"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34.
Mendengar apa yang dikatakan suara hati Nadia, mereka semua kembali terpaku tidak percaya.
Nadia mengetahui segalanya!
Mereka belum menyelidiki siapa laki-laki itu, tapi Nadia sudah terlebih dahulu tahu, siapa lelaki tidak di kenal itu.
"Benar! benar sekali apa yang dikatakan, Nadia!" sahut Lilyana kemudian, setelah beberapa detik mereka terdiam, "Lebih baik tidak usah dikejar lagi, Rico!"
"Haihhh.. aku ini! karena terlalu emosi, makanya tanpa sadar bilangnya kayak gitu!" Emily kemudian meralat maksudnya mengatakan, apa yang tadi ia katakan kepada Nadia.
"Iya-iya! ini sudah semakin malam, bukankah kita harus segera pergi ke pesta lelang?" Julian menimpali, "Benar kan, kak?" tanyanya kemudian menoleh ke arah James.
"Oh, iya, benar! besok kita bisa menyelidiki siapa laki-laki itu!" jawab James pura-pura tidak mengetahui, kalau mereka sebenarnya sudah tahu siapa lelaki itu.
( Kenapa mereka? apa mereka menyadari sesuatu, kalau Iriana lah yang merekrut laki-laki, yang hampir saja mencelakai James tadi? mm.. mungkin juga! karena mereka tidak ingin Iriana di tangkap Polisi, mengingat Iriana pernah menolong James! ) bisik hati Nadia berpikir menebak-nebak.
"Apa?!!"
Mereka berempat kembali terkejut mendengar apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia.
Ternyata Iriana lah yang merekomendasikan penyerang itu, untuk menjalankan rencana anak haram selingkuhan Aldrich.
"Kak, cepat sana! cari alasan yang masuk akal, agar kakak ipar tidak salah paham pada kita" bisik Julian mendorong James.
James melangkah mendekati Nadia, lalu meraih tangan Nadia, "Lihat!" James menunjuk kamera cctv, "Aku baru ingat ada itu, jadi.. sangat mudah untuk menemukan laki-laki tadi! kita sudah memakai pakaian pesta, lebih baik kita pergi ke pesta terlebih dahulu!"
( Oh, iya! aku lupa ada kamera cctv di luar pintu gerbang! ) bisik Nadia melihat ke arah James menunjuk keberadaan kamera cctv.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat!" jawab Nadia.
James tersenyum lega mendengar jawaban Nadia, ia akhirnya menemukan cara, mencari alasan, agar Nadia tidak mencurigai mereka.
"Iya-iya! pergilah kalian, selamat menikmati pesta!" Lilyana bergegas mendorong James dan Nadia, untuk segera masuk ke dalam mobil.
Lilyana melihat mobil yang membawa Nadia dan ke tiga anaknya, sampai tidak dapat ia lihat lagi, baru lah ia masuk kembali ke dalam rumah.
"Bagaimana dengan Tuan, apa dia masih berteriak ingin dilepaskan?" tanya Lilyana kepada Butler.
"Iya, Nyonya! Tuan berteriak terus sambil menggedor pintu kamar!" jawab Butler.
"Ambilkan tali tambang untukku!"
"Hah? apa?! u.. untuk apa Nyonya?" tanya Butler bingung.
"Aku bilang ambil, ya ambil!!" Lilyana menaikkan suaranya.
"Oh, ba.. baik, Nyonya!"
Tidak lama kemudian Butler membawa tali yang diinginkan Lilyana.
"Ini, Nyonya!"
"Bawa talinya, dan ikut denganku!"
"Hah?!" Butler kembali bingung mendengar perintah Lilyana, tapi ia tetap melangkah mengikuti langkah Lilyana.
"Kamu! kamu! ikut juga!!" Lilyana menunjuk dua pengasuh lainnya, saat ia berpapasan dengan mereka menunju kamar belakang.
"Nyonya mau ngapain? kenapa bawa tali?" tanya ke dua pengasuh itu kepada Butler.
"Aku tidak tahu! kalian ikut saja! Ayo!" jawab Butler kembali mengikuti langkah Lilyana.
Lilyana melangkah menuju kamar belakang.
Butler dan dua pengasuh itu pun akhirnya tahu, untuk apa tali yang diinginkan Majikannya itu
"Mana kuncinya!" Lilyana mengulurkan tangannya kepada Butler, dan Butler memberikan kunci kamar itu kepada Lilyana.
Wajah Aldrich terlihat begitu senang, saat pintu kamar dibuka Lilyana, dan ia langsung menghambur ke arah Lilyana.
"Istriku, aku tahu kamu tidak akan tega mengunciku di kamar ini!" katanya dengan suara yang juga terdengar begitu senang.
"Siapa bilang aku akan mengeluarkan mu dari kamar ini! Butler, cepat ikat Tuan Hector!!"
"Ba.. baik, Nyonya!!" jawab Butler dengan patuh.
"Apa?! istriku! kamu tega sekali mengikat suamimu!!" mata Aldrich sontak membulat mendengar apa yang diperintahkan Lilyana.
"Suami seperti kamu itu harus diikat! kamu malapetaka dikeluarga ini! kamu sudah dengar kan apa yang dikatakan Nadia? kamu ini yang membawa musuh yang akan menghabisi keluarga kita!!"
"Belum tentu benar! aku tidak percaya!!" jawab Aldrich membantah apa yang dikatakan suara hati Nadia.
"Ka.. kamu! kamu memang tidak terselamatkan lagi! dasar suami bodoh!!!" teriak Lilyana marah.
Kesabarannya habis sudah menghadapi suaminya, yang lebih percaya pada perempuan licik, dan anak haram yang jahat.
Bersambung........
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya