NovelToon NovelToon
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:547.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Rasa kecewa yang berkali-kali kualami atas perlakuan suamiku, Bram, dan keluarganya yang tidak pernah mengahargai sebagai istri dan menantu, akhirnyanya terlampiaskan.

Setelah bertahun-tahun tertindas, aku akhirnya menunjukkan perlawanan.

Ternyata tanpa aku duga sebelumnya, orang tua yang mengasuhku selama ini, bukanlah orang tua kandungku.

simak kelanjutannya dan mohon dukungan dari pembaca, untuk karya baru ku ini.🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

" Takdirlah yang memisahkan, takdir juga yang mempertemukan. Sungguh, segala sesuatunya , indah pada waktunya."

"Benarkah, kamu memiliki tanda itu? Ya, Tuhan! Terimakasih atas karuniaMu ini. Akhirnya doaku Engkau kabulkan juga, mempertemukan kami kembali dengan anakku yang hilang tiga puluh tahun lalu," dengan tangis penuh bahagia kini tubuhku tenggelam dalam pelukan kedua orang tua kandungku. Bergantian mereka memelukku, seakan tak percaya pada kenyataan yang terjadi.

Setelah sekian tahun pencarian itu akhirnya berhasil.

"Bapak dan Ibu, terimakasih telah menjaga anak kami selama ini. Kami sudah lelah mencarinya selama ini. Tapi kami tak kenal putus asa, akhirnya Tuhan mendengar doa kami setelah tiga puluh tahun," ucap ibu kandungku pada bapak dan mak. "Bagaimana khabarmu, nak? Kamu sudah menikah? Mana cucu mama?" alihnya padaku. Bersamaan dengan munculnya Tono dan kedua anakku yang keheranan melihat tamu asing yang datang ke rumah.

"Ada apa ini, Pak?" tanyanya heran sama Bapak.

"Ceritanya panjang, nanti bapak akan cerita," bisik bapak pada Tono, yang kurang puas atas jawaban bapak.

"Mereka ini siapa?" tanya bapak kandungku kepada kedua anakku.

"Mereka cucu Bapak dan Mak," lalu aku menyuruh kedua anakku menyalami kakek dan neneknya.

"Tuhan, maha baik. Ternyata bukan hanya putri kami saja bisa bertemu. Kami juga menemukan cucu. Sini cucu, peluk nenek dan kakekmu ini." papa dan mama tidak bisa menahan emosinya lagi. Tangis penuh haru, mewarnai pertemuan ini. Aku juga tak berhenti menangis, kupeluk bapak dan mak yang juga menangis haru.

Dengan wajah penuh keheranan, Devan dan Mitha ikutan juga menangis. Ah, entah darimana untuk memulai carita ini kepada Devan dan.Mitha. Bahwa mereka sekarang punya dua kakek dan dua nenek dari pihak mamanya.

"Sayang, bagaimana kalau kamu ikut ke kota M, tempat tinggal Mama dan Papa. Kita adakan syukuran atas ditemukannya kembali anak mama yang hilang. Iya, 'kan Pa?" mama menatap papa, meminta dukungan. Papa mengangguk setuju.

"Harus itu, semuanya harus ikut, karena sejak sekarang kita jadi keluarga besar. Terimakasih ya, pak telah menjaga Reny selama ini. Entah dengan cara apa kami membalas semua pengorbanan bapak pada putri kami," pak Handoko memelukku erat bersama bapak, mama memeluk mak.

"Jangan merasa terikat budi, Pak. Kalau bukan saya yang menemukan, Reny, dulu tentu orang lainlah yang akan menemukannya."

"Bagaimana, kalau kita berangkat saja sekarang. Biar segala sesuatunya nanti kita bicarakan saja di rumah," ucap mama. Memandang kami semua.

"Ma, bukan maksud Reny, menolak itikad baik mama. Tapi, Reny, butuh waktu untuk beradaptasi. Terus terang semua ini serasa mimpi. Beri waktu untuk Reny, ma, pa," bujukku. Bukan tanpa alasan aku menolak rencana mama dan papaku. Aku tidak ingin orang-orang yang mengenalku terkejut saat tau siapa aku yang sebenarnya. Karena aku yakin, kabar ini akan viral, dan menjadi makanan pers mengusik kehidupan pribadiku.

Sehingga gerak gerikku akan terbatas dan tidak akan pernah sama lagi.Aku hanya ingin membereskan beberapa rencanaku sebelum orang-orang mengetahui status baruku.

Terutama suamiku dan ibu mertua juga Sarah.

"Apakah dia menantu, Papa?" tanya papa tiba- tiba menunjuk Tono. Mungkin karena kedatangan Tono, bersama keponakannya, membuat papa salah paham.

"Bukan, Pa. Dia adikku yang paling kecil. Ayo, Ton, kenalkan Papa dan Mama," Tono yang masih belum paham sepenuhnya apa sebenarnya yang telah terjadi, mengiyakan saja saat kusuruh menyalam papa dan mama.

Dari sorot matanya jelas terlihat dia kebingungan, tapi dia diam saja menyimak setiap pembicaraan. Namun aku yakin, dia tengah mencari cara untuk bicara.

"Sebenarnya ada apa semua ini, Pak. Mengapa banyak sekali mobil di luar dan orang-orang seperti robot itu. Bapak dan Ibu siapa, kenapa kak Reny memanggil Mama dan Papa?"

"Sudah, Ton, nanti Bapak yang akan jelaskan semuanya." Bapak menarik Tono ke sisinya.

"Kami adalah orang tua kandung dari, Reny, kakakmu. Reny diculik oleh pengasuhnya tiga puluh tahun lalu, dan ditemukan oleh bapak dan mengasuhnya. Setiap tahun saat hari ulang tahunnya kami selalu menyiarkan di media, memperingati hari ulang tahunnya. Entahlah kami selalu percaya kalau anak kami pasti masih hidup.

Selama ini banyak yang mengaku datang pada kami sebagai anak kami yang hilang. Tapi semuanya adalah penipu. Ternyata, dihari ulang tahun yang ke tiga puluh, kami baru menemukan anaka kami. Kami mendapat telepon dan kami datang membuktikan apa benar Reny anak kami. Ternyata, benar. Reny adalah anak kandung kami."

"Hem, kakak percaya begitu saja cerita itu?"

"Awalnya kakak tidak percaya, tapi saat mama menyebut tanda lahir, baru kakak percaya. Kakak memang memiliki kedua tanda lahir itu, persis seperti yang disebut mama.

"Wah! Sulit untuk dipercaya. Ternyata kakak yang selama ini kukenal dan kusayang, ternyata bukan kakak kandungku. Hahaha....Kalian pasti bercanda," sentak Tono.

"Tono, bicaralah yang sopan terhadap tamu kita," ucap Bapak penuh tekanan.Terus terang reaksi Tono sangat wajar bagiku. Sama seperti diriku saat pertama kali Bapak bicara, aku juga tak bisa menerimanya.

Kuhampiri adikku Tono, kupegang kedua telapak tangannya. Seperti itulah aku selalu memperlakukannya dulu setiap kali dia gusar atau menghadapi masalah. Dia bilang waktu itu dia akan merasa tenang setelah aku melakukannya.

"Kamu percaya sama, kakak ' kan? Kalau semua ini nyata. Sama seperti kakak, awalnya kakak juga tak percaya. Tapi pengakuan Bapak, membuat kakak percaya. Meski sedih, tapi kakak senang juga akhirnya tau kebenarannya."

"Aku hanya ingin melindungimu, Kak. Jangan terlalu mudah percaya pada orang asing. Apalagi seperti mereka orang kaya, yang bisa melakukan apa saja karena punya kekuasaan," ucapnya masih penuh kecurigaan.

"Kakak tidak senaif itu dek. Percayalah, mereka adalah orang tua kandung kakak. Tentu tidak semudah itu, akan ada beberapa pemekrisaan lagi. Selain itu, kakak juga butuh waktu untuk semua ini."

"Baiklah, ,Kak. Yang terbaik selalu untukmu. Sebalik ini aku juga senang, kakak akan bisa membalaskan mereka yang selalu menghina kakak."

"Tono, jangan bicarakan mereka saat ini."

"Mereka siapa? Apa maksudnya mereka yang selalu menghinamu, Nak? Apakah hidupmu begitu susah selama ini? Papa, bisa lakukan apa saja menghajar mereka," timpal papa tiba-tiba.

"Papa, maafkan Reny, biar Reny yang mengatasi semua masalah ini. Reny tidak mau melibatkan Papa dan Mama juga Bapak dan Mak. Reny akan minta saat butuh, Pa. Saat ini, Reny sedang diuji untuk mengkaji ulang semuanya."

"Baiklah, Papa percaya kamu pasti bisa membuat keputusan yang terbaik untuk semuanya. Yang perlu kamu tau, papa siap berdiri dibelakangmu mendukungmu. Apapun yang kamu butubkan jangan segan-segan memintanya pada kami. Kamu adalah harta kami yang paling berharga, Nak. Tiga puluh tahun kami kehilanganmu, kami akan menebus semua waktu yang terbuang itu, untuk kebahagiaanmu." aku tak bisa menahan air mataku untuk tak luruh , ketika tubuhku tenggelam dalam rengkuhan hangat dari papaku.

Tak ketinggalan mama juga memberi pelukannya hangatnya. Pelukan lembut yang selama ini hanya kudapatkan dari Bapak dan Mak. Kini kudapatkan pula dari sepasang suami istri yang ternyata orang tua kandungku.

Sungguh sebuah kenyataan yang tak pernah terbersit dalam pikiranku. Kalau kehidupanku akan berubah sedrastis ini.

Sungguh Tuhan telah berbaik hati, Tuhan pulihkan lukaku. Tuhan pulihkan kekutanku. Ternyata dibalik pergumulan hidupku selama ini, ada cinta yang tidak kesampaian untuku. Ada tangan yang selalu tengadah memohon, keselamatanku, merindukan bertemu denganku. Kini Tuhan wujudkan mimpi itu. Semoga Tuhan selalu jaga semua cinta ini agar saling menguatkan.****

1
Evy
Pasti paman dan Bibi aslinya itu dalang penculikan Reny waktu bayi..
Evy
Pasti deh Dion yang itu..yang ada dimasa lalu dan kembali bertemu dimasa sekarang..
Evy
Lebih baik tidak usah dibantu masak.biar tau rasa...minta saja bantuan pada menantu kesayangan nya si Sarah..
Noerlina Akbar
Luar biasa
Hera sasuwe
👍👍👍
Shinta Dewiana
syukurlah arby masih hidup...
Shinta Dewiana
uuuuu.....seru...tegang ini..
Shinta Dewiana
udah cukup tu buktinyaa...ayooo garcep lah reny
Shinta Dewiana
rasain lu sarah...puntung kan...cacat
Shinta Dewiana
jadi vikki sm martin anaknya bram...bukan anak si rio
Shinta Dewiana
kapan giliran si sarah ini..
Shinta Dewiana
ayuuu...tunggu apalagi reny jemputlah kebahagiaanmu..
Shinta Dewiana
ooo..waduh bukannya kecelakaan mobil pas pulang ngajar
Shinta Dewiana
betul2 keluarga sampah..
Shinta Dewiana
mampus lu bram...
Shinta Dewiana
impas ya....hah....
Shinta Dewiana
bagus reny rekam semua sebagai bukti..
Shinta Dewiana
tu kan benerrrrr.....
Shinta Dewiana
jangan dalang sumuanya adalah bibi elis dan ARBY adalah anaknya
Shinta Dewiana
cerita aja ma...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!