NovelToon NovelToon
Mahkota Bunga

Mahkota Bunga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Anak Yatim Piatu / Anak Genius / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: CloverMint

Adira Angkasa Samudra, cucu dari sang Raja Properti-Adiyaksa Samudra.

Gadis jelita yang selamat dari kecelakaan maut yang membinasakan kedua orang tuanya saat ia masih berusia enam bulan.

Kyai Brama Erlangga, atau yang biasa dikenal sebagai Pertapa Tua, Pertapa Sakti, Pak Tua, Tabib. Seorang titisan dewa yang menjalani hukumannya di bumi selama tujuh ratus tahun lamanya.

Dengan bantuan dari Sang Pertapa Tua, Adira mejalani masa kecilnya di tengah hutan.

Hidup bersama seekor harimau besar dan seekor monyet nakal, membuat Adira kecil tumbuh menjadi gadis tangguh dan periang.

Tak bisa melawan takdir, tepat saat Adira berusia lima tahun, Sang Pertapa Tua harus kembali ke Nirwana, meninggalkan Adira.

Sebelum kepergiannya, Sang Pertapa Tua menitipkan Adira kepada Juki-seorang Supir yang menyebabkan kematian kedua orang tua Adira, sebagai bentuk penebusan dosanya kepada Keluarga Samudra.

Ikuti terus perjalanan Adira di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 33

Di ruangan kantornya, Adi duduk bersama Arya. Percakapan yang tadinya ringan, kini semakin bersitegang.

"Coba katakan dengan jujur Arya. Kenapa kamu mau mengundurkan diri? Apa benar perusahaan yang baru kau dirikan itu menggunakan uang mertuamu? Dan kenapa kamu masih mengambil uang perusahan ini juga?" ucap Adi dengan keras. 

"Hmm.. Uang itu Arya ambil untuk biaya pencarian Bima, tapi Papa tidak percaya. Jadi bagaimana lagi Arya harus membela diri?" jawab Arya acuh. 

"Kau tidak perlu berbohong. Bila benar, mana hasil pencarianmu?" tanya Adi.

"Papa sendiri bagaimana hasilnya? Sama saja kan, nihil? Selama ini Papa tidak percaya dengan Arya. Jadi Arya jelaskan juga percuma," lanjut Arya. 

"Lalu, apa selama ini kamu yang melobi klien-klien lama milik Papa?" tanya Adi dengan wajah mengeras.

"Arya hanya menawarkan proposal ke berbagai perusahaan. Dan mungkin beberapa perusahaan adalah klien lama Papa. Tapi mereka pindah haluan karena mereka percaya dengan kinerjab Arya selama ini," jawab Arya tak kalah keras.

"Hmm.. Jadi sekarang setelah perusahaanmu stabil, apa kau akan mengundurkan diri dari perusahaan ini?" tanya Adi menatap Arya dengan tajam.

"Papa kan memang tidak membutuhkan Arya di sini," jawab Arya dengan sinis.

"Baiklah. Papa cuma bisa mendoakan agar perusahaan barumu tetap lancar," jawab Adi mencoba sabar. 

"Baik, besok Arya akan memberikan surat pengunduran diri Arya secara resmi."

"Baiklah. Selama kamu sukses, Papa dan Mama akan turut bahagia."

"Terima Kasih Pa, kalau begitu Arya kembali bekerja dulu," ucap Arya sambil berlalu meninggalkan Adi dengan pikirannya yang kalut.

"Dasar anak sialan. Jadi selama ini dia yang menusukku dari belakang!" maki Adi setelah Arya hilang dari balik pintu.

Adi segera mengambil telepon genggamnya dan menghubungi Pak Komar.

"Pak Komar, coba selidiki hubungan Arya dengan semua klien-klien lama saya. Cari tahu kenapa Arya bisa membungkam mereka!" ucap Adi lalu segera mengakhiri panggilannya dan membanting ponsel sekali pakai itu.

Arya berjalan menuju ruangannya dengan senyum penuh kemenangan karena akhirnya dia bisa menjadi direktur di perusahaannya sendiri. 

###

Dira bermain di halaman belakang rumah Rahayu dengan bahagia. Dia bisa berlari ke mana pun ia mau, apalagi, ia bisa memanjat pohon dan bermain dengan Ayi seperti di dalam hutan dulu.

Di bangku taman, Rahayu duduk sambil tersenyum mengawasi Dira yang bermain bersama Ayi dengan riang gembira..

"Oma… Dira lapar," seru Dira berlari mendekat ke pada Rahayu. 

"Oh.. Cucu Oma yang cantik sudah lapar ya.. Ayo kita makan," ajak Rahayu tersenyum lebar sambil menggendong Dira diikuti Ayi di belakangnya. 

"Oma, boleh nggak Dira makan bakso?" tanya Dira dalam gendongannya. 

"Dira mau bakso? Boleh. Kalau begitu kita makan di luar ya," ucap Rahayu.

"Oma, biar Dira turun ya. Dira sudah besar dan berat, nanti Oma capek."

Rahayu pun mengalah, dan akhirnya menurunkannya dari gendongannya sambil mencium pipi Dira.

Setelah mengambil tasnya dari kamar, Rahayu menggandeng Dira menuju mobil, dan mereka pun melaju menuju warung bakso yang disebutkan Rahayu kepada supirnya.

"Oma, nggak papa kan kalau Dira mau makan bakso?" tanya Dira yang duduk di sisi Rahayu. 

"Ya nggak papa, dong. Dira mau makan apa pun, bilang saja ke Oma ya," jawab Rahayu sambil membelai rambut Dira. 

"Makasih Oma yang baik, Dira sayang Oma," jawab Dira sambil mencium pipi Rahayu. 

Dengan perasaan bahagia, Rahayu mendengarkan dan merespon celotehan Dira selama perjalanan hingga mereka akhirnya sampai di warung bakso. 

Dengan riang, Dira berjalan di sisi Rahayu memasuki warung bakso yang cukup ramai. Rahayu langsung memesan dua porsi bakso juga minuman setelah mereka mendapatkan tempat duduk. 

"Oma, baksonya enak sekali! Lebih enak dari pada bakso yang sering Dira makan," ucap Dira saat selesai makan. 

"Kalau Dira suka, besok-besok kita makan kemari lagi ya," jawab Rahayu. 

"Wah, mau Oma! Ini bakso kesukaan Dira sekarang," jawab Dira tertawa. 

Selesai makan, Rahayu segera menuju kasir untuk membayar makanannya, tetapi tiba-tiba seorang pria menarik paksa tas tangan Rahayu. Tentu saja Rahayu terkejut dan berteriak, "Copet!! Copet!!"

Dira yang berjalan belakangan pun terkejut mendengar teriakan Omanya. Sontak Dira berlari menuju kasir dan betapa terkejutnya ia melihat apa yang terjadi. 

Dengan cepat, Dira segera berlari mengejar pencopet yang hendak kabur bersama rekannya dengan sepeda motor.

Tanpa ampun, Dira melompat dan menendang punggung pencopet yang sudah duduk di boncengan belakang hingga dia dan rekannya terjatuh.

Pria yang mengendarai motor segera bangun dan terkejut melihat seorang bocah sudah berkaca pinggang di depannya. 

"Kalian orang jahat! Berani ya ganggu Oma Dira?! Terima ini!" bentak Dira.

Dira segera melayang dan memukul pria itu berkali-kali.

Sedangkan pria yang merampas tas Rahayu, ia hanya bisa kabur dengan menyeret badannya menjauh dari Dira karena dadanya masih terasa sakit akibat tendangan Dira tadi. 

"Ampuni kami Non, jangan bunuh kami," rintih pria yang sedang dihajar Dira. 

"Dira.. Kamu nggak papa?" tanya Rahayu yang sempat terpaku melihat pertempuran antara Dira dengan para copet itu.

"Dira nggak papa Oma. Ini tas Oma. Mereka jahat karena mengambil tas Oma secara paksa," gerutu Dira memajukan bibirnya. 

Rahayu sendiri segera menelpon polisi, dan tak lama terdengar sirene bergaung memecah kerumunan masyarakat yang masih terkagum melihat aksi bocah kecil yang berhasil melumpuhkan pencopet dengan telak.

Setelah para pencopet dibawa pihak berwajib, Rahayu segera mengajak Dira kembali masuk ke dalam mobil. 

"Oma maafin Dira.. Karena Dira mau makan bakso, Oma hampir kehilangan tas Oma.." ucap Dira saat mereka sudah duduk di dalam mobil. 

"Bukan, ini bukan salah Dira. Itu salah mereka yang jahat," ucap Rahayu tersenyum. 

Rahayu kemudian menghubungi Rafa agar mengurus masalah yang baru dialaminya. 

"Oma, itu apa sih?" tanya Dira.

"Ini Handphone. Kita bisa berbicara dengan orang lain walau berjauhan," jelas Rahayu. 

"Benarkah? Kalau begitu apa Dira bisa menghubungi Kak Rendra?" tanya Dira dengan takjub. 

"Dira mau lihat?" tanya Rahayu menyerahkan ponsel tersebut. 

Dira menerima benda tersebut dan mengamatinya dengan seksama. Tiba-tiba, ponsel milik Rahayu berdering di genggamanmya, membuat Dira sedikit terkejut. 

"Jika berbunyi, artinya ada orang yang menghubungi kita, dan untuk menerima panggilannya, tekan tombol hijau ini," jelas Rahayu mengajari Dira yang memperhatikan dengan seksama.

"Wah ajaib ya Oma," ucap Dira terpesona. 

"Coba Dira terima panggilan itu," ujar Rahayu saat telepon berdering kembali. 

Dira segera mencoba dan menempelkan benda tersebut ke telinganya seperti yang tadi Rahayu lakukan, dan benar saja, terdengar suara seseorang di sana. 

"Ma.. Kenapa lama diangkat?" terdengar suara seseorang dari seberang sana. 

"Ini Dira!" jawab Dira dengan nyaring. 

"Oh.. Dira, ini Opa. Oma dimana?" tanya Adi tersenyum begitu mendengar suara Dira. 

"Oma.. ini yang bicara Opa!" seru Dira dengan mata membulat takjub.

"Halo, Pa. Ada apa?" ucap Rahayu setelah Dira menyerahkan ponselnya kembali.

"Ma, kata Rafa, Mama habis dicopet? Mama nggak papa? Dira bagaimana?" ucap suara di seberang sana dengan khawatir.

"Iya, Pa. Mama baik-baik saja berkat Dira. Papa percaya nggak, Dira loh yang menangkap pencopet itu!" ucap Rahayu dengan bangga.

"Hah? Ya sudah, Papa pulang sekarang. Nanti kita lanjutkan di rumah ya, Ma," ucap Adi terkejut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ceuceu
ikutan sedih/Cry/
ceuceu
part/Sob//Sob/
ceuceu
author novelnya keren"
nining laksono
ceritanya menarik
nining laksono
bagus ceritanya
Aghitsna Agis
thor kpn nih up lg mahkota bunganya ditunggu blm up aja
ララサティ
apa kabar author?,semenjak izin oprasi mata sampai skrng udh 3 thn gx ada kabar sama sekali, thor aku nungguin kelanjutan ceritanya loh, cepet kembali yahh semoga aja semuanya baik² aja
Aghitsna Agis
thor cerita mahkota bunga akan up lg nga kalau nga mau diskip mks
Aghitsna Agis
kapan dilanjut lagi thor dutunggu
Grace Laoly
CERITA YG SERU dan ga bertele-tele favorit banget
Wahidun Wahidun
Thor ini cerita udah tamat kah ga up2 Thor ceritanya bagus loh Thor,tinggal menuju dan mncri misi balas dendam orang tua adhira
Aghitsna Agis
thor udah kangen nii sama verita dira sama lorengnya kapan up lagi sebelum betul2 lupa isi cetitanya lanjut fong thor
Rona Dhiangsah
thor ceritanya kapan up lagi.
Retnoendang Tri
ayo PD komentar biar up
Aghitsna Agis
thor belum dilanjut lagi niii mahkota bunganya aku nunggu kelanjutannya
Aghitsna Agis
thor apa ini nga dilanjutin
Riani Simatupang
semoga cepat sembuh kak,,gx sabar nunggu kelanjutan nya😊😊😊
Mbah dun3
semoga lekas sembuh thor...
Maya Sofha
thor,,, knp blm ada kelanjutannya??? udah lama nie blm ada lagi,, d tunggu thor. jgn kelamaanlah hiatus nya kan jadi nanggung nie
Aghitsna Agis
thor gimana kelanjutannya dan kapan uo lg ini nuguin semoga thor matanya sudah pulih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!