NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Mengenang masalalu.

Raka memperhatikan Selina yang terlihat sangat akrab dengan ibunya Shanum. Entah apa saja yang dilewatkannya selama ia pergi, suasana di rumahnya itu masih sangat terasa asing.

“Jack,” panggilnya.

Jack menghampirinya segera sambil menunduk.

“Yaa, Tuan muda.”

Raka menatapnya sesaat lalu kembali memperhatikan ke arah Selina dan ibunya yang sesekali tertawa di tengah perbincangan keduanya.

“Tolong urus perceraianku dengan Rasti, gunakan pengacara keluarga kita, aku ingin semuanya cepat selesai,” pinta Raka.

Jack terdiam beberapa saat, begitu mendengar keputusan Raka itu, lalu ia mengangguk pelan.

“Baik, Tuan Muda.”

Setelah itu Jack pergi, dan Raka mulai kembali membiasakan diri seperti dirinya yang dahulu. Yang berbeda hanyalah sikapnya yang berubah menjadi sedikit lebih ramah pada orang-orang terdekatnya.

Raka kemudian teringat dengan, mobil miliknya yang sudah lama tak pernah ia lihat sejak meninggalkan rumah ini.

Ia melangkah ke arah pintu garasi, Nyonya Shanum dan Selina saling bertukar pandang saat melihat Raka membuka pintu garasi jarang sekali dibuka. Karena garasi itu memang khusus untuk menyimpan semua kendaraan milik Raka.

Ceklek.

Pintu terbuka perlahan, garasi itu terlihat cukup terawat karen memang sering di bersihkan oleh pekerja di rumah itu. Raka seluruh ruangan itu, tiga mobil yang tertutup kain khusus berjejer rapih, dan dua Ducati Panigale V4S degan warna yang berbeda terparkir di sudut garasi dan masih cukup terawat.

Hal itu membuat Raka menjadi teringat masa-masa mudanya dulu.

“Ternyata aku sangat lama meninggalkan kalian,” gumam Raka sambil menarik semua kain yang menutupi tiga mobilnya.

Sebuah McLaren edisi terbatas terlihat gagah saat terkena cahaya lampu, bodinya yang mengkilap menandakan mobil itu sering di bersihkan oleh orang rumah.

Lalu Raka menatap mobilnya yang lain, sebuah Porsche hitam edisi terbatas seperti sudah menunggu lama untuk di tunggangi olehnya. Dan yang terakhir sebuah Bugatti Chiron berwarna hitam gelap membuatnya mengingat kenangan lama yang sudah ditinggalkannya.

Raka meraih kunci motor yang tergantung di sebuah kotak khusus di sudut garasi, lalu ia menghampiri motor miliknya itu.

Raka membuka pintu garasi otomatis, sehingga cahaya di luar langsung membuat seisi garasi itu terang.

“Sudah lama sekali, aku tidak jalan-jalan bersama kalian,” gumamnya sambil menyalakan salah satu motornya itu.

Sebelum ia menekan tombol starter, suara berat terdengar di belakangnya, Tuan Rendra bersandar di pintu garasi sambil menatap ke arahnya.

“Ibumu, melarang Papa menjual ini semua, dia selalu bersikeras bahwa kau akan kembali, dan memang benar keyakinannya itu... menjadi kenyataan,” ucap Tuan Rendra sambil mendekat ke arah putra satu-satunya itu.

Raka menoleh perlahan ke arah ayahnya, suara mesin motor yang baru saja menyala pelan masih terdengar memenuhi garasi besar itu, bercampur dengan aroma khas logam dan oli.

Tatapannya kembali menyapu deretan kendaraan di hadapannya, semua masih berada di tempat yang sama, terawat, bersih, seolah tidak pernah ditinggalkan.

Sudut bibir Raka terangkat tipis, tetapi kali ini terasa lebih getir daripada bahagia. “Aku bahkan tak pernah berpikir akan kembali lagi kesini.”

Tuan Rendra berhenti beberapa langkah di samping putranya, kedua tangannya masuk ke saku celana sambil memperhatikan garasi itu dalam diam.

“Ibumu sangat keras kepala,” katanya akhirnya sambil terkekeh kecil. “Setiap beberapa bulan dia selalu suruh orang cek kendaraan ini satu per satu, mesin dipanaskan rutin, catnya tidak boleh rusak.”

Tatapannya sesaat beralih pada Bugatti hitam di sudut ruangan. “Padahal Papa bilang percuma saja.”

Raka terdia, untuk sesaat dadanya terasa sesak karena rasa bersalah yang mulai menyelinap ke dalam hatinya, terlalu banyak waktu yang ia lewatkan.

Dan orang yang selama ini tetap percaya dirinya akan pulang justru ibunya sendiri, Raka menarik napas panjang lalu mematikan kembali mesin motor.

“Aku sepertinya memang anak yang buruk ya, Pa?” tanyanya tiba-tiba.

Pertanyaan itu membuat Tuan Rendra diam beberapa detik, pria paruh baya itu tidak langsung menjawab. Tatapannya justru tertuju pada wajah putranya lebih lama dari biasanya.

“Kamu bodoh,” jawabnya akhirnya dengan nada datar.

Raka terkekeh kecil pelan.

Tuan Rendra berjalan lebih dekat lalu berhenti tepat di samping Ducati itu. “Kamu terlalu keras kepala dan terlalu percaya pada perasaanmu sendiri.”

Tatapannya berubah sedikit lebih dalam.

“Sama seperti waktu Paa muda dulu.”

Raka mengangkat alis kecil. “Papa juga begitu?”

Tuan Rendra mendecak pelan seolah tidak suka membahasnya. “Bedanya, Papa lebih beruntung.”

Kalimat itu membuat Raka sedikit mengernyit.

Namun sebelum sempat bertanya, Tuan Rendra kembali membuka suara. “Kamu mau keluar?” tanyanya sambil melirik motor di depan mereka.

Raka terdiam sebentar sebelum mengangguk kecil.

“Hanya mau mencari udara, segar” jawabnya tenang. “Kepalaku terlalu penat.”

Tuan Rendra mengangguk pelan seolah memahaminya. Namun sesaat kemudian ekspresinya kembali serius.

“Kalau mau keluar, bawa pengawal.”

Raka langsung menghela napas pendek. “Pa...”

“Jangan membantah,” potong Tuan Rendra cepat. “Mulai hari ini kamu bukan orang biasa lagi.”

Tatapannya mengeras sedikit. “Kabar kepulanganmu sudah mulai menyebar, Herman juga pasti tidak tinggal diam.”

Raka terdiam beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk kecil. “Baiklah.”

Jawaban sederhana itu justru membuat Tuan Rendra sedikit terkejut, biasanya putranya akan membantah lebih dulu. Namun mungkin banyak hal memang telah berubah.

Tuan Rendra menepuk bahu Raka satu kali sebelum berbalik pergi. “Jangan terlalu lama,” ucapnya singkat. “Ibumu baru tenang setelah melihat mu pulang.”

Raka memperhatikan punggung ayahnya sampai pria itu menghilang dari ambang pintu garasi,

beberapa saat kemudian ia kembali menatap Ducati di depannya.

Perlahan jemarinya menyentuh setang motor itu,

lalu senyum tipis terukir di wajahnya sebelum ia memakai helm kesayangannya.

Tak lama, Jack masuk ke dalam garasi sambil membawa helm.

“Tuan Muda, biar aku yang menemanimu.”

Raka mengangguk, lalu ia memakai helm sambil menyalakan kembali motornya. Sementara Jack langsung mengambil kunci motor yang satunya.

Beberapa pengawal keluarga Pradipta tentu tidak tinggal diam, dua pengawal terbaik mereka mengikuti dari belakang menggunakan mobil.

“Jack, sepertinya kita harus sedikit mengenang masa lalu,” ucap Raka melalui intercom helm.

Jack yang sedang berkendara di belakangnya menyunggingkan senyumnya, setelah sekian lama akhirnya Tuan Muda nya sudah kembali seperti dulu.

“Tentu saja, Tuan Muda.”

Dua motor itu melaju cepat di jalanan, di ikuti mobil hitam yang memang sengaja mengawal Raka selama berada di jalanan.

1
Mommy tulipp
Tdk ush menyesal, toh km jg punya lelaki lain yg mau menafkahi kalian. Raka hanya memperlakukan kalian bagaimana kalian memperlakukan Raka. Semuanya akan terbalas cepat atau lambat
Mommy tulipp
Sy deg2an thor, kirain ketahuan
Mommy tulipp
Iya benar. Kalau mau cari pasangan, lihat dulu asal-usulnya bagaimana👍
Mommy tulipp
Pikir2 dulu Raka, kita tdk tahu Selina ada niat busuk atau tdk. Biasanya kalau masalah rumah tangga sebesar ini ada rasa trauma
Mio Amore
apa kan lolos dri bahaya sepi yg udh udh selina nya
LANY SUSANA
waduh kenaa selina?
Thor bisa ga sii jgn di kasih masalah terus bumil 🤣🤣🤣kasihan dan tegang terus sjk. awal kehamilan ya
moch fachri: aman, udah mulai reda sampe melahirkan😄
total 1 replies
LANY SUSANA
waduw musuh lama datang lg dgn WA j ah baru dan identitas baru😒😒
Mio Amore
haaiiihhh selain Herman am kevin siapa lgi yg terlibat kira2🤔🤔
moch fachri: ada kak nanti muncul pokoknya bikin semua tegang😄🤣
total 2 replies
LANY SUSANA
syukurlah akhir nya tertangkap ya
itu obat apa yg di. masukin ke minuman selina?
apa pengunggur kandungan???
moch fachri: yups penggugur kandungan, nanti di bahas di bab berikutnya kak
total 1 replies
Mio Amore
wiiih makin ketat tuh penjagaan
Mio Amore
ttp ya pengawal mah hrs ada
Mio Amore
terjadi lah yg hrs nya trs jadi
Mio Amore
h ais knpa jantung jdi aneh rasa nya mmbca bab ini 🤔🤔🤔
moch fachri: aneh kenapa kak😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
akhirnya
Mio Amore
akhirnya trs cium jga si penyusup itu
Mio Amore
selamat doni
Mio Amore
semoga selamat nggak terjadi yang tdk di ingin kn
Mio Amore
semoga nggak berhasil
Mio Amore
mulai repot raka ngadepin yg ngidam
Mio Amore
semoga cepet ketauan jgan sampe selina bahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!