NovelToon NovelToon
Ada System Di Smartphone

Ada System Di Smartphone

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Contest / System / Sistem / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.4
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Aku Rendy Purnomo, seorang pria biasa yang mendapatkan aplikasi yang tidak diduga yaitu Aplikasi Oracle. Aplikasi ini adalah aplikasi chat yang bisa menjawab pertanyaan apapun yang kita ajukan.

Selain itu, aku juga terpilih menjadi Agen Oracle yang dimana aku akan mendapatkan hadiah poin yang bisa ditukarkan dengan aplikasi-aplikasi yang tidak masuk akal lainnya seperti Camera Indigo, sebuah aplikasi yang mampu melihat makhluk tak kasat mata dan masih banyak lainnya.

Aplikasi Oracle itu didapatkan olehku disaat aku dan sekeluarga mengalami kecelakaan namun dalam kecelakaan itu hanya aku yang selamat. Saat pemakaman, aku bertemu dengan paman Andika yang tinggal di Fukuoka, Jepang dan mengajak diriku untuk tinggal bersama di sana.

Aku pun menyetujuinya dan kembali ke rumah. Saat itulah, tiba-tiba ponsel pintar milik ibuku menyala sendiri dan muncul aplikasi Oracle. Setelah mempelajari aplikasi tersebut. Aku barulah tahu bahwa diriku telah mendapatkan System di dunia nyata seperti didalam novel atau Anime.

Dan inilah kehidupanku dengan adanya System di Smartphone milik Ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran.

Chapter 33. Kebenaran.

Aku Rendy Purnomo, disuatu ketika teringat akan kata-kata ibuku sewaktu aku masih berumur 7 tahun. Nama ibuku ialah Ayunistia Cahyani, beliau adalah seorang dokter yang membuka praktek di daerah-daerah terpencil Indonesia dan pada saat itu, Ibuku membuka praktek di papua.

Disana Ibu membuka prakter perobatan secara gratis kepada para warga yang ingin berobat baik perawatan ataupun obatnya setiap seminggu sekali dan selama berbulan-bulan untuk menemani ayahku yang bekerja disalah satu perusahaan pertambangan emas disana.

Pada waktu itu, aku masih duduk di bangku sekolah dasar dan selalu pulang ke tempat ibuku bekerja. Setiap aku kesana semua warga yang berobat tersenyum bahagia dan senang. Aku yang sering melihat ibu memberikan pengobatan gratis maka dari itu, aku mempertanyakan saat pulang sekolah.

“Ibu, aku ingin bertanya?”

“Apa?” ucap ibuku.

“Kenapa ibu tidak memungut biaya kepada para warga?”

“Rendy, kamu tahu rumah sakit disini sangatlah mahal dan warga-warga disini sulit untuk membiayai pengobatan mereka. Itulah kenapa ibu memberikan pengobatan dan perawatan secara cuma-cuma,” jawab Ibuku dengan penuh senyuman.

“Tapi, kenapa harus ibu yang menolong mereka?”

“Karena rumah sakit mahal dan dokter sangat kurang disini maka dari itu, Ibu membantu mereka yang sedang dalam masalah keuangan maka dari itu Ibu yang sedikit lebih keuangannya ingin membantu mereka,” ucap ibuku.

“Walaupun Ibu tidak mendapat uang dari pekerjaan ibu itu?”

“Dengar, Rendy. Setiap manusia haruslah saling tolong menolong disaat mereka dalam masalah jika tindakan kita itu mungkin akan kehilangan sesuatu, kita harus tetap melakukannya,” jawab ibuku.

Aku yang saat itu masih kecil dan polos tidak mengerti dengan ucapan ibuku itu namun saat ini aku barulah memahami maksud dari ibuku tersebut. Mungkin, aku belajar dari orang bodoh yang selalu ingin menyelamatkan dan membantu orang lain.

Namun, aku tersadar. Aku yang memiliki kekuatan lebih dari ibuku.

Kenapa aku tidak melakukannya meski itu tidak akan menguntungkan diriku?”

Itulah yang aku ingat setelah dua hari seusai festival pantai, aku tidak bisa berkomunikasi dengan Adine. Meski sudah aku kirim pesan atau panggilan.

Krekk!

Pintu pun terbuka dan aku melihat kearah pintu terlihat Ryutaro yang sedang masuk kedalam kamarku.

“Oh, Ryu. Aku pikir siapa?”

“Bagaimana, kamu sudah mendapatkan kabar Adine?” tanya Ryutaro.

“Tidak,” jawabku sambil mengelengkan kepalanya.

“Ya sudah, bagaimana jika besok kita bersama ke tempat tinggalnya? Ren, kamu tahu tempatnya kan?”

“Iya, Adine tinggal dengan kakaknya.”

“Begitu, ya sudah. Aku akan mengabari Erika dan Kenzo agar kita semua kesana!” ucap Ryutaro.

“Iya.”

Tidak lama, Ryutaro pun meninggalkan kamarku. Saat Ryutaro membahas itu, aku terbesit pemikiran untuk memulai menukar poin maka dari itu, aku membuka aplikasi Oracle.

#Menu Chat On.

Aku: “Oracle, bagaimana caraku untuk mengunduh aplikasi Navigasi Universal?”

Oracle: “Agen, anda hanya harus mengetik ‘Unduh aplikasi yang diinginkan’ lalu, nanti akan ada pesan jumlah pembayaran. Jika poin memenuhi harga maka aplikasi akan terunduh.”

Sesudah mendapat jawaban itu, maka aku pun langung melaksanakannya.

Aku: “Unduh Aplikasi Universal.”

Oracle: “Dimengerti!”

Tidak lama kemudian, muncul pesan masuk yang tertulis bahwa Aplikasi Navigasi Universal telah terunduh. Saat aku melihat pesan itu sontak aku mengalihkan aplikasi Oracle menjadi Aplikasi Navigasi Universal.

Saat aku membukanya terlihat bentuk aplikasi yang bertipe sama seperti aplikasi navigasi google.

“Baiklah, sekarang aku akan menguji aplikasi ini!” gumamku.

Lalu, aku pun mengetik ‘Dimana wanita bernama Ayunistia Cahyani?’. Seusai aku mengetik itu, peta navigasi berpindah ke bola dunia dan muncullah beberapa titik biru.

“Wua, aku tidak menyangka nama ibuku ada yang sama!”

Seusai itu, aku mencoba menulis lebih detail, ‘Ryutaro Wicaksono putra dari Andika Wicaksono’. Lalu, sama seperti sebelum peta navigasi langsung mengarah ke peta jepang dan terdapat satu titik biru disana. Setelah itu, aku pun menarik gambar untuk memperbesar skala peta.

Sesudah berkali-kali di perbesar, titik biru pun tepat berada di lokasi Ryutaro berada saat ini.

“Wow, luar biasa!”

Aku pun terkagum dengan hal itu.

“Baiklah, waktunya aku ke tujuan utamaku!”

Lalu, aku pun mengetik ‘Kecocokan sumsum tulang belakang dari Adine Dwi Saravati yang sudah di donor kan’. Saat aku mengetik itu, munculah beberapa titik biru yang membuatku senang dan bernafas lega.

“Akhirnya! Aku bisa menolong Adine.”

Ada enam titik diseluruh dunia dan salah satunya berada di Indonesia yang terletak di rumah sakit, kepulauan kupang. Seusai melihat itu, aku pun bergegas menulisnya.

“Baiklah, ini akan kuberikan kepada Adine jika bertemu nanti!”

Tidak lama kemudian, Tante Kouri meneriaki ku dan Ryutaro.

“Ren, Ryu. Makan malam sudah siap! Ayo kita makan!”

“Haiii…” teriak Ryu dari ruangan berbeda.

“Iya!” jawabku.

Sesudah itu kami pun makan bersama dengan hidangan yang sudah disiapkan oleh Tante Kouri.

“Selamat makan!” ucap serempak kami semua.

Seusai makan, aku dan Ryutaro pun membantu Tante Kouri dengan mencuci piring kotor. Lalu, Ryutaro pun tertanya sesuatu yang sangat menyentuh hatiku.

“Nee … Ren! Kapan kamu menyatakan perasaanmu kepada Adine?” tanya Ryutaro.

“Masalah itu tidak mungkin aku lakukan.”

“Kenapa?” tanya Ryutaro.

“Karena Adine sudah memiliki tunangan.”

“Tunangan? Hahaha … Ren… Ren! Kamu percaya itu!” ucap Ryutaro sambil tertawa kecil.

“Iya, tentu saja aku percaya karena dia sendiri yang berkenalan denganku!”

“Siapa memang yang berkenalan denganmu?”

“Kak Agus.”

Saat aku mengucapkan itu, dia pun tertawa lagi.

“Hahahah … Ren, kamu tuh polos banget ya,” ucap ledek Ryu.

“Kenapa memang bukan nya benar?!” ucapku yang membela diri.

Ryutaro pun menghela nafas nya dan menjelaskan kepadaku bahwasan nya saat di festival pantai. Ryutaro bertemu dengan Adine bersama dengan pria bernama Agus. Adine pun memperkenalkannya sebagai Kakak pria nya dan Pria itu mengatakan bahwa dirinya adalah kakak nya Adine.

Saat mendengar penjelasan itu sontak aku pun terkejut.

“Benarkah?!”

“Bodoh! Memang nya kamu melihat dia sebagai tunangannya. Jika pun iya, pasti Pria yang bernama Agus itu tidak akan datang di festival apalagi melihat penampilanmu dengan Adine yang begitu memukau,” ucap Ryutaro.

Aku pun mengingat saat berkenalan dengan kak Agus dan melihat senyuman senang dari wajahnya saat menonton festival pantai. Mungkin, seharusnya dia cemburu atau tidak suka dengan kehadiranku dan penjelasan itu masuk akal untuk ku. Lalu, aku pun teringat dan tersadar.

Kenapa aku tidak bertanya kepada Oracle?

Tidak lama Ryutaro berbicara kembali dan menyadarkan lamunanku.

“Jika kamu tidak percaya, coba saja tanya Erika!” seru Ryutaro.

“Baiklah, aku akan mencoba bertanya kepadanya!”

Seusai mencuci piring, aku pun kembali ke kamarku dan mengambil ponselku setelah itu, aku pun bertanya dahulu kepada Erika dengan meneleponnya.

Saat aku meneleponnya, Erika pun merasa khawatir dengan keadaan Adine yang tidak bisa dihubunginya lalu, aku pun mengajak untuk menjenguknya. Dia pun setuju akan hal itu. Sesudah itu aku bertanya sesuatu hal yang privasi.

“Erika, apa kamu tahu kalau Adine memiliki tunangan?”

“Tunangan? Jangan kan tunangan! Pacaran saja dia tidak mau!” ucap kaget Erika.

Saat Erika mengatakan itu, aku pun bernafas lega kembali dan membuktikan ucapan dari Ryutaro adalah benar.

“Apa maksudmu, Erika? Dengan tidak mau berpacaran.”

“Aishh … sudah lupakan itu rahasia wanita! Bye!” ucap Erika dan dia langsung menutup teleponnya.

Aku yang mendapatkan jawab dari Erika pun merasa bahwa beban yang aku rasakan ini terlepas. Tapi, aku belum begitu percaya. Maka dari itu, aku mencoba bertanya kepada Oracle.

Saat itu, menu chat dalam kondisi on. Maka, aku pun langsung bertanya kepada Oracle.

#Menu Chat On.

Aku: “Oracle, aku ingin bertanya. Apa hubungan Agus Shiva dengan Adine Dwi Saravati?”

Oracle: “Kakak kandung dari Adine Dwi Saravati.”

Saat Oracle menjawab itu sontak aku pun tersenyum senang serta berbahagia. Aku pun sontak menjatuhkan diriku ke kasur dan tersenyum-senyum sendiri.

Aku yang tersadar kembali dengan pelajaran yang diberikan oleh ibuku bahwa melihat seseorang janganlah dilihat sebelah mata saja! Carilah kebenarannya! Jika benaran nya buruk maka itu tidak akan masalah namun jika benarannya itu salah atau merupakan sebuah kebohongan maka kamu akan menyesal di kemudian hari.

Aku pun merasa bersalah dan merasa bodoh bahwasannya aku langsung percaya kepadanya dan ditutupi oleh rasa cemburu dan persaingan.

“Arigatou Kamisama, Okaa –san.”

Setelah itu, aku menutup aplikasi Oracle dan beristirahat.

Aku harap besok dapat bertemu dengan Adine kembali.

\*\*\*

Hei, teman-teman reader dan author. Terima kasih yang masih membaca novelku ini meski beberapa teman ada yang menurunkan rating, memaki atau tidak suka hal itu tidak membuatku gentar untuk tetap berkarya dan menulis karena itulah saat ini aku update kembali walau hanya satu chapter demi teman-temanku yang masih setia meluangkan membaca novel ini dan aku meminta maaf dengan alur yang kalian tidak suka ini.

Sekali lagi, terima kasih dan tetap stay tune karena masih banyak kejutan lainnya disini serta saran dari kalian tentang plot cerita pasti aku akan masukan kedalam cerita.

See ya … next chapter!

1
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
MC lemah 🙄🙄
fendy haodi
Luar biasa
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★
bagusnya kalo pake foto Al atau anime
siKocak
semoga kisah petualangan dan perjuangan Rendy masih berlanjut
siKocak
semoga ada kelanjutan ceritanya
FD21
sepuluh rekening g tuh😹😹😹
FD21
mang eak😂😂😂
uwa_botak
Luar biasa
ester agustina
Wah kita sama golongan/Smile/
♛★★★★★★SAINTSWORD★❃★★★★★★★★: kenapa pake kata aku gak enak dibaca pake aku
total 1 replies
Kaira
Luar biasa
Gede Renbounty
thor gmn kabar utk saham online nya... apa rendy sdh bermain saham apa belum thor
biar mcnya dpt kekayaan juga
Irfan Saputra
y

wiklworpp
Irfan Saputra
ii
Sang M
memalukan host payah. gak punya nyali dan dominasi. close aja. bosan
Sang M
lama2 membosankan.kurang menarik
Sang M
jelas system.....goblok lu....
Munif Mutawakil
Luar biasa
Fabrigio
menyebalkan
Fabrigio
ups, sudah jelas aku mah sohi suka dengan rend
Fabrigio
Rendy kan udah menangis seluruh levelnya, berarti anator supermarket semuanya ada berhak dengan dia gitu koma, garis baru bagi yang tahu tolong kasih tahu ya guys, thank you so much, selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!