NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 24 (Murka Sang Es Kutub Utara)

SUV hitam itu akhirnya berhenti sempurna di bahu jalan tol dengan kepulan asap tipis yang keluar dari kap mesin. Bagian samping mobil hancur bergesekan dengan beton, namun kabin antipeluru itu tetap utuh melindungi penumpangnya.

Yudha langsung mematikan instrumen mobil, napasnya memburu dengan keringat dingin yang membasahi dahi. "Pak Adrian... Nona Arini... Anda tidak apa-apa?"

Adrian tidak segera menjawab. Ia melonggarkan dekapannya perlahan, menangkup wajah Arini dengan kedua tangan besarnya yang sedikit bergetar—sebuah pemandangan langka dari seorang pria yang biasanya tidak pernah menunjukkan emosi. Mata elangnya menelusuri setiap inci tubuh Arini, memastikan tidak ada luka.

"Sayang, katakan padaku, ada yang sakit? Perutmu... perutmu terasa kram?" tanya Adrian, suaranya terdengar serak dan dipenuhi kecemasan yang amat dalam.

Arini membuka matanya perlahan, napasnya masih tersengal-sengal akibat syok. Ia menggeleng lemah, lalu membawa tangan besar Adrian untuk menyentuh perutnya. "Aku tidak apa-apa, Mas. Anak kita... dia baik-baik saja. Guncangannya kuat, tapi pelukanmu melindungi kami."

Mendengar penuturan istrinya, segumpal rasa lega sempat melintasi dada Adrian. Namun, detik berikutnya, kehangatan itu menguap sepenuhnya. Topeng manusiawi Adrian tanggal, digantikan oleh aura membunuh yang begitu pekat dan dingin. Rahangnya mengatup rapat hingga urat-urat di lehernya menegang. Seseorang baru saja mencoba melenyapkan istri dan calon anaknya. Batas kesabaran Adrian sudah dilewati.

Adrian menoleh ke arah Yudha melalui spion tengah. Tatapan matanya begitu kosong dan mematikan, membuat Yudha yang sudah bertahun-tahun mendampinginya seketika merinding takut.

"Yudha, panggil tim pengamanan cadangan untuk menjemput Arini ke rumah sakit sekarang juga. Pastikan dokter kandungan memeriksa kondisinya secara menyeluruh," perintah Adrian dengan nada suara yang sangat rendah, namun sarat akan ancaman mutlak.

"Baik, Pak. Lalu... bagaimana dengan Anda?" tanya Yudha tangkas.

"Aku punya urusan yang harus kuselesaikan secara pribadi malam ini," jawab Adrian dingin. "Lacak posisi Baskoro menit ini juga. Jangan gunakan jalur hukum atau kepolisian resmi perusahaan. Bawa tim evakuasi taktis kita. Aku mau Baskoro sudah berada di gudang kontainer pelabuhan sebelum matahari terbenam."

Yudha mengangguk tanpa bantahan. Ia tahu, ketika sang Es Kutub Utara sudah mengamuk seperti ini, tidak akan ada satu pun aturan atau dokumen kontrak di dunia ini yang bisa menahan langkahnya.

Malam harinya, di sebuah gudang tua yang terisolasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, suasana terasa sangat mencekam. Penerangan hanya berasal dari satu lampu gantung yang bergoyang, memancarkan cahaya kekuningan yang temaram.

Baskoro duduk terikat di sebuah kursi besi di tengah ruangan, wajahnya sudah babak belur setelah ditangkap paksa oleh tim taktis Yudha di apartemennya beberapa jam lalu. Di sudut lain, Natasha berdiri dengan tubuh bergetar hebat di bawah todongan senjata para pengawal berpakaian hitam.

Brak!

Pintu besi gudang digeser kasar. Adrian melangkah masuk dengan jubah wol hitam panjang di atas setelan jasnya. Langkah kakinya yang berat bergaung di dalam ruangan yang sunyi. Di belakangnya, Yudha mengekor dengan wajah tanpa ekspresi.

Baskoro mendongak, mencoba menyeringai di balik darah yang mengalir di sudut bibirnya. "Ah... sepupuku yang terhormat akhirnya datang. Sayang sekali... rencanaku pagi tadi gagal. Wanita murahanmu itu ternyata punya nyawa ganda."

Adrian tidak membalas provokasi kotor itu. Ia berjalan mendekat dengan langkah santai, berdiri tepat di hadapan Baskoro. Tanpa peringatan, Adrian melayangkan satu hantaman mentah menggunakan tangan kanannya tepat ke rahang Baskoro, membuat pria itu terjerembap bersama kursinya ke lantai beton yang dingin.

Duar!

Baskoro mengerang kesakitan, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Adrian mencengkeram kerah baju Baskoro, menarik tubuh sepupunya itu hingga mereka kembali berhadapan.

"Kamu boleh mencoba merebut posisiku di perusahaan, Baskoro. Kamu bahkan boleh membenciku seumur hidupmu," bisik Adrian rendah, suaranya terdengar seperti embusan angin musim dingin yang mematikan di dekat telinga Baskoro. "Tapi saat kamu berani menyentuh Arini... saat kamu mencoba mencelakai anak di dalam kandungannya... kamu tidak sedang berurusan dengan CEO Wijaya Group. Kamu sedang mengantarkan nyawamu sendiri ke neraka."

Adrian menghempaskan tubuh Baskoro kembali ke lantai, lalu berdiri tegak sembari merapikan lengan jasnya yang sedikit kusut. Ia menoleh ke arah Yudha.

"Yudha, serahkan seluruh bukti sabotase mekanik, rekaman transaksi suap, dan bukti peretasan data rumah sakit yang mereka lakukan ke pihak kepolisian pusat malam ini juga. Pastikan pasal yang menjerat mereka adalah percobaan pembunuhan berencana terhadap anggota keluarga inti Wijaya," perintah Adrian dingin. "Gunakan seluruh pengaruh hukum kita untuk memastikan Baskoro dan Natasha tidak akan pernah melihat dunia luar lagi selama sisa hidup mereka."

"Baik, Pak. Berkasnya sudah siap dan tim hukum kita sudah menunggu di markas besar kepolisian," jawab Yudha profesional.

Adrian berbalik arah, melangkah meninggalkan gudang tanpa menoleh lagi ke arah teriakan histeris Natasha dan makian frustrasi Baskoro yang perlahan menjauh dibalik pintu besi yang tertutup rapat. Fokusnya malam ini hanya satu: kembali ke penthouse secepat mungkin, memeluk erat Arini, dan memastikan belahan jiwanya itu aman di dalam dekapannya yang posesif.

Baskoro dan Natasha resmi tumbang untuk selamanya melalui jalur hukum yang mematikan dari Adrian. Ancaman luar telah bersih, namun petualangan rumah tangga nyata mereka baru saja dimulai dengan kondisi Arini yang kini hamil muda.

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!