NovelToon NovelToon
Amazing Boyfriend

Amazing Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Saae

Judul sebelumnya "Pacar Halu Aesthetic"

Alina dikirim oleh ibunya ke desa Eyangnya yang jauh dari kota karena sebuah kesalahan yang tak di sengaja. Banyak hal yang tak terduga terjadi disana.

Di sana dia bertemu dengan Jordan yang kebetulan sedang shooting sebuah Film di desa itu.

Yang lebih menariknya, Alina yang notabenenya seorang penulis novel menemukan sebuah komputer di ruang bawah tanah, Saat ia gunakan komputer itu untuk menulis novelnya hal aneh pun terjadi.

Dimana peran pria dalam novelnya yang bernama Luhan datang menemuinya setiap malam dalam wujud nyata. Dan Luhan akan menghilang saat pagi datang.

Tanpa sadar Alina jatuh cinta pada Luhan. Sementara itu disisi lain Jordan mulai menyukai Alina.

Bagaimana kisah mereka,? Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa beri dukungan kalian..




Dan tanpa sadar Alina jatuh cinta dengan karakter yang di buatnya sendiri.

Bagaimana kisah cinta mereka,? Yuk mulai baca...

Yuk dukung karya Author dengan memberi like, komentar, vote serta tambahkan ke daftar favorit kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 34

Alina masih larut dalam pikirannya, bahkan ia tak sadar saat mobil Jordan sudah memasuki basement gedung Apartemennya.

" Hei, tidak mau turun?" suara Jordan menyentakkan lamunannya.

" Oh ya, sudah sampai ya," Alina segera melepas sabuk pengamannya, dan turun.

Mereka melangkah beriringan menuju Lift,

Tring, pintu lift terbuka. Jordan sudah melangkah masuk, namun Alina sepertinya ragu untuk melangkahkan kakinya. Melihat itu Jordan langsung meraih tangan Alina menariknya masuk.

Lift mengantarkan mereka ke lantai paling atas, dimana unit apartemen paling mewah berada atau biasa disebut dengan Penthouses.

Alina berdecak kagum ketika menginjakan kakinya di apartemen Jordan. Sangat mewah. Alina sampai tak berkedip, matanya jelalatan mengamati setiap sudut ruangan. Ada sebuah jendela kaca besar yang mengarah ke balkon.

Alina melebarkan langkahnya, dan membuka jendela itu. Sebuah teras yang lebar menantinya, disana ada dining area dan kursi santai. Beberapa tanaman hias menambah kesan indah. Yang lebih memukau pemandangan kota terpampang jelas di hadapan mata.

Alina melangkah menuju pagar pembatas, tangannya bertumpu pada tembok, matanya sampai tak berkedip memandang pemandangan di depannya.

" Ekhem," Jordan berdehem keras.

Alina menoleh pada pria yang kini sudah berdiri di sebelahnya.

" Sepertinya kau sangat menyukainya," tutur Jordan.

" Hem, lihatlah, gedung - gedung pencakar langit itu tampak kecil, dan jalan raya tampak selebar jari telunjukku," Alina mengangkat telunjuknya sambil memicing sebelah matanya.

" Hahahahaha, tentu saja, kita berada di tempat yang tinggi,"

" Apa kau ingin kita makan disini saja?" tanya Jordan kemudian.

" Boleh,"

Jordan membawa makanan yang dibelinya tadi ke teras dan meletakkannya di atas meja dinner. Dia juga membawa minuman dan beberapa makanan lain yang ada di kulkas. Menatanya dengan apik.

" Alina, " serunya saat semuanya sudah selesai.

Alina menoleh, rasanya dia belum puas menikmati pemandangan itu. Alina tersenyum saat Jordan melambaikan tangan padannya.

" Sepertinya enak," Alina menelan ludahnya melihat makanan yang terhidang di meja. Tadi di cafe dia hanya minum kopi.

" Tunggu apa lagi, ayo" Jordan mulai menyendok makanan ke mulutnya.

Alina pun juga mulai makan. Mereka makan siang di balkon apartemen Jordan sambil menikmati suasana siang yang tak terlalu terik. Balkon itu dilengkapi dengan kanopi tembus pandang, jadi matahari tak langsung menyengat kulit mereka.

Selesai makan siang, mereka pindah duduk pada kursi santai. Jordan membawa beberapa kaleng bir non Alkohol.

" Rumahmu sangat nyaman dan juga mewah" ujar Alina membuka percakapan.

Jordan hanya mengulas senyum. Kemudian mereka terdiam. Suasana mendadak jadi canggung.

" Aku minta maaf soal waktu itu, saat kita bertemu di hotel" ucap Jordan dengan suara pelan.

" Hah," Alina melirik sekilas.

" Waktu itu kau sangat berbeda, sampai - sampai aku tak mengenalimu, kau terlihat begitu cantik,"

Deg, Alina merasakan aliran darahnya mengalir lebih cepat. Perasaan apakah ini,? Apa sekarang dia merasa bahagia karena dipuji oleh Jordan. Haruskan dia mengucapkan terima kasih.

" Hahahaha, aku rasa kau berlebihan," ujar Alina diiringi dengan tawanya.

" Tidak, aku serius."

Alina tak tau akan mengatakan apa. Dia jadi salah tingkah.

" Siapa laki - laki yang bersamamu waktu itu?" tanya Jordan.

" Oh, namanya Alan."

" Hemmm, pacarmu?" Jordan mengigit bibir bawahnya menunggu jawaban dari Alina.

" Saat itu dia memang pacarku," jawab Alina sekenanya.

Jordan tersenyum getir, hatinya terasa berdenyut. Ternyata Alina sudah milik orang lain.

" Oh iya, apa maksud perkataan mu saat di mobil tadi?" tanya Alina.

" Yang mana?"

" Tidak ingin aku salah paham, tentang gosip itu" jawab Alina.

" Bukan apa - apa, lupakan saja. Aku tadi hanya asal bicara."

Alina mengangguk mengerti. Sepertinya dia sudah salah menyimpulkan. Dia pikir Jordan tak ingin dia salah paham karena pria itu memiliki perasaan padanya.

" Kalian sangat serasi, Tania sangat cantik, pas sekali jika disandingkan denganmu," ujar Alina.

Jordan tersenyum tipis. Perasaanya jadi tak menentu.

" Sebenarnya tadi kenapa kau bisa terjebak di tengah jalan seperti itu?"tanya Jordan mengalihkan pembicaraan.

" Tadi aku melihat motorku yang hilang di kendarai seseorang tapi sayangnya keberuntungan tak berpihak padaku, dia ke buru pergi sebelum aku mendapatkannya." jelas Alina mengingat kejadian tadi.

" Kapan hilangnya?"

" Waktu itu saat aku mengantar makanan ke sebuah Production House. Sebenarnya itu semua salahku, aku lupa mencabut kunci motornya,"

" Ah, saat itu juga pertama kalinya kita bertemu," imbuh Alina.

Dahi Jordan berkerut. Bukannya pertama kali dia bertemu Alina saat di desa itu.

" Maksudmu,?"

" Apa benar kau tak mengingatnya?" Bahkan kau sampai mengataiku" sungut Alina.

" Benarkah?" ucap Jordan tak percaya.

" Hem, kalau nggak salah. Nama tempat itu Shalu picture,"

Jordan mencoba mengingat, setelah beberapa saat mulutnya membulat. Jarinya telunjuknya mengacung ke udara.

" Jadi, kau cewek yang pakai helm itu,?"

Alina hanya membalas dengan deheman. Kalau diingat - ingat lagi kejadian itu, hatinya kembali sakit.

Jordan menelan kasar ludahnya, mengingat sikap kasarnya waktu itu pada Alina.

" Maaf, " ujarnya pelan.

" Sudahlah, lagian aku juga sudah membalasmu," jawab Alina.

Jordan seketika mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk.

" Sebenarnya itu alasanku menunjukkanmu arah yang salah saat kau menanya jalan padaku waktu kau tersesat di desa itu," ujar Alina menyeringai.

" Apa?"

" Mau marah?" Bukannya kau juga sudah membalasku kembali?"

Jordan mengulum senyumnya, benar dia juga sudah membalas perbuatan Alina. Walaupun pada akhirnya dia begitu menyesalinya.

" Hah, sudahlah, yang penting sekarang sudah tak ada dendam di antara kita," Jordan mengedipkan matanya sambil tersenyum.

Alina memutar malas bola matanya.

" Sudahlah, aku mau pulang," Alina segera bangkit dari duduknya.

Jordan menahan tangannya, " Kenapa buru - buru?"

" Aku sudah cukup lama disini,"

" Sebentar lagi, temani aku sebentar lagi" ujar Jordan memohon.

" Minta ditemani sana sama pacar kamu, Tania"

Jordan melotot dan menatap tajam pada Alina.

" Kenapa melihatku begitu?"

" Sudah aku katakan, aku tak memiliki hubungan seperti itu, itu hanya settingan. Jadi jangan berkata seperti itu lagi," tegas Jordan.

Alina membeku seketika, kilatan kemarahan terpancar dari sorot mata Jordan.

" Oh, ya mana ku tau. Berita yang ku baca seperti itu" jawab Alina pelan sambil tertunduk.

Alina terkejut ketika tangan Jordan menyentuh dagunya. Tatapan mata Jordan tampak lain. Alina berusaha mengalihkan pandangannya.

" Jangan berkata seperti itu lagi, karena aku hanya menyukaimu,"

Deg..deg..deg.. Jantung Alina berdebar kencang. Dia bahkan kesusahan menelan ludahnya sendiri. Benarkan yang didengarnya?.

...----------------...

Hai,, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..

Oh iya mampir juga ke karyaku yang lain.

Delivery of love, udah End. Ceritanya juga menarik.

1
khumay
like kk
Jans🍒
siapp mluncur thorr
lee ga-eun 🐯
oh iya Alina masih inget ga ya sama Luhan
YouTrie
okay siip
putry
ok
Anastha Brianca
meluncurrrrr....
Blue Sky
wokeh
pat_pat
asiappp
Saae
😉😉😉
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending
YouTrie
Lanjut kak author
YouTrie
Mantap keren
Amelia💕
fix,, Alina sama Jordan...
Blue Sky
next
Anastha Brianca
laanjuuut kakkk... ku kasih bunga nih... 💐💐
Jans🍒
jdi gimana sma Luhan thor? ini keknya bakal sma jordan si alina
Jans🍒
tenyata pemeran utamanya jordan
Blue Sky
lanjut kk thor..
Anastha Brianca
next thor..
YouTrie
Jangan hanya berpacaran langsung nikah saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!