NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Dewasa

Menikahi Pria Dewasa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:455.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: PutrieRose

Brianna, gadis berumur 20 tahun. Yang selalu menghabiskan harinya hanya untuk bersenang-senang. Tidak mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan hanya menjadi benalu di rumah. Anak tunggal yang pasti akan mewarisi semua harta kekayaan orang tuanya.

Henry, pria dewasa berumur 35 tahun yang belum menginginkan untuk menikah selepas kehilangan tunangannya 10 tahun silam. Olivia yang merupakan tunangannya dinyatakan hilang dan jejaknya tak dapat dicari hingga detik ini.

Abraham yang merupakan ayah dari Brianna menjodohkan putrinya dengan putra dari sahabat lamanya. Berharap setelah menikah Brianna akan berubah menjadi seseorang yang lebih menghargai hidup dan masa depannya.

Saat Brianna bertemu dengan sosok Henry, mereka berdua sama-sama terkejut. Karna mereka sebelumnya pernah bertemu dalam sebuah tragedi tak terduga.

Bagaimana kisah rumah tangga Anna si gadis nakal dan Henry si pria dewasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutrieRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 DEMI ANNA

Kepalanya menoleh ke arah istrinya sebentar. Lalu fokus lagi ke depan. Orang lain pun mengiranya ini sebuah lelucon, juga ia merasa demikian saat dulu tahu bahwa Chris dan Jane bukan orang tua kandungnya. Tapi melihat kasih sayang mereka yang tulus, membuat Henry tidak bersedih.

"Apa kamu masih tidak percaya? Tidak mungkin ayah Chris berbicara bohong."

Anna akhirnya terdiam. Ia tak mau membahasnya lebih lanjut takut membuat suaminya bersedih.

Jalanan di malam hari tak begitu sepi. Masih banyak kendaraan yang lalu lalang. Juga beberapa pedagang kaki lima yang berjejer menjual dagangannya. Rata-rata mereka berjualan aneka kuliner malam.

"Aku mau itu ...." Anna melihat sebuah gerobak berwarna kuning menyala. Banyak orang yang mengantri demi bisa merasakan enaknya kue manis itu.

"Apa?" Mobil sudah melewati jauh gerobak makanan itu membuat Anna mengerucutkan bibirnya.

"Itu .... Sudah kelewat!" kesalnya.

Henry mencari tempat parkir terdekat, lalu ia memarkirkan mobilnya di sana.

"Kamu mau apa? Kalau bilang jangan mendadak!"

"Itu ... Tadi tukang martabak," jawab Anna.

Pria itu menghela napasnya dan segera turun mencari gerobak martabak yang ditunjuk istrinya. Ia menyuruh istrinya untuk tetap berada di dalam mobil.

Kakinya sudah melangkah jauh meninggalkan mobilnya yang ia parkir di sana. Tapi tak kunjung ia menemukan gerobak martabak. Matanya berpendar mencari keberadaan tukang martabak. Hingga sampai di ujung jalan, ia menemukan antrian pembeli yang panjang hingga memenuhi sisi jalan.

Warna gerobak yang menyala terang membuat ia yakin untuk melangkah lebih dekat. Antrian panjang itu membuat dirinya harus mengantri pada nomer kesekian untuk bisa memesan. Ia perkirakan penjual melayani satu pembeli membutuhkan waktu 10-15 menit. Itu artinya dia butuh sekitar 1 jam untuk bisa memesan.

Matanya mencoba mencari tukang martabak lain. Tapi sepertinya di sini hanya ada satu penjual. Mau tidak mau ia harus terus berdiri sampai tiba pada antriannya.

"Menyebalkan sekali! Aku bisa membeli satu gerobak martabak ini. Tapi, rasanya tidak manusiawi." Henry memiliki uang yang banyak, tapi ia tidak mau tinggi hati. Ia juga harus melihat orang-orang di sekitarnya. Jika dia menyombongkan diri, maka orang-orang yang berada di bawah akan menderita.

"Mohon maaf, Pak. Bapak mau beli martabak berapa loyang?" tanyanya pada seorang bapak-bapak di depan antriannya.

"10, Pak. Kenapa?" Henry tercengang, ini akan semakin lama ia mengantri.

"10? Untuk siapa saja?"

"Ya untuk keluarga saya, Pak. Anak saya ada 7 dan istri saya ada 2."

Lagi-lagi ia tercengang mendengar pernyataan dari Bapak satu ini. Rambutnya sudah dipenuhi uban juga tampilannya sangat sederhana. Tapi sanggup memiliki istri dua.

"Bagaimana kalau saya tlaktir Bapak. Saya belikan 20 loyang. Gratis." Bapak tua itu meneliti penampilan Henry. Ia menilai memang pria dewasa di depannya terlihat berduit.

"Anda bercanda?" tanya Bapak itu.

"Tidak, Pak. Bila perlu ini ambil buat bayar." Henry menyerahkan beberapa lembar uang kepadanya. Setelah menerimanya Bapak itu tersenyum sumringah. "Tapi, aku minta kita tuker posisi, Pak." Bapak itu mengangguk-angguk sambil menghitung jumlah uang yang diberikannya.

"Wah, banyak sekali. Terimakasih."

Pengunjung yang lain merasa iri dengan rejeki yang diterima bapak itu. Mereka saling berbisik dan tiba-tiba ada yang menegur Henry. "Mas, saya juga mau. Nih tuker posisi saja sama saya." Teriak salah seorang pembeli yang posisinya ada di depan bapak tua itu. Henry dengan senang hati menerima tawaran pria yang diperkirakan seumuran dengannya.

Dan kini dua bungkus martabak telah berada di tangannya. Dengan langkah tegasnya ia segera menuju mobil.

Saat membuka pintu mobil, ia melihat istrinya sudah terlelap.

"Kasian sekali. Dia pasti kelamaan menungguku." Henry sejenak memandangi wajah istrinya. Lalu pandangannya beralih pada perutnya. Ia tak menyangka bahwa malam panas yang mereka lakukan saat itu telah menumbuhkan benih calon bayi. Ada perasaan senang sekaligus takut. Senangnya karna sebentar lagi dia akan memiliki keturunan disaat umurnya sudah kepala tiga. Dan perasaan takut adalah ketika Anna sepertinya belum siap menjadi seorang ibu. Ia takut Anna belum bisa menerima kenyataan.

Anna mengerjabkan matanya saat Henry menyalahkan mesin mobil. Tubuhnya pun terguncang saat Henry menginjak gas.

"Tidur saja. Kita akan pulang." Henry melihat Anna yang masih mengantuk. Tapi Anna mencium bau enak.

"Martabaknya mana?" tagihnya sesaat teringat akan martabak.

Henry menunjuk sebuah plastik di depannya. Anna yang tidak sabar langsung mengambilnya.

Ada dua martabak dengan toping yang berbeda. Ia memilih toping coklat dengan parutan keju. Mulutnya tak berhenti mengunyah makanan manis itu. Dan terasa mobil sudah memasuki halaman parkir apartemen. Dan satu kotak martabak sudah ia habiskan sendiri.

Henry pun sampai geleng-geleng kepala. Tubuhnya mungil tapi mampu menampung banyak makanan.

****

Di kamar, Jason dan Alice masih terkejut dengan pernyataan yang keluar dari Chris. Tidak dapat dipercaya bahwa kakak yang menjadi panutannya bukanlah anak kandung dari orang tuanya.

"Kak Henry pasti dulu sangat bersedih." Andai Jason tahu sedari dulu, mungkin dia akan menjadi bahu bersandarnya sang kakak. Tidak mudah pastinya bagi seorang anak yang tumbuh besar bukan di keluarga kandungnya.

Alice menggenggam tangannya, lalu ia mengusap sudut mata suaminya yang basah.

"Kak Henry orang yang kuat. Seperti sekarang. Ia seakan berdamai dengan keadaan." Alice tahu ini semua berat untuk Henry lalui, tapi ia salut dengan kakak iparnya yang bisa sekuat ini.

"Bahkan saat kak Olivia dinyatakan hilang. Aku tahu betapa hancurnya dia. Dan aku tidak bisa membayangkan bahwa sebelum itu dia sudah hancur kehilangan orang tua kandungnya."

Alice mengangguk, ia juga baru sadar bahwa sudah kedua kalinya Henry mengalami kesedihan yang mendalam.

"Hm, sayang." Ragu-ragu Alice ingin mengatakan sesuatu. Ia takut apa yang katakan nantinya akan menjadi boomerang di keluarganya.

"Iya, kenapa sayang? Kamu sudah mengantuk? Tidur saja duluan."

Istrinya menggeleng, ia mengingat kembali sosok wanita yang tak sengaja ia lihat di pernikahan Zion kemarin.

"Aku kemarin—" Dia benar-benar takut, mungkin saja dugaannya salah.

"Apa sayang? Kemarin kenapa? Jangan ada yang ditutup-tutupi dari aku. Aku tidak suka," kata Jason. Ia menatap istrinya dengan dalam. Jika sudah seperti ini, pasti ada hal yang sensitif untuk dibahas.

"Saat di pernikahan Zion kemarin. Aku seperti melihat kak Olivia. Tapi saat aku mau mengejar, ia sudah berjalan cepat dan menghilang. Atau mungkin aku salah lihat ya."

Jason tertawa, ia mengacak rambut istrinya. "Kamu halu, sayang. Cepat tidur, sudah malam."

Tak serta-merta percaya dengan ucapan istrinya. Karna ia tidak bisa mempercayai hanya dengan satu mulut.

"Tapi tadi Bella juga mengatakan padaku kalau dia juga melihat kak Olivia kemarin di acara pernikahannya."

DEG.

1
Qaisaa Nazarudin
PRIA PALING BODOH,TAMPA MENCARI TAU KEBENARAN NYA TERLEBIH DAHULU,MALAH MENGAMBIL TINDAKAN MEMBABI BUTA, CINTA SIH CINTA TAPI JANGAN DI BUTA KAN DENGAN CINTA JUGA..
Qaisaa Nazarudin
ORTU YG TERLALU IKUT CAMPUR URUSAN RT ANAK JUGA GAK BAGUS..DULU MAKSA2 ANNA NIKAH,LHA SEKARANG MALAH MAKSA PISAH..EMANG ORTU YG EGOIS,MAUNYA MEREKA INI APA YA?? HERAN DEH..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok tau..Kenapa gak ditanya kebenaran nya sama Henry..Semua Orang di novel ini suka menduga2 sendiri tanpa tau kebenaran nya.. ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Kalo ini alasannya gak masuk akal,Bukan kah dari awal ortunya Anna tau kalo Henry itu udah punya tunangan,Dan tunangannya menghilang?? Tapi mereka yg keukeuh untuk menikah kan Anna dengan Henry..Lha sekarang anak kalian udah Hamil,kenapa di pisahkan,Heran deh dengan ORTU KAYAK GINI,MAU NYA MENANG SENDIRI..
Qaisaa Nazarudin
Noh pergi jemput Istri kamu,jaga dia baik2 jangan berusaha jadi PELAKOR..
Qaisaa Nazarudin
RATA-RATA NOVEL YG KU BACA ALURNYA PASTI SAMA,MENGHILANG BERTAHUN2 ATAU BERSELINGKUH BERTAHUN2,EH SAAT PASANGAN YG DI TINGGAL UDAH BAHAGIA,MALAH NONGOL LAGI DENGAN ALASAN MASIH CINTA,DAN DRAMA SOK TERSAKITI.. HADEUUHH...
Qaisaa Nazarudin
Ckk baper nih CEWEK,Harusnya bisa nebak kan didepan keluarga besar,ya pastilah Henry cuman DRAMA doang..
Qaisaa Nazarudin
Lha ngarep...Bukan kah dari awal Perjodohan juga kamu yg nolak mentah-mentah..terus kenapa sekarang malah sok tersakiti..
Rika Fitria
Luar biasa
Uncle Mumble
👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
hajar!! bantai!!! cincang!!! ratakan!!!!
Uncle Mumble
baru tau ya...? blom tempenya tar nongol 😂😂😂
Uncle Mumble
curiga Olip Oil yg nongol
Uncle Mumble
kan kan kan...
Congrats Henry!!!
buang Olivia kelaoot 😂😂😂
Uncle Mumble
makin semangat urg bacanya 🤭🤭
Uncle Mumble
jangan² Anna hamidun...🤭 👍🏻👍🏻👍🏻
Uncle Mumble
checkmate... U R Dead Alden 😂😂😂
Uncle Mumble
nah... kena kali ini si Henry... 😂😂🤣
Uncle Mumble
😂😂😂
Uncle Mumble
like this... 👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!