NovelToon NovelToon
Poison Eve

Poison Eve

Status: tamat
Genre:Spiritual / Akademi Sihir / Elf / Roh Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:116.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jibril Ibrahim

Di Negeri Peri....

Kekuatan spiritual dan peri pelindung adalah modal utama untuk mencapai puncak dunia. Kekuatan spiritual penuh, tapi peri pelindung tak berguna... apakah Evelyn bisa mencapai puncak dunia?

Ah, tapi itu tak penting!

Selama guardian tampan itu berada di sisinya, dunia hanya milik berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-35

"Ini semua salahku," gumam Xenephon dengan raut wajah muram. Ia menatap lepas keluar jendela dengan tertunduk. "Tidak seharusnya aku menempatkan Naomi di sisimu."

Nazareth duduk tertunduk di sisi tempat tidur Evelyn dengan mulut terkatup. Sebelah tangannya mengelus-elus lembut kepala Migi Vox, sementara tatapannya terpaku pada wajah polos Evelyn yang tidak sadarkan diri.

Migi Vox sudah terlihat jauh lebih tenang dan kembali memasang wajah polos anak balita. Maksudnya bayi setan!

"Aku terlambat menyadarinya," sesal Xenephon. "Tak heran selama ini Migi Vox selalu waspada melihat Naomi. Kau tak nyaman berada di sisinya."

Nazareth tetap bergeming. Tatapannya tidak berpaling dari Evelyn.

"Lain kali katakan kalau kau merasa tak nyaman dengan orang-orangku," imbuh Xenephon seraya berbalik dari jendela dan menoleh pada Nazareth.

"Bukan salahmu," gumam Nazareth tanpa ekspresi. "Aku tidak mengendalikannya dengan baik."

Xenephon mendesah berat. Lalu tersenyum masam. "Sejujurnya aku lebih suka Vox dibanding dirimu," gumamnya.

Nazareth mengerjap dan berpaling pada Xenephon.

"Kalau aku jadi kau, aku juga akan membunuh Naomi!" kata Xenephon.

Naomi adalah pengawal bayangan yang ditempatkan Xenephon di sisi Nazareth. Lulusan terbaik Akademi Mata-mata milik Xenephon di bawah naungan Ordo Angelos.

Tapi gadis itu diam-diam jatuh cinta pada Nazareth, dan dibutakan oleh cemburu sejak kedatangan Evelyn di estat Nazareth.

Bagaimana tidak? Selama ini, hanya Naomi satu-satunya wanita yang selalu berada di tempat itu dan mendampingi Nazareth dari waktu ke waktu.

Sejak kedatangan Evelyn, Naomi merasa dirinya tidak lagi dibutuhkan kecuali hanya menjaga estat, sementara Nazareth selalu bepergian dengan Evelyn dengan didampingi langsung oleh Xenephon.

Sebelum ada Evelyn, Xenephon tidak terlalu sering keluar dari Balai Ordo Mulia kecuali dalam rangka pencarian bakat tahunan dari kota ke kota di seluruh negeri.

Sekembalinya mereka dari Kota Fortress, Xenephon mengundurkan diri dari kelompok pemantau pencarian bakat tahunan dan menghilang. Lalu kembali dengan Evelyn.

Sejak saat itulah dunia Naomi serasa ditunggang-balikkan dan kebencian menguasainya. Lalu diam-diam mengikuti mereka ke kota ini untuk melenyapkan Evelyn karena ia tahu jika ia menghabisi gadis itu di estat Nazareth, ia akan menjadi satu-satunya tersangka.

Tapi di Kota Gerimis…

Pengawal bayangan dengan metode pembunuhan yang sama berkeliaran di mana-mana.

Kota Gerimis adalah tempat yang tepat untuk mendapat alibi, pikirnya.

Tapi siapa sangka Migi Vox yang ia kira hanya boneka marionette yang dikendalikan dengan benang, yang disebut-sebut sebagai peri pelindung mutasi itu menyadari keberadaannya di tengah-tengah orang banyak meskipun ia telah berbaur dan mengubah penampilannya seperti pengunjung lain dari kalangan bangsawan.

Nazareth tidak menyadarinya. Migi Vox selalu haus darah di tengah orang banyak. Jadi ia mengira Migi Vox sedang mengincar mangsa ketika boneka itu tiba-tiba menoleh ke satu titik dengan tatapan tajam. Itulah sebabnya ia terus-terusan memuntir kepala boneka itu untuk tetap menatap lurus ke depan.

Xenephon menyandarkan punggungnya pada bendul jendela, menatap Nazareth dari seberang ruangan. Ia bisa merasakan kelembutan terpancar dari tatapan pria itu selama ia memandang Evelyn.

Entah kenapa hal itu membuat Nazareth Vox terlihat begitu rapuh sekaligus mempesona.

Tapi pada saat yang sama sisi jahatnya yang disegel di tubuh Migi Vox semakin menguat seiring perasaannya yang kian mendalam.

Kekhawatiran Nazareth pada Evelyn memperkuat kewaspadaan Migi Vox yang hanya mengerti cara membunuh saat mengendus bahaya.

Tapi akhirnya Xenephon tahu perasaan Nazareth pada Evelyn tidak tanggung-tanggung meski pria itu tak mau mengakuinya.

Ini adalah pertama kalinya ia melihat Nazareth begitu cemas, begitu peduli pada makhluk yang disebut perempuan.

Pada dasarnya Nazareth adalah orang yang sangat peduli pada apa pun sejak semula.

Ya, apa pun!

Kecuali perempuan.

Evelyn adalah satu-satunya perempuan terkuat yang bisa meruntuhkan gunung es tertinggi di muka bumi. Entah karena bakat lahirnya yang istimewa atau karena pesonanya yang luar biasa.

Yang pasti keduanya adalah anugerah.

Kenapa anugerah selalu datang bersama kutukan? pikir Xenephon. Ia menarik tubuhnya dari jendela dan bergegas ke arah pintu. "Aku akan mengikuti para pengawal bayangan itu untuk memastikan apakah mereka melakukanya dengan baik," katanya pada Nazareth.

Nazareth tersenyum samar menanggapinya. "Aku percaya pada mereka," katanya setengah menggumam.

Xenephon tidak menggubrisnya, hanya melambaikan tangannya sekilas tanpa menoleh lagi.

Nazareth tahu wacana membuntuti para pengawal bayangan itu hanya alasan Xenephon untuk meninggalkannya bersama Evelyn. Dan ia tahu persis dirinya tak bisa menyembunyikan apa pun dari ahli visi yang satu itu.

Nazareth mendesah bosan. Kesunyian yang menyiksa menyergap dirinya setelah kepergian Xenephon. Ia kembali tertunduk memandangi wajah Evelyn yang tetap bersinar meski sedikit pucat. Kejenuhannya langsung menguap melihat wajah Evelyn.

Rasanya ia rela duduk berjam-jam di sana asalkan bisa terus memandangi wajah mungil bersinar itu tanpa harus berpura-pura.

Migi Vox mendongak menatap Nazareth dengan seringai khas yang menjengkelkan.

Tiba-tiba kelopak mata Evelyn bergetar.

Migi Vox tersentak dan melompat dari pangkuan Nazareth, lalu membungkuk di atas kepala Evelyn dengan mata dan mulut membulat.

Evelyn mengerang lemah dan menggumam tak jelas, kemudian secara perlahan membuka matanya.

Migi Vox menoleh pada Nazareth dengan ekspresi senang seorang anak kecil.

Nazareth tersenyum tipis.

Evelyn mengerjap-ngerjapkan matanya dan mengernyit. Lalu tersentak menyadari guardiannya berada di kamarnya. "Master?" pekiknya terkejut.

Nazareth tetap bergeming memandangi Evelyn dengan raut wajah datar.

Migi Vox merangkak naik ke pangkuan Evelyn setelah gadis itu duduk.

Evelyn tertunduk dan terkesiap, tapi lalu tersenyum dan mengusap kepala boneka itu. "Apa yang terjadi?" ia bertanya sambil mengangkat wajahnya lagi, menatap guardiannya.

"Penyusup," jawab Nazareth. "Seseorang menyelinap ke dalam kamarmu dan membiusmu."

Evelyn membelalakkan matanya, menempelkan ujung jemari di mulutnya. "Bola asap itu…" desisnya.

"Beristirahatlah!" pangkas Nazareth tidak peduli.

Evelyn spontan terperangah. Bukankah aku baru saja bangun? pikirnya.

"Aku akan menjagamu," kata Nazareth lagi.

Migi Vox mendongak dan menyeringai lebar.

Nazareth memelototinya dengan ekspresi datar.

Evelyn tersenyum gugup dan mengusap bagian belakang kepalanya dengan salah tingkah.

"Tidurlah," desak Nazareth dengan bujukan tegas. Mata rubahnya menatap ke dalam mata Evelyn. "Pengaruh obat bius hanya dapat dinetralisir dengan tidur yang berkualitas. Tidak perlu memikirkan pertarungan untuk sementara waktu."

Evelyn mengulum senyumnya dan mengangguk tipis untuk meyakinkan guardiannya bahwa ia sudah mengerti.

Nazareth merenggut tengkuk Migi Vox dengan satu tangan seperti menjinjing seekor kucing dan mengangkatnya dari pangkuan Evelyn, sementara gadis itu kembali membaringkan tubuhnya.

Migi Vox meronta-ronta dengan kedua tangan mengepak-ngepak di sisi tubuhnya mengais udara kosong, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Nazareth.

"Biarkan dia beristirahat, Vox!" bujuk Nazareth dalam gumaman rendah.

Migi Vox tak mau menyerah dan terus memberontak, hingga, Nazareth mengacungkan telunjuk di depan wajahnya dan seketika boneka itu terdiam, menatap ujung jari telunjuk itu dengan ekspresi bingung seorang anak kecil.

1
wakwau@manisq
Iya aku jg berpikir sama. Semua masih menggantung.
adi_nata
terlepas dari endingnya yang menggantung, aku ucapkan terima kasih atas karya yang luar biasa.

tetap semangat menulis, author Jibril Ibrahim
adi_nata: ya wajar saja kalau hal seperti itu terjadi.
total 2 replies
adi_nata
temanku sudah menamatkan novel ini terlebih dulu dan katanya novel ini ditamatkan prematur. kurasa memang benar.

sayang sekali ...
adi_nata
sayang sekali Salazar Lotz tumbang, padahal aku berharap dialah yang menjadi wakil akademi.
adi_nata
Cleon maju terus pantang mundur 😅
adi_nata
aku rasa kuat saja tidak cukup. terkadang yang menang belum tentu yang terkuat.
adi_nata
tidak ada ceremony penyerahan hadiah kompetisi ?
adi_nata
Altairnya mana ? tidak ada yang tertarik buat jadi Altair Nano ?
adi_nata
Ketua tim Peringkat Atas Shangri La.
adi_nata
apakah maksudnya anggota tim jalur juara dari Shangri La, sebagian sudah mencapai level angelos ?
adi_nata
sebenarnya Evelyn dalam keadaan pingsan atau tidur ?
adi_nata
memang ... cara terbaik untuk menenangkan cewek yang lagi bad mood adalah dengan memeluknya.
adi_nata
apa kabar Damon bersaudara dan para pejabat yang mengincar cakra Apollo Evelyn ?
Handoko
apakah karya ini ditamatkan prematur ? atau akan ada season duanya ? aku merasa di beberapa bab terakhir, ceritanya ditulis secara terburu-buru.

terlepas dari itu, ini adalah karya yang nyaris sempurna. good job author dan terima kasih banyak atas karyanya.
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Novelnya belum selesai, Kak!
Authornya keburu kehilangan mood karena waktu itu pembacanya hampir-hampir gak ada. Di-tag tamat karena jenis kontraknya masih yang lama, kalo Hiatus, levelnya merosot. Jadi, saya tag tamat dulu sampe saya dapet mood lagi buat lanjutin
total 1 replies
Handoko
bakalan epic kalau dea proka menang dan menjadi wakil akademi 😅
Handoko
ternyata naga merah adalah cakra apollo. berarti apollo menautkan cakra dari jenis yang berbeda dari peri pelindungnya ? 🤔
adi_nata: wah kau jeli sekali, bro
total 1 replies
Handoko
perempuan kalau sudah cemburu ...
Handoko
kekalahan bukanlah akhir dari segalanya.
Handoko
dengan kata lain, jika kaisar terpaksa bertarung dengan evelyn, kemungkinan besar dia akan kalah.
Handoko
hahahaha ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!