NovelToon NovelToon
Cinta Sheila

Cinta Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:488.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Iin Nuryati

Sheila gadis yatim piatu yg diasuh dan dibesarkan oleh pamannya, harus menikah dengan Steven, anak dari sahabat baik mendiang ayahnya. Tetapi Steven sudah memiliki kekasih, Nila.

Perjodohan yg memaksa mereka berdua terikat dengan sebuah pernikahan. Akankah cinta tumbuh di antara mereka berdua, sementara sang ibu mertua begitu membenci Sheila? Bagaimana kelanjutan dari pernikahan karena perjodohan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Bar-Bar

Sheila, Dyah, Lusia, dan Tya berjalan keluar dari area kampus dengan bercanda dan tertawa bersama. Mereka berhenti di depan kampus, hendak menemani Sheila yang menunggu jemputan dari Pak Damar.

Tanpa mereka duga tiba-tiba saja Nila datang menghampiri mereka.

"Dasar cewe kurang ajar," seru Nila marah.

Plak!!!

Satu tamparan mendarat di pipi kiri Sheila. Sheila yang terlambat menyadari kedatangan Nila tidak dapat menghindari tamparan tersebut. Sheila dan ketiga sahabatnya terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

"Woy mbak, jangan kasar dong!" seru Lusia tidak terima.

"Diam Lo. Gue gak ada urusan ya sama kalian. Urusan gue cuma sama cewek murahan ini," teriak Nila sembari telunjuknya mengarah pada Sheila.

Sheila masih memegangi pipinya yang terasa nyeri. Dia diam dulu, menunggu apa yang akan disampaikan oleh Nila padanya. Keributan kecil itu berhasil menarik perhatian dari mahasiswa-mahasiswa lain yang berada di sekitar mereka. Mereka berhenti untuk sekedar menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.

Merasa situasi kurang kondusif, Lusia diam-diam sengaja menyalakan perekam suara di ponselnya.

"Dasar penipu, cewek murahan. Dari awal gue udah yakin ya, Lo itu sengaja kan deketin Steven pas di kafe waktu itu. Sampai akhirnya Lo bisa nikah sama Steven. Dan sekarang, dengan semua tipuan dan rayuan busuk dari Lo, Lo udah berhasil pengaruhi Steven biar dia mutusin gue. Dasar brengs*k Lo," kembali Nila mengangkat tangannya hendak menampar Sheila lagi.

Diluar dugaan, Sheila dengan cepat menahan tangan Nila di udara dan menghempaskannya.

"Mbak gak malu ya teriak-teriak di depan umum kayak gini? Ckckck, kelakuan orang berpendidikan kok kayak gini," cibir Sheila dengan tenang.

"Gak terima ya mbak diputusin sama Mas Steven? Itupun cuma lewat telepon. Haduh mbak, kasian amat sih, bahkan ngeliat wajah mbak aja Mas Steven udah gak mau ya," lanjut Sheila lagi lalu tertawa hambar.

"Kurang ajar Lo," Nila kembali mengangkat tangannya tapi kembali ditahan juga oleh Sheila.

"Jangan kasar dong mbak jadi cewek. Seharusnya mbak itu introspeksi diri, kenapa Mas Steven bisa sampai mutusin mbak kayak gitu. Bukannya malah nyalahin orang lain," kata Sheila masih dengan nada rendah setelah melepaskan tangan Nila kembali.

"Disini aku istri sah Mas Steven mbak, dan aku juga gak pernah ngelarang Mas Steven untuk masih berhubungan sama mbak Nila. Dan satu lagi, aku gak pernah sekalipun mempengaruhi Mas Steven tentang hubungannya sama mbak. Jadi jangan pernah nuduh aku sembarangan," lanjut Sheila.

Tidak terima dengan perkataan Sheila tiba-tiba saja Nila langsung menarik rambut Sheila.

"Aaarrghh," pekik Sheila kaget.

"Pinter banget mulut Lo ya. Dasar cewek gak tau diri."

Sheila mendorong tubuh Nila hingga mundur beberapa langkah dan cengkeraman tangannya di rambut Sheila terlepas meski sempat ikut tertarik sebentar.

Emosi yang sudah memuncak membuat Nila kembali maju dan menyerang Sheila. Aksi saling cakar dan jambak menjambak pun tak terelakkan. Dyah, Lusia, dan Tya berusaha memisahkan keduanya, tapi rupanya tenaga orang yang sedang dikuasai emosi itu begitu besar hingga mereka kewalahan.

Pak Damar yang baru saja sampai langsung melompat turun dari mobil begitu melihat Nona-nya sedang terlibat pertarungan sengit.

"Non Sheila," teriak Pak Damar.

Berlari menghampiri mereka Pak Damar kemudian menahan tubuh Nila dengan kedua tangannya agar tidak bisa menjangkau Sheila kembali.

Sheila mulai mengatur nafas untuk meredam emosinya setelah berhasil terpisah dari Nila. Dalam hati Sheila tertawa, merasa heran dan tidak menyangka kalau dirinya bisa berbuat bar-bar seperti ini.

"Nona Nila, sebaiknya Nona tinggalkan tempat ini sekarang juga, atau saya akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib," ancam Pak Damar tegas setelah melepaskan Nila.

"Awas Lo ya. Tunggu pembalasan gue!" ancam Nila sebelum akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan mereka semua.

"Lo gak pa-pa kan Shei?" tanya sahabat-sahabat Sheila bersamaan karena khawatir.

"Aku gak pa-pa, tenang aja."

"Anda terluka Non," kata Pak Damar setelah melihat luka cakar di kedua tangan Sheila.

"Cuma luka kecil Pak. Bukan masalah serius," balas Sheila berusaha menenangkan semuanya.

"Maaf Non tadi sedikit macet, saya jadi terlambat jemput Non dan Non sampai mengalami hal buruk seperti ini," sesal Pak Damar.

"Gak masalah Pak, udah tenang aja. Kita pulang sekarang ya Pak," ajak Sheila mengalihkan pembicaraan.

"Baik Non, mari," kata Pak Damar sambil mengangkat telapak tangan kanannya mempersilahkan.

"Aku balik duluan ya guys," pamit Sheila pada sahabat-sahabatnya.

"Lo beneran gak pa-pa kan Shei?" tanya Dyah masih khawatir.

"Tenang aja, aku gak pa-pa kok. Aku balik ya. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam," jawab ketiganya bersamaan.

Sheila lalu beranjak masuk ke dalam mobil diikuti Pak Damar. Di dalam mobil,

"Kita ke kantor dulu Non. Tadi Den Steven berpesan ke saya kalau Non Sheila disuruh menunggu sebentar di kantor sementara Den Steven menyelesaikan meeting-nya," kata Pak Damar memberi informasi.

"Iya Pak, gak pa-pa. Tadi Mas Steven juga udah ngabarin aku kok," balas Sheila.

Selama perjalanan Sheila terus saja senyum-senyum sendiri. Masih tidak percaya dengan dirinya sendiri yang bisa berbuat sebrutal itu. Entahlah, tadi dia merasa begitu berani dan sangat perlu untuk membalas perlakuan Nila yang sudah sangat keterlaluan menurutnya.

Sesampainya di kantor, security sudah menyambut Sheila. Sheila sudah merapikan kembali dirinya ketika di dalam mobil tadi. Sheila membalas sapaan dengan sopan dan tersenyum hangat kepada security, resepsionis, dan karyawan-karyawan yang kebetulan berpapasan dengan dirinya.

Setelah sampai di lantai paling atas, keadaannya sepi. Sheila berjalan menuju ke arah ruangan Steven. Tiba-tiba Sheila melihat Santi yang keluar dari ruang meeting di sebelah ruangan Steven. Santi berjalan mendekati Sheila.

"Selamat sore Bu Sheila," sapa Santi hormat.

"Sore Mbak Santi," balas Sheila tak kalah ramah.

"Mari Bu saya antar ke ruangan Bapak," kata Santi mempersilahkan.

Sheila mengangguk dan tersenyum lembut. Dia lalu mengikuti Santi masuk ke dalam ruang kerja Steven.

"Ibu tunggu saja dulu disini. Sebentar lagi meeting Bapak selesai kok Bu."

"Iya Mbak Santi."

"Nanti saya suruh OB untuk mengantarkan minuman dan camilan untuk Ibu ya Bu, biar gak bosen sambil nunggu Bapak."

"Oke Mbak Santi, terima kasih banyak ya."

"Sama-sama Bu. Saya permisi dulu kalau begitu Bu, mau kembali ke ruang pertemuan," pamit Santi.

"Silahkan Mbak."

Sheila duduk di sofa dan kembali membuka buku-buku pelajarannya mengerjakan tugas dari dosen tadi. Tak lama setelah Santi keluar pintu diketuk dan masuklah seorang OB membawakan minuman dingin dan camilan untuk Sheila. Setelah Sheila mengucapkan terima kasih kemudian OB tersebut pamit undur diri.

Sekitar satu jam kemudian, Sheila sedikit terkejut karena pintu dibuka cukup kasar dan nampak Steven masuk ke ruangan dengan sedikit panik.

"Astaghfirullah hal adziim, Mas Steven ah bikin kaget aja," gerutu Sheila sembari memegangi dadanya.

Diluar dugaan tiba-tiba saja Steven langsung menghambur dan memeluk Sheila. Membuat Sheila membelalakkan matanya karena terkejut.

"Kamu gak pa-pa kan Shei? Mana yang luka?" tanya Steven melepas pelukannya kemudian memeriksa kedua tangan Sheila. "Astaga Shei, sampai kayak gini, kenapa gak langsung diobatin sih."

Diam-diam tadi Lusia mengirim rekaman perdebatan Sheila dengan Nila. Lusia juga sudah menjelaskan secara rinci seluruh kejadiannya ( masih ingat kan kalau Lusia ditugaskan oleh Steven untuk selalu menjaga dan mengawasi Sheila selama di kampus 😊 ).

"Aku gak pa-pa Mas, ini cuma luka kecil aja," elak Sheila mencoba menenangkan Steven.

"Apanya yang cuma luka kecil Shei, coba liat sampe panjang gini, dalem lagi, kanan kiri pula," gerutu Steven.

Steven lalu mengalihkan pandangan ke wajah Sheila.

"Astaga, pipi kamu sampe merah gini Shei. Bener-bener keterlaluan perempuan itu," geram Steven.

Terdengar bunyi pintu diketuk, sesaat kemudian Santi masuk setelah mendapatkan ijin dari Steven.

"Ini kotak obatnya Pak," kata Santi sembari mengulurkan kotak obat di tangannya.

"Terima kasih," balas Steven menerima kotak obat tersebut.

Setelah Santi pamit undur diri dan keluar dari ruangan Steven segera membersihkan luka Sheila dengan cairan antiseptik. Sheila meringis merasakan perih, Steven lalu meniup lukanya kemudian mengoleskan obat merah.

"Mas kok bisa tau sih?" tanya Sheila saat Steven sedang merapikan kembali kotak obat tersebut.

"Kan Mas udah bilang kalau Mas selalu mengawasi kamu," jawab Steven.

"Hmm, iya-iya," balas Sheila malas karena selalu itu alasan yang diberikan suaminya.

"Ya ampun Shei, pipi kamu sampai merah kayak gini," kata Steven sembari membelai lembut pipi kiri Sheila yang memerah karena bekas tamparan Nila tadi.

Cup.

Sebuah ciuman mendarat di pipi yang merah tersebut.

"Maaasss..." protes Sheila.

"Biar cepet sembuh," jawab Steven tanpa dosa.

"Modus. Bilang aja kalo pengen cium," gerutu Sheila mengerucutkan bibirnya.

"Eh, kenapa bibirnya digituin? Minta dicium juga ya? Oke."

Dan secepat kilat Steven menyatukan bibirnya dengan bibir mungil Sheila. Melum*tnya perlahan dan lembut. Sheila yang awalnya kaget pun akhirnya terbuai dan membalas ciuman Steven meski masih kaku dan belum terbiasa.

Brak!!!

"Steve ini dokumen-..." Danny tiba-tiba masuk ke ruangan Steven tanpa mengetuk pintu.

Matanya terbelalak melihat Steven dan Sheila yang sedang berciuman, membuatnya tidak mampu melanjutkan perkataannya.

"Ooopps, sorry-sorry gue gak tau."

"Danny..." geram Steven setelah ciumannya dengan Sheila terputus paksa.

"Sorry!!!" teriak Danny setengah berlari keluar dari ruangan Steven.

Steven nampak begitu murka, sementara wajah Sheila tertunduk dan merona merah karena merasa malu.

1
Remi
shella nya ganti nama jadi maimunah
nana supriyatna
Luar biasa
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Surya Hermawan
sayangnya disebelah jd nggak bisa ngikutin /Sob//Sob/
Surya Hermawan
Luar biasa
Surya Hermawan
nongol nih anggota baru
Maldini
aku mampir
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah..wanita baik baik akan membawa pengaruh baik pada orang orang di sekelilingnya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
sabar Sheila, memang ujia hidup gitu laki kita baik,saudaranya kurang srek, mertua baik laki baik, anak rada nakal,ga ada yg sempurna udah jalanin aja Sheila sayang
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
duuh mertuamu gak asik bgt Sheila..sabar ya ndhuk
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
tunggu deh... ada apa sama mamanya Steven?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian dua dua nya tidak menikmati malam Pertama nya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
itu artinya Steven laki-laki yg baik, dan Sheila perempuan baik baik juga, bisa menjaga Marwah masing masing, trmksh Thor episode kali ini luar biasa, jadi iba sm sheila sekaligus kesel sama steven, tp ini pasti merupakan awal yang manis
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kok mengandung bawang gini sie.. serbet mana serbet
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
auto senyum senyum sendiri Krn inget waktu ijab kabul sama husbu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
eits Steven kamu yaaa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian Sheila menanggung beban yang amat berat, tapi curiga sih sama hubungan Steven dan nila beneran tulus gak sih si nila , mana sikapnya arogan dan kasar banget deh , ih lebih ge ship StevenxSheila
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
keren Thor ide ku luar biasa sukses terus dengan karya karyanya, saya suka
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah... coba dibuat film series pasti seru deh
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
Sheila sabar banget jadi manusia salut deh
idha idhutt
alur ceritanya menarik dan ringan, recomended banget pokoknya 😊😊😊

tetep semangat selalu kakak 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!