasih Tuan, saya sangat senang karena Tuan begitu bijak, saya sudah menganggap Tuan dan nyonya seperti keluarga saya sendiri," ucap Rara.

"Tentu saja, karena kami juga memang menganggapmu bagian dari keluarga kami, jadi jangan dipikirkan, kau harus tetap semangat dan optimis, jalani apa yang membuatmu merasa nyaman," sahut Dane.

Rara mengangguk, "iya Tuan, terimakasih," jawabnya.

"Kalau begitu, aku permisi ya, kau istirahat saja, jangan terlalu banyak pikiran, nanti kau bisa sakit," terang Dane.

"Baik Tuan, terimakasih sekali lagi,"

Dane pun segera keluar dari kamar Rara, saat ini ia masih merasa ada yang di sembunyikan oleh Rara, tapi ia tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan Rara dan Ken.

Flashback end.

***

Malam itu, perasaan Ken tidak menentu, ia teringat perkataan Dane tadi, bahwa Rara ingin resign dari kantornya, ia tidak tahu alasan Rara ingin resign karena apa, itu malah membuatnya tidak bisa tidur, bahkan untuk sekedar memejamkan mata saja.

"Ah sial! kenapa sih aku malah terus kepikiran seperti ini!" makinya pada diri sendiri.

Ken terus mondar mandir, ia tidak bisa tenang, akhirnya ia meraih ponselnya, dan mengirimkan pesan singkat untuk Rara.

Temui aku, di pinggir pantai dekat hotel, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.

Ken mengirimkan pesan tersebut.

Di tempat lain, Wei sudah tertidur pulas, sementara Rara masih belum mengantuk, setelah makan malam tadi ia berusaha memejamkan matanya, tapi tidak bisa.

Tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone miliknya, ia membuka pesan tersebut.

"Apa? kenapa tiba-tiba tuan Ken ingin bertemu?" gumamnya.

Rara belum membalas pesan tersebut, lalu masuk lagi pesan lainnya.

Aku akan menunggu sampai kau datang!

Rara kembali terkejut ketika membaca pesan itu.

"Sebenarnya dia kenapa? apa jangan-jangan tuan Chin sudah memberitahunya kalau aku akan resign?" gumamnya menebak-nebak.

"Astaga, yasudahlah, lagipula sekalian saja,aku juga belum berterimakasih padanya, karena telah menolongku tadi," Rara segera mengetik balasan untuk Ken.

Baik, aku akan kesana.

Setelah itu Rara bersiap, ia mencari sweater tapi tidak ketemu, "Astaga dimana sweaterku?" gumamnya sambil menggigit ujung kukunya.

"Yasudahlah tidak usah pakai sweater,"

Rara langsung keluar kamar, ia segera menuju pinggir pantai seperti yang di inginkan Ken tadi.

Rara melihat Ken sedang duduk di sebuah kursi panjang, ia terlihat sedang menatap langit, langit malam yang penuh dengan bintang bertaburan, udara malam di pesisir pantai begitu dingin hingga membuat Rara menggigil.

"Astaga, dingin sekali.." gumamnya sambil menggertakkan giginya.

Ia langsung menghampiri Ken.

"Tuan memanggil saya?" tanya Rara.

Ken menoleh melihat Rara yang sedang menyentuh lengannya, karena menggigil kedinginan.

"Kenapa kau tidak memakai sweater?" tanya Ken.

"Tadi aku membawanya, tapi saat aku cari malah tidak ketemu." sahut Rara.

Ken membuang napas pelan, ia segera membuka sweater miliknya lalu dengan memalingkan wajah, ia memberikan sweater miliknya kepada Rara.

"Pakai saja, aku mengenakan baju cukup tebal," ucap Ken.

"Tidak usah Tuan," jawab Rara mendorong pelan tangan Ken.

"Pakai!" tekan Kennard.

Rara mendengus, akhirnya ia mengambil sweater tersebut dan memakainya juga.

"Terimakasih," ucap Rara.

"Duduklah, aku mau berbicara padamu." Ken masih menengadah menatap bintang yang begitu banyak di langit saat itu.

Rara pun duduk di sebelah Ken, ia menjaga jarak agar tidak terlalu dekat.

"Apa kau takut padaku? kenapa begitu jauh?" Ken menajamkan matanya, Rara membuang napas pelan, "maaf," ia segera mendekat sedikit.

"Apa kau akan mengundurkan diri dari kantorku?" tanya Ken langsung pada intinya.

'Ternyata benar tuan Chin sudah mengatakan hal itu padanya,'

Rara terdiam.

"Apa benar begitu?" tanya Ken lagi.

"Iya Tuan, tapi saya berterimakasih karena tadi Tuan sudah menyelamatkan saya, maaf kalau tadi saya membuat Tuan tidak nyaman karena pertanyaan saya, lupakan saja hal itu, saya tidak bermaksud apa-apa," tutur Rara.

Ken terdiam lagi.

"Kenapa kau ingin resign?" tanya Ken.

Rara bingung harus menjawab apa, ia tidak mungkin berterus terang kalau ia ingin menjauh dari Ken.

"Karena saya mendapatkan tawaran di tempat lain Tuan, dan saya memutuskan untuk pindah," sahut Rara.

"Apa gajimu kurang?" tanya Ken.

Rara menggeleng, "tidak sama sekali Tuan, itu sudah lebih dari cukup," jawabnya.

"Lalu kenapa kau ingin keluar?" tanya Ken lagi.

Rara terdiam lagi.

"Kenapa diam lagi?" tanya Ken.

"Saya...." belum sempat Rara melanjutkan ucapannya, Ken malah memeluk tubuh Rara secara tiba-tib, hingga Rara terkejut, ia membulatkan matanya, "ada apa Tuan?" tanya Rara.

"Biarkan seperti ini, aku hanya ingin memelukmu sebentar saja, jangan lepaskan dulu." ucap Ken.

Rara bingung ada apa dengan bossnya, bahkan ia dapat mendengar suara detak jantung mereka yang saling beradu, 'ini suara jantung aku atau dia?'

Setelah cukup lama Ken mengeratkan pelukannya, ia akhirnya melepasnya juga.

"Berikan surat pengunduran dirimu kepadaku kalau memang kau ingin keluar kerja, semoga disana kau mendapatkan yang lebih baik," Ken beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Rara begitu saja.

Rara menyentuh dadanya, ia masih bingung sebenarnya apa maksud Ken memeluknya tadi, dan kenapa selalu saja seperti ini, Ken pasti pergi begitu saja, tanpa memberikan kejelasan, batin Rara.

"Aku memang harus keluar dari kantor, aku tidak bisa seperti ini terus," gumamnya, tidak terasa ada air yang jatuh membasahi pipinya, ia menangis sambil menyentuh sweater yang diberikan Ken tadi, hatinya sangat sakit, ia sendiri tidak tahu kenapa malah begini jadinya.

______________

Author : Baper gak reader ? 🤧🤧🤧

Jangan lupa like komen yang banyaak, vote yang banyaaak kalau mau di up😁😁🥰

Tolong jangan nuntut crazy up ya reader, cherry dah berusaha up tiap hari. klo dipaksa crazy up malah bisa meriang authornya 🤧🤧🤧😂

1
Puput
Hey bodoh, semuanya emang membutuhkan uang tapi gak semuanya tentang uang🙄
Elen: /Facepalm//Scream/
total 1 replies
Puput
ini namannya campuran antara Korea, Nama orang dari negara negara barat sana China ya thor?
Rat Miyati
Luar biasa
Rat Miyati
Lumayan
Ellllll8
sedihhh Bgtttt thorrr tpi aku suka ceritanya bikin terharuuu
Ellllll8
ohh my God kennnn
Ellllll8
bagussss bgttt Thor bikin baperr
Ellllll8
hhhaaaa ciecieee kennnn buat aku trbng ajaaa
Ellllll8
ohhh my God maunya dijodohkan aja Daddy dane
Murni Asih
bgua
Nurilbasyaroh
bkn rara yg baper tpi aku yg baca jadi baper
Nurilbasyaroh
galak tapi perhatian sweet banget!
Nurilbasyaroh
ok ok lah buat visual y
Anita Septiani
ceritanya bagus.....
senja indah
aplk oren aplksi apa
Atika Darmawati
ok
Ismalinda
Luar biasa
Fitrianinaim_queen03
Kevin, makin lama makin meresahkan 🥴🥴
Eva Rubani
apa rara lg hamil tp dia ngak tau
Eva Rubani
istri Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!