Sebuah kisah cinta Andhara Trisha gadis tomboi berusia 23 tahun dengan seorang OB sebuah hotel,Bagas Pratama cowok berusia 25 tahun.
Di saat Bagas sudah siap untuk meminang Andhara, hadirlah seorang cowok dingin yang mendekati Andhara.
Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka?
Siapakah cowok dingin tersebut?
Dan siapakah pelabuhan terakhir cinta Andhara?
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Dengan suara pelan, Pandya menyampaikan pada Bambang, "Mama saya sudah meninggal dunia Pak,"
"maaf Nak, semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima di sisinya, aamiin, yang sabar ya."
"Pasti Pak, terimakasih."
Suasana hening sejenak, Bambang terdiam dan meneguk minuman yang disajikan Andhara saat ngobrol dengan Pandya.
Pandya juga membasahi kerongkongannya dengan air yang sama tersaji oleh Andhara di depannya.
"Sebaiknya segera saja Papamu ajak bersilaturahmi kesini agar kami sebagai orangtua bisa saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu.
"Iya Pak," ucap Pandya tegas.
Suasana hening sejenak tiba-tiba ponsel Andhara berbunyi, panggilan masuk dari Herman.
"Siapa Dhara yang telfon?" tanya Lestari.
"Em, ini Mas Herman?"
semua menatap Andhara penuh dengan tanya.
"Herman siapa?" tanya Pandya dengan selidik tak peduli dengan orangtua Andhara.
Bambang juga ikut bertanya dengan pertanyaan yang sama pada Andhara. "Herman siapa Nak?"
"tetangga Dhara sewaktu masih bekerja di Tulungagung dulu."
Andhara segera keluar rumah untuk mengangkat telfon Herman, karena fitasat Dhara tak luput masalah uang.
"Iya Mas, apa kabar?"
"alkhamdulillah sehat Dhara tapi aku minta tolong, karena cuma kamu yang bisa membantu aku,"
"iya Mas, ada apa?"
Herman menjelaskan panjang lebar dan intinya saat ini butuh persalinan Mbak Yunita. Herman tak punya atm sehingga Andhara harus melibatkan seseorang untuk membantunya. Dan dari percakapan tersebut Herman menyebut Bagas sebagai perantara.
Andhara tahu betul kondisi keuangan Mbak Yunita dan rupanya masih sama dengan yang dulu. Rasa kasihan membayangi Andhara terlebih saat teringat wajah Riska.
Andhara menyanggupi permintaan Herman dan merahasiakan dari kedua orang tuanya termasuk Pandya.
Dan Andhara harus melibatkan Bagas untuk persoalan ini. Andhara berusaha bersikap sewajarnya agar tidak menimbulkan kecurigaan pada orangtuanya juga Pandya yang masih bersama mereka.
Pandya buru-buru bertanya begitu nampak Andhara memasuki ruang tamu,"emang ada urusan apa Dik?"
"enggak ada, cuma tanya kabar dan tanya kepulanganku, dikira masih di Jakarta."
Semua yang diruangan mengangguk tanda mengerti. Dan dirasa cukup obrolan saat itu, Pandya pamit untuk pulang dan bilang ke Bambang dan Lestari akan segera kembali datang dengan Papanya.
Andhara mengantar sampai di depan, hingga Pandya menghilang dari hadapannya. Andhara segera bergegas masuk ke dalam kamar dan menghubungi Bagas.
Dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan untuk Bagas. Singkat cerita Bagas membantu urusan Andhara dengan keluarga Yunita dan hal ini seolah memberi kesempatan untuk Bagas dekat dengan Andhara.
Hingga keesokan harinya Bagas menelfon Andhara ingin berkunjung ke rumah, Andhara mengira Bagas mengambil uang yang kemarin untuk Yunita. Namun Bagas lebih dahulu menjelaskan bahwa tak perlu mengganti uang tersebut. Mendengar perkataan Bagas tersebut membuat Andhara sungguh tak nyaman, kuatir ada penuntutan jika akhirnya Andhara tak bersama Bagas.
Dan karena ada sesuatu hal yang mendadak pula, akhirnya Bagas menunda silaturahmi ke rumah Andhara. Dan betapa sesuatu yang tak direncanakan telah terjadi dan mungkin inilah jalan Andhara untuk memberikan sebuah kepastian pada Pandya maupun Bagas. Mereka datang ke rumah pada waktu yang sama, cuma beda lima menit saja.
Ada tatapan penuh tanya saat bersalaman, dan barulah Pandya mengetahui yang berada di hadapannya adalah Bagas. Cowok yang diceritakan Andhara beberapa hari kemarin. Sedangkan Bagas baru pertama bertemu Pandya dan mengira dia kerabat Andhara yang bersilaturahmi bersama ayahnya.
Ketika sudah saling mengenal, Andhara yang didampingi orangtuanya duduk terdiam. Sedangkan Bambang selaku kepala keluarga yang menyambut kedatangan Papa Pandya mulai membuka pembicaraan dan ditanggapi Papa dari Pandya. Beliau menyampaikan maksud kedatangan selain silaturahmi adalah untuk meminta ijin bahwa Andhara dipinang Pandya.
Tentu saja Bagas sangat terkejut mendengar dan melihat apa yang ada di hadapannya saat itu, lemas sudah tubuhnya sesak terasa napas di dadanya dan gemetar sekujur tubuhnya. Ternyata Andhara dilamar seseorang yang sebelumnya Bagas tak mengenal dia.
"Maaf saya permisi pulang," ucap Bagas sambil mengusap matanya yang sudah penuh butiran halus.
Bagas mencium tangan Lestari juga Bambang tanpa menghiraukan Pandya dan ayahnya.
Andhara mengejar Bagas dan berhasil menghentikan langkah Bagas yang sangat cepat.
" Mas, maaf ini semua tanpa rencana dan aku tidak ada maksud mempertemukan kalian dengan cara seperti ini."
Bagas diam karena butiran halus yang berusaha ia tahan akhirnya menetes di pipinya dan dengan cepat ia keringkan.
"Sudah cukup Dhara, di sini aku bisa melihat betapa kamu tidak menghargai aku. Dan detik ini pula hubungan kita berakhir cukup sampai disini. Tak perlu penjelasan tentang apapun yang terjadi hari ini," kata Bagas tanpa memandang wajah Andhara sedikitpun.
"Baiklah Mas, mungkin ini jalan perpisahan untuk aku dan kamu, dan aku harap kita masih bisa silaturahmi sebagai seorang teman."
Tak ada balasan kata dari Bagas, rasanya ia sudah tak sanggup berada di dekat Andhara, gadis idamannya dilamar cowok lain di hadapannya langsung.
-Bersambung-
Semoga tetap ada penantian untuk karyaku ini. Jangan lupa like, komentar dan vote juga kasih hadiah ya buat Author.
Terimakasih
Salam Manis
TRIO A
wehhh pakaian dinas malam yg membuat Pandya panas dingin 🤪
nah lo siapa yg minta tolong
pandya habis jalan* nanti makan masakan ibu mertua mu yah awas klw ga ku jewer nanti kamu yah🤭🤣
like♥️
Saling dukung ya
Mampir di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
mas makanlahhh masakan ibu mertuamu walau tidak sesuai seleramu hargailahhh toh kamu kan tidak setiap hr disitu