Humaira gadis biasa yang sudah didahului menikah oleh adiknya sehingga mengharuskan dia untuk menerima pinangan dari orang yg belum pernah dia kenal sebelumnya.
Bagaimanakah akhir dari kisah rumah tangga yang dibinanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon berlianpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Kehidupanku sudah berjalan satu minggu di Semarang tanpa adanya kabar berita dari mas Haikal, akupun sengaja tidak ingin menghubunginya terlebih dahulu karena aku ingin mengetahui seberapa khawatirnya dia kepada anaknya dan juga aku bila kami tidak mengabarinya, tapi ternyata semua nya tidak sesuai dengan keinginanku. Mas Haikal sekalipun tidak pernah menghubungi kami lagi setelah pagi itu, aku mencoba menerima segalanya walaupun itu pahit.
Hari ini hari minggu karena aku sekarang kerjanya di bagian kantornya jd setiap minggu akupun libur berbeda dengan Risa yang bekerja di departemen F&B Service dia mendapat jatah libur antara hari senin atau selasa. Hari kuajak ibu untuk pergi ke taman Simpang Lima Semarang, disana banyak sekalo pedagang dengan berbagai macam jenis dagangan seperti pasar pagi.
" Bu mari kita pergi jalan-jalan ke Simpang Lima bu, saya ingin mengajak Orlin dan ibu menikmati berbagai macam masakan dan Orlin bisa menghirup udara segar diluar nanti " pintaku pada ibu
" Oya nak tunggu sebentar ya ibu ganti baju dulu " ucapnya dan menyerahkan Orlin padaku, 10 menit kemudian Ibu sudah siap kamipun pergi ke Simpang Lima dengan menggunakan ojol 2.
Kami turun dari ojol, setelah membayar kami bertiga mengitari Simpang Lima dengan berjalan kaki sungguh sangat menyenangkan bisa berjalan santai sambil melihat-lihat segala dagangan yang tersedia dari segala jenis makanan, minuman, pakaian, mainan anak-anak dan masih banyak lagi.
Aku tertarik dengan pedagang baju bayi, akupun mengajak ibu untuk melihat-lihat baju itu siapa tahu ada yang ku suka untuk Orlin
" Bu mari lihat baju baby dulu bu siapa tahu ada yang cocok buat Orlin " ajak ku ke ibu
" Ayo nak kita lihat " ucapnya dengan semangat. Saat kami sedang memilih-milih baju ada seseorang yang memanggilku dari belakang
" Mbak Ira " panggilnya dan aku menoleh mencari siapa yang memanggilku dan saat kulihat siapa, akupun terkejut karena adiknya mas Haikal lah yang memanggilku dan itu membuatku gugup dan takut mengingat aku sedang di Semarang sendiri tanpa ada mas Haikal, aku juga bingung bagaimana menjelaskannya nanti aku tidak ingin keluarga besar mengetahui permasalahan kami.
" Mbak Ira " panggilnya lagi dan berjalan kearahku, aku hanya tersenyum simpul dengan tatapan bingung
" Rina kamu disini? " tanyaku
" Iya mbak, mbak Ira kok ada disini mana mas Haikal? " tanyanya
" Oh mbak kesini sama ibu " menunjuk kearah ibunya Risa, Rina menatap ibu bingung seolah menanyakan siapa dia " ini ibunya temen mbak namanya ibu Tika dan bu ini Rina adiknya mas Haikal " kuperkenalkan satu sama lain, Rina mencium punggung tangan bu Tika.
" Mbak Ira nyari apa disini? "
" Oh mbak lagi lihat-lihat baju buat Orlin kamu bantuin mbak ya pilihin yang cocok buat Orlin " ucapku menyuruhnya
" Iya mbak " akhirnya kami mendapat 3 baju untuk Orlin dan kami segera pergi, aku mengajak Rina untuk mencari tempat makan, Rinapun memilih makan nasi pecel.
Setelah memesan Rinapun mulai banyak bertanya tentang mas Haikal
" Mbak tadi belum menjawab pertanyaanku, mbak pulang kesini sama siapa apa sama mas Haikal? "
tanyanya yang membuat ku bingung, dan pada akhirnya akupun berbohong lagi
" Oh mbak kesini karena ada seminar sekaligus reunian dengan teman SMK mbak mungkin minggu depan mbak pulang ke Jkt " ucapku berbohong berharap Rina tidak banyak bertanya tentang lainnya
" Oh bagaimana kabar mas Haikal mbak? "
" Kabarnya baik kok "
" Mbak maafya mbak klo pas mbak melahirkan ibu tidak bisa ke Jkt karena waktu itu bapak sedang sakit " ujarnya
" Iya tidak apa-apa kok sekarang bagaimana keadaan bapak? "
" Alhamdulillah mbak sudah sembuh kok "
" Alhamdulillah nanti sore mbak maen kerumah Ibu buat nengok Ibu dan Bapak, maaf ya dari kemarin mbak belum bisa nengokin Ibu dan Bapak " ujarku
" Iya mbak gak apa-apa " dan kamipun mengobrol ringan dengan sedikit canda tawa bersama ibu Tika hingga siang menjelang
## ***Hai kaka jangan bosen bosen buat dukung aku ya jangan lupa like koment vote bintang 5 nya biar aku selalu semangat nulisnya ##
semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT***
semangat berkarya ana
terus semangat ♥️
-jodoh pilihan nenek-
,
hallo Thor aku mampir
terus semangat ♥️
-jodoh pilihan nenek-