Gadis umur 18 Tahun itu harus merasakan pahitnya kehidupan dan penderitaan hidup karena Ayah dan Ibu angkat nya tidak percaya lagi pada nya.
Karena sebuah hukuman Gadis itu harus kerja jadi pembantu di rumah Pria duda anak satu Tampa di gaji dan pria itu juga seringkali menyiksa Gadis itu.
Gadis itu hanya bisa mengikuti jalan hidup nya saja Entah kapan berakhirnya penderitaan nya.
Ayok!!! Kalau penasaran langsung kepoin aja.
Selamat membaca 🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Tiara Melihat pantulan tubuh nya di kaca ada bekas merah di Leher nya Tiara mengusap nya dengan kasar berharap itu bisa hilang dia merasa jijik pada diri nya sendiri.
Dia melihat bibir nya yang bengkak luka, dia mengingat waktu dia menahan perih dan sakit ketika Vandi tidak berhenti mencium bibir nya yang sudah berdarah.
Dia memukul diri nya sendiri, dia menyakiti diri nya sendiri menangis sejadi-jadinya.
Karena dia sudah merasa dingin, wajah nya sudah pucet karena terlalu lama di air.
Dia keluar dengan balutan Handuk namun ternyata di ranjang Putri Sudah terbangun dan menangis.
Tiara mendekati nya, dia tidak ingin merespon putri karena perlakuan Vandi.
Namun lagi-lagi dia harus sadar kalau ini semua tidak akan sangkutan nya pada Putri yang Masih kecil.
"Maafkan Tante sayang!" ucap Tiara menetes kan air mata nya dia pun mengambil putri dan menenangkan nya di gendongan.
Dia membuat kan susu untuk Putri agar dia bisa tenang dan tidur lagi.
Namun tiba-tiba Pintu ada yang mengetuk.
Tiara tidak ingin membuka nya namun karena mendengar suara Monik dia pun mendekati pintu.
"Ini sudah malam Monik! Lebih baik kamu tidur!" ucap Tiara Tampa membuka pintu.
"Tapi aku khawatir sama kamu Ra! Kamu gak apa-apa kan?" tanya Monik karena dia mendengar Tiara menangis di kamar mandi kebetulan kamar mandi itu Dekat dengan kamar nya.
"Aku tidak apa-apa kok, lebih baik kamu istirahat!" ucap Tiara.
"Baiklah Kalau Begitu!" ucap Monik dan meninggalkan pintu kamar itu.
Tiara berjalan ke arah lemari untuk memakai baju dia terbayang terus Vandi yang memaksa nya dia sangat trauma.
Tiara tidak bisa tidur sama sekali ada rasa sakit di hati nya dia melihat ke arah langit.
"Ayah!!! Maafin Tiara ayah, Tiara tidak bisa menjaga amanah dari ayah untuk menjaga diri Tiara Sendiri!" ucap Tiara.
Dia pun mengingat masa lalu waktu ayah nya masih hidup.
"Tiara Besok kalau tidak ada Ayah, tidak ada Kakak kamu harus bisa jaga diri baik-baik yah, karena di luar sana banyak yang terjadi tanpa kita duga!" ucap Ayah Tiara.
"Iyah Ayah! Tiara janji." jawab Tiara sambil tersenyum.
Bahkan Sisi juga pernah bilang dan menasehati Tiara agar menjaga diri baik-baik.
Tiara merasa gagal dia merasa kan sakit yang di bibir nya dia. tidak bisa melupakan apa yang di lakukan Vandi.
Keesokan harinya Vandi bangun dia melihat tubuh nya sudah di kamar nya.
Namun sepatu, pakaian kerja masih menempel di tubuh nya.
Karena hari Minggu dia tidak ke kantor.
Vandi mengumpulkan nyawanya terlebih kepalanya sangat pusing.
Dia mencoba mengingat apa Yang terjadi. Vandi Mengingat Enjellita yang selingkuh dan Clara mencoba merayu nya dua segera pulang.
Namun tiba-tiba dia berdiri tidak habis pikir apa yang dia lakukan.
"Wanita itu!" ucap Vandi dia a Mengingat semua nya ketika Tiara menangis berontak, dan minta tolong di lepaskan.
"Tuan! Aku mohon lepas kan aku!" begitu lah yang terngiang-ngiang di pikiran Vandi.
Vandi segera mandi dan Menganti pakaian nya.
Dia melihat pantulan wajah nya di kaca, Dia Melihat bekas tinjuan dari Alex.
"Anda telah masuk ke dunia saya, Siap-siap lah untuk bermain dengan saya!" ucap Vandi sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan pada Alex.
Dia pun keluar untuk sarapan pagi.
Vandi Melihat pintu kamar Putri daa ingin melihat putri namun dia mengundurkan niat nya dan segera turun kebawah.
Monik Melihat Wajah Vandi Bagian Bibir memar dia ingin bertanya namun Vandi terlihat sedang dalam keadaan tidak mood.
Bahkan wajah nya terlihat Lebih seram dari Biasa nya saat dia turun semuanya seketika jadi sunyi walau banyak orang.
Vandi mencoba mencari keberadaan seseorang namun dia tidak menemukan nya.
"Tiara!" ucap Monik Melihat Bibir Tiara luka dan wajah nya sangat pucet Serta dengan koper yang ada di tangan nya.
"Aku boleh minta tolong?" tanya Tiara.
"Iyah! Kamu Butuh apa? Kamu butuh obat?" tanya Monik sangat khawatir.
"Bukan begitu! Aku titip Putri yah sama kamu, aku pamit!" ucap Tiara dengan wajah datar namun terlihat sangat kacau.
"Kamu kenapa Tiara? Kamu kalau ada masalah kamu bisa cerita sama aku, aku takut nanti Tuan marah sama kamu!" ucap Monik.
"Kamu tenang aja yah, makasih udah mau peduli sama aku!" ucap Tiara sambil mengeluarkan sesuatu dari tas nya.
"Ini Handphone nya! Seperti nya aku tidak bisa menerima nya karena itu terlalu mahal, tenang aja aku belum membuka nya kok!" ucap Tiara sambil tersenyum.
"Aku iklas Tiara! Aku mohon jangan pergi!" ucap Monik.
"Maaf sepertinya aku tidak bisa bertahan lama di sini, aku harus pergi!" ucap Tiara.
Namun Tiba-tiba Vandi Berdiri di belakang Monik.
"Masuk!" ucap Vandi dengan nada datar.
"Maaf Tuan! Seperti nya saya harus mengundurkan diri!" ucap Tiara.
"Saya bilang Masuk ke kamar!" ucap Vandi lagi.
"Kali ini tidak bisa lagi Tuan! Saya bukan boneka tuan, dan saya bukan wanita murahan, saya akan mencoba membayar semua uang yang telah Tante Enjel terima!" ucap Tiara dengan lancang.
Tiba-tiba Vandi menarik tangan Tiara dengan paksa masuk ke kamar putri.
Tiara mencoba melepaskan tangan nya dari Vandi.
"Kamu jangan coba-coba untuk melakukan hal yang macem-macem jangan harap kamu bisa keluar dari sini karena uang yang di terima Tante Enjel bukan jumlah yang sedikit!" ucap Vandi.
"Saya bisa mengganti nya! Saya tidak ingin bekerja dengan orang seperti Tuan! Yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, Sangat egois, sombong!" ucap Tiara dia sudah sangat muak.
"Jaga mulut kamu! Jangan buat saya bertindak!" ucap Vandi.
"Saya tidak perduli apa yang akan Tuan lakukan, saya akan keluar dari sini!" ucap Tiara.
"Baiklah kamu akan keluar dari sini tapi siap-siap mendengar bahwa orang tua angkat kamu itu yang paling kamu sayangi itu mengalami kebangkrutan!" ucap Vandi.
Tiara terdiam dia menangis dia duduk lemas di kursi dia menutup wajah nya dia tidak ada pilihan lain selain harus tetap tinggal dan harus menerima keadaan.
Namun tiba-tiba Putri terbangun Vandi mendekati Putri.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
biar makin seru 👍👍👍