Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.
Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.
Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.
Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.
Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.
Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?
Nantikan di Back To Mantan hanya di Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 BTM
Barokallahu laka wabaroka Alaikuma wa jama'a fi Khoir.
Aaamiin
Semua orang yang hadir mengucapkan syukur atas resminya hubungan Hazel Almondo dengan Vanilla Granola dalam bingkai rumah tangga yang diberkahi.
Kedua pasangan pengantin baru itu saling menatap dengan rasa yang tidak bisa mereka lukiskan dengan kata-kata. Begitu banyak konflik batin yang mereka alami sampai bisa berada di titik yang terindah ini.
Vanilla Granola sang pengantin perempuan dipersilahkan mencium punggung tangan Hazel Almondo yang sudah resmi menjadi suaminya itu yang kemudian dibalas dengan kecupan lama oleh sang pengantin pria di kening perempuan cantik itu dengan sangat lama.
Ada banyak doa dan harapan yang diucapkan Hazel Almondo dalam hatinya saat ia menyentuh istrinya itu dengan penuh perasaan.
Atas status yang disandang untuk yang kedua kalinya itu ia benar-benar berharap bisa membahagiakan perempuan yang sangat dicintainya ini sepanjang hidupnya.
Perempuan cantik itu tiba-tiba saja meledakkan tangisnya sesaat sang suami melepaskan kecupan di keningnya.
"Van, ada apa dek?" Grinty, sang kakak meraih tubuh pengantin itu ke dalam pelukannya. Semua tamu pun ikut memperhatikan mereka yang masih berada di depan penghulu.
"Hey, pengantin jangan menangis. Makeup nya nanti rusak lho." perempuan itu membujuk sembari mengelus lembut punggung sang adik yang semakin bergetar.
"Mbak, aku ingat ibu dan ayah. Huaaaaa." Grinty menatap sang adik kemudian membawanya dalam pelukannya. Mereka berdua akhirnya malah menangis bersama.
Hazel Almondo tak bisa berbuat banyak. Tidak mungkin ia ikut memberi pelukan pada dua orang perempuan yang sedang menangis itu.
"Ayah dan ibu pasti sudah bahagia sekarang Van. Kalian berdua menikah dengan baik-baik karena Allah dan juga sudah saling mencintai." hibur Grinty sembari menyusut airmatanya. Ia juga mengambil spons dari tas tangannya dan memperbaiki makeup sang adik.
"Aku rindu ayah dan ibu Mbak, hiks." Vanilla kembali mengeluarkan airmatanya sampai Hazel Almondo sudah tidak tahan lagi dan langsung meraih istrinya itu kedalam pelukannya.
"Kesalahanku pada ibu dan Ayah rasanya tidak bisa kulupakan Van. Andai mereka masih hidup aku akan bersujud dikaki mereka karena pernah membuat mereka bersedih." ujar Hazel dengan suara pelan. Ia masih ingat bagaimana ia menceraikan putri mereka waktu itu tanpa rasa sopan santun sedikit pun pada kedua mertuanya itu.
"Sudah sayang, sekarang kalian harus bahagia supaya mereka juga bahagia di alam sana." ujar Kirana memberikan mereka penghiburan.
"Lihat, semua tamu ikut bersedih melihat kalian seperti ini." ujar Kirana dengan tangan meraih menantunya dari pelukan Hazel sang putra.
"Maafkan aku Bu," ujar Vanilla sembari menyusut air matanya dengan tissue.
"Tidak sayang, kamu tidak salah. Semua anak yang menikah tanpa kehadiran orang tuanya pasti akan merasakan hal yang sama denganmu.Tetapi kamu sekarang sudah punya kami Van. Kami adalah pengganti ayah dan ibumu." hibur Kirana dan membuat hati Vanilla kembali lebih baik.
"Uh lebay," geram Re Laxa yang melihat drama sedih sepasang pengantin di depan sana sampai semua tamu juga ikut terharu dan bahkan menangis.
"Kalo gak suka pergi saja dari sini, heran?!" timpal seorang tamu yang cukup menguras air matanya karena pernah merasakan hal yang sama dengan sepasang pengantin baru itu.
"Eh, nyolot. Kamu gak tahu siapa saya hah?" tantang Re Laxa dengan dagu terangkat. Ia benar-benar sedang ingin mengeluarkan kekecewaannya karena pernikahan Hazel dengan mencari lawan.
"Maaf ye, aku tahu siapa kamu. Si model yang suka bikin kontroversi 'kan? maaf aku tidak ada waktu meladeni orang seperti kamu. bikin rugi!" ujar perempuan itu kemudian berdiri dari duduknya. Baginya menghindari masalah lebih baik daripada menghadapi pembuat masalah seperti si Re Laxa itu.
"Ih sebel!" teriak Re Laxa dengan tangan ingin melempar gelas minuman yang ada ditangannya.
"Kamu tidak malu berbuat seperti ini di rumah orang Xa?" geram Rifqy pada sepupunya itu. Pria itu menahan agar tangan gadis itu tidak melakukan keributan di tempat ramai seperti itu.
"Tidak!" sudah kubilang aku akan membatalkan pernikahan mereka Qy, aku sudah berjanji padamu 'kan?"
"Kamu terlambat. Mereka berdua sudah sah menjadi suami istri jadi kamu telah gagal!"
"Aaaargh!" geram gadis itu sembari menghentakkan kakinya di lantai. Rifqy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ada apa sebenarnya denganmu? kamu tidak ingat karirmu? nama baikmu? jika kamu sengaja ingin mempermalukan diri seperti ini hah?" Rifqy terus menasehati gadis itu karena sudah sangat kesal dan malu dengan perbuatannya.
"Sekarang ayo kita pulang!"
"Tidak!"
"Ya ampun! kamu tidak lihat sedang berhadapan dengan siapa hah?"
"Aaaargh!" kembali Re Laxa mengerang kesal dengan apa yang terjadi di depan matanya itu. Akhirnya ia pun keluar dari tempat acara dan segera mengambil mobilnya untuk pergi kemana saja yan terpenting ia tidak melihat bagaimana Hazel berlaku sangat baik pada Vanilla.
Rifqy bisa bernafas lega sekarang karena gadis tidak tahu malu itu akhirnya pergi dari sana dan acara pun berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Andre yang sedari tadi memperhatikannya dari jauh langsung datang menyapanya.
"Qy, ayok ke depan. Kita kasih ucapan doa restu untuk kedua mempelai." Rifqy tersenyum kemudian mengangguk. Ia pun naik ke panggung pelaminan untuk memberikan doa restunya pada pimpinan perusahaannya itu.
"Selamat ya Pak, saya turut berbahagia." ucapnya sembari menjabat erat tangan pria yang sekarang memenangkan hati gadis yang masih bertahta dalam hatinya itu.
"Terimakasih banyak Pak Rifqy." balas Hazel Almondo dengan senyum diwajahnya.
"Boleh saya bicara dengan istri anda Pak" tanyanya meminta izin. Ia melirik sosok cantik bergaun putih tulang itu dengan ekor matanya.
"Silahkan Pak, tapi jangan lama-lama." jawab Hazel yang hanya disenyumi oleh pria itu.
"Van, semoga kamu bahagia selamanya. Dan doakan saya segera menyusul ya."
"Makasih Mas, Aaamiin. Semoga Mas Rifqy bertemu dengan perempuan yang sangat baik dan sesuai dengan yang diharapkan."
"Aamiin." jawab pria itu yang diikuti oleh Hazel dan juga Andre.
"Udah Pak Rifqy, waktu anda sudah lewat. Silahkan nikmati pestanya." ujar Hazel Almondo tanpa basa-basi. Ia tak rela kalau pria itu berlama-lama berada dekat dengan perempuan cantik yang sudah sah menjadi istrinya itu.
"Ah iya Pak, Maaf." ucap pria itu dan segera turun dari panggung pelaminan.
Demi rasa bahagia dan syukur serta perasaan hormat pada pasangan pengantin itu ia rela berlama-lama di sana meskipun ia kadang mendengar kasak-kusuk atau sindiran padanya yang menyatakan kalau ia yang melamar tetapi malah pimpinan yang menikahi.
"Ih Mas Hazel kenapa sih? kasihan kan sama Mas Rifqy," kesal Vanila pada suaminya itu.
"Eh, kamu sekarang istriku ya, tidak boleh dekat-dekat dengan yang namanya pria lain selain diriku, mengerti?"
"Iya ngerti Pak!"
"Nah itu bagus kalau cepat mengerti." jawab Hazel dengan senyum samar diwajahnya.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor, mana nih ucapan selamat untuk kedua mempelai kita, bisa kasih hadiah yang banyak dong. Kasih kopi segentong dong supaya mereka berdua kuat begadang hehehehe.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
Eits mampir, mampir,. mampir, rekomended nih.
ternyata Tari😁👍
Terus berkarya ya