NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keharmonisan di Ruang Makan

"Tumben mamah bangun nya telat?" Shiva yang saat ini sedang sarapan di meja makan, menegur Aida yang baru nongol di ruang makan.

Aida muncul dengan wajah yang terlihat lebih segar, rambut panjang nya yang tergerai masih terlihat sedikit basah. Seperti biasa nya, hari ini dia tak berangkat pagi. Wanita dewasa itu masih mengenakan daster Oranye kemaren, tanpa bra, tanpa celana dalam.

Ketiga putri nya sudah terbiasa melihat cara berpakaian mamah nya itu. Walau kini ada Jay diantara mereka, bagi mereka itu bukan lah masalah. Sebab Jay masih lah bagian dari keluarga.

"Kamu nggak kuliah hari ini, Va?" Aida balik bertanya tanpa menimpali pertanyaan dari putri sulung nya itu. Karena penampilan Shiva pagi ini tak seperti biasa nya, gadis itu masih mengenakan pakaian rumahan. Mungkin saja mahasiswi itu belum mandi, karena masih memakai pakaian kemaren.

Jay, shitta dan Shilla hanya menyimak sembari menikmati sarapan mereka masing-masing.

"Nggak ada mah. Aktivitas kampus di liburkan untuk dua hari ini. Ada rapat besar-besaran dari para petinggi kampus." Jawab Shiva menjelaskan ketidak berangkatannya ke kampus hari ini.

"Terus apa rencana mu hari ini?" Tanya Aida. Tangan nt cekatan menyendok sarapan untuk di nikmati nya pagi ini. Tenaganya tadi terkuras abis, akibat perlakuan keponakan nya itu sewaktu di kamar mandi. Dia harus segera mengisi ulang energinya tersebut.

"Nggak ada mah! Paling di rumah aja. Mau benerin motor, bengkel Kang Evan nya masih tutup." Keluh Shiva mengenai nasib motor malang nya itu.

"Ya udah di rumah saja, ntar mamah temenin kamu nonton drama. Untuk hari ini nggak apa-apa lah mamah libur dulu." Bujuk Aida di sela kunyahan nya dalam menikmati sarapan pagi itu.

"Yess! Makasih mamah sayang." Sorak Shiva dengan girang. Kemudian langsung memeluk tubuh padat mamah nya itu dengan erat.

"Udah ah! Geli nih." Aida berusaha melepaskan pelukan putri sulung nya itu.

"Eh! Leher sama tengkuk mamah kok merah-merah?" Tanya Shiva penasaran, melihat leher mamah itu memerah.

Deg!

Dada Jay jadi terasa sesak, dan tiba-tiba saja jantung nya berdegup dengan kencang.

"Nggak tau nih, tiba-tiba aja area leher mamah jadi gatal-gatal semalam. Mungkin ini bekas mamah garuk semalam kali ya?" Ucap Aida menimpali pertanyaan Shiva..

"Kak! Beneran nih, lu nggak ke kampus dua hari ini?" Jay berusaha mengalihkan pembicaraan. Agar kakak sepupunya itu tak mengejar pertanyaan-pertanyaan aneh lagi pada Aida.

"Bener. Kenapa emang nya?" Shiva menatap Jay lekat-lekat setelah melepaskan pelukan nya pada tubuh Aida. Meluruskan kembali posisi duduknya dengan benar di meja makan itu.

"Nggak apa-apa sih. Masalah nya, gue masih ada hukuman dua hari ini." Jay cengengesan sembari menggaruk Kepala nya yang tiba-tiba saja terasa gatal.

"Makanya! Ikut Upacara!" Dengus Shilla dengan sinis.

"Ehmm! Emang lu kemaren kena hukum gara-gara nggak ikut upacara Jay.?" Tanya Shiva merasa bersalah.

Jay mengangguk jujur. "Laper soalnya." Jawab nya dengan canggung.

"Kamu sih, pagi kemaren nggak sarapan!" Sela Aida ikut nimbrung dalam obrolan.

"Berarti semua berasal dari gue dong!" Ucap Shiva memberi kesimpulan.

"Nggak juga, kak! Salahin kang Evan aja deh, karena sampe sekarang belum buka bengkel nya." Jay pun menjadikan kang Evan sebagai kambing hitam.

"Lho! kok kang Evan Jay?" Aida mengernyit keheranan.

"Iya lah, Motor Tomi kan masih di bengkel nya." Jawab Shiva yang menyetujui pendapat Jay.

"Motor Tomi di bengkel kang Evan. Terus, hubungan nya sama Jay dapet hukuman di sekolah apa?" Celetuk Shitta yang tiba-tiba saja membuka suara nya untuk ikut mengobrol di meja makan kali ini.

"Nah loh, iya. Apa hubungannya?" Imbuh Aida mengulang pertanyaan Shitta.

Jay dan Shiva sama-sama terkekeh ringan. "Jelasin Jay!" Titah Shiva pada sepupunya itu.

Jay mengangguk. "Jadi gini bi, kemaren kan motor aku mau di pake kak Shiva, dan aku mau ambil motor Tomi ke bengkel Kang Evan. Karena kang Evan belum buka, aku jadinya ngantar kak Shiva...." Jelas Jay menerangkan secara rinci kejadian kemaren.

"Jadi intinya, yang salah itu kang Evan! Setuju?" Ulang Shiva menanyakan pendapat semua orang yang berada di ruang makan pagi ini.

"Setuju!" Semua pun ikut bersorak pagi ini.

Namun setelah itu. Shitta dan Shilla menyadari sesuatu. Sesuatu ada yang salah. Mengapa mereka berdua tiba-tiba saja menjadi peduli percakapan yang berhubungan dengan Jay? Mengapa tiba-tiba saja mereka ikutan nimbrung berbicara di ruang makan ini?

Walau hati nya ada yang menolak akan hal itu. Disisi lain hatinya, ada suatu ruang yang hangat atas keharmonisan di pagi ini.

Di sisi Jay sendiri, ini adalah hal yang langka. Hal yang baru di temuinya selama dia tinggal di kediaman bibi nya ini. Semoga saja benteng kebencian dua sepupunya itu akan hancur seperti Shiva padanya saat ini.

Berbeda dengan Aida. Seutas senyum terukir pada bibir sensual nya. Dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti watak dari ketiga putri nya.

Shitta adalah putri nya yang paling keras kepala. Pagi ini terlihat ada kemajuan yang paling di nanti nya selama ini. Jika Shitta sudah seperti itu, Shilla otomatis akan mengikuti kakak keduanya.

"Jadi kemaren lu bersihin ruangan Guru BK yang katanya galak itu, Jay? Tanya Shiva kembali.

Jay mengangguk ringan. "Semoga saja Bu Marissa nggak berubah fikiran untuk hukuman nanti dan hukuman besoknya." Ujar nya penuh pengharapan.

"Emang kemaren Bu Marissa bilang apa kemaren?" Aida Jadi penasaran dengan Guru BK nya itu. Setiap siswa-siswi selalu mengatakan, kalau Guru BK itu terlalu kejam.

"Katanya sih, bersihin ruangan bibi, ruangan Bu Nayla sama ruangan Bu Maya." Jawab Jay dengan jujur, tanpa menutupi sesuatu apapun.

"Enak banget hukuman lu! Gue aja sebagai anak kepala sekolah, dapet hukuman bersihin semua kamar mandi." Ketus Shitta menimpali.

"Ho oh! Enak banget ya. Ruangan Bu Nayla sama ruangan guru baru yang bernama Maya itu kan selalu bersih. Apalagi ruangan mamah. Huh! Dasar Guru BK yang pilih kasih." Timpal Shilla yang sedikit banyak nya tahu tentang ketiga ruangan yang akan di bersihin Jay dalam menjalankan hukuman.

"Iri ni ye?" Sindir Shiva mengejek adik-adiknya. "Makanya berprestasi di sekolah! Contoh tuh si Jay.! Belajar lah sama dia!" Imbuhnya masih dengan nada yang menyindir.

"Belajar sama dia? Sama pria mesum ini? Ogah!" Dengus Shilla sembari memalingkan wajah nya dari arah Jay.

"Sepakat!" Ketiga wanita di meja makan itu pun ikut membenarkan.

Sudut bibir Jay jadi berkedut-kedut, melihat kekompakan mereka dalam mengatakan nya pria mesum.

*****

1
Kend 13
Mohon maaf, 🙏🙏
Author juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk up 1 bab perhari. Author juga punya kesibukan tersendiri🙏🙏
Ihsan Rosyadi
update nya kelamaan Thor. terus dikit juga
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!