Kisah tentang Sukame yang mendapat julukan Pendekar Murah Hati. Dimana kehidupannya dimulai dari masa kecilnya hingga ketika dia menghadapi hitam putihnya dunia persilatan.
Ternyata banyak sekali suka dan duka yang dia alami, yang membuat dirinya sadar akan apa dan mengapa tujuannya untuk hidup.
Bagi yang penasaran akan kisah ini silahkan membaca semoga menjadi terhibur serta dapat mengambil hikmah dari kisah Pendekar Murah Hati ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon loren defretes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan pekerjaan
Hati Minshi sangatlah gembira sebab dia bisa bertemu dengan paman Loin.
"Akhirnya bisa bertemu juga dengan paman" kata Minshi sambil meneteskan air mata lalu memeluk pamannya.
"Paman juga rindu dengan kamu dan kakek, akan tetapi kalian harus cepat meninggalkan tempat ini sebelum mereka datang kembali" kata paman Loin sambil tersenyum.
Akan tetapi Minshi belum mau melepaskan pelukannya.
"Ayo, kita tinggalkan tempat ini secepatnya kalau tidak rencana Loin selama ini akan berantakan" kata kakek sambil menarik tangan Minshi yang masih memeluk pamannya.
Tidak lama Minshi melepaskan pelukannya, kemudian mereka berdua berlari meninggalkan Loin dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Setelah melihat kepergian kedua orang yang sangat dia sayangi, Loin bergegas berjalan kembali ke Partai Rantai Maut, dia kuatir ketika Jakio datang kembali untuk mencari Minshi.
*****
Pada saat Sukame memasuki ibukota Kerajaan Selatan, dia sangat gembira karena sudah lama tidak melihat keramaian seperti ini. Seharian dia berkeliling di sekitar ibu kota tidak terasa perutnya berbunyi.
"Hmmm, aku sudah lapar." gumamnya dalam hati sambil memegang perutnya.
Diapun mencari kedai akan tetapi ketika didalam saku bajunya tidak ada uang sepeserpun, diapun terpaksa mencari tempat untuk beristirahat sambil berpikir apa yang harus dia lakukan selanjutnya, supaya bisa mendapatkan uang.
"Tadi ketika aku berkeliling melihat-lihat, ada pengumuman bahwa dicari tenaga untuk ditempatkan di dalam kerajaan" gumam Sukame sambil duduk.
"Apa sebaiknya aku kesana untuk menanyakan pekerjaan itu?" gumamnya lagi.
Sukame belum pernah melihat isi dalam istana, untuk itu dia sangat tertarik akan pekerjaan tersebut.
Tidak lama Sukame berjalan menuju istana Kerajaan Selatan, sesampainya di gerbang istana Sukamepun bertanya kepada salah satu penjaga pintu istana.
"Maaf pak mau tanya, apakah masih ada pekerjaan di istana ini?" tanya Sukame.
"ha ha ha...dengan tubuhmu yang kurus seperti ini, mana mungkin kamu diterima" seru kedua penjaga gerbang istana itu sambil tertawa.
Sukame mendengar ejekan dari kedua penjaga itu dia hanya tersenyum hendak pergi dari tempat itu akan tetapi penjaga yang lain memanggilnya.
"Sudahlah bawa saja dia ke dalam, biarkan saja dia mencoba, banyak pemuda yang berbadan besar dan berotot akan tetapi belum lama bekerja sudah minta berhenti"
"Iya betul juga, siapa namamu " tanya penjaga yang mengejeknya tadi.
"Nama saya Sukame" jawab Sukame.
"Ayo ikut aku!" seru penjaga itu.
Sukamepun berjalan dibelakang mengikuti penjaga itu masuk ke dalam Kerajaan.
"Kira kira pekerjaan seperti apa sampai pemuda berbadan kekar dan besar tidak mampu" gumam Sukame dalam hati sambil berjalan.
Sukamepun terus berjalan mengikuti penjaga gerbang sambil melihat sekeliling istana sangatlah besar dan luas di penuhi oleh taman, rumah serta gedung ada yang ukurannya kecil dan besar sedangkan di depan rumah ataupun gedung itu terdapat papan nama masing-masing dengan penjagaan yang sangat ketat.
Setelah beberapa lama mereka berjalan, akhirnya mereka masuk kedalam sebuah rumah yang sangat besar, di depan rumah itu menempel sebuah papan nama yang bertuliskan rumah Putri Jini.
Pengawal yang bersama sama dengan Sukame melapor kepada pengawal rumah Putri Jini, lalu pengawal itu masuk kedalam beberapa saat kemudian keluar dan menyuruh Sukame untuk masuk ke dalam rumah itu.
Akan tetapi ketika Sukame melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kakinya tiba tiba gemetar hendak terjatuh, sebenarnya dia sangatlah kelaparan sejak dari tadi tetapi dia berusaha untuk bertahan.
Ketika Sukame melangkah masuk tiba tiba terdengar suara dari atas ruangan utama.
"Hai siapa nama kamu?"
Mendengar teriakkan dengan nada yang sangat kasar, Sukame terperanjat kemudian menoleh kearah suara itu, ternyata berdirilah seorang wanita muda berparas cantik, memiliki rambut hitam panjang sepinggang, dengan tubuh tinggi langsing, matanya besar, tajam, serta memiliki bibir yang mungil, usianya sekitar 17 tahun lebih.
"Hai, aku bertanya siapa nama kamu, kenapa bengong?" tanya wanita itu dengan jengkel, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Sukame yang saat itu terpesona melihat kecantikan wanita muda itu, membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa, yang semula kakinya gemetaran lemas tidak mampu berdiri karena kelaparan tiba tiba hilang begitu saja.
"Ech, ini itu maaf tuan putri nama saya Sukame" Sukame berkata dengan nada gugup.
"Nama yang buruk, seburuk mukamu!" seru wanita muda itu dengan nada menghina sambil tertawa.
Sedangkan Sukame mendengar hinaan dari wanita itu hanya menelan ludahnya
"Apakah benar kamu ingin bekerja disini?" tanya wanita itu.
"Iya benar tuan putri" jawab Sukame.
"Baiklah, Lansi !" seru wanita itu, kemudian datanglah seorang wanita.
"Bawa pemuda ini ke kamar belakang dan berikan dia makanan, besok dia akan menemaniku berburu!" seru wanita itu lagi kepada Lansi.
"Baik tuan putri" jawab Lansi lalu mengajak Sukame menuju kamar belakang.
"Ini kamarmu dan ingat jangan berbuat macam-macam karena tuan putri sangat galak" kata Lansi sambil membuka kamar untuk Sukame.
Mendengar perkataan Lansi Sukame hanya menganggukkan kepalanya sebab tubuhnya sangat lemas belum makan.
"Kamu tunggu di dalam, aku akan mengambilkan makanan untuk mu" kata Lansi berlalu pergi.
"Terimakasih bibi Lansi" kata Sukame sambil tersenyum.
Tidak lama Lansi kembali ke kamar Sukame dengan membawa makanan.
"Makanlah yang banyak!, besok kamu akan bekerja keras" seru Lansi sambil menaruh makanan di atas meja.
Sukame yang dari tadi sudah kelaparan melihat Lansi membawa makanan yang begitu banyak hanya menganggukkan kepalanya lalu melahap makanan yang ada diatas meja itu sampai habis.
"Aduh kenyang sekali!, kalau setiap hari aku makan seperti ini terus pasti badanku jadi gemuk" kata Sukame sambil tertawa.
Karena kekenyangan Sukamepun terlelap.
Keesokan harinya pintu kamar Sukame tiba tiba di gedor dengan sangat keras hingga membuat Sukame terkejut.
"Hai pemalas cepat bangun!, enak sekali kamu pikir siapa kamu?" suara wanita muda berteriak di luar kamar.
Sukamepun bangkit dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamar, karena terburu buru dia lupa mengenakan baju.
"B*ngs*t kau, dasar cabul tidak tahu sopan santun!" tuan putri berdiri di depan pintu sambil memaki Sukame dengan muka memerah marah ketika melihat Sukame telanjang dada.
Seketika itu juga tuan putri menampar pipi Sukame, Dia terkejut didalam hatinya berkata apa salahku.
"ma..ma..maaf tuan putri " Sukame baru sadar bahwa dia telanjang dada.
Dengan cepat Sukame masuk kedalam kamarnya lalu memakai baju yang dia lepaskan dari tadi malam, sedangkan tuan putri menunggu diluar sambil membelakanginya.
Setelah memakai baju Sukame keluar dari kamar menemui tuan putri kembali, tuan putri yang masih menutup mata dengan kedua tangannya terkejut ketika melihat Sukame sudah berada di sampingnya.
"Sekali lagi saya minta maaf tuan putri" kata Sukame sambil membungkuk.
R I P 💐
1. Berlari di atas Awan
2. Tangan Penyembah.
Jurus yg laen pada kmna..!??