Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.
Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu
Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beri aku Nona Kecil.
Malam ini Adrika sedang menghias album photo yang berisi perkembangan Chandrama.
Lagi apa yang... tanya Jagadta yang baru selesai mandi dan hanya mengenakan celana tidurnya dengan rambut yang masih lembab. Jagadta menghampiri Adrika yang duduk dilantai sambil menghias album photo putra mereka. Jagadta duduk dibelakang Adrika sambil mendekap adrika, ia meletakkan dagunya di pundak adrika sambil sesekali mencium pipi chuby adrika.
Mmm... lagi ngerapihin albumnya si adek... ucap Adrika santai. Jagadta tersenyum lalu melihat sekitar apartemen itu, kebanyakan dihiasi dengan poto pertumbuhan chandrama.
Yang.... ucap Jagadta.
mm??.. lusa kamu jangan sibuk ya... bisik Jagadta
mm???... kenapa?..tanya adrika yang segera menoleh, wajah mereka begitu dekat.
Aku mau ajak kamu dan abang chandrama ke studio photo, Aku mau kita punya photo nikah, photo nikah kita dulu, terlalu menyakitkan untuk disebut photo pernikahan....ucap Jagadta penuh harap. Sungguh Jagadta selalu iri melihat photo pernikahan yang terpajang di meja kerja staff kantornya.
Adrika terdiam, dan akhirnya mengangguk.
Abang??? Adek....ucap Adrika membenarkan.
abang dong yang... kan kita masih mau kasih adek yang... ucap Jagadta seraya mengeratkan pelukannya. Adrika melotot jantung marathon
ihhhhh....mesummmmmm....kesal adrika mencoba lepas dari dekapan jagadta. bukannya lepas malah makin di peluk erat. Namun Jagadta tak berniat melepasnya ia bahkan menghujani Adrika dengan kecupan.
Menggoda adrika kini menjadi hobi baru Jagadta, Lihat saja Adrika sibuk memukuli Jagadta sedang Jagadta makin sibuk menghujani Adrika dengan kecupan..
ihhh.... lepasssss... kesal Adrika namun mana mau Jagadta berhenti, saat ia sudah menyadari kalau istrinya itu sudah mencintainya namun jagadta masih belum tahu sejak kapan adrika mencintai dirinya. Ia begitu penasaran tapi ia tak berani bertanya, ia ingin adrika yang memberitahunya sendiri.
Jagadta begitu bahagia, harusnya ia berusaha lebih awal, dengan begitu ia akan merasakan kebahagian ini lebih awal juga.
****
Harus ya, kita photo lagi.. ucap Adrika yang sudah selesai didandani layaknya pengantin.
HARUS... ujar Jagadta yang langsung terpesona saat melihat Adrika muncul dihadapannya dengan Gaun pengantin yang dibuat khusus untuknya, karna dipernikahan mereka yang dulu Adrika hanya mengenakan gaun pengantin yang dibuat khusus untuk gayatri yang membuatnya hampir tenggelam namun tetap tak menutupi kecantikannya.
Malas berlama-lama Adrika segera meminta photographer untuk segera melakukan pekerjaannya.
Berbagai pose romantis Adrika lakoni, Jujur adrika agak malu, apalagi hubungan mereka baru saja membaik, lebih tepatnya hubungan pernikahan yang lebih kepada baru mulai pacaran. Hal yang tak pernah Adrika rasakan sejak ia belum mengubah statusnya menjadi istri.
Hari itu Jagadta tak hanya meminta membuat photo pernikahan mereka saja tapi juga photo keluarga bersama dengan Chandrama.
Tahun depan kita photo keluarga lagi, saat itu kita gak hanya bertiga tapi berempat atau mungkin berlima... bisiknya menggoda pada Adrika. Adrika terkesiap wajahnya merona merah, Jagadta tertawa senang melihat ekspresi adrika yang merona.
Setelahnya Jagadta sengaja tak membawa adrika dan chandrama pulang ke apartemen tapi menginap di resort yang baru selesai ia buat beberapa bulan lalu. Jagadta juga sengaja membawa jordan yang kini tak lagi membuat Jagadta cemburu. Malam itu ia sengaja menitipkan Chandrama untuk menginap di kamar yang sama dengan jordan.
Jordan, laki-laki itu mana mungkin bisa menolak saat jagadta dengan frugalnya berkata ia ingin bulan madu malam ini dengan istrinya.
Jordan yang selama ini mengamati bagaimana hubungan nona-nya dengan suaminya itu membaik pun tak menolak sedikit pun, karna bagi jordan mungkin dengan benar-benar melakukan kewajiban mereka mungkin itu dapat benar-benar mempererat hubungan suami istri mereka yang masih tampak seperti orang pacaran di mata jordan.
Beri aku nona kecil... ucap Jordan lalu membawa Chandrama yang sudah tertidur kedalam gendongannya dan meninggalkan Jagadta yang tersenyum pada laki-laki bernama Jordan itu.