Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 DI KEJAR
Sesampainya di rumah leon terkejut beberapa orang mengeluarkan barang miliknya dengan cara buang gitu saja, sontak leon kesel ia pun bergegas menghampiri mereka
"HAI!!APA YANG KALIAN LAKUKAN!!?? Teriak Leon dengan nada keras.
Mereka pun berhenti dan melihat leon
"nah.....ini nih...hallo tampan...!!". Sahut seorang wanita tua pemilik kontrakan dengan gaya modis dan tampilan cetar wajahnya penuh riasan tebal dan anting dan seluruh tangan kiri kanan banyak aksesoris emas
"tante??' yang tadinya sangar berubah menjadi mata tajam pada wanita tua itu
"leon sayang, mana bayar kontrakan nya. Ini sudah lewat tiga bulan". Minta nya dengan tangan kanan meminta pada leon
berat hati leon pun mengeluarkan uang di saku celananya. Wanita tua itu pun langsung mengcomot dengan cepat dan menghitung uang tersebut.
"ok, ini sudah jauh lebih cukup, besok - besok jangan nungak, iya sayang". Ucapnya sambil mengoda Leon dengan mengedipkan mata genit. Wanita tua melangkah jalan pergi di ikuti dua pria gagah yang sudah mengeluarkan barang milik leon. Ia terus memperhatikan mereka dengan tatapan tajam, ia tersadar bahwa adiknya ada di dalam rumah.
Di dalam kamar seorang anak remaja usia 15 tahun yang sedang memeluk lutut terisak nangis ketakutan di atas ranjang kasur, leon tiba melihat adik perempuannya ketakutan dengan tatapan kosong, leon bergegas memeluk adiknya dengan erat
"suuuu, kakak disini". Leon mencoba menenangkan adiknya dengan penuh kasih sayang dan penuh perhatian.
Di meja makan, leon melihat adiknya begitu lahap saat makan yang ia beli hasil taruhan tadi di ring, leon senang namun dirinya sedih tidak bisa memberikan apa pun untuk adiknya yang layak.
"gimana enak makanannya??". Tanya leon senyum ramah
"enak kak, makasih kak". Jawab nya tersenyum bahagia
"iya, sama -sama". Ucap leon mengusap kepala adiknya penuh kasih sayang.
Setelah kejadian tadi leon berfikir untuk mencari kerjaan yang lain, gajih yang besar agar bisa beli rumah tempat yang layak, dan ingin kuliahkan adiknya. Leon bangkit melangkah jalan untuk membereskan rumah yang sudah berantakan.
*****
*****
*****
di rumah Janet terlihat lagi mengobrol dengan pengacara, Janet dan Alicia mendengarkan pak pengacara untuk hakwaris yang di miliki ayah mereka yang sudah tiada.
"hakwaris sepenuhnya di berikan pada Nona Janet Gabriella Virgina sekitar 80 persen dan akan melanjutkan memimpin perusahaan dari keluarga Virgina, 20 persen nya akan di serahkan pada Alicia Jeanne Zornes sebagai anak kandung walaupun mereka berdua sudah menjadi saudara tiri, pesan dari almarhum ayah' kalian. Berbesan untuk tidak saling iri, cemburu dan bersaing dalam banyak hal, ia beliau meminta saling menyayangi dan mencintai". Ujar seorang pengacara
"lalu bagaimana dengan khasus kematian ayahku???apa ada titik terang dari pihak kepolisian??". Tanya Janet pada pengacara
"untuk saat ini belum ada bukti tertentu masih belum pasti, tapi ada dugaan, bahwa ayah' kalian kecelakaan hebat termukinan efek kurang tidur ". Ujar nya
"baiklah, terimakasih pak, untuk semuanya ". Ucap janet ia pun bercabat tangan begitu juga dengan Alicia. Pak pengacara pergi meninggalkan mereka.
Janet Duduk di kursi sofa depan meja di ikuti Alicia mereka berdua duduk bersama berdekatan, Alicia yang melihat wajah kakaknya merasa heran dan bingung
"kakak kenapa??". Tanya nya
"hanya berfikir". Jawab Janet merasa enggak enak hati.
Di perjalan malam hari waktu menunjukkan jam pkl 9 malam, kini janet akan pergi ke acara pesta di perusahaan terkenal dari keluarga Marion, perjalanan masih jauh entah jam berapa sampainya, ia juga harus meninggalkan Alicia sendirian di rumah walaupun sudah ada yang menjaga rumah. Karena Alicia tidak mau ikut di acara pesta tersebut.
Janet tertidur di dalam mobil yang masih melaju jalan ke arah keluarga Marion, seorang sopir mobil sudah mulai mengantuk ia terus menguap sepanjang jalan, terlihat sudah berada di perumahan tapi sangat sepi mobil terus jalan maju melewati perumahan masuk ke dalam perkebunan sangat gelap dan sepi seorang sopir mobil hanya mengandalkan lampu mobilnya walaupun terasa mengantuk.
Janet terbangun dari tidurnya, ia melihat layar ponsel waktu menunjukkan jam 2 pagi buta. Ia heran dari tadi enggak sampai - sampai ke tujuannya.
"pak masih jauh??". Tanya janet mulai gelisah, Janet melihat keluar kaca mobil ia merasa heran kenapa berada di perkebunan."ini di mana?? Ini bukan jalannya?? Kita salah jalan pak!!". Ucap janet mulai ketakutan dan panik
seorang sopir yang dari tadi tidak merespon dan tidak menjawab sama sekali ia terus fokus menyetir mobilnya
"PAK, DENGAR SAYA. PAK!!". Teriak Janet panik
tidak lama mobil berhenti di tengah jalan di kelilingi perkebunan Janet melihat kedepan kaca mobil di depan sana ada beberapa mobil menghadangnya. Janet ketakutan dan mulai gelisah. Janet bingung harus bagaimana,. Seorang sopirnya keluar dari mobil. Janet yang melihat itu merasa sopir yang ia percaya bukan orang baik dia bersekongkol dengan mereka. Janet pun langsung menelpon polisi dengan ponselnya. Saat di sambung kan ternyata tidak ada sinyal. Kini janet panik ia pun keluar dari dalam mobil langsung lari cepat
seorang sopir yang melihat Janet lari langsung mengejarnya
"TANGKAP DIA!!". Perintah dengan nada kencang, beberapa orang mengejar Janet
Janet terus berlari sekuat tenaga di belakang nya sudah ada yang mengejarnya ia panik, langsung lari sekencang-kencangnya hingga sudah berada di kebun teh, Janet tidak berhenti lari ia terus lari tidak melihat kebelakang.
"JANET!!" teriak salah satu dari mereka
"ah...ya tuhan tolong lah aku....ah.. TOLONG!!". Janet terus berteriak keras untuk meminta tolong tapi sayang nya di perkebunan ini sangat lah tidak mungkin ada yang menolongnya."TOLONG, TOLONG". !! Ia terus berteriak sambil berlari melarikan diri dari orang itu.
"CEPAT TANGGAP DIA!!". Ucap seorang sopir itu menyuruh mereka
Di tempat lain terlihat Leon berjalan kaki di pinggir jalan kebun teh dengan membawa senter di tengah - tengah kegelapan, ia sudah terbiasa melewati perkebunan ini, ia akan pergi ke tempat temannya Zaka untuk menayangkan tawaran kerjaannya, sebenarnya agak aneh kenapa harus jam malam kenapa tidak pagi atau siang.
"TOLONG!!". Seketika teralihkan suara yang meminta tolong, leon sudah mulai bergetar ketakutan, dirinya merasa ada hantu, ia berbalik badan mencari sumber suara melihat sekeliling dengan senter tidak ada seorangpun, seketika bulu ku berdiri merinding."TOLONG!". Suara itu terdengar lagi oleh leon kini dirinya mulai ketakutan." Masa sih...ada hantu, ayolah... jangan bercanda". Gumam leon gelisah ketakutan.
Leon kesulitan untuk gerak, ia bingung harus lari kemana balik pun sudah terlanjur jauh, ke rumah zaka juga jauh. Wajah leon sudah mulai berkeringat seluruh badan nya mulai lemas. walaupun badan gede berotot dan sangar leon memiliki kelemahan yaitu kasat mata (hantu).