Sambungan kisah cinta segitiga antara Sila, Andre dan Andra di Perfect Husband, buat kalian yang belum baca season satu silahkan baca dulu yang Perfect Husband
Pertemuan dramatis antara Andra dan Sila setelah 3 tahun berpisah membuat suasana hati mereka berdua yang telah tandus kembali berbunga
Andre tetap saja terpenjara dalam perasaan cinta tak berujungnya pada Sila. Meskipun wanita itu selalu menolaknya dan takdir yang selalu menghalangi mereka bersama, ia tetap bertahan.
Siapakah dalang dari penculikan Andra? Berhasilkah Sila mengembalikan ingatan Andra?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Andra pulang seorang diri ke rumah orang tuanya. Ia memang sudah lama tidak pulang ke rumah, tadinya ia ingin mengajak anak-anak dan juga Sila, tapi Akhirnya ia memilih untuk datang ke sana seorang diri.
"Andre, mana anak-anak? Sila mana?" Begitu sampai di rumah, mamanya langsung menanyakan cucu dan menantunya.
"Ada di rumah, Ma. Aku sengaja pengen pulang sendiri," ujar Andra serius. Keinginannya untuk.pulang seorang diri memang sangat kuat, sehingga ia tidak membawa serta istri dan kedua anaknya.
"Ada apa, memangnya?" Mamanya menangkap bahwa ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh anaknya.
"Aku mau ke Amerika menyusul kakak. Nanti mama sama papa sering-sering berkunjung ke rumah Andra," Andra serius, ia memang akan menyusul kakaknya, karena ada hal yang harus di bahas berdua dan tidak bisa di lakukan via telepon.
"Kenapa mendadak? Biasanya pasti di rencanakan terlebih dahulu. Apa ada sesuatu yang mendesak?" Mamanya sedikit merasa aneh, kenapa mendadak Andra ingin ke Amerika menyusul Andre.
"Iya, kakak baru di kabari kakak pagi tadi, Ma. Aku juga belum bilang pada Sila, baru bilang sama Mama. Nanti sepulang dari sini, aku akan bilang sama dia, Ma." ungkap Andra bersungguh-sungguh. Ia akan mengatakan semuanya pada Sila setelah ia pulang dari rumah mamanya.
"Mama setuju, Ndra. Nanti kamu segera bicara pada istrimu, kalau memang mau pergi. Jangan mendadak pergi tanpa pamit. Memangnya kamu masih ingat, rumah kakekmu dimana?" Mamanya cemas, karena Andra lupa ingatan, sudah pasti dia tidak akan ingat di mana rumah kakeknya berada.
"Nanti kakak yang akan menjemputku ke Bandara, Ma. Oh ya, papa mana ma?" Andra mencari papanya juga, ingin berbincang-bincang, meskipun hanya remeh-temeh.
"Papamu ke kantor pagi-pagi sekali, katanya ada pertemuan penting. Mama kesepian makanya di rumah ini. Kalian semua pergi, adikmu, Anita juga sudah punya rumah sendiri. Selain itu, karena sibuk, kalian juga jarang main ke rumah mama," curhatan mamanya membuat Andra jadi sedikit tidak enak.
"Maafkan Andra dan Sila, Ma. Kami berdua jarang jenguk mama karena sibuk, kedepannya, semoga kami bisa sering-sering main ke sini." Di sela jadwalnya yang padat, Andra memang sudah seharusnya meluangkan waktu untuk kedua orang tuanya.
"Bagaimana keadaan Panti, Ndra? Makin rame?" Mama yang sudah lama tidak berkunjung ke Panti ingin tahu bagaimana keadaan panti asuhan milik anaknya berjalan.
i
"Panti lancar, Ma. Makin rame penghuninya, makin rame juga donatur yang bergabung. kami agak jarang juga kesana, karena kadang terlalu repot, Ma." ungkap Andra.
"Syukurlah kalau begitu, mama ikut senang. Memang kamu harus mencari orang kepercayaan yang bisa di andalkan di panti, jadi tidak memaksakan diri untuk kesana-kemari, Ndra." usul Sang Mama.
Kalau Andra pikir-pikir, usulan Mamanya memang bisa di pertimbangkan. Karena melihat kesibukan mereka saat ini, sangat merepotkan jika harus bolak balik.
Saat libur, mereka berdua juga ingin prioritaskan untuk anak-anak, karena bagaimanapun, Allana dan Alandra butuh perhatian dari kedua orang tuanya. Mereka berdua butuh bimbingan dari ibu dan juga ayahnya.
"Aku akan mempertimbangkannya nanti di rumah, Ma. Memang benar, kami butuh orang lain yang bisa mengurus panti dengan baik. Ma, kalau gitu aku balik ya, aku pikir papa ada di rumah,"
"Kenapa buru-buru? Nggak makan dulu?"
"Nggak, Ma. Aku mau mampir-mampir soalnya. Salam buat papa," Andra melangkah keluar dari rumah mamanya. Tujuannya memang hanya ingin bertemu dengan papanya.
"Baiklah, salam juga buat Istrimu dan juga anak-anak."
"Nanti Andra sampaikan, Ma."
Andra membawa mobilnya perlahan keluar dari area rumah keluarga Wijaya. Rumah yang dulunya penuh kenangan itu hanya seperti tempat asing untuk Andra. Bahkan, ia tidak dapat merasakan kehangatan di dalamnya.
Sepanjang perjalanan ke rumah, Andra hanya memikirkan bagaimana reaksi Sila, saat tahu kalau dia akan menyusul Andre ke Amerika. Kakaknya bilang, ada hal penting yang harus di bicarakan. Itu sungguh membuatnya dilema.
Andra membayangkan kerinduan yang pasti akan ia rasakan saat jauh dari Sila nanti. Itu pasti akan sangat menyiksa meskipun hanya beberapa hari.
"Bagaimana aku yang dulu? Apakah juga sering meninggalkan Sila pergi? Semoga Sila dapat mengerti, aku juga hanya akan pergi beberapa hari." gumamnya seorang diri.
Andra mempercepat laju mobilnya. Ia ingin segera bertemu dengan Sila. Niatnya bertemu dengan papanya justru gagal karena papanya sudah pergi ke kantor sepagi itu.
Tidak butuh waktu lama untuk kembali ke rumahnya, sekarang Andra telah sampai di halaman rumahnya. Sila sedang duduk di beranda rumah mereka sambil menikmati secangkir teh dengan majalah wanita ada di tangannya.
"Nggak jadi ke rumah mama, Mas?" Sila merasa sedikit terkejut karena terhitung suaminya baru saja pamit pergi dan sudah kembali.
"Jadi, sayang. Tapi papa nggak ada. aku hanya di sana sebentar saja lalu memutuskan untuk pulang. Tadi mama menyuruhku makan, tapi aku menolaknya," Andra menceritakan semuanya sekilas.
"Kenapa? Harusnya tadi mas makan dulu, sedikit juga tidak apa, yang penting makan. Mama pasti sedih di tolak, padahal kamu paling suka masakan Mama," Sebenarnya Sila mengerti, mungkin semuanya terjadi karena ingatan Andra yang buruk. Sila hanya berharap, semoga mamanya dapat memaklumi semuanya.
"Aku merasa asing di sana dan tidak nyaman, makanya aku cepat-cepat pulang," ungkapnya jujur. Mau apalagi selain mengerti keadaan Andra yang sekarang memang berbeda dengan yang dulu.
"Ya sudah, harus bagaimana, mama pasti bisa mengerti, kok, Mas. Mama bukan orang yang mudah terbawa perasaan sebenarnya, apalagi ia tahu kondisi Mas seperti apa sekarang. Kalau begitu, kita sarapan, Yuk.." Sila segera meletakkan majalahnya dan hendak mengajak Andra yang baru saja duduk di sampingnya untuk Sarapan.
"Tunggu, Sila. Ada hal yang mau mas bicarakan sama kamu. Ini penting," Suasana terasa begitu serius saat Andra mengatakan itu.
"Ada apa, Mas? Apa yang ingin di bicarakan?" Sila sangat antusias dengan apa yang akan di bicarakan oleh suaminya.
"Tadi pagi, aku baru saja dapat pesan dari kakak, aku harus menyusulnya, beberapa hari. Ada hal penting yang harus kami bahas dan tidak bisa hanya melalui telepon. Apa kamu mengizinkan aku pergi?" Andra menatap Sila penuh harap. Ia ingin wanita itu mengizinkannya untuk pergi.
"Mendadak sekali, Mas? Kalau memang penting, aku pasti mendukung kamu. Apapun masalah yang akan kalian hadapi semoga semuanya berjalan lancar," Meskipun sedikit berat, untuk urusan pekerjaan, Sila tidak bisa menahan suaminya.Sejauh ini, Sila tahu, Andra selalu profesional dalam melakukan segala sesuatu.
"Terima kasih, Sila. Kalau begini, aku akan merasa tenang saat pergi nanti. Aku juga sudah bilang pada Mama, kalau aku memintanya sering datang, sementara, saat aku pergi. Kalau begitu, ayo.kita sarapan," Andra menggandeng Sila masuk ke dalam rumah mereka.
Rencananya, esok hari ia akan melakukan perjalanan ke Amerika setelah pertemuannya dengan seseorang yang menghubunginya semalam. Ibarat pepatah, sekali tepuk, dua lalat kena.
Sila masukin obat perangsang keminuman Andre yg dikira Andra. Terjadilah pergumulan yang membuahkan hasil Sila hamil anak Andre.
Andre tidak jujur kalau Andra koma.
Andre menciptakan kebohongan dengan menunjukkan makam Andra kepada Sila dan mama papanya.
Disini berarti Andre yang banyak salahnya. Sebelum ke Indonesia kenapa membikin makam Andra yang belum meninggal. Andre lah yang jahat ini sebenarnya.
sandiwara apa ini
Andra kenapa ?
jadi bikin pinisirin ajah
sebagai istri pastinya kamu hafal gimana body suamimu.
1 pemeran utama wanita tidak akan pernah salah, semua kesalahan nya dibenarkan, bahkan sampai, bercumbuh, jatuh cinta, wikwik, dan hamil anak orang lain akan dibenarkan dan semua kesalahan akan dilimpahkan ke sang suami
2 PEBINOR, begitu spesialnya sosok ini hingga diperlakukan sangat lebut dan istimewa, bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, berpeluang gantikan posisi pemeran utama pria, semua kesalahannya akn dibenarkan, dia akan diberi wanita yang bebas dia perlakukan seperti apapun, dia suka dia ambil dia tidak suka dia buang, (miris sosok febby)
-pmeran utama pria, semua kesalahan akan dibebankan padanya dan dia dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun, istrinya hamil anak orang lain dia harus Terima saja, adik menghianatinya dia Terima saja
-febby kasian karakter ini dibuat kayak wanita tidak punya harga diri, diambil saat dibutuhkan dan dicampakkan saat tidak dibutuhkan dan dia dibuat kayak boneka saya harus Terima begitu saja
-PELAKOR jangan berani udah pasti dilaknat
pernikahan kok di buat main main dg ganti oasangan apapun alasannya.
kalau sampai berhubungan intim itu zina thor..karena andre bukan suami sila
andre sama febbi juga
sering skip krn pusing alur yg gak jelas...
tp slalu ninggalin like, agar semangat bikin yg lebih relevan dan masuk logika.
semangat thoorr