" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5_ bertemu lagi
" Shakira, tumben kamu cuma ambil shift pagi" tanya teman kerjanya Shakira.
Yaa, hari ini Shakira hanya mengambil shift pagi saja. biasanya dia selalu bekerja full dari pagi hingga sore karena tidak mau target gajinya berkurang.
Tapi untuk kali ini ada pengecualian. Dia memiliki misi penting siang ini. Misi yang lebih penting dari target gajinya.
" aku ada urusan penting" jawab Shakira " jangan rindu aku ya?" ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
rekan kerjanya itu tersenyum geli. Mereka sudah terbiasa dengan tingkah Shakira.
" tidak akan, besok kita bertemu lagi"
" aku pergi dulu" pamit Shakira" semangat bekerja "
Shakira segera pergi. Dia tidak langsung pulang kerumah. Shakira menaiki Go-Jek memukul mall yang di kota ini.
" ini pak, makasih ya pa. Hati hati di jalan" ujar Shakira ramah setelah membayar ongkos Go-Jek.
" oke adik cantik" balas tukang ojek itu.
Shakira berjalan masuk ke dalam mall. Mall ini sangat luas dan juga sangat ramai. Dia berjalan menuju lift untuk pergi ke tempat tujuannya.
shakira masuk kedalam lift bergabung dengan beberapa orang lainya yang juga ada di sana. dia langsung keluar begitu tiba di lantai tujuan nya.
Shakila berjalan Santai di koridor mall yang cukup sepi karena ini adalah lantai hanya di masuki oleh orang orang elit.
Tidak ada toko apapun disini. Hanya ada beberapa pintu yang tertutup rapat. Shakira berjalan melewati pintu pintu tersebut. Lalu saat hampir tiba di pintu nomor 05 dia mulai menghitung di dalam hatinya.
" 3, 2, sa...tu!"
cekleek!
Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat Elio keluar bersama Steven. Shakira tersenyum tipis lalu berlari dengan wajah panik dan takut menghampiri kedua pria tersebut.
" tolong! Tolong aku! " pintanya mencoba mencari perlindungan di balik tubuh besar Elio yang memakai kacamata hitam serta tongkat nya.
" nona anda kenapa? Apa ada yang mengejar anda?" tanya Steven terlihat khawatir. Seperti nya Steven melupakan Shakira. Padahal mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.
" iyaa, ada pria gila yang mencoba melecehkan ku. Dia.... Dia memaksa ku untuk tidur dengan nya. Dia sangat mengerikan, aku takut" ujar Shakira terlihat benar benar ketakutan.
Elio hanya diam saja dengan wajah dinginnya. Sedangkan Steven merasa prihatin dan ingin menolongnya.
" tuan, apa kita harus membantu nya?" tanya Steven.
" hmm" gumam Elio sebagai jawaban.
hanya gumaman tidak jelas, namun Steven memahaminya. Dia menatap Shakira yang sudah berkeringat dingin mungkin karena capek berlari di tambah lagi karena rasa takut nya.
" nona ayo ikut kami, tidak ada yang akan berani menyentuh mu jika bersama kami" ujar Steven.
" terimakasih banyak tuan " ujar Shakira merasa lega dan sangat sangat berterimakasih seolah sudah menemukan dewa penolong nya.
Mereka bertiga pun segera berjalan pergi dari sana. Elio berjalan paling depan dan di belakangnya ada Shakira dan Steven.
" dia tahu jalannya? Jangan sampai dia menabrak pintu lift" batin shakira merasa heran karena Elio berjalan paling depan hanya bermodal tongkat nya. Langkahnya tegas dan mantap tidak ada keraguan sama sekali.
Elio berhenti di depan lift, Steven bergerak menekan tombol lift. Begitu pintu lift terbuka mereka segera masuk. Steven menekan tombol turun kebawah.
krukkk
Steven sontak menatap Shakira kala mendengar suara perut Shakira yang lumayan keras.
shakira mengigit bibir bawahnya merasa malu. dia tersenyum malu malu. Ini tidak ada di dalam rencananya. Ini benar benar memalukan.
" perut saya memang seperti ini tuan, sering berbunyi meskipun tidak lapar" alibi shakira.
Tapi siapa yang mempercayai perkataan nya itu? tentu saja Steven dan Elio tidak percaya.
mereka tiba di lantai dasar. Elio berjalan lebih dulu seperti biasanya dan mereka hanya mengikuti dari belakang.
" tuan, ini bukan arah pintu keluar" ujar Steven karena Elio berjalan berlawanan arah dengan pintu keluar.
" apa aku mengatakan ini pintu keluar?" tanya Elio dingin tanpa menghentikan langkahnya.
" maaf tuan" ujar Steven merasa bersalah.
" Songong banget ni pria satu. padahal cuma di kasih tahu biar nggak salah arah"
Tentu saja shakira hanya berani membatin. Jika langsung di katakan bisa bisa misi nya kembali gagal.
Mereka tiba di restoran mall tersebut. Steven bingung kenapa Elio kesini? Padahal mereka sudah makan tadi bersama rekan bisnis mereka.
Apa..... Steven melihat shakira dan Elio bergantian. tidak mungkinkan Elio kesini karena tahu shakira lapar. Elio tidak pernah perhatian pada orang lain, apa lagi orang asing.
Mereka duduk di kursi meja makan restoran. Shakira merasa senang karena dia di bawa ke restoran. Moga aja dia di traktir. Tidak mungkin juga kan orang sekaya mereka meminta dia yang bayar?
" pesankan" ujar Elio
Steven dengan Patuh mengambil menu dan memilih makan yang bisa di makan oleh Steven dan di sukai oleh tuanya itu.
Mereka duduk diam menunggu makanan datang. Shakira sibuk memerhatikan Elio yang memiliki wajah tampan tanpa ekspresi. Dia penasaran dengan mata Elio yang tertutup kacamata hidup.
Apa matanya putih? Atau.... tidak normal? Makanya selalu di tutupi dengan kacamata hitam. Biasanya kan kalo orang buta itu matanya itu putih semua.
" berhenti menatap ku" ujar Elio dingin dan tegas.
" haa?!" ujar Shakira terkejut dan gelagapan.
" ada masalah nona?" tanya Steven.
Shakira segera mengeleng. Dia menggerutu di dalam hati. kenapa Elio bisa tahu? Apa insting nya sekuat itu?
" tidak papa, aku hanya penasaran" jawab shakira jujur merasa tidak percaya berbohong.
" tidak perlu mengasihani ku, aku lebih kaya dari pada Kamu" ujar Elio.
bibir shakira sedikit terbuka terkejut mendengar ucapan pedas Elio. Tapi memang fakta sih. meskipun Elio buta dia memiliki kehidupan yang mewah tanpa kekurangan apapun.
jika dia tidak buta mungkin dia akan menjadi pria yang paling sempurna di dunia ini. Kaya, tampan dan pintar. Dan setahunya keluarga lucian itu keluarga yang harmonis yang jauh dari rumor jelek.
" maaf tuan, anda telah salah paham" ujar Shakira
" saya yang salah? Atau kamu yang tidak ingin mengaku salah?" tanya Elio.
Oh sial! Seperti nya pria berwajah dingin ini sangat menyebalkan. tidak bisakah dia diam saja tanpa membalas? Yaa meskipun ucapan nya itu adalah fakta.
kening Steven berkerut binggung. Kenapa tuanya mau meladeni shakira? Bahkan percakapan mereka sama sekali tidak penting. Ini aneh, sangat aneh.
Makanan yang mereka pesan tiba. Steven dan Elio tidak makan. Mereka hanya minum saja karena sudah kenyang. Sedangkan shakira makan dengan lahap dan antusias.
" kalian tidak makan?" tanya shakira binggung.
" tidak, saya sudah kenyang nona " ujar Steven Jujur.
" kamu nampaknya sangat kelaparan, apa kamu tidak makan 1 bulan?" ujar Elio dengan kata kata pedasnya.
Shakira menatap kesal Elio. dia heran kenapa Elio bisa tahu semuanya seolah olah dia bisa melihat. Apa insting semua orang buta itu kuat? Sungguh luar biasa.
" yaa, bahkan lebih dari 1 bulan" jawab Shakira ketus lalu kembali makan.