NovelToon NovelToon
Siksa Sang Psychopath

Siksa Sang Psychopath

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:228.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: wati

Carla, seorang gadis yang memiliki sosok kekasih yang mencintainya dengan abnormal. Rasa cinta yang dimiliki oleh kekasihnya untuk dirinya, seakan merantai hidupnya. Kekangan yang mengerikan menjeratnya pada sebuah lingkaran, tak berujung dan terus berputar. Hatinya milik laki - laki itu, jiwanya, raganya, termasuk nyawanya.

Dirinya akan bertahan, itu pasti. Karna hatinya telah terenggut begitu saja, dan masuk ke dalam hidup kelam lelaki itu. Namun jika jiwanya terus terkikis, maka satu hal yang akan ia lakukan.

Pergi.

"Aku nyerah, mari kita akhiri sampai disini Steve."

Percaya atau tidak, bibirnya sungguh kelu untuk mengatakan itu. Tubuhnya gemetar, karena cinta yang ia impikan selama ini ternyata semenyakitkan itu.

"Ahkk.." teriak Carla kala tangan kokoh itu menekan luka di dahinya sambil tersenyum smirk.

Carla tersenyum kecut.

"Mati atau tetap bersamaku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membunuh?

Kaki jenjang itu melangkah lebar memasuki sebuah rumah yang tidak bisa dikatakan rumah. Sebuah istana bak di negeri dongeng yang dipenuhi ribuan cahaya. Sapaan penuh rasa hormat terus terlontar dari penghuni tempat itu. Namun tanpa mendengarkan atau berniat membalasnya, lelaki itu tetap melangkahkan kakinya dengan tergesa. Memasuki lorong demi lorong, nyatanya didalam istana ini bak seperti dalam gua, gelap dan begitu pengap. Hingga sampailah ia pada sebuah pintu kayu usang, Steve Mendorong pintu besar itu dengan kakinya, "Disini kau rupanya."

"Huh, kenapa kau mencariku? Apa kau sekarang membutuhkan bantuanku?" smirk lelaki paruh baya itu melihat Steve yang terlihat begitu mencarinya.

"Cuih! Tidak sudi, aku kesini menagih janjimu!"

Robert memutar bola matanya dan menaruh tangannya di dagu sambil menggoyangkan gelas berisi wine, seperti tengah berpikir. "Yang mana?" tanyanya kemudian sambil menatap Steve malas.

Steve menatap lelaki itu penuh benci, dan tanpa mengatakan apapun ia mengambil pistol dan mengisinya dengan peluru sambil berjalan pelan menuju Robert. "Jangan main-main."

"Apa yang akan kau lakukan dengan mainan tidak berguna itu?" tanya Robert santai, meski kini ujung pistol itu telah berada di kepalanya.

"Melubangi kepalamu!"

Lelaki paruh baya itu mengerutkan keningnya, kemudian menaruh gelas berisi wine itu lalu berdiri dan memasukkan tangannya ke dalam celananya. "Apa kau pernah melubangi batu?" Mata tajam dengan manik biru itu menatap datar lelaki pemilik iris hitam pekat yang tengah menodongkannya pistol itu.

"Tidak, tapi akan aku coba sekarang."

Lelaki paruh baya itu tersenyum lalu tertawa, "Cobalah jika kau bisa."

Steve mengepalkan tangannya erat, mengapa lelaki itu begitu menguji kesabarannya?

Robert tertawa ketika melihat tangan Steve yang bergetar ketika berusaha menarik pelatuknya. "Hahaha kau tidak akan bisa melakukannya, dan tidak akan pernah!" ejeknya sembari menepuk punggung Steve pelan.

Lelaki itu menatap Robert tajam kemudian melempar asal pistol di tangannya, dan beralih menarik kerah baju Robert. "Cepat katakan, atau aku tidak segan-segan membunuhmu!"

"Santai. Lepaskan, atau aku tidak akan mengatakannya."

Steve melepaskan Robert dan lelaki paruh baya itu terlihat merapikan kemejanya yang kusut sambil tertawa. "She is in Indonesia."

"Penipu!" teriak Steve marah, suaranya menggema di ruangan kedap suara itu. Robert benar-benar menguji kesabarannya.

"I'm seriously."

Robert memandang Steve dengan raut wajah yang serius, seakan mengatakan bahwa yang ia katakan memang benar. Hati Steve bergemuruh, namun ia tidak ingin menunjukkan kelemahannya dihadapan lelaki itu.

"10 tahun lalu, yang kau lihat bukanlah dia." Robert mengambil sebatang nikotin lalu menyalakannya dan menghisapnya pelan, lelaki itu benar-benar pecandu rokok.

Steve bergeming mendengar cerita Robert, lalu siapa dan jika bukan dia yang dirinya lihat apakah artinya sekarang dia masih hidup? Steve mengacak rambutnya frustasi, tapi Robert tersenyum melihatnya lalu berkata, " Iya dia masih hidup.." ujarnya seolah bisa membaca pikiran Steve. "Dan dia sudah hidup bahagia bersama keluarga barunya.."

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Steve melenggang pergi meninggalkan Robert yang memandang datar ke arah jendela sembari tertawa sumbang.

Langkah kakinya melangkah lebar dan tanpa ia sadari telah menabrak seseorang namun ia acuhkan begitu saja. "Steve what happened?" tanya Agnessia sambil mengikuti Steve dengan berlari.

Tanpa mengindahkan gadis itu dengan cepat Steve melesat pergi, dan membuat Agnessia terdiam di tempat. Pasti telah terjadi sesuatu yang ia tidak ketahui.

***

"Jadi begitu ceritanya...."

Gadis yang tengah memeluk sahabatnya erat itu meneteskan air matanya, ketika mendengar betapa kejam sepupunya menyiksa Keisya lahir dan batin.

"A-aku tidak menyangka, jika Alden sama sadisnya dengan Steve. I'm sorry sya.." lirih Carla terbata sambil mengusap air matanya yang terus mengalir. Keisya tersenyum dan kembali memeluk Carla. "I'm fine, kenapa kau yang meminta maaf. Yang di lakukan Steve padamu jauh lebih buruk dari Alden. So, it's okey."

"Tapi aku tidak mengerti, kenapa Alden bisa begitu. P-padahal keluarganya..."

"Sudah, jangan menangis lagi. Kita tidak tau apa yang membentuk seseorang menjadi psychopath..." ujar Keisya menenangkan sahabatnya, meski tak dapat dipungkiri lagi hatinya juga sama takutnya.

"Tapi Carla, maaf sebelumnya. Kalau Steve kau tau apa yang membuatnya jadi seperti itu?" tanya Keisya hati-hati takut membuat sahabatnya tidaj nyaman dengan pertanyaannya.

Carla terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku tidak tau sya, tapi selain Steve beberapa tahun terakhir ini aku tidak pernah melihat keluarganya, satupun."

Keisya membelalakkan matanya, mentapa Carla penuh keterkejutan, "Apa jangan-jangan, Steve itu anak broken home yang kemudian depresi lalu berubah menjadi psychopath seperti sekarang. Seperti novel yang kita baca.." ujar Keisya sambil menggunjang tubuh sahabatnya.

Carla tertawa, melupakan kesedihannya sejanak ketika melihat ekspresi sahabatnya, apapun yang terjadi Keisya selalu mengaitkan dengan novel yang gadis itu baca. "Itu tidak mungkin, tapi entahlah. Aku juga tidak pernah bertanya, karena keluarga adalah hal yang sensitif. Jika Steve tidak bercerita, itu artinya ia tidak ingin menceritakannya."

"Aaaaaa sahabatku begitu pengertian.." Pekik Keisya dan kembali memeluk Carla.

"Eitss tunggu, darimana kau tau Steve psychopath?" tanya Carla menatap sahabatnya dengan raut wajah yang serius.

Keisya gelagapan, ia tidak tau harus menjawab apa, "A-aku hanya asal bicara, kan Steve selalu memperlakukanmu bak psychopath. Penuh rasa posesif dan obsesi."

"Tapi itu tidak membuktikan jika seorang itu adalah psychopath sya.." ujar Carla menatap dalam sahabatnya, lalu ia berkata, "Kecuali, kau melihatnya menyakiti seseorang dengan sengaja bahkan membunuhnya hanya demi kesenangan..." lanjut Carla lagi dengan memelankan suaranya.

"A-aku, Carla.." Keisya memegang erat tangan sahabatnya, "Kau benar, aku tidak asal bicara.." Gadis itu menghela nafas pelan, ia tidak bisa menyembunyikannya lagi.

"Dulu aku pernah melihat Steve, membunuh seseorang di malam hari..."

tbc.

1
Dina Nurazizah
plisss up lagiii
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Dina Nurazizah
kenapa banyak teka teki 😭😭😭
Eci Rahmayati
Luar biasa
Denzo_sian_alfoenzo
stlh bc ni novel branda q langsung d penuhi dgn novel2 yg gk jls ngegantung smau 👊🤯
Denzo_sian_alfoenzo
stlh bc ni novel branda q langsung d penuhi dgn novel2 yg gk jls ngegantung smau 👊🤯
Denzo_sian_alfoenzo
kagak ada yg bnr, ni orng psyco mn smua novel nya kagak ada yg selesai asw 🤯
Denzo_sian_alfoenzo
q kira clara bkln bnuh diri trnyt tdk 😧
Denzo_sian_alfoenzo
knp klo psycopatnya bnyk jd b aja ni cerita 🤧pdhl aq dh berhrp banyak nih
Denzo_sian_alfoenzo
astaga 🤯
Denzo_sian_alfoenzo
hrs ya jdul novel ni bkn siksaan psyco tp dunia zombi
Denzo_sian_alfoenzo
jgn2 carla hanya bahan buat bls dendam
Denzo_sian_alfoenzo
aduhhhh ni pasti moyang nya kopat
Denzo_sian_alfoenzo
smpe sni aq msh ragu jgn smpe dh seru gni mlh happyend benci aq tuh 😣
Denzo_sian_alfoenzo
gk bs ber kata2 🥵🥵🥵🥵
Denzo_sian_alfoenzo
hubungan mreka bagian obat ,pait tp menyembuhkan 🤧
Denzo_sian_alfoenzo
psyco emng gk btuh dokter 🤣
Denzo_sian_alfoenzo
aq berharap kebucinan tdk segera dtg btw knp gk ada asal usul ato apa gtu cerita ini kek ujug2 dh smpe pertengahan awlnya gk ada
Denzo_sian_alfoenzo
aq suka apa aq termasuk psyco 🤧
Denzo_sian_alfoenzo
aq suka 👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!