Novel berseason
Season 1
1. Terpaksa menikah dengan duda muda
menceritakan kisah lala, anak sma yang harus menggantikan kakak sepupunya untuk menikahi suami dan juga merawat anaknya. Awalnya Dimas tak mencintai Lala, tapi seiring berjalanannya waktu dia mulai khawatir dan mencintai lala.
2. Ara-Alex Version.
Season 2 dari kisah ini menceritakan Ara, anak sulung Dimas yang terpaksa menikah dengan Alex. Duda beranak satu, Ali. Cek buku di diprofil ya guys.
3. My Baby.
Versi Lia dan Ali. Lia adalah kembaran Lio, anak Ara dan Alex yang awalanya dipaksa menikah dengan Nathan, yang tak lain adalah Ali yang mengalami kecelakaan pesawat bertahun-tahun silam. Ali ingin membalas dendam tapi dia malah jatuh hati pada Lia. Cek lebih lengkap diprofil guy.
Ada juga kisah cinta Bastian. Mantannya Lala dan kisah seru lainnya. Langsung cek diprofil aku aja ya guys.
Sekian dan terimakasih. Semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BENCI
Lala menarik Dimas keluar rumah sakit. Sesampainya diluar Lala langsung melepaskan tangan Dimas. Lala langsung pergi gitu aja.
Dimas sadar disini, pasti karena tino kan?
“La..” Dimas menahan tangan Lala yang pergi.
Ekspresi muka lala yang ceria jadi masam pada Dimas. Lala melepaskan tangan dimas yang menahan tangannya. Setiap kali lihat dimas dia juga ingat bagaimana dimas memaksanya menghilangkan bayinya.
Lala tiba-tiba saja jadi sedih memikirkan itu. Lala langsung menepis tangan Dimas dan pergi.
“Kirain udah gak marah. Ternyata masih..”
Dimas hanya bisa melihat Lala pergi. Lala ada didepan rumah sakit, di pinggir jalan untuk mencari angkutan umum, entah taxi atau ojek. Lala ingin segera pulang menjauh dari dimas dan bermain dengan Ara. Lagi pula tino sudah banyak yang menemani dan menjengku. Lala juga gak enak hati sama Fitri, mereka putus kan gara-gara dia. Lala melamun sambil menunggu angkutan umum.
Dimas datang dengan mobilnya, dia berhenti didepan Lala. Dimas membuka kanca mobilnya, dan menatap lala “La, aku anter pulang ya?”
Lala tak menjawab, dia malah memalingkan mukanya dan berjalan pergi. Dimas mengikuti dari belakang, dia menjalankan mobilnya pelan. Jalan disamping Lala.
Sampai dimas merasakan kepalanya sakit lagi. Dimas menghentikan mobilnya. Lala yang khawatir berhenti dan melirik Dimas. Didalam mobil Dimas terasa kesakitan. Lala khawatir, dia balik ke mobil Dimas. Gak tega mau ninggalin.
“Masih sakit kepalanya?” Tanya lala melihat dimas, lala ada disamping dimas yang mengemudi, dari luar mobil.
“Gak papa nanti sembuh sendiri.” Dimas.
Lala membuka pintu mobil dimas, melepaskan sabuk pengaman Dimas dan menyuruh Dimas keluar. “Biar lala yang nyetir, Mas dimas pindah gih.”
Dimas tersenyum menerima perlakuakn lala, walau sakitnya belum berkurang. Dimas langsun keluar dari mobil dan pindah ke tempat duduk sebelah. Lala duduk di kursi kemudi. Dimas memakai sabuk pengamannnya dan melirik lala. Dimas takjub dengan gadis sma satu ini, serba bisa, bisa ngurus lala, dia dan nyetir. Pinter banget sih la!
Lala merasa dari tadi diliatin. Lala melirik dimas untuk memperingatkan agar dia tak melihat lala. Tapi dimas cepat-cepat memalingkan muka sebelum ketahuan. Lala gak jadi marah, dia langsung mengemudikan mobilnya saja.
Sepanjang jalan lala dan Dimas sama-sama diam. Dimas melihat jalanan yang menuju rumahnya. Dimas protes ke lala. “La, ke kantor.” kata dimas pada lala?
Apa? masih sakit ke kantor.
Lala kesal pada dimas, tapi lala tak mau terlihat baik pada Dimas. Dia masih marah. Lala hanya mengikuti perintaan Dimas. Dia membawa mobilnya ke kantor.
-
Setelah berkunjung, Pipit dan Rio memutuskan pulang. Tapi Fitri masih setia disana, bahkan belu ganti baju.
“Fit, lo pulang gih!” Usir Tino pada Fitri.
“Kenapa?”
Fitri tau banget, tino itu anak orang kaya yang gak diperhatikan. Orang tuanya sibuk bolak-balik keluar negeri untuk pekerjaan, jadi Fitri tau tak akan ada yang datang dan mengurus Tino.
“Yaa gak enak lah. Lo masak nungguin gue terus sih.” Tino.
“Gak papa. gue tungguin, gue gak ada kerjaan kok.”
“Fitm lo tau kan gue gak suka..”
Tak sanggup mendengar ucapan Tino selanjutnya, fitri tau diri. Dia memotong ucapan Tino. “iya, gak usah jelasin. Gue tau.”
“Bagus kalo gitu.”
“Tapi gua gak bisa berhenti perhatian ke lo, no. Seenggaknya kasih satu kesempatan buat gue rebut hati lo?”
“Tapi gue gak janji ya fit.”
“Ok.
Fitri pulang, dia bilang dia hanya ingin mandi dan ganti baju, lalu dia bilanng dia akan kembali lagi nanti. Tino sebenarnya suka, dan sangat bahagia, akhirnya ada satu orang yang memperhatikan dia. Walau tino tau, dia belum mencintai Fitri. Tino juga berharap hatinya bisa berubah. Untuk Fitri.
-
Lala menghentikan mobilnya tepat di depan kantor. Dimas membuka sabuk pengamannya dan turun. Lala juga ikut turun. Dimas meminta lala untuk membawa mobilnya saja, biar nanti dia dianter eko, atau suruh supir ambil mobilnya. Lala gak mau debat, dia hanya manut aja. Nurut
Baru mau jalan, lala liat dimas jalannya sepoyongan sampai pegang tembok. “IHH. udah tau sakit, ngapain sih masih kerja. Bukannya istirahat.”
Lala memarkirkan mobilnya . Dia masuk menyusul Dimas. Lala langsung berdiri dan jalan disamping dimas, lala mengambil tangan dimas untuk merangkulnya.
“kok balik la?” Dimas kaget, dikira siapa.
“Kalau jatuh malu, bos kan?!” Jutek lala. Dimas hanya ketawa denger ucapan jutek lala.
Jutek banget la!
Eko baru akan menelpon dimas, bayak pekerjaan yang harus diselesaikan. Baru mau ke ruagannya, liat lala dan dimas jalan ke ruangan dimas. Eko seneng bisa liat mereka udah balikan setelah kejadian bayi lala itu.
“la.” Eko menghampiri keduanya dan menyapa lala. Lala Cuma diem, tatapnnya dingin ke eko. Eko bergidik ngeri sendiri. Anak sma yang dia tau lembut bisa berubah gitu.
Lala menatap sinis pada setumpuk file yang eko bawa. Eko membantu lala membawa dimas ke ruangannya dan mendudukan dimas ditempat duduknya.
“Mas eko, kerjaannya entar ya!” lala, tapi dengan nada menakutakn untuk eko.
“Iya deh!” terpaksa, eko langsung kabur dari ruangan itu.
“Eh, ko. Jangan. Siniin!” Dimas malah menahan Eko. Eko balik dan langsung kasih filenya ke dimas, dia langsung kabur liat lala menatap eko seperti macan galak mau menerkam.
Dimas baru akan membuka filenya, dia baru akan membacanya. Tapi lala langsung menutupnya. Dimas menatap protes lala.
“la, kok ditutup?”
“Obatnya mana? Belum diminumkan.”
Dimas langsung kasih obat dari rumah sakit yang dia kantongin dan kasih ke lala. Lala mau pergi ke bagia dapur untuk membuatkan teh dan ke kantin, beli makanan. Minum obat harus makan dulu.
Dimas baru mau buk dan baca. Lala balik lagi. “Gak usah baca. Lala panggilin mas eko biar dia yang baca, nanti mas dimas Cuma tinggal tanda tangan aja. Biar gak maskin pusing.” Lala pergi.
Dimas tak henti tertawa dengan sikap lala. Tapi dia mulai suka, bahkan sangat suka.
-
Lala ke ruang eko dan meminta tolong eko. Gak ada kata tolong sih, lebih tepatnya kayak beneran istri bos yang nyuruh. Tapi bukannya kesal eko malah seneng, ikut bahagia, akhirnya bisa juga tuh anak tegas. Semoga aja tegas sama Dimas. Eko langsung datang ke ruangan Dimas untuk membacakan file-filenya.
Setumpuk File yang harus eko baca untuk kerja sama perusahaan. Sementara Eko baca, sampai mulut capek, pegel, Dimas malah senyum-senyum dengan sikap lala padanya.
“Sialan, gue baca doi ngayal apaan!”
Eko tadi bertanya pada dimas, ini gimana idenya. Ehh pas ditanya, gak ada jawaban. Eko liat dimas, lagi senyum-senyum kek orang gila.
"bangk*kk " eko mengeplak kepala dimas dengan kertas yang dia gulung
-
*BENCI
benar-benar cinta
ciee*
lala merasa tidak enak pada bastian tapi lala sama sekali tidak peduli sama perasaan suaminya
hebat pemikiran mu Thor, hebat sekali
dari sini bisa disimpulkan Thor pola pikir mu kau lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada perasaan suami mu
pola pikir kayak gini kau bawa kedalam novel, dan kau bangga
miris
Nunggu 40 hari aja dah jumpalitan lha ini 1 atau 2 th.
Ga kuku😂😂😂