Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf Maafan
Keesokan harinya seperti janji Ferdi. Ia akan mengajak Anabel untuk bertemu dengan kedua orang tua Puput dan juga Aldi. Kedua orang tua mereka ada di daerah Jember kecamatan Ajung Desa Sukamakmur. Mereka di antar sopir sampai ke stasiun. Setelah itu mereka naik kereta api. Sore hari mereka baru sampai di desa itu. Ferdi langsung mengajak Anabel masuk ke rumah itu. Rumahnya cukup mewah berlantai tiga. Tapi samping kanan, kiri ada sawah sedangkan belakang rumah itu sebuah halaman yang di tanamani berbagai macam sayur dan bunga. Sedangkan depannya jalan tapi bukan seperti jalan raya. Jalan biasa tapi cukup kog untuk sepeda motor, mobil dan truk yang lewat depan sana. Hanya saja yang lewat cuma satu dua tiga, gak rame karena penghuninnya pun juga gak terlalu banyak.
Ferdi mengetok pintu itu dan tak lupa ia mengucap salam. Seseorang membukakan pintu.
"Ferdi?" Ucap wanita itu.
"Bibi..." Ucap Ferdi. (Bibi itu maksudnya tante. Dia adalah adik dari mamanya Ferdi.)
"Ayo masuk Fer." Ucap Bi Siti. Ferdi dan Anabel pun segera masuk ke dalam rumah itu.
"Paman kemana bi?" tanya Ferdi.
"Paman ke sawah Fer. Lihat sawahnya. Soalnya kan mau panen." Jawab Bi Siti sambil membuat minuman untuk Ferdi dan juga Anabel.
"Oh...bibi kog gak ikut?" tanya Ferdi.
"Males fer. Mending di rumah aja." Jawab Bi Siti sambil menaruh teh hangat di meja.
"Minum Fer, nak cantik.. Minum sayang. Siapa namanya Fer, kog gak di kenalin ke bibi." Tanya Bi Siti setelah mempersilahkan keduanya untuk minum teh yang baru ia bikin.
"Teh panas gini di suruh minum." Ucap Ferdi..."Ini Anabel Bi, bosnya aku dan juga bosnya papa." ucap Ferdi.
"Oh ini yang sering di ceritakan oleh orang tua kamu toh?" tanya Bi Siti.
"Iya bi."
"Wah senangnya bisa bertemu dengan nak Anabel. Gimana udah punya pacar belum? Kalau belum biar nikah sama Ferdi aja. Dia baik kog." ucap Bi Siti ceplas ceplos. Sedangkan Anabel hanya menunduk senyam senyum karena ia bingung mau bicara apa.
"Bibi ini ngomong apa sih?" Ucap Ferdi yang gak enak ke Anabel karena omongan bibinya yang ceplas ceplos.
"Emang kenapa sih Fer. Dia cantik kog. Kamu juga ganteng. Kalian cocok." Ucap Bi Siti gak mau kalah.
"Udah ah. Jangan di bahas. Ngomong ngomong mereka bertiga ada dimana?" tanya Ferdi.
"Ada di rumah kontrakan." Jawab Bi Siti
"Oh. Aku dan Anabel mau ketemu mereka."
"Oh gitu. Iya sudah Ayo. Bibi antarkan." Ucap Bi Siti. Ia pun mengantarkan Ferdi dan juga Anabel ke rumah kontrakan yang tak jauh dari rumahnya. Yah mungkin sekitar 500 meterlah. Jadi mereka harus naik sepeda motor. Kebetulan Bi Siti punya pekarangan yang di bangun rumah untuk di kontrakkan. Dan ada 3 rumah yang ia bangun. Satunya sudah terisi dan dua rumah kosong. Sekarang di tempati oleh mamanya Aldi dan juga kedua orang tua Puput.
Sesampai di rumah itu.. Bi Siti langsung pamit pulang karena takut suaminya datang dan mencari dirinya. Ferdi juga tak masalah, toh ia malah senang jika Bi Siti gak ada di sampingnya. Ia gak senang bukan apa tapi ngomongnya itu yang gak di saring dulu bikin ia jadi gak enak hati sama Anabel.
Ferdi mengajak Anabel untuk bertemu mereka bertiga. Awalnya ia ke rumah yang di tempati oleh mamanya Aldi lalu mengajak mamanya Aldi untuk datang ke rumah yang di tempati oleh kedua orang tua Puput. Yah mereka gak tinggal satu atap. Berabe dong jika satu atap. Soalnya laki lakinya cuma satu, jika ada dua orang wanita apa kata tetangga soalnya ini kan perkampungan jadi harus benar benar jaga etika dan sikap prilaku. Untunglah 2 kontrakan itu kosong jadi bisa di tempati mereka berdua.
Setelah mereka berkumpul akhirnya Anabel pun mulai buka suara.
"Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya karena sudah membuat kekacuan ini. Sungguh saat saya mengambil keputusan, saya tidak berfikir panjang karena saat itu saya sangat kacau. Hati saya terlanjur sakit. Orang yang teramat sangat saya cintai tega menghianati saya dengan sahabat saya sendiri. Bahkan saya melihat dengan kedua mata saya mereka sedang melakukan hubungan yang tidak seharusnya di lakukan oleh orang yang belum ada ikatan yang halal. Padahal saya menjalin hubungan ini udah lebih dari 6 tahun. Padahal kami sudah berencana mau menikah setelah Aldi lulus S2. Tapi nyatanya ia tega menyalah gunakan kepercayaan yang saya berikan pada mereka.. Puput yang seharunya menjaga pacar saya agar tidak di goda oleh wanita lain malah ia dengan sengaja menggoda Aldi padahal ia tau Aldi adalah orang yang saya cintai.
Saya kerja siang malam agar mereka bisa kulyah tanpa memikirkan biaya. Saya rela memenuhi kebutuhan mereka bahkan apapun yang mereka inginkan, saya penuhi. Bukannya saya mau mengungkit ungkit kebaikan saya. Saya hanya kecal dan tidak percaya mereka tega sama saya. Apa salah saya? Apa kurangnya saya sebagai pacar Aldi dan juga sebagai sahabat Puput yang sudah saya anggap seperti saudara hingga mereka tega seperti ini. Jika alasannya karena saya sibuk, saya sudah berusaha untuk kasih kabar walau gak tiap hari. Setiap saya ke Bandung, saya berusaha untuk menemui mereka. Padahal saya sudah bilan ke mereka kalau saya sibuk, saya harus mengurus Mall, Resto dan juga Hotel. Dan itu gak mudah apalagi saya melakukan itu tanpa bantuan dari kedua orang tua saya. Seharusnya mereka bisa memahami saya bukan malah membuat saya jadi kacau seperti ini.
Gara gara mereka saya sampai gelap mata dan menyuruh bawahan saya untuk menghancurkan bisnis kalian.. Saya minta maaf, saya berjanji akan mengembalikan semua yang telah di sita oleh pihak Bank. Saya juga akan membuat bisnis kalian yang sudah bangkrut untuk kembali lagi dan lebih maju dari yang sebelumnya. Saya tau saya telah melakukan kesalahan besar. Saya minta maaf yang sebesar besarnya. Saya menyesal, sungguh saya sangat menyesal." Ucap Anabel dengan nangis terisak isak.
Mamanya Aldi menghampiri Anabel dan memeluknya. " Ini bukan salahmu nak. Ini salahnya Aldi. Dia anak yang gak tau terima kasih. Ibu sudah salah mendidik dia hingga dia jadi anak yang seperti itu. Maafkan ibu dan anaknya ibu. Ibu tidak mempermasalahkan kamu menghancurkan bisnis yang di kelola oleh almarhum suaminya ibu. Ibu juga tidak maslah jika pihak Bank menyita harta nya ibu karena memang semua yang ibu dapatkan itu semua karenamu sayang. Kamu sudah banyak membantu anaknya ibu dan juga keluarganya ibu. Sekali lagi ibu minta maaf." Ucap Bu Ida, mamanya Aldi. Bu Ida memeluk Anabel dengan penuh kasih sayang.
"Ibu juga minta maaf, gara gara Puput kamu harus merasakan sakit hati seperti ini." Ucap Vina, mamanya Puput. Ia juga memeluk Anabel dengn penuh cinta. Sedangkan papanya Puput hanya bisa diam karna ia malu. Putrinya sudah tega menyakiti orang sebaik Anabel yang sudah banyak membantu dirinya dan membuat bisnisnya maju dengan pesat walaupun kini bisnis itu telah bangkrut.
Setelah mereka saling meminta maaf. Akhirnya Anabel dan Ferdi pamit pulang. Bahkan mereka juga tidak menginap di rumah Bibi Siti walaupun Bibi Siti sudah memaksa mereka untuk menginap. Itu karna besok Anabel harus sudah masuk kantor dan membereskan semua masalah yang ada di kantornya.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘