WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga limaa
...Semua orang di sana terkejut saat vas itu hancurbersamaan dengan suara tembakan....
..."Beraninya kau menyakiti Sabrina-ku!" Jeff berjalan dengan gagahnya menghampiri Sabrina. Ia membantu Sabrina berdiri dan memeluknya dengan sebelah tangannya. ...
..."Kau ingin membunuhnya? Bagaimana jika aku yang membunuh kalian lebih dulu?" Mata tajam Jeff mampu membuat Gita dan Sherly gemetaran. Apalagi saat Jeff mengangkat tangannya yang memegang sebuah pistol....
..."A-apa yang kau lakukan? Turunkan senjatamu itu!" Gita tentu saja panik. Tidak hanya Jeff, beberapa pria dengan postur tubuh tinggi dan besar itu berada di belakang Jeff. Mereka juga menodongkan senjata pada Gita dan Sherly....
...Sabrina merasakan kepalanya sangat pusing. Ia hanya samar-samar mendengar suara Jeff yang berbicara. Walaupun tidak jelas, Sabrina tahu jika Jeff akan membantunya lagi....
..."Apa ini yang seorang Ibu lakukan pada anaknya? Mencoba membunuhnya perlahan?!" Jeff mengeraskan rahangnya. Tangannya terkepal kuat....
..."Jangan ikut campur! Berikan Sabrina padaku!"...
...Jeff tersenyum miring mendengar itu. "Kau ingin mati konyol hari ini? Jika kau menyentuhnya lagi, maka aku bisa menembak mati sekarang juga!"...
...Sherly memeluk tubuh Ibunya dengan rasa ketakutan yang luar biasa. "Bu, kita pergi saja."...
...Gita menatap Sherly di sampingnya. "Berikan Sabrina padaku. Dia adalah anakku dan kau tidak berhak membawanya." Gita juga tidak ingin hidup dengan susah lagi tanpa Sabrina. ...
...Biasanya ia hanya akan duduk di rumah dan meminta uang dari Sabrina. Jika Sabrina tidak ada maka Gita harus bekerja keras sendiri....
..."Dia sekarang adalah milikku! Aku akan menikahinya dan akan menjauhkannya dari manusia iblis sepertimu!"...
..."Siapa kau? Beraninya kau mengancamku!" Gita berusaha agar tidak terlihat takut. Padahal di dalam hatinya ia ingin sekali kabur sekarang....
...Jeff terkekeh kecil. "Kau yakin ingin tahu siapa aku?"...
...Jeff menatap Sabrina yang masih memeluknya. "Aku tidak bisa mengatakan siapa diriku hari ini. Tetapi aku bisa mengatakannya nanti di hari terakhir kalian hidup."...
...Gita dan Sherly terkejut mendengar itu. Ancaman Jeff juga tidak terlihat main-main....
...Sabrina sudah tidak bisa lagi menahan rasa pusing di kepalanya. Akibat benturan yang membuat kepalanya berdarah dan di tambah lagi Gita yang melemparnya dengan bantal. Walaupun tidak keras, tetapi cukup kencang....
..."Jeff," Sabrina meremas kemeja Jeff....
...Jeff menunduk melihat wajah Sabrina yang sudah pucat. Kening gadis itu juga berdarah....
... "Sabrina, tenanglah. Aku akan membawamu bersamaku mulai sekarang." Jeff segera mengangkat tubuh Sabrina dan menggendongnya ala bridal style....
...Jeff menatap Josh dan beberapa anak buahnya di sana. "Tangkap mereka dan jangan biarkan mereka mati sebelum waktunya!" Setelah mengatakan itu Jeff segera bergegas membawa Sabrina untuk di tangani Dokter....
..."Tidak! Jangan!" Gita dan Sherly memberontak saat orang-orang Jeff mulai menangkap mereka berdua....
...Jeff membawa Sabrina ke Mension. Dia juga sudah menghubungi Damian agar segera ke sana dan mengobati luka Sabrina. Jeff terlihat begitu marah saat melihat Gita dengan gampangnya ingin melayangkan tangannya untuk melemparkan vas bunga tadi pada Sabrina....
...Jeff mengepalkan tangannya melihat memar di wajah Sabrina akibat tamparan Gita....
... "Aku berjanji jika ini adalah terakhir kalinya kau merasa kesakitan. Setelah ini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, bahkan seekor nyamuk pun aku tidak akan pernah rela jika dia mengambil darahmu." Jeff mengusap sebelah pipi Sabrina. Darah dari keningnya bahkan hampir kering....
...Damian menerobos masuk ke dalam kamar Jeff yang sudah ada mereka berdua di sana. "Ada apa lagi? Dia terluka?" Damian segera membuka tasnya yang berisi perlengkapan Dokter. Lalu segera menangani Sabrina dengan Jeff si samping gadis itu....
..."Aku melihat sendiri Ibunya ingin melenyapkannya." Jeff menatap Damian yang mulai membersihkan noda darah di kening Sabrina....
...Damian awalnya terkejut. Ia pun menghela napasnya dan teringat bekas luka waktu itu. ...
..."Sudah aku duga, di rumahnya dia pasti sering mendapatkan kekerasan dari Ibunya." Damian menatap Jeff sebentar. "Lalu apa yang sudah kau lakukan pada mereka? Aku tidak rela jika mereka hanya di penjarakan saja. ...
...Sedangkan kita tidak tahu gadis ini sudah menderita berapa lama."Jeff menatap wajah Sabrina yang masih memejamkan matanya. Gadis itu pasti sangat syok karena di depan matanya, Ibu kandungnya sendiri ingin melenyapkannya....
..."Aku akan memberikan mereka penderitaan yang setimpal. Bahkan akan aku tambahkan beberapa permainan kecil agar mereka tidak akan mampu berpikir untuk bisa menyakitinya lagi."...
...Sabrina perlahan membuka matanya karena ia samar-samar mendengar percakapan dua orang. Damian yang menyadari itu segera mundur dan membiarkan Jeff yang mendekati Sabrina....
..."Sabrina, kau sudah sadar? Apakah sakit, hm?" Jeff duduk di tepi ranjang itu dan Sabrina pun menatap ke arahnya....
...Sabrina menggelengkan kepalanya perlahan. "Tidak, Jeff. Dimana Ibu dan adikku? Apa mereka baik-baik saja?"...
...Jeff menyipitkan matanya karena Sabrina malah bertanya tentang mereka. "Kenapa kau malah menanyakan mereka? Sudah, lupakan mereka dan tinggallah di sini mulai hari ini."...
...Sabrina kembali menggeleng. "Jeff, jangan sakiti mereka."...
..."Tapi mereka sudah menyakitimu berkali-kali....
...Apakah aku akan rela jika melihatmu terus mendapatkan penderitaan?" Jeff menatap Sabrina dengan dalam. "Aku tidak akan rela, Sabrina. ...
...Hatiku sangat sakit saat melihat dirimu terluka, bahkan aku sangat benci saat melihat dirimu menangis. Aku tak akan membiarkan itu terjadi lagi. Bahkan bekas luka di perutmu itu menandakan bagaimana kerasnya mereka menyiksamu, apa kau masihingin peduli pada mereka?"...
...Damian mengerutkan keningnya mendengar Jeff menyebutkan bekas luka di perut Sabrina. Bagaimana Jeff bisa tahu? pikir Damian....
...Sabrina menghela napasnya. Ia pun mengubah posisinya menjadi duduk. Jeff yang melihat itu segera membantu Sabrina....
..."Jeff, walaupun ibuku terkadang bersikap kasar padaku, tetapi dia tetap menyayangi ku. Aku yakin itu, Jeff. Ibu hanya marah padaku karena khawatir aku tidak pulang semalaman."...
..."Khawatir? Apakah dengan dia mengatakan ingin membunuhmu juga karena khawatir?!" Jeff juga ikut kesal mengingat bagaimana mudahnya Gita mengatakan itu....
...Sabrina menatap Damian yang hanya diam di sana....
..."Oh, aku akan tunggu di luar saja." Damian tentu saja paham arti tatapan Sabrina. Mungkin dia tidak ingin ada orang lain yang mengetahui masalah keluarganya....
...Sabrina meraih tangan Jeff di sebelahnya. Lalu ia menggenggamnya. "Jeff, aku ingin bertemu dengan Ibu dan adikku. Apa kau mau menemaniku?" tanya Sabrina dengan penuh harap....
...Jeff memalingkan wajahnya. Ia tidak akan rela jika mempertemukan mereka lagi. Sudah cukup Jeff mengetahui jika selama ini Sabrina menderita karena orang tuanya sendiri....
...Sabrina yang melihat respon Jeff itu kembali menggenggam sebelah tangannya juga. "Jeff, ku mohon biarkan aku kembali ke rumahku dan hidup seperti biasanya. ...
...Mereka membutuhkan aku, Jeff. Jika bukan aku, mereka harus meminta tolong pada siapa? Aku adalah anak perempuan pertama yang memang harus membantu keluarga. Apalagi Ayahku sudah tiada, aku tidak mungkin membiarkan Ibu dan adikku kelaparan." Mata Sabrina berkaca-kaca....
...Jeff menatap tangannya yang di genggam oleh Sabrina. Hatinya masih tidak rela karena Sabrina terus saja memohon untuk di biarkan kembali ke rumahnya seperti biasanya....
..."Aku akan membebaskan mereka, tetapi dengan satu syarat." Jeff mengatakan itu dengan nada dinginnya. Sebenarnya ia tidak sudi untuk membebaskan mereka sebelum mereka mendapatkan balasan yang setimpal....
...Sabrina mengangguk dengan cepat. Ia akan melakukan apapun agar orang tuanya di bebaskan. Karena Sabrina berpikir, Jeff akan memenjarakan mereka berdua. Padahal Jeff tidak ingin mereka di penjara, melainkan Jeff sendiri yang akan memberikan mereka pelajaran....
...Jeff menatap Sabrina dengan serius. Tangannya terulur menangkup wajah gadis itu yang sedikit bengkak. Jeff menghela napasnya lalu berkata....
... "Menikahlah denganku, maka aku akan menjamin kehidupan Ibu dan adikmu. Mereka tidak perlu bertemu denganmu dan mengharapkan uang darimu lagi karena aku tidak akan membiarkan istriku bekerja keras."...
...Sabrina terkejut mendengar itu. "Jeff, kamu serius?" Sabrina bahkan tidak pernah memikirkan pernikahan. Dan dia juga baru mengenal Jeff tidak cukup lama. Pernikahan bukanlah hal untuk main-main saja, tetapi ia akan terikat dengan Jeff seumur hidupnya nanti....
aku suka
aku suka🥰