Banyak yang beranggapan bahwa musik hanyalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang mampu menciptakan nada indah.
Namun, tidak... Musik tidak sesederhana itu.
Musik jauh lebih kompleks dan dalam daripada apa pun di dunia ini. Musik mengandung kekuatan magis yang mampu membuat seseorang menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, lebih peka terhadap rasa, dan bahkan menjadi sosok yang penuh dramatis.
Musik memiliki kekuatan untuk membentuk kehidupan seseorang, namun di saat yang sama, ia juga bisa menjadi alat yang menghancurkan segalanya.
Ketika musik menjadi alasan bagi seseorang untuk memutuskan ikatan emosionalnya dengan orang lain, lalu menutup diri dari dunia...
Maka pertanyaannya kini adalah...
Bisakah musik itu juga menjadi alasan untuk mempersatukan mereka kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan
[HARMONI SCHOOL]
Saat ini Judika dan keenam kakaknya berada di kantin. Mereka sedang menikmati makan siang mereka sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya.
"Oh iya. Aku ingin memberitahu kalian tentang perlombaan Dance antar sekolah!" seru Nathan disela makannya.
"Apa ada masalah?" tanya Yongki.
"Tidak. Aku hanya ingin mengingatkan saja. Perlombaan itu seminggu lagi," ucap Nathan.
"Kalau begitu setelah makan ini kita langsung ke ruang latihan. Kita akan latihan!" seru Hendy.
"Baiklah," jawab Arjuna, Yongki, Nathan, Jericko dan Tamma. Sedangkan Judika hanya diam.
Melihat keterdiaman Judika. Yongki yang kebetulan duduk di samping pun menepuk pelan bahu Judika. Hal itu sukses membuat Judika terkejut.
"Eh, kampret sialan." Judika mengumpat.
Yongki yang mendengar ucapan Judika membelalakkan matanya. Sedangkan Arjuna, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma berusaha untuk tidak tertawa.
"Oohh... Sudah berani ngatain kakak ya," ucap Yongki dengan memperlihatkan wajah sangarnya.
Judika yang melihat wajah Yongki bukannya takut justru tersenyum manis.
"Jangan perlihatkan wajahmu seperti itu, kak. Aku Judika tidak akan takut sama sekali," ucap Judika dengan santainya.
"Hahahaha." Arjuna, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma tertawa.
TAK..
Yongki menjitak kening Judika sehingga membuat Judika meringis.
"Aww." Judika menatap wajah Yongki dengan bibir dimanyunkan.
Melihat hal itu Yongki dan yang lainnya tersenyum gemas melihat wajah imut Judika.
"Ada apa?" tanya Arjuna.
"Ada apa, apanya.?" tanya Judika.
"Tadi kau itu melamun, Dika. Kau tidak mendengar apa yang kami bicarakan," sahut Tamma.
"Ach, maaf." Judika berucap.
"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan, hum? Mau cerita dengan kami," kata Yongki.
"Tidak ada masalah, kak. Tapi..." Judika menghentikan ucapannya.
"Tapi apa, Dika?" tanya Jericko.
"Perasaanku saat ini tidak enak, kak," jawab Judika.
"Memangnya apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Nathan yang melihat wajah Judika yang ekspresi tidak seperti biasanya.
"Perasaanku mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi. Tapi aku tidak tahu itu apa," ucap Judika.
Yongki merangkul bahu Judika dan berusaha menenangkan Judika.
"Sudahlah. Berpikir positif saja. Semoga semuanya baik-baik saja," ucap Yongki menghibur.
"Hm. Semoga saja," jawab Judika.
"Ya, sudah. Habiskan makanan kalian. Setelah ini kita langsung ke ruangan latihan," sahut Nathan.
"Baiklah!"
***
[HARFA SCHOOL]
Chandra dan teman-temannya berada di dalam kelas. Mereka masih ada satu pelajaran lagi yang harus diikuti.
Semua murid dengan seriusnya memperhatikan penjelasan guru matematika di depan kelas.
Setelah guru tersebut menjelaskan materinya, lalu guru tersebut memberikan beberapa soal kepada murid-muridnya.
"Apa kalian semua sudah paham?"
"Sudah, Bu!"
"Baiklah. Sekarang buka buku halaman 100, lalu kerjakan soal nomor satu sampai tiga puluh. Lengkap dengan rumusnya.."
"Baik, Bu!
"Setelah selesai kumpulkan diatas meja. Jika sudah selesai semua, antar ke ruang guru dan kalian boleh langsung pulang."
"Baik, Bu."
Setelah mengatakan hal itu, guru tersebut pergi meninggalkan kelasnya untuk menuju ruang guru.
Setelah kepergian guru tersebut, para murid pun langsung mengerjakan soal-soal itu biar mereka bisa cepat pulang.
"Chan," panggil Bima.
"Apa?" jawab Chandra.
"Kau jangan lupa janjimu pada adikmu hari ini," ucap Bima.
"Iya. Aku ingat. Setelah aku menyelesaikan soal-soal ini, aku akan langsung ke sekolahnya adikku," jawab Chandra.
"Syukurlah kalau kau ingat, Chan! Jika tidak...," Zaky sengaja menghentikan ucapannya.
Chandra menatap wajah Zaky dengan penuh kecurigaan.
"Jika tidak, apa?" tanya Chandra kesal.
"Aku takut saja sikelinci manis itu akan makin membencimu dan mengabaikanmu. Jika hal itu terjadi. Kau akan nangis berbulan-bulan dan memohon pada sikelinci manis itu untuk memaafkanmu," ejek Zaky.
"Sialan kau, Zak." Chandra berucap kesal.
"Hahahaha." tawa para sahabatnya.
***
[APARTEMEN]
Di sebuah Apartemen terlihat seorang pemuda yang kini tengah berdiri di balkon kamarnya. Pemuda itu sedang memikirkan sebuah rencana licik untuk membalas dendam kepada mantan sahabatnya yaitu Chandra Wiguna. Pemuda itu ingin membalaskan rasa sakitnya terhadap Chandra melalui orang yang disayanginya.
Ya! Siapa lagi kalau bukan Judika Pratama adik manisnya.
"Chandra. Kau telah berani menyakitiku demi membela musuh kita. Aku tidak pernah memaafkanmu, Chandra. Tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan pada adik manismu itu."
"Judika Pratama. Terimalah pembalasanku atas perbuatan kakakmu itu."
Setelah mengatakan hal itu, pemuda itu kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk datang ke sebuah taman bunga dan mulai menjalankan rencananya.
***
[HARMONI SCHOOL]
Judika dan keenam kakaknya berada di ruang latihan. Saat ini mereka sedang melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan. Mereka melakukan pemanasan selama lima belas menit.
Setelah lima belas menit mereka melakukan pemanasan, akhirnya mereka pun langsung melakukan proses latihan. Mereka latihan dengan begitu semangat.
Latihan kali ini akan mereka lakukan sebanyak 3 kali. Mengingat waktu mereka tinggal seminggu lagi.
Sebenarnya dari hukuman yang mereka terima. Mereka tidak diizinkan lagi untuk mengikuti semua jenis perlombaan dalam bidang seni.
Namun satu bulan kemudian dimana setelah Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma mengetahui bahwa Judika dan Chandra adalah adik kakak, datanglah seseorang pria paruh baya menemui mereka. Lebih tepatnya menemui Arjuna dan timnya. Karena saat itu Judika sedang tidak bersama mereka.
Pria itu adalah Direktur Perusahaan BI NET Entertainmant. Pria itu mengajak mereka untuk bergabung dengan Perusahaan miliknya.
Tanpa pikir panjang lagi, baik Arjuna dan adik-adiknya menerima tawaran dari pria tersebut. Dengan tawaran itulah, Club Musik Harmoni bisa mengikuti semua perlombaan yang diadakan.
Setelah melakukan latihan yang pertama, mereka memutuskan untuk istirahat selama 15 menit. Setelah itu mereka akan melakukan latihan lagi.
Saat sedang beristirahat, tiba-tiba ponsel milik Judika berbunyi.
TING..
Judika pun langsung mengambil ponselnya dan kemudian melihatnya. ada sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal. Lama Judika melihat nomor dan pesan tersebut.
Para kakaknya yang melihat Judika yang hanya memperhatikan ponselnya hanya tersenyum gemas.
Lalu mereka semua mendekati Judika.
"Kalau hanya diplototin terus tuh ponsel nggak bakal tahu pesan dari siapa!" seru Tamma.
Judika sontak terkejut saat mendengar ucapan dari Tamma.
"Kenapa hanya diliatin doang?" tanya Hendy.
"Nggak kenal nomornya," jawab Judika.
"Buka aja. Lihat dan baca pesannya," sela Yongki.
"Hm" jawab Judika.
Judika membuka kunci layar ponselnya dan kemudian membuka pesan tersebut. Setelah itu, Judika langsung membaca pesan tersebut.
To : 08127712xxxx
Judika. Ini kakak..
Kakak tidak jadi jemput kamu di sekolah. Tapi kakak nunggu kamu di taman. Taman bunga yang biasa kamu kunjungi. Nanti setelah dari sana, kakak akan ajak kamu jalan-jalan.
cobs Dika punya kekuatan pendamping untuk membantu melawan musuh🤔