NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Amarah Sang Phoenix dan Runtuhnya Negeri Permata

​November 701 Masehi — Aula Takhta, Islamabad

​Atmosfer di dalam Istana Agung Islamabad berubah dari kehangatan keluarga menjadi dingin yang mencekam. Di ruangan medis, Kaisar Yudi Rahmad masih dalam kondisi pingsan pasca serangan pengecut pembunuh Ceylon, sementara sistem otomatisnya bekerja keras menetralisir racun. Namun, di Aula Takhta, sebuah transformasi besar sedang terjadi.

​Pintu besar aula terbuka, dan langkah kaki yang mantap menggema di lantai marmer. Yue Qing muncul dengan penampilan yang membuat seluruh menteri dan jenderal menahan napas. Ia tidak lagi mengenakan gaun permaisuri yang lembut. Ia mengenakan baju zirah emas tipis yang dipadukan dengan kain sari merah darah, menyerupai Dewi Perang dalam tradisi India.

​Di lehernya melingkar Kalung Omkara yang berkilau, melambangkan kekuasaan semesta. Di dahinya, terukir Simbol Sabit berwarna perak—lambang suci Dinasti Rahmad yang dibangun suaminya. Dan di belahan rambutnya, tersapu Sindoor merah cerah, tanda suci seorang wanita yang telah menikah dalam adat Hindu India, namun kali ini warna merah itu tampak seperti peringatan akan pertumpahan darah. Matanya yang Crimson Red berkilat penuh murka di balik riasan wajahnya yang tegas.

​"Ceylon bukanlah sekutu kita, dan mereka telah memilih untuk menjadi musuh abadi," suara Yue Qing menggelegar, dingin dan tajam. "Mereka menyerang jantung kekaisaran ini tanpa provokasi. Maka, biarkan mereka merasakan kehancuran yang belum pernah tercatat dalam sejarah."

​Yue Qing mengambil stempel kekaisaran. "Aku, Yue Qing Rahmad Zhou, mewakili titah Kaisar, menyatakan Perang Penaklukan Mutlak terhadap Kerajaan Anuradhapura di Ceylon. Dekritku hanya satu: Seluruh anggota keluarga kerajaan mereka harus dibunuh, kecuali Sang Raja. Aku ingin dia hidup untuk menyaksikan akhir dari garis keturunannya."

​Tiga Hari Penghancuran

​Hari ke-1: Api dari Langit

Perang tidak dimulai dengan diplomasi. 50 Jet Tempur Bomber dan ratusan Drone Tempur lepas landas dari pangkalan selatan India. Hanya dalam hitungan jam, langit di atas Ceylon tertutup bayangan baja. Rudal presisi menghancurkan gudang senjata dan pelabuhan Anuradhapura. Gajah-gajah perang yang menjadi kebanggaan mereka kocar-kacir, terbakar oleh ledakan yang tidak mereka pahami. Infrastruktur militer Ceylon lumpuh total dalam satu hari.

​Hari ke-2: Penyerbuan Bayangan

Malam harinya, Yue Qing mengirimkan unit paling mematikan. Shadow Phoenix bersama 300 Infanteri Elit Black Guard mendarat di jantung istana menggunakan helikopter siluman. Di tengah kekacauan, perintah kejam Yue Qing dilaksanakan dengan presisi dingin. Satu per satu pangeran dan bangsawan kerajaan dieksekusi di tempat. Tidak ada ampun bagi mereka yang berbagi darah dengan sang penghasut.

​Hari ke-3: Runtuhnya Takhta Permata

Pada fajar hari ketiga, bendera Dinasti Rahmad dengan simbol Sabit berkibar di atas reruntuhan gerbang utama Anuradhapura. Raja Agbo VI ditemukan bersimpuh di aula takhtanya yang hancur, dikelilingi oleh mayat-mayat keluarganya. Sesuai dekrit, ia diseret dalam rantai, dipaksa melihat negerinya kini menjadi provinsi baru di bawah kekuasaan Islamabad.

​Kebangkitan Sang Kaisar

​Di Islamabad, saat berita kemenangan sampai, Yudi Rahmad akhirnya membuka matanya. Ia melihat Yue Qing duduk di sampingnya, masih mengenakan atribut Dewi Perang-nya dengan dahi bersimbol sabit.

​"Yue...?" bisik Yudi lemah.

​Yue Qing menangis haru, namun tatapannya tetap kuat. "Aku di sini, Yudi. Ceylon telah jatuh. Aku telah memastikan mereka membayar setiap tetes darahmu."

​Yudi tersenyum tipis, menyadari bahwa istrinya telah bangkit sebagai pelindung sejati kekaisaran. Ia tahu, dengan Yue Qing di sampingnya, Dinasti Rahmad tidak akan pernah bisa dijatuhkan oleh siapa pun.

​Statistik Kekaisaran Dinasti Rahmad (Pasca Penaklukan Ceylon)

​Luas Wilayah: ± 5.265.000 km^2 (Penambahan Pulau Ceylon ± 65.000 km^2).

​Total Populasi: ± 86.000.000 Jiwa.

​Penduduk Muslim: 36.500.000 Jiwa (Program dakwah dan pembangunan masjid dimulai di Ceylon).

​Ibu Kota & Kota Utama:

​Islamabad: 1.250.000 Jiwa.

​Anuradhapura: Kini menjadi Pangkalan Militer Laut Utama di Samudera Hindia.

​Status Politik: Hegemoni Mutlak. Dinasti Rahmad kini memegang kendali penuh atas jalur perdagangan laut antara Timur dan Barat.

​Dunia kini gemetar melihat potret Yue Qing yang berpakaian seperti Dewi Perang. Mereka menyadari bahwa Dinasti Rahmad bukanlah sekadar negara maju, melainkan kekuatan yang siap menghapus peradaban mana pun yang berani mengusik ketenangan keluarga kaisar.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!