"Perjodohan?? Ini bukan jaman Siti Nurbaya, Pah..."
Naomi menolak keras perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
"Tidak bisa menolak, ini wajib hukum nya Nao...."
Bagaimana mungkin dia akan menikah dengan adik dari sang mantan pacar yang sampai saat ini masih di cintai nya...
Apakah nanti rumah tangga nya akan semulus jalan tol? atau seperti jalan jalan yang penuh dengan lubang dan juga kerikil tajam?
Simak kisah selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terancam
Beberapa menit kemudian acara sarapan telah selesai dan mereka semua sudah melakukan kegiatannya masing-masing yaitu memulai pagi ini dengan semangat dan tentu saja dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Mau bareng aku ke kampus Nao?" tawar Nicholas yang ia tahu kalau mobil Naomi masih berada di rumahnya dan tentu saja tidak mungkin jika Nicholas membiarkan Naomi untuk naik taxi terlebih lagi pagi-pagi pasti taksinya susah untuk dicari.
"Terima kasih Nik tetapi aku dijemput dengan Siska, kamu duluan saja Siska sudah berada di jalan."
Ya memang Naomi sudah janji dengan Siska untuk meminta Siska menjemputnya di sini tentu saja nanti siang setelah pulang kuliah Siska akan mengantarkan Naomi untuk mengambil mobilnya.
Mobil Naomi masih berada di rumahnya dan belum sempat ia membawa nya ke sini. Bukan berarti Nicholas ataupun Papa Abraham tidak ingin membelikan Naomi mobil tetapi Naomi yang menolak ketika Nicholas akan memberikannya mobil.
Tidak enak karena apa yang diberikan Nicholas itu lebih dari cukup, sedangkan ia yang belum bisa menjadi istri sepenuhnya malah sudah diberikan beberapa kartu oleh Nicholas tentu saja Naomi tidak enak jika tidak mengambilnya tetapi juga tidak enak jika menerima pemberian itu tanpa ia melakukan sesuatu apapun.
"Ya sudah kalau begitu aku duluan ya soalnya ada janji dengan dosen sebelum ujian berlangsung."
Bukan tidak ingin menunggu Naomi tetapi memang pagi ini Nicholas ada janji dengan dosen dan tentu saja ia harus buru-buru ke kampus sebelum ujian semester berlangsung.
Lagi pula Naomi masih berada di dalam rumah dan tentu saja masih dalam tahap aman hingga nanti sahabatnya itu datang menjemput.
Nicholas kemarin sudah dikenalkan dengan Siska tentu saja Nicholas tahu jika Siska adalah sahabat terbaik Naomi dan Nicholas tidak masalah jika Naomi pagi ini berangkat dengan sahabatnya toh juga ia udah menawarkan untuk barang tetapi Naominya tidak mau.
"Tidak masalah, sebentar lagi Siska datang kamu buruan saja."
Ya kalau orang melihat pastinya mereka seperti pasangan pengantin baru yang lagi mesra-mesranya tidak seperti pasangan yang menikah karena perjodohan yang terlalu banyak drama dan juga cekcok.
Meskipun begitu sebenarnya teknik ulas maupun Naomi juga sama-sama canggung tetapi ia tidak ingin mempermasalahkan semuanya biarlah takdir yang menentukan kemana langkah kakinya nanti apakah mereka akan mempertahankan rumah tangga ini atau harus berakhir dan memiliki pasangan lagi untuk kedepannya.
Semua mereka pasrahkan kepada yang di atas yang tentunya sudah memilihkan yang terbaik untuk mereka masing-masing dan pastinya baik Naomi maupun Nikolas akan menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya hingga waktu yang akan mengantarkan kepada siapa mereka berpijak nanti.
Nicholas yang memang terburu-buru langsung saja menuju ke mobilnya ia dengan cepat meninggalkan halaman rumahnya itu untuk menuju ke kampus
Sementara Naomi masih menunggu di teras depan tentu saja ia sudah berpesan kepada saptan yang berjaga di luar untuk membiarkan masuk jika nanti sahabatnya datang.
Sembari menunggu Siska, Naomi duduk di teras dengan pandangan matanya lurus ke depan tentu saja menikmati keindahan pagi ini dengan beberapa banyaknya bunga yang sengaja Mamah Reni tanam di depan.
"Bareng aku aja mungkin Siska terjebak macet."
Naomi kaget mendengar suara yang tiba-tiba berada di belakangnya ia lupa jika Vino saat ini masih berada di dalam kalau tahu seperti ini Naomi akan memutuskan untuk berangkat bersama Nicholas saja dan tentunya ia lebih aman daripada menunggu Siska di sini dan kembali harus bertatap muka dengan Vino.
"Tidak perlu Kak sebentar lagi Siska datang."
Tidak seperti Nicholas yang langsung saja meninggalkan dirinya karena ada urusan penting Vino malah ikut duduk di samping Naomi, laki-laki itu malah sengaja menatap lekat wajah Naomi, entahlah apa yang dipikirkan oleh Vino saat ini yang jelas ia tidak segera berangkat ke kantor tetapi malah menemani Naomi.
"Siska tidak perlu ditunggu, kamu nanti terlambat dan lebih baik bareng aku saja lagi pula kantorku dan kampus kamu itu searah."
"Tidak perlu, aku masih menunggu Siska dan lebih baik aku terlambat daripada pergi bersama dengan kamu."
Jawaban dari Naomi terlihat ketus apalagi ia mengingat jika beberapa tahun ini ia dibohongi oleh Vino tetapi ia tidak mungkin mengungkapkan semuanya di sini terlebih lagi di rumah ini masih ada beberapa orang yang berkeliaran keluar masuk rumah tentu saja ia takut jika nanti ucapannya ini akan terdengar sampai ke telinga Nicholas.
"Jangan seperti itu, Aku menawarkan diri dengan baik-baik tidak aku paksa, bagaimana nanti kalau aku malah memaksamu dan menyeretmu lalu memperkosamu hingga kamu akan meninggalkan Nicholas dan menikah denganku."
Glekk..
Naomi langsung saja menoleh ke arah Vino tentunya ia melihat laki-laki itu dengan tatapan matanya. Bukan masalah ucapannya karena selama menjalin hubungan dengan Vino, Vino sudah beberapa kali untuk memaksanya melakukan hubungan yang tidak pantas dilakukan sebelum sah tetapi karena nada bicara Vino itu terlihat sangat mengejek naomis seakan-akan Naomi sudah tidak ada harganya lagi sebagai perempuan.
"Jaga mulut kamu Kak!! Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu ucapkan? aku bukan perempuan yang seperti kamu katakan itu meskipun kamu tidak mengatakan kalau aku perempuan yang tidak baik tetapi dengan nada bicaramu seperti itu tentu saja aku paham."
Vino tertawa sinis padahal ia tidak berniat untuk menyindir atau bagaimana terhadap Naomi hanya saja ketika ia melihat Naomi dengan Nikolas jiwanya meronta-ronta. Ingin rasanya ia merebut kembali Naomi dan menikahinya bahkan kalau dengan cara baik-baik Vino tidak bisa mendapatkan Naomi, maka ia akan melakukan dengan cara yang tidak baik tentu saja dengan menculik nomi dan memperkosanya dengan cara seperti itu memahami akan hamil dan pastinya mau tidak mau Nicholas agar menceraikan Naomi lalu Vino akan menikahinya.
"Jangan marah dulu aku tidak bermaksud untuk mengejek atau menyindir kamu aku hanya mengatakan sebenarnya jika aku sangat mencintaimu dan ingin kamu menjadi milikku tetapi kalau dengan cara baik-baik aku tidak bisa mendapatkanmu maka aku akan melakukan dengan cara yang tidak baik."
"Coba saja kalau kamu berani Aku akan membenci kamu seumur hidup."
Sepertinya Naomi muak dengan apa yang diucapkan oleh Vino, laki-laki yang sudah ia tunggu-tunggu nyatanya malah menghianatinya selama 2 tahun berada di London dan tentu saja apa yang sudah Vino lakukan itu tidak bisa dimaafkan oleh Naomi secepatnya yang pastinya masih ada rasa jengkel dan juga kecewa mengapa Vino tidak jujur dan memutuskan hubungan mereka setelah Vino sampai di London dan mengapa harus menggantung hubungannya selama 2 tahun hingga Naomi mengharapkan sesuatu yang lebih dari sekedar hubungan sebagai seorang kekasih.
"Tentu saja aku akan mencobanya. Dan jangan lupa nanti siang jika kamu mencoba menghindar maka kamu akan tahu apa yang akan aku lakukan!!"
Vino tersenyum lalu ia berdiri dari kursinya menghampiri Naomi dan juga meraih dagu Naomi dan berniat untuk mencium bibir perempuan cantik itu tetapi dengan cepat Naomi langsung menepis Vino bahkan tangannya sudah berhasil mendarat di pipi Vino.
"Jangan macam-macam, ingat kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi kecuali hubungan sebagai kakak ipar dan adik ipar."
Merasa nyawanya terancam jika berada di dekat Vino, langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah ini tentunya ia akan menunggu Siska di depan saja.