NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:267.7k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut Mengabdi di Kota 1000 Kuil

Akbar sedang duduk santai bersama keluarga di ruang belakang rumahnya.

Fatih membuat sebuah gubuk sederhana, papan dan kayu ia dapatkan dari salah satu teman sekolahnya dulu. Ibunya meminta dibuatkan gubuk, di dekat pohon mangga dan pohon rambutan.

Gubuk itu dibuat di atas kolam ikan Nila yang dicampur dengan ikan Bawal.

Ukurannya tidak terlalu besar, cukup untuk sepuluh orang. Cat berwarna hijau tosca dan kuning emas, menambah kesan nilai estetis jika dipandang. Belum lagi, atap nipah yang digunakan untuk memayungi para raga dunia.

Ubi goreng dan teh manis menjadi teman mengobrol kali ini. Ada juga talas bogor goreng, yang baru saja diangkat dari perapian.

"Bagaimana rasanya menikah dengan es batu, Nduk?" Tanya Bapak Mertuanya, Pak Suryo.

"Kok es batu, Pak? Nanti dingin dong." Jawab Fatih tertawa.

Sekar yang tadinya belum mengerti tentang 'es batu', menjadi paham. Suaminya, Akbar dikenal 'es batu' oleh keluarganya.

Mengapa 'es batu', julukan untuk suaminya? Karena kata keluarga besar Pak Suryo, Akbar adalah orang yang dingin semenjak ditinggal menikah calon tunangannya dulu.

"Alhamdulilah, Pak. Senang, bersyukur bertemu dengan Mas Akbar." Jawab Sekar tersenyum, dekik kanan-kirinya terlihat cantik. Bahagia.

"Mbak Sekar, ponakanku bagaimana? Sudah jadi belum?" Tanya Fatih tersenyum girang. Suka sekali Fatih menggoda Mbak Iparnya.

Sekar dan Akbar yang kompak sedang minum teh, tersedak pelan.

Akbar memandang Fatih dengan tatapan kesal.

"Doakan saja, adik sayang. Semoga ponakanmu lekas jadi, ya." Tutur Akbar sambil melirik Sekar.

"Tenang Mas, Mbak, adikmu ini selalu mendoakan." Ujar Fatih, sembari mencomot ubi goreng kesukaannya.

"Bu, Pak, Fatih dan pakde, budhe, semuanya, insya Allah, kami berdua berangkat ke Kalimantan hari Rabu, cuti Akbar sudah habis, tidak enak kalau terlalu lama meninggalkan tugas disana. Mohon ridhonya, Pak, Bu."

Semuanya hening. Kicauan burung yang terdengar.

"Sudah matur dengan Keluarga Sekar, Mas?"

"Sudah Pak, beliau mengizinkan. Kalau di sini urusannya sudah selesai, lekas pulang. Ingat tanggung jawab di sana. Begitu Pak, Bu. Nanti sore, Akbar mau menemani Sekar pulang ke rumah, mengemasi barang dan baju yang akan dibawa ke Singka."

"Halah, Mas Akbar, alasan saja mau menemani. Padahal, nggak mau ditinggal Mba Sekar, 'kan?"

"Nanti kalau kamu sudah menikah dengan Alina, coba saja sendiri bagaimana rasanya." Ujar Akbar sambil memeluk pinggang Sekar.

"Kapan Mas Fatih menikah dengan Alina?" Tanya Sekar antusias.

Hubungan Fatih dan Alina, kini sudah membaik, sudah mendapatkan restu dan ridho dari orang tua Alina. Begitu juga dengan orang tua Fatih.

"Doakan ya Mbak, tahun depan insya Allah, setelah Alina selesai pendidikan."

"Aamiin. Semoga lancar, ya kan Mas." Tutur Sekar sambil menepuk punggung tangan Akbar.

"Aamiin. Terima kasih banyak, Mbak. Oya, Mbak, punya nama panggilan buat Mas Akbar, nggak?"

"Kenapa Mas Fatih?" Tanya Sekar heran.

"Panggilan sayang, Mbak. Abi, Yayang, gitu, kan lebih mesra mendengarnya." Jawab Fatih diplomatis.

Akbar yang mendengar tuturan adiknya itu, hanya tertawa. Walaupun dalam hatinya mengiyakan.

"Supaya berbeda panggilan dengan diriku, Mbak." Tambah Fatih tersenyum simpul.

"Hehe, ada Mas, ada kok." Sekar tersenyum malu.

"Panggilannya apa sayang?" Tanya Akbar penasaran.

"Bagaimana kalau 'abi'?"

"Setuju sayang. Akan kunanti panggilan sayangmu padaku, solehaku."

"Tolong ya, Mas. Kalau mau mesra dan sayang-an di dalam kamar ya. Banyak orang yang menyaksikan disini."

"Iya, adik tersayang. Sayang, ayo jalan-jalan." Ajak Akbar kepada Sekar.

"Nak, barang-barang jangan membawa terlalu banyak, ya. Beli di sana saja. Nanti dana dikirim sama bos besar." Kata Ibu Suryo pada Sekar, yang mulai beranjak dari tempat duduknya.

"Iya, Bu. Kami membawa yang dibutuhkan saja. Terima kasih Bu, untuk dana, Mas Akbar ada katanya, Bu." Jawab Sekar malu-malu.

"Tenang, Nak. Bos besar ada dua, satu lagi Kakek Sanjaya, beliau sudah berjanji mengirim uang belanja tiap bulan ke rekeningmu. Jadi tenang saja, ya." Tutur Bu Suryo dengan kalem dan tenang.

"Iya, Bu. Kami berterima kasih, kami berangkat dulu, ya. Assalamualaikum." Kata Akbar.

Akbar dan Sekar akan berangkat ke Kota Singka untuk mengabdi, di sana mereka akan memulai lakon kehidupan. Banyak cerita di mulai di sana. Mereka berencana menempuh pendidikan bersama. Kata Abi Akbar, selama kita menempuh pendidikan, banyak yang didapat, ibadah, ilmu, pengalaman, dan juga yang paling ditunggu, anak.

Pipiku memerah memikirkan itu. Semoga skenario kami direstui Semesta.

---

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca. Terima kasih apresiasinya. Semoga sehat selalu. Terima kasih untuk like, comment dan vote-nya.

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!