Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.
"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"
"Ya, begitulah."
"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"
"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."
"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."
'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harus pergi juga
🍂🍂🍂
Satu Minggu telah berlalu. Ardian masih setia dengan penantiannya. Pagi tadi dia kembali dari rumah Rindu lagi. Kali ini untuk mengucapkan perpisahan. Ya, Ardian harus pergi juga. Atas dorongan dari kedua orang tuanya, Ardian dikirim ke USA untuk melanjutkan kuliahnya. Tidak ada lagi Rindu, untuk apa juga dia kuliah di tempat pilihannya sebelumnya.
Ardian kembali menggoreskan pena di buku pemberian Rindu. Ini ketiga kalinya ia mencurahkan isi hatinya dalam kumpulan kertas itu.
***
080613
Rindu, aku mengingat kembali perkataanmu waktu itu.
Siapapun seharusnya mengerti apa itu cinta. Namun tidak semua orang bisa menyadari apa itu cinta. Cinta akan membawa kebahagiaan dan juga kesakitan. Kebanyakan orang tidak sadar kalau sebenarnya dia telah jatuh cinta. Karena Cinta itu tidak bisa ditebak, datang dan pergi tanpa permisi. Cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.
Kamu benar. Cinta itu membawa kesakitan untukku, cinta itu telah datang tanpa kusadari, cinta itu telah mengikat jiwaku dan memenuhi pikiranku akan dirimu. Dan kamu berada di sudut terdalam dalam hatiku, tidak ada seorangpun yang dapat menggesernya.
***
Ardian menutup dan mengikat bukunya, lalu ia memasukkan ke dalam tas ranselnya. Kemudian ia menggendong tas itu dan keluar dari kamar. Dibawah telah ada kedua orangtua Ardian menunggu. Papa Armand dan Mama Della mengucapkan salam perpisahan kepada putra mereka, mereka berpelukan satu sama lain.
"Ardi, kamu baik-baik disana ya sayang. Mama usahakan akan sering-sering datang mengunjungi kamu."
"Ya mama ku yang cantik. Mama jaga kesehatannya, jangan terlalu khawatir, Ardi pasti bisa jaga diri disana. Udah… mama jangan nangis lagi, Ardi tidak mau lihat mama terus bersedih."
Mama mengurai pelukan mereka, Lalu mengusap kedua belah pipinya dengan tisu di tangan. Ardian tersenyum, lalu mengecup kening mamanya. Rasanya juga berat baginya untuk meninggalkan keluarga. Keputusan ini harus diambil demi masa depan dan kebahagiaan kedua orang tuanya.
"Ardi, Papa berharap banyak sama kamu. Kamu satu-satunya harapan papa untuk melanjutkan bisnis keluarga kita. Perusahaan itu adalah mata pencaharian dan penyanggah hidup kita."
"Ardi mengerti pa… Ardi berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh dan akan melakukan keinginan papa."
"Baiklah nak, papa percayakan padamu," ucap Papa Armand merangkul dan menepuk pundak putra kebanggaannya.
Supir keluarga mereka yang mengantarkan Ardian. Dia sendiri yang menolak keinginan orang tuanya untuk mengantarnya ke bandara. Alasan nya tidak mau melihat mama menangis ketika melihatnya pergi. Mereka melambaikan tangan pada Ardian dari kejauhan. Papa Armand mendekap tubuh istrinya. Mengusap-ngusap lengan istrinya dengan penuh kasih. Mama Della merebahkan kepalanya ke dada sang suami.
_____
Di bandara, di parkiran mobil. Ardian dibantu pak Herman mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobil. Hanya ada satu koper besar yang ia bawa.
Disaat bersamaan, di sudut lain yang sedikit jauh dari keberadaan Ardian. Mama Dahlia, Allan dan Allen baru saja kembali ke tanah air. Mereka keluar dari terminal kedatangan dan langsung menaiki taxi dan segera pulang.
Ardian tidak menyadarinya, begitupun juga dengan keluarga Rindu. Mereka sudah terlalu lelah untuk memperhatikan sekitar. Tanpa sadar mereka berpapasan di lobby terminal itu. Kira-kira jarak mereka sekitar 100 meter. Sayang sekali saat berjalan mereka dihalangi tiang yang sangat besar. Sehingga mereka tidak melihat satu sama lain.
🍂🍂🍂
Frankfurt, Jerman
Sore itu Rindu berjalan kaki menuju tempatnya bekerja. Ia bekerja di bar cafe milik Tante Maya dan Anton, jarak dari rumah hingga bar hanya 500 meter. Rindu selalu melewati deretan bangunan yang ramai. Karena ia masih baru disini, jadi ia harus lebih waspada dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedikit banyaknya Rindu sudah mulai mempelajari bahasa Jerman.
MAYA Cafe & Bar yang buka setiap hari dari jam 09.00 hingga jam 12 malam. Biasanya sore begini pengunjung datang untuk sekedar minum kopi dan makan cemilan. Rindu masuk melalui pintu depan dan langsung menuju meja kasir. Di sana ada Tante Maya yang sedang melayani pelanggan.
"Selamat sore Tante!" sapa Rindu manja.
"Sore sayang, bagaimana perjalanannya Rin?"
"Semua baik-baik saja tan, mis Adelin dan nyonya Carie yang selalu menyapaku di jalan. Mereka sangat ramah, nyonya Carie bahkan memberiku bunga dari tokohnya," ucap rindu seraya memperlihatkan setangkai bunga tulip di tangannya.
"Benarkah? Letakkan saja bunga itu dalam ves, dan pajang disini."
"Ok Tan," balas Rindu tersenyum riang.
Rindu pun bersiap untuk melakukan pekerjaannya. Maya Bar & Cafe hanya mempunyai 4 pegawai termasuk dirinya. Sedangkan Tante Maya akan berada di kafe dari pagi hingga sore hari, kadang juga sampai jam 09.00, dan Rindu harus menggantikan Tante Maya hingga bar itu tutup nantinya.
Jangan tanya mengenai Anton. Pria itu memang suka seenaknya, kadang dia datang membantu kadang juga sibuk dengan urusannya sendiri. Dia melakukan pekerjaan apa saja, jika ada panggilan dia akan bekerja, jika tidak dia akan membantu di bar atau pergi ke kasino. Rindu baru mengetahui ternyata Anton adalah seorang penjudi dan pemabuk. Penghasilan Anton tidak seberapa, ia lebih sering bergantung kepada Tante Maya. Rindu sebenarnya kasihan kepada Tante Maya yang harus bekerja ekstra untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Rindu baru bekerja selama tiga hari, tapi suasana kerjanya sudah terasa akrab. Dua orang rekan kerjanya juga sangat membantunya dalam berkomunikasi. Maklumlah Rindu baru bisa berbahasa Inggris, sedangkan di sana tidak semua orang yang bisa bahasa Inggris. Steven, pria keturunan Amerika yang 4 tahun lebih tua darinya. Dan Belinda, gadis keturunan asli Jerman yang setahun di atasnya.
"Oo… Rindu, you are so beautiful today."
(Oo... Rindu, kamu cantik sekali hari ini.)
"Thank you Steven, you look very handsome too."
(Terima kasih Steven, kamu juga terlihat sangat tampan.)
Steven yang baru saja datang, menyapa Rindu. Bagi orang disana itu adalah hal yang biasa, saling memuji sudah menjadi kebiasaan. Itu bisa dinilai sebagai sopan santun di antara mereka. Perlahan Rindu mulai belajar mengenai ini.
"Rin, Steven sudah sampai. Tante tinggal pulang dulu. Nanti kamu pulang diantar Steven ya, bahaya pulang malam sendirian," pamit Tante Maya.
"Iya, Tante juga hati-hati pulangnya."
"Iya sayang."
Tante Maya mengalihkan pandangan ke Steven, Ia bicara dari kejauhan.
"Steven, ich gehe nach Hause. Bitte passen Sie auf meinen Neffen auf."
(Steven, saya akan pulang. Tolong jaga keponakanku.)
"Natürlich, Madam, Maya."
(Tentu, nyonya Maya.)
"Dankeschön."
(Terimakasih)
Rindu yang masih dalam tahap belajar, memperhatikan pembicaraan mereka. Walaupun ia kurang mengerti, tapi ia tahu maksud dari pembicaraan itu. Setelah berpamitan Tante bergegas pulang. Untuk sementara Rindu hanya ditugaskan di bagian kasir, ia masih harus banyak belajar mengenai semuanya. Walau Rindu sering melakukan kesalahan, pria itu akan membantu memperbaikinya dengan penuh kesabaran.
*
*
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...
tombolnya ada di bawah tuh 😀
LoPe dan JemPol kamu yang berharga, vote sekalian hadiah. kwkw... Maruk amat ya 😂🥰
Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...
Dukung terus author ya...
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣
Semangat Kaka 🤗 !!!
Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :
" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Semangat terus 👍👍
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣