Novel ini adalah karya pertama yang saya yakini bikin kepala pusing disebabkan typo, alur membagongkan, hal hal diluar nurul, dan cerita klise yang freak. saya sangat ingin merevisi karya ini tetapi rasa malas ini menguasai tubuh tanpa ampun. jadi maafkan cerita yang memusingkan ini rakyat ku!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ina corlet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekacawan di rumah
Kiara benar benar hilang kesabaran. Seseorang yang berada di dalam rumah benar benar tida membukakan pintu untuknya. Kiara sudah berteriak, mengetuk pintu dan menyapa, bahkan dia menggedor gedor kaca jendela dengan cukup keras, namun entahlah seorang wanita tua dalam rumah itu tampak santai di meja makan dengan setumpuk bahan bahan pembuatan kue. Tidak lama ada seorang laki laki berjalan menghentakan kakinya menuju rumah kiara. Kiara menoleh melihat siapa yang datang. Ternyata dia seorang lelaki yang cukup tampan menurut kiara, rambutnya pirang memakai stelan jas yang sangat rapih. Garis wajahnya sangatlah manis menandakan dia adalah warga negara dalam negri.
"Permisi nyonya, anda mencari siapa"
"Ah, aku, aku ingin menemui ibu tua yang berada di dalam. Aku ingin menanyakan mengapa ia bisa menempati rumah ini"
"Ah begitu rupanya, mari silahkan masuk kita bicarakan di dalam"
Kiara melongo dengan terheran, mengapa pria tampan itu membawa kunci rumah dan membukakan pintu untuknya, pria itu bahkan menyapa wanita tua tadi dan mencium keningnya, lalu dengan santai dia menyuruh kiara untuk duduk dan bersantai.
"Duduklah, jangan sungkan, aku akan buatkan teh hangat untukmu"
*Apa katanya, jangan sungkan, memangnya dia ini siapa, aku adalah pemilik rumah mengapa aku harus sungkan berada di rumahku* "Ah maaf tuan, tapi bisakah kita bicara sebentar"
"Ah baiklah, kau tida punya banyak waktu rupanya"
"Tuan aku ini adalah kiara, pemilik dari bangunan tua ini. Bagaimana bisa kau menempati rumahku padahal aku tida menjualnya pada siapapun, lalu dia (menunjuk ibu yg tua renta itu)"
"Ah itu adalah ibuku. Maaf dia tida dapat mendengar, kau pasti sudah sangat lama berdiri di depan pintu bukan"
"Benar, sungguh kau sangat pandai membaca situasi rupanya"
"Baiklah sekarang tolong jelaskan apa yg ingin kau bicarakan"
"Kenapa harus aku, seharusnya kau. Jadi tolong jelaskan, bagaimana ini bisa terjadi, bagaimana kau bisa berada di rumahku"
"Maaf nyonya, apakah kau punya bukti bahwa rumah ini adalah milikmu?"
"Haha Tentu saja. Aku menyimpan semua surat surat kepemilikannya dalam lemari ku. Dikamar itu (menujuk pintu kamar) itu adalah kamar yang biasa aku tempati, aku akan masuk untuk mengambilnya"
"Maaf nyonya, tapi kamar itu adalah kamarku, dan memang benar surat surat itu ada dalam kamarku, dan tentu saja dalam surat itu tertulis akulah pemilik bangunan ini"
"Bagaimana mungkin. Jelas jelas ini adalah rumahku. Dimana semua barang barang ku, foto foto ku, vas bunga yang aku beli sendiri untuk mempercantik rumah ini. Bagaimana bisa kau membuangnya begitu saja. Hentikan semua sandiwara ini, tolong pergilah dari rumah ini secepatnya, aku akan berbaik hati jika anda mau segera pergi mengemasi barang anda "
"Nyonya sadarlah, apa kau sudah tidak waras, kau yang seharusnya pergi dari rumah ini, jika kau terus saja bersikap begini dan mengatakan ini rumahmu, aku akan memanggil polisi untuk mengusir mu dari rumahku"
"Apa, dasar kau tidak waras tuan. Beraninya berbuat seenaknya di rumahku"
"Nyonya hentikan omong kosong mu sebelum aku benar benar marah padamu. Aku benar benar akan menghubungi polisi karena kau telah menganggu ketertiban di rumah ku ini"
Laki laki itu benar benar geram dengan ocehan kiara yang menggebu. Dia sangat kesal karena kiara terus saja tida mau mengalah dan tidak mau mengakui jika rumah itu adalah miliknya. Karena memang benar benar jelas rumah itu adalah satu satunya tempat berharga yang dia punya.
Tak lama kiara di ikat menggunakan kain panjang yang disandarkan pada kursi ruang tamu di rumah itu, mulutnya di pakaikan penyumpal agar kiara tidak berbicara terus terusan. Kiara benar benar kaget atas tindakan laki laki ini. Dia benar benar seperti orang tidak waras ketika mengamankan kiara. Kiara di ikat seperti tawanan atau pencuri yang tertangkap basah.
Kemudian laki laki itu segera menghubungi kantor polisi, melaporkan ada kegaduhan dirumahnya. Dia meminta agar polisi menindak lanjuti identitas perempuan yang menganggu ketertiban rumahnya itu.
'Setelah polisi datang'
"Kami akan membawa gadis ini ke kantor untuk di tindak lanjuti, maaf telah mengganggu ketertiban anda tuan, kami permisi"
"Baiklah, terimakasih atas bantuannya"
Kiara benar benar dibawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan. Dia benar benar merasa kesal dengan apa yang terjadi hari ini. Pertama, dia harus bertemu dengan deff dengan keadaan kacau. Kedua, rumah yang di anggap satu satunya tempat sumber ketenangan kini bukan lagi miliknya. Dia benar benar telah kehilangannya. Dan ketiga, dia harus berada di kantor polisi dengan tuduhan menganggu ketertiban di rumah orang lain padahal itu adalah rumahnya sendiri.
Bersambung ...
apa Kiara hilang ingatan
apa
kelakuan deff