NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pernikahan

"Bibi Alie, apa semuanya sudah siap?"

Bibi Alie, yang setia melayani Mikayla sejak kecil itu tersenyum lebar. Kebahagiaan juga menyertainya saat sang majikan akan resmi menikah dan menjadi permaisuri hari ini. "Tentu saja. Saya sudah menyiapkannya sejak dua minggu yang lalu."

"Tidak ada yang menyayangiku melebihi dirimu, Bibi." Mikayla mendekat, lalu memeluk pelayannya yang paling setia itu dengan erat.

Bibi Alie tak kuasa menahan laju air matanya. Ia membalas pelukan Mikayla tak kalah erat. "Anda tahu, rasanya hari ini saya seperti melihat pernikahan putri saya sendiri." Ia menepuk pundak Mikayla penuh kasih sayang. "Selamat, nona. Selamat. Semoga Anda selalu bahagia bersama Kaisar."

"Bibi, sekali saja tolong," gumam Mikayla dengan bibir bergetar. "Sekali saja tolong perlakukan aku seperti putrimu sendiri."

"Setelah menikah, jangan bersikap ceroboh lagi. Ingat itu," omel Bibi Alie tertawa geli berbanding terbalik dengan air matanya yang masih mengalir, melepas cara bicara formalnya. "Patuhi ucapan suamimu, dan saat kau sudah memiliki anak ... berusahalah meluangkan waktu untuk mereka. Jangan biarkan anak-anakmu terjerumus pada ucapan orang-orang bertopeng yang juga haus akan kekuasaan. Kadang ... isi buku tak secantik sampulnya, nak."

Mikayla mengangguk namun tak mengeluarkan sepatah kata pun. Kehangatan ini ... menurutnya sangat berarti dibandingkan apapun.

Bibi Alie mengurai pelukan mereka. "Hei, berhentilah menangis. Aku tidak ingin merusak hari bahagia permaisuri Erosh yang sangat berharga ini." Bibi Alie menghapus jejak air mata yang tertinggal di wajah majikannya yang sebentar lagi akan berjalan di altar.

"Dan bibi termasuk ke dalam orang yang berharga bagiku," sahut Mikayla lirih.

"Wanita tua ini tidak pantas mendapatkan apa-apa," ucap Bibi Alie tersenyum, "Tapi jika Anda tidak keberatan ... tolong selalu bahagia lah untuk saya."

"Bibi...."

"Sekarang Anda harus memakai gaun pengantin yang sudah disiapkan oleh Kaisar. Anda pasti akan terlihat sebagai wanita paling menawan dalam sejarah daratan Erosh," ucap Bibi Alie bersemangat, buru-buru ia menghapus jejak air mata yang sempat menghiasi wajah tuanya.

Mikayla tertawa. "Bibi, jangan berlebihan!"

"Saya mengatakan yang sebenarnya, nona," sahut Bibi Alie tak kalah. Garis-garis keriput menghiasi sekitaran matanya saat tersenyum lebar.

Bibi Alie berjalan ke ujung ruangan yang tertutup tirai. Disibaknya tirai tersebut hingga terlihat sebuah manekin yang mengenakan gaun pengantin dengan bawahan yang lebar dengan kain yang saling bertumpukan ditambah beberapa aksesori yang membantu mempercantik gaun tersebut. Bagian atasnya hanya sebatas dada, dan banyak kain-kain yang meliliti gaun tersebut hingga terlihat rumit untuk dikenakan. Namun disitulah letak seninya. Wanita manapun pasti menginginkan gaun seindah ini untuk hari spesial mereka.

"Mari saya bantu Anda mengenakannya, nona," ucap Bibi Alie lalu mengambil gaun tersebut dari manekin.

...----------------...

Mikayla sudah siap dengan riasan wajah dan gaun pengantinnya. Sekarang ia ditinggalkan sendiri di ruang tunggu. Sesekali ia mondar-mandir lalu kembali duduk, seperti itu terus hingga ia lelah sendiri. Aktivitas terakhir yang ia kerjakan adalah memeriksa buket bunga yang akan dibawanya hingga pintu dibuka dari arah luar.

Seorang pria asing —sekitar empat puluh tahunan— menatapnya sebentar sebelum masuk. Mikayla berpikir keras, ia sepertinya mengenal pria yang sekarang berdiri di hadapannya ini.

"Lady Chaterine?"

Mikayla membalasnya dengan anggukan.

"Biarkan aku yang mengantarmu menuju altar. Mari."

Mikayla berdiri, kemudian beberapa pelayan datang membantunya dan dua orang bridesmaids siap di depan pintu. Gadis itu segera menyambar buket bunganya yang sempat tergeletak lalu melingkarkan tangannya pada lengan pria yang akan menjadi walinya.

Seumur hidup, Mikayla akui dirinya sering merasa gugup, namun saat ini merupakan rasa gugup terbesarnya melebihi saat ia dipermalukan oleh para gadis bangsawan. Semua mata tertuju padanya, setiap langkah yang ia ambil juga menjadi perhatian, dan lagi-lagi jantungnya berdetak kencang saat melihat Aidenloz —menggunakan setelan serasi dengan gaunnya— berdiri di sana. Menunggunya dengan tampan.

Setelah walinya menyerahkan Mikayla pada Aidenloz, pria itu berucap. "Sekali lagi aku meminta bantuanmu atas hidupnya."

Aidenloz mengangguk mantap.

Acara dimulai. Semua orang menyaksikan dalam diam dan menikmati acara tersebut dengan penuh sukacita. Tidak ada halangan sama sekali dan kedua pasangan yang kini resmi menjadi suami istri itu diam-diam mensyukurinya dalam hati. Semua baik-baik saja sampai Aidenloz berkata, "Apa kau mengenali wali mu?"

Mikayla melirik ke arah pria yang sempat menjadi walinya tadi. "Tidak, tapi sedikit familiar."

"Sebenarnya dia memang wali sah dirimu." Aidenloz tersenyum tipis. "Dia Dewa Dominosh."

Mikayla terbelalak sekaligus terkejut. Sekali lagi diliriknya pria yang masih duduk dengan tenang di salah satu kursi tamu tersebut. Pria matang dengan surai terangnya itu kebetulan juga menatap Mikayla.

Gadis itu buru-buru membuang muka.

"Coba tebak, kira-kira berapa usia ayahmu itu," ucap Aidenloz saat menyaksikan respon Mikayla yang terlihat belum bisa menerima kehadiran orang tuanya.

"Mungkin empat puluh tahunan?"

"Salah besar," sahut Aidenloz. "Dia sudah hidup sejak seribu tahun yang lalu."

"Setua itu?" Refleks Mikayla tercengang. Oh, wajar dia adalah dewa, dia bisa merubah wujudnya sesuka hati. "Tapi Aiden ... jujur aku belum bisa menerima kehadirannya yang tiba-tiba ini dengan mudah, maksudku—"

"Aku mengerti maksudmu," potong Aidenloz lalu menyapukan pandangannya ke segala penjuru. Menatap para tamu yang tampak menikmati pesta super besar yang mereka adakan khusus sampai beberapa hari ke depan. "Akan sangat susah bila menerima kedatangan keluarga sebenarnya di saat bahagia-mu seperti ini. Aku hanya meminta agar kau selalu bahagia, jika kau tidak nyaman dengan kehadirannya, aku bisa meminta Dewa Dominosh untuk kembali ke langit."

Mikayla terdiam. Sungguh perasaannya sekarang campur aduk. Ia menginginkan sebuah keluarga dan Aidenloz sudah memberikan hal itu kepadanya. Mikayla tak memerlukan keluarga lainnya jika itu hanya membuatnya selalu jatuh dan sakit. Kenapa harus di saat ia sudah memiliki segalanya ... Dewa Dominosh baru muncul? Kemanakah sang ayah saat Mikayla dalam kondisi terpuruk dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya pembicaraan tentang keluarga termasuk topik yang sensitif. Bukan bahan pembicaraan yang cocok untuk dua orang yang baru menikah —bahkan masih berada di acara— untuk membahasnya.

Jika dibandingkan dengan Aidenloz, keadaan mereka dulu tidak jauh berbeda. Sama-sama orang yang tidak digubris. Tidak dipandang oleh keluarga sendiri. Namun sekarang mereka sudah bisa membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa menjadi orang berada di kasta tertinggi.

Tak lama ritual pengesahan dirinya sebagai permaisuri akan dimulai. Ritual ikatan darah. Ia dan sang kaisar berdiri diiringi semua orang yang hadir. Seorang pendeta mengambil cawan porselen dengan rune abstrak yang menghiasi setiap sisi cawan tersebut. Dengan segala hormat, ia menyerahkannya langsung kepada kaisar.

Aidenloz menyambutnya. Tanpa alat bantu, sang kaisar menggigit nadinya sendiri dan menuangkan darahnya ke dalam cawan tersebut sampai membentuk sebuah genangan. Aidenloz mengusap nadinya yang terluka itu dengan jempol dan ajaibnya kulit yang tadi menganga kini sudah tertutup sempurna.

Aidenloz menyerahkan cawan tersebut kepada Mikayla. "Minum."

Mikayla menerimanya dengan anggun tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun. Tanpa ragu-ragu, ia langsung menenggak seluruh isi porselen hingga tandas.

Darah sang kaisar tentu berbeda dengan darah kebanyakan. Walau sama-sama berwarna merah, darah yang barusan ia minum sangat mirip dengan larutan air mawar yang direndam seharian. Harum namun tidak ada rasanya sama sekali.

Pendeta menunduk hormat lalu menghadap ke arah tamu. "Dengan ini Lady Chaterine Dominosh telah resmi menjadi permaisuri pertama generasi ketiga Benua Erosh, membantu kaisar menjalankan pemerintahan dan selalu mendukung kaisar kapanpun dan di manapun. Semoga kaisar dan permaisuri panjang umur!"

"Semoga kaisar dan permaisuri panjang umur!" sahut para hadirin lalu takzim dengan serempak.

Mikayla tak bisa menahan senyum. Ini awal dari perjalanan hidupnya, masih banyak rintangan yang akan ia hadapi kedepannya sebagai seorang permaisuri. Apapun itu, ia percaya seberat apapun masalah yang silih berganti, ia pasti bisa melewatinya.

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!