NovelToon NovelToon
Akad Tak Terelak

Akad Tak Terelak

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Karena ego yang meninggi, Arsyanendra Bagaspati—seorang top model—bergelar cassanova tidak terima ketika ia mendapatkan penolakan dari seorang gadis bernama Alisha.

Merasa dipermalukan oleh gadis tersebut, Arsya pun menerima tantangan dari temannya untuk menaklukkan Alisha. Demi mempertahankan gelar cassanovanya ia pun dengan licik berusaha memenangkan taruhan.

Sehingga ia dilaporkan ke polisi atas tindakan pelecehan yang ia lakukan. Tidak ingin nama baiknya tercoreng ia pun terpaksa mengambil jalan pintas dengan menawarkan sebuah tanggung jawab berbentuk pernikahan.

Akad pun tak terelak, meski sejujurnya ia sangat membenci wanita yang ia yakini sebagai penghancur karirnya secara perlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.35 Hubungan Ayah dan Anak

Seranjang dengan Arsya untuk pertama kali membuat Alisha sulit tertidur. Kecemasan dan ketakutan masih saja menghantuinya. Ia takut kalau mendadak Arsya menyerangnya secara brutal seperti dulu. Alhasil tidurnya tidak begitu nyenyak.

Pagi pun masih harus merasakan nikmatnya mual karena kehamilan. Suaminya itu juga ikut terbangun saat mendengar Alisha yang mual-mual di kamar mandi.

"Kenapa kamu keras kepala banget, disuruh periksa tapi nggak mau," omel Arsya.

Alisha terduduk di atas kloset sembari mengusap mulutnya dengan handuk kecil. "Aku nggak sakit, Mas," lirih Alisha.

"Kalau nggak sakit kenapa wajah kamu terlihat pucat, terus mual-mual kamu itu nggak ilang-ilang?"

Alisha berdiri. "Sebentar lagi ilang, Mas. Ini cuma pagi aja kerasanya."

Arsya mengernyit bingung.

"Sudah, Mas Arsya keluar. Aku mau pakai kamar mandinya."

Arsya hanya bisa menurut. Setelah istrinya selesai salat, Arsya kembali mendekati Alisha yang sedang bersiap untuk turun.

"Al, aku mau bicara," ujar Arsya yang berdiri di samping Alisha yang sedang menggunakan hijab.

"Bicara saja."

"Aku ada tawaran iklan, tapi mereka mintanya aku sama kamu. Kamu mau kan bantuin aku?"

Alisha langsung membalik badannya menatap Arsya. "Mas, aku nggak punya bakat jadi model. Aku juga nggak bisa berhadapan dengan kamera, jadi mana mungkin aku nemenin kamu buat jadi model iklan."

"Ada aku, aku akan ajari kamu gimana caranya jadi model, yang penting kamu setuju dulu."

"Enggak, Mas, aku nggak bisa. Aku nggak mau bikin Mas Arsya malu."

"Kamu nggak akan bikin aku malu, percaya sama aku."

Alisha menatap sorot mata Arsya yang memohon. "Aku nggak bisa, Mas," tolak Alisha lagi.

"Please, ini untuk karirku yang mulai bangkit. Ok."

Kali ini Alisha tak mampu mengelak dari sihir mata suaminya. Ia pun mengangguk sebagai persetujuan meskipun ia ragu karena ia benar-benar tak memiliki basic menjadi seorang model. Ia sering melihat para model dan mengamati pekerjaan mereka tapi dia sendiri belum pernah mencobanya.

"Yes!" pekik Arsya. "Thank you, Alisha." Secara spontan Arsya mengecup pipi istrinya kemudian berlalu pergi ke kamar mandi.

Alisha mematung setelah mendapatkan kecupan singkat dari suaminya. Bukan terpesona akan kecupan Arsya, tapi lebih pada menilai respon dirinya. Tak ada ketakutan atau apa pun. Apa karena Arsya melakukannya dengan cepat dan singkat hingga tak memicu rasa traumanya. Entahlah ... Alisha hanya bisa mengusap kepalanya dan memilih untuk segera turun.

Biasanya di jam seperti ini Bi Sumi sedang membuat sarapan, ia akan membantu asisten rumah tangga tersebut. Baru juga kakinya menginjak dapur Alisha langsung berlari mencari kamar mandi, untung saja ada kamar mandi di dekat dapur. Alisha kembali mual-mual di sana.

Sarah yang sudah berada di dapur sebelumnya langsung menyusul menantunya ketika mendengar suara Alisha. "Sayang, kamu baik-baik saja, kan?"

Tak lama Alisha keluar sembari mengusap mulutnya. "Alisha nggak apa-apa, Ma."

"Syukurlah ... memangnya kamu mau ke mana?"

"Tadinya mau bantu Bi Sumi di dapur, tapi Alisha mencium aroma bumbu ditumis jadi mual."

Sarah tersenyum. "Sudah, nggak usah ikutan di dapur. Itu bukan tugas kamu, biar Sumi aja yang masak, kamu istirahat saja, nanti kalau makanannya sudah siap biar dipanggil. Yang sabar, memang begitu rasanya hamil muda."

"Mama dulu juga merasakan seperti ini, nggak tahan sama bumbu masakan yang ditumis?"

"Enggak, setiap ibu hamil itu beda-beda rasanya. Mama dulu tahan semua bau-bauan, cuma satu yang Mama nggak tahan ...." Sarah tersenyum lagi mengingat masa-masa ngidamnya dulu.

"Apa yang membuat Mama nggak tahan?"

"Bau, Papa. Dulu Mama nggak mau didekati Papa sama sekali pas hamil Arsya. Pokoknya bagi Mama, bau Papa itu nggak enak sama sekali."

"Benarkah?"

Sarah mengangguk dengan senyum.

Ternyata sangat berbeda dengan dirinya. Alisha justru suka dekat dengan Arsya. Ia bahkan sangat menikmati aroma tubuh suaminya itu. Terlebih ketika pria itu usai mandi, aromanya bikin Alisha tidak tahan untuk tidak mencium wanginya.

"Lagi ngapain berdiri di sini?" tanya Arsya yang baru turun.

Baru juga diomongin. Sudah turun saja. Arsya dan wanginya yang menggoda.

Bukannya menjawab pertanyaan putranya, Sarah justru bertanya, "Kapan kamu pulang?"

"Semalam, Ma."

"Oh ...."

"Mama sama Alisha ngapain di sini?" tanya Arsya lagi.

" Ini, istrimu mual-mual lagi gara-gara nggak tahan sama aroma di dapur. Kamu bawa naik sana, atau bawa ke taman belakang aja biar segar."

Arsya melirik Alisha dengan sorot mata penuh tanya. "Ma, tolong telfon dokter Rendra suruh ke sini. Bandel banget nggak mau diperiksain."

Kini Sarah yang menatap Alisha bingung. "Kamu belum bilang sama Arsya?"

"Bilang apa?" sahut Arsya cepat.

"Ehm ... itu, sebenernya aku udah periksa, Mas. Dan semua baik-baik saja."

Sarah menatap aneh pada menantunya. Kenapa Alisha tak memberi tahu Arsya jika ia tengah mengandung benih dari putranya itu. Apa sebenarnya yang Alisha mau, tapi apa pun itu pasti Alisha punya alasan tersendiri dan ia tak ingin menghancurkan rencana menantunya.

"Kalau begitu, Alisha ke kamar saja, Ma. Mau beres-beres. Hari ini Alisha mau pulang ke apartemen."

Sarah hanya bisa mengangguk.

"Maaf, Ma," batin Alisha ketika meninggalkan ibu mertuanya. "Alisha belum siap mengatakannya pada Mas Arsya."

"Arsya mau telfon seseorang dulu, Ma," pamit Arsya setelah istrinya kembali ke kamar.

Arsya berjalan menuju taman belakang. Ia menghubungi Jimmy agar mengatur jadwal pemotretan untuk iklan parfum yang ditawarkan untuk dirinya dan Alisha.

"Kapan kamu pulang?"

Arsya menoleh di mana terdengar suara papanya berbicara. Ia pun segera memutus panggilan telfon dengan Jimmy.

"Semalam," jawa Arsya singkat. Lalu pergi dan tak ingin lagi mengatakan atau sekadar berbasa-basi dengan orang tuanya itu.

"Tunggu!" sergah Surya. "Papa mau bicara."

Arsya yang tadinya berdiri langsung duduk di kursi di ikuti oleh Surya.

"Sekarang kamu sudah menjadi seorang suami, dan pasti akan menjadi ayah. Jangan memikirkan dirimu dan kesenanganmu sendiri. Pikirkan juga istri dan anakmu. Berhentilah dengan pergaulan bebasmu itu, terlebih dengan teman-teman yang tidak memberi manfaat. Perhatikan Alisha, dia butuh perhatian seorang suami," tutur Surya, yang ditanggapi dengan malas oleh Arsya.

"Jangan sampai kamu terjebak dalam dunia yang kamu anggap menyenangkan tapi justru menyengsarakan keluarga."

"Pa ... Papa di mana?" teriak Sarah.

"Kamu adalah imam baginya, jaga istrimu baik-baik."

"Ternyata Papa di sini." Sarah muncul dan menghampiri ayah dan anak itu. "Serius banget, ngomongin apa sih?" tanya Sarah.

"Arsya mau ke kamar, Ma," pamit Arsya tanpa menanggapi sedikit saja dari petuah-petuah papanya.

Hubungan mereka dari dulu memang tidak cukup baik. Sarah paham akan hal itu, sebab itulah ia hanya bisa membiarkan putra pergi begitu saja.

1
Eka Novia
Gk mau nikah tpi merusak ank org oon sinting
annin: Emang, Kak. Butuh diruqyah si Arsya ini.
total 1 replies
Sona Muchsin
lemah...tindas terus oleh suaminya....ujung" nih cerita suami insaf
Lin
Judul sama alur ceritanya sesuai
jenny
rada ga suka sama si salwa ..terlalu memaksa
Nenie Chusniyah
luar biasa
Zahraputri Putri
tp ya bukan begitu juga fatih kmu lgsg pergi meninggalkan acaranya kalau kmu gentle harusnya panggil sekalian Arsya suruh lgsg nikah dihadapan mu dn kmu bisa menyerahkan alisha PD Arsya dengan baik baik,kalau gini kn km kyk GK gentle main ningalin calon istrimu dihadapan banyak orang sama aja kmu mempermalukannya..
SLina
devon kemana?
SLina
sampe ke doa org di kepoin 🤣
Siti Nurbaidah
mantap👍💕💖👌
Asri Yunianti
𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚔𝚊𝚔 𝚝𝚑𝚘𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚖𝚊² 𝙽𝚊𝚒𝚖𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊 𝚢𝚊...
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 2 replies
idah
👍👍👍👍👍
✨️ɛ.
monmaap, gue ngakak ama komen bawah gue.. 🤣
enerjik sekali ya mbaknya..
R: HAI, KAK! JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YA
total 5 replies
✨️ɛ.
makanya Mas Fatih, kalo calonmu mo cerita soal masa lalunya ya dipersilakan sajalah.. gausah sok²an gak peduli soal masa lalu.. ujung²nya kepo juga khaann..
✨️ɛ.
lah kan udah dikasi tau kalo calonmu itu blom cinta ama situ..
situ kan yg maksa..
✨️ɛ.
*babysitter
✨️ɛ.
bentar, bentar.. ini si Fatih beneran gatau kalo mereka mantan suami istri? kan berita ttg mereka viral pada masanya..
✨️ɛ.: yasih, thor.. emang ada orang kek gitu, tau beritanya tapi gak terlalu peduli detail kejadiannya..
saya kadang gitu soalnya.. 🤭
total 2 replies
✨️ɛ.
untung ketemu novelnya udah tamat.. kalo blom tamat gue stop baca sampe sini..
✨️ɛ.
kamu sendiri kan, Sha yg memilih menerima pinangan Arsya en mencabut laporan kepolisiannya? kamu udah diberi pilihan, konsisten dgn pilihan tsb.. jgn menyalahi takdir..
✨️ɛ.
ya Allah, Mama Sarah.. 😢
✨️ɛ.
gila si Arsya! gak ada pendirian banget malah ngejanjiin nikahin si cinta luna.. 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!