NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Malam Pembaptisan Darah dan Besi

​Malam yang dinanti akhirnya tiba dengan atmosfer yang kelewat megah sekaligus mengerikan. Sirkuit Internasional Sentul dikepung oleh lautan manusia dari berbagai penjuru ibu kota. Ribuan motor dari ratusan faksi jalanan memadati area parkir luar, sementara lampu-lampu sorot berdaya tinggi membelah langit malam yang pekat, menciptakan efek panggung kolosal di atas aspal hitam yang masih menyimpan sisa kehangatan siang.

​Aroma avgas beroktan tinggi dan ban karet yang terbakar karena sesi pemanasan menyengat udara. Di area Ring 1, ketegangan antar korporasi terlihat jelas. Barikade pengawal berjas hitam dari keluarga Smith berjaga ketat di perimeter lobi VIP, berhadapan langsung dengan tim keamanan internal Frederick Group yang mengunci area pit utama.

​Di dalam pit faksi independen, Elleanor berdiri diam di depan cermin besar. Ia mengenakan baju balap (racing suit) kulit hitam kustom beraksen perak tanpa emblem apa pun. Rambut panjangnya diikat ponytail tinggi yang rapi, membingkai wajah cantiknya yang tampak dingin, tajam, dan penuh keliaran yang siap meledak. Sifat barbarnya malam ini bertransformasi menjadi fokus mental yang mematikan.

​Ia melirik pergelangan tangan kirinya. Gelang biometrik pemberian Jayden berkedip ritmis.

​92 BPM.

​"Tensi lo stabil, El. Bagus," ucap Matthew dari balik meja monitor kustomnya, meski suaranya sedikit bergetar menahan ketegangan. "Semua sistem kelistrikan VÈRUNE aman. Suspensi kustom hidrolik ganda lo udah di-set di tingkat kekerasan maksimal buat nikung ekstrem. Inget, lo cuma punya celah di 30 meter sebelum tikungan S besar."

​Alka melangkah mendekat, sudah mengenakan baju balap serigala perak khas WOLFANGS. Helm full-face-nya ditenteng di tangan kiri. Cowok tampan itu menatap Elle dengan sepasang netra yang berkilat sarat akan determinasi maut.

​"Gua bakal lepas dari garis start di barisan tengah, El," bisik Alka rendah, suaranya serak namun mantap. "Begitu lampu hijau menyala, fokus lo cuma satu: melesat ke depan. Jangan liat spion. Gua yang bakal jadi perisai lo dari arah belakang buat nahan gangguan anak-anak Vultures... termasuk Jayden."

​Elleanor menatap Alka, lalu tersenyum tipis—sebuah seringai liar yang begitu menawan. "Gua gak butuh perisai, Alka. Gua cuma butuh lo tetep hidup sampai garis finis. Selebihnya... biarkan aspal ini yang mutusin siapa yang bakal tumbang."

​Blar! Blar! Blar!

​Raungan mesin dari tiga puluh motor spek Open Class menggema membelah keheningan sirkuit saat mereka mulai memasuki area starting grid. Penonton di tribun berteriak histeris, mengibarkan bendera faksi masing-masing.

​Di posisi pole position—paling depan—Kawasaki H2 Carbon milik Jayden Xeno Frederick berdiri angkuh bagai monster kegelapan. Jayden duduk di atasnya dengan posisi tegap, mengenakan baju balap hitam legam dengan logo VULTURES emas di bagian dada. Di belakangnya, Shaka dan Erlan menempati posisi grid kedua dan ketiga, membentuk barikade pelindung alami bagi ketua mereka.

​Yamaha YZF-R1 milik Elleanor meluncur lambat, menempati slot faksi independen tepat di samping kanan barisan Jayden. Nama VÈRUNE yang terukir perak di tangki motornya memantulkan cahaya lampu sorot sirkuit dengan kilauan yang dingin.

​Begitu Elle mematikan pergerakan motornya di posisi grid, Jayden memutar kepalanya lambat. Dari balik visor helm full-face-nya yang transparan, sepasang netra hitam pekat milik sang penguasa jalanan langsung mengunci manik mata indah Elle.

​Melalui interkom nirkabel yang masih terhubung secara paksa, suara berat, parau, dan dingin milik Jayden kembali menyusup ke dalam pendengaran Elle.

​"Detak jantung lo naik ke 115 BPM begitu lo sejajar sama gua, Elle," bisik Jayden dengan nada tenang yang kelewat mengerikan di antara gemuruh deru mesin di sekeliling mereka. "Gua suka liat ketakutan yang lo balut pake baju balap lo itu. Bersiaplah... karena begitu balapan ini dimulai, sangkar emas lo bakal resmi gua kunci di depan seluruh Jakarta."

​Elleanor tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya menurunkan visor helm hitamnya dengan satu sentakan kasar, lalu memutar tuas gasnya hingga mesin 1000cc-nya menjerit parau—sebuah jawaban perang yang instan dan penuh tantangan terbuka.

​Di atas menara pengawas, lima lampu merah menyala satu per satu, diiringi oleh detak jantung ribuan penonton yang seolah berhenti berdetak.

​Satu... dua... tiga... empat... lima...

​LAMP OFF!

​BLARRRRRRRRRRRRR!

​Tiga puluh motor melesat bak peluru yang lepas dari selongsongnya. Jayden melakukan start yang kelewat sempurna; roda depan Kawasaki H2 Carbon-nya sempat terangkat sedikit (wheelie) sebelum melesat memimpin di tikungan pertama.

​Namun, kejutan besar langsung terjadi di faksi independen. Elleanor Smith memuntir gasnya tanpa ada rasa takut seujung kuku pun. Tenaga murni 200 tenaga kuda dari VÈRUNE melesat ekstrem, memotong jalur Erlan dan Shaka dalam satu gerakan zigzag yang kelewat gila, menempatkan siluet hitam karbonnya tepat di belakang spion kiri Jayden sebelum putaran pertama selesai.

​"Gila! Si VÈRUNE bener-bener nekat!" teriak Erlan melalu radio internal Vultures saat ia terpaksa mengerem mendadak agar tidak menabrak roda belakang Elle.

​Dari barisan tengah, Alka memacu motor Wolfangs-nya dengan beringas. Ia memotong tiga pembalap faksi lain sekaligus, bergerak naik ke posisi keempat untuk mengunci pergerakan Shaka yang mencoba merapat kembali ke arah Jayden.

​Pertempuran darah dan besi di atas aspal maut Sentul telah resmi dimulai. Kecepatan melonjak melewati angka 220 km/jam di lintasan lurus pertama, membelah malam menuju altar pembuktian—siapakah yang akan hancur, dan siapakah yang akan keluar sebagai penguasa mutlak atas kebebasan yang dipertaruhkan.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!