Squel :
AKU PUNYA PAPA & DILAMAR PERJAKA, DINIKAHI DUDA
Dijodoh jodohkan sejak kecil, apa RANGGA dan JASMINE akan bersatu?
Tidak ada konflik berat, karena hidup ini sudah berat. Cerita ini hanya untuk menghibur kalian yang sedang santai sambil rebahan.
Semoga terhibur 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Chika dan mamanya masuk keruangan dokter spesialis kulit yang sudah terkenal di kota itu. Keduanya di persilahkan masuk dan di persilahkan duduk oleh dokter cantik itu.
"Loh itu kenapa wajahnya?" tanya dokter
"Ini,,, terkena sengatan lebah dokter Liora" jawab Chika
"Wahh kasihan sekali, sepertinya banyak yah kena lebahnya, sampai bengkak bengkak begitu, silahkan berbaring di sana, saya akan periksa" Ucap Dokter Liora
Chika menurut lalu mengikuti arahan Suster untuk berbaring di ranjang periksa pasien. Kemudian Dokter Liora datang menghampiri dan memeriksa kondisi Chika
"Kenapa bisa di sengat lebah?" tanya Liora sambil memeriksa bekas bekas yang tertinggal di kulit Chika
"Lebah hutan dokter, pulang pulang dari camping badannya jadi gitu" jawab mama Chika
"Camping? di puncak?" tanya Liora
"Kok Dokter tau?" tanya Chika
"Ohh jadi benar ya? berarti kamu satu sekolah dengan keponakan saya?" tanya Liora
"Keponakan? siapa dok?" tanya Chika
"Rangga,, kamu kenal?" tanya Liora
"Apa?! jadi Rangga itu keponakannya dokter Liora?! hah! ini kesempatan buat aku lebih dekat dengan keluarga Rangga! dengan begitu akan lebih mudah untuk bersama Rangga!" batin Chika.
"Iya, saya kenal dengan Rangga dok. Dan kami cukup dekat sekali" Jawab Chika, gadis itu akan menarik perhatian Liora
"Oh iya?? teman dekat ya? berarti kamu juga dekat dengan Jasmine?" tanya Liora selesai memeriksa kondisi Chika
"Apa! dokter ini kenal dengan Jasmine juga?!" Chika membatin
"Enggak dok, saya cuma sangat dekat sama Rangga aja,,," Jawab Chika
"Ini tidak bisa bisa langsung sembuh, butuh perawatan untuk bisa benar benar sembuh, karena ini bukan hanya terkena lebah sepertinya. Tapi ada alergi di kulit kamu" ucap Liora
"Apapun akan saya lakukan dok, yang penting saya sembuh dan cantik lagi. Berapapun biayanya saya akan bayar!" ucap Chika
"Sombong sekali gadis ini?! apa iya Rangga dekat dengan gadis seperti ini?!" batin Liora
Liora menatap datar lalu menuliskan sesuatu di kertas.
"Berikan resep obat ini ke apotik rumah sakit. Jika sudah sembuh efek bengkak di sengat tawon itu datang kembali untuk pengobatan bekas alergi pada kulit mu" ucap Dokter Liora
"Baik dokter, terima kasih" jawab Chika
Kemudian Chika dan mama nya keluar dari ruangan Liora. Saat mereka membuka pintu, rombongan keluarga teman temannya tiba disana juga.
"Kalian?!" ucap Chika kaget ketika melihat teman temannya, bersama orang tua mereka dan ada juga papanya.
"Papa membawa mereka semua kesini karena akan mengobatkan mereka juga sampai sembuh" ucap papa Chika
"Jadi papa yang menanggung pengobatan mereka bertiga?!" tanya Mama Chika kaget
"Iya! karena ini semua karena Chika juga. Jadi dia dan keluarga kalian harus bertanggung jawab!" sahut mama Sonia
"Hah! tidak masalah, uang kami juga banyak!" jawab mama Chika.
"Ck! sombong sekali!" sungut keluarga teman teman chika.
Liora sempat mendengar keributan di luar, dan dia juga sedikit menguping pembicaraan.
"Hem,, gak mungkin Rangga dekat dengan gadis sombong seperti itu ?! apa matanya katarak?, bisa dekat dengan gadis seperti itu?! sejak di tolak Jasmine, kenapa hidup keponakanku jadi blangsak?!" batin Liora merasa kasihan pada Rangga, karena Liora belum tau jika Rangga dan Jasmine sudah kembali dekat.
Sementara itu teman teman chika mengantri di ruang tunggu untuk bergiliran mendapat penangan dari dokter spesialis kulit di rumah sakit itu.
..........
Sore hari, Jasmine dan Rangga baru saja keluar dari kelas nya, setelah selesai mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan olimpiade bersama pak Edward. Sekolah sudah sepi, karena semua siswa sudah pulang. Sebelumnya Jasmine dan Rangga juga sudah memberitahu keluarga mereka jika mereka akan pulang terlambat karena hal ini dan keluarga sudah mengizinkan.
"Ayo cepat naik, cuaca mendung,, ini kayaknya mau hujan. Mana lupa bawa jas hujan" ucap Rangga kepada Jasmine
"Iya kak" Lalu Jasmine naik ke atas motor Rangga dan pemuda itu langsung menjalankan motornya meninggalkan sekolah.
Motor Ninja itu terus melesat membelah jalanan ibukota.
Bressssssssss
Yang di khawatirkan Rangga dan Jasmine terjadi juga, Hujan turun begitu deras dan perjalanan mereka masih cukup panjang untuk sampai di rumah jasmine
"Kita neduh dulu ya" ucap Rangga
"Iya kak!" jawab Jasmine
Lalu Rangga menepikan motornya di depan sebuah pondok usang si pinggir jalan. Setelah itu keduanya turun dari motor dan berteduh di bawah pondok usang yang sepertinya tidak dipakai lagi untuk berjualan. Kedua anak remaja itu terlihat basah kuyup.
"Deres banget ya hujannya" ucap Rangga kepada Jasmine
"Iya kak, kita kabari orang tua dulu, takut mereka khawatir" ucap Jasmine
"Iya" jawab Rangga.
Kemudian keduanya mengirimkan pesan kepada orang tua masing masing dan memberitahukan jika mereka sedang berteduh dari hujan deras. Karena hujan deras, mereka tidak bisa menelfon, jadi mereka hanya mengirimkan pesan.
Rangga menoleh ke arah jasmine dan melihat gadis pakaian gadis itu basah hingga membentuk lekuk tubuhnya. Sempat Rangga tak berkedip, tapi buru buru dia melepas jaket miliknya yang juga basah dan memberikannya kepada Jasmine.
"Pake ini,,," ucap Rangga sambil meletakkan jaketnya di pundak Jasmine
"Tapi jaket kakak juga sudah basah" jawab Jasmine, dia berfikirjika jaket itu untuk menghangatkan tubuhnya. Percuma juga karena jaketnya Rangga sudah basah
"Setidaknya bisa menutup tubuhmu yang terbentuk" jawab Rangga.
Jasmine menunduk dan melihat dirinya, ternyata seragam batik yang dia kenakan yang basah kuyup membentuk lekuk tubuhnya, Dengan cepat gadis itu memakai jaket Rangga. Sedangkan Rangga memilih duduk di bangku kotor yang ada di dekat mereka. Jasmine jadi salah tingkah sendiri
" Ehem,," Rangga berhedem untuk menetralkan debaran jantungnya yang sudah tak beraturan
"Duduk sini, gak capek apa tegak terus" ucap Rangga Jasmine menoleh dan melihat Rangga duduk
"Tapi bangkunya kotor sih" ucap Rangga
Capek juga berdiri, lalu Jasmine ikut duduk di samping Rangga.
Rangga melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, tapi hujan belum juga berhenti. Lalu Rangga melihat Jasmine yang sepertinya mulai kedinginan
"Dingin ya?" tanya Rangga dan Jasmine mengangguk.
Gadis itu meniup niup kedua tangannya agar terasa lebih hangat.
Lalu Rangga meraih kedua tangan Jasmine kemudian menggosok gosokkan dengan kedua tangannya.
"Bagaimana? jauh lebih hangat kan?"
.
.
.
.
Hangatnya perlakuanmu Rangga 😌
kau cepat sekali bergerak