Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.
"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"
Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.
Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.
Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.
Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.
Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.
Menikah...
Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.
Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.
ig: adelgustian_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Siang harinya, Delina bersantai didalam kamarnya. Sembari scroll ponselnya, disalah satu aplikasi yang lagi Hits di Indonesia. Sebuah Video mukbang muncul.
" Kan, jadi ngiler. Gue.... Kalau lihat buah mangga." Gumam Delina air liurnya hampir menetes melihat video berisikan mangga muda yang di iris tipis dibaluri air gula dimakan dengan garam dan lombok yang sudah di haluskan.
" Kamu mau makan mangga, Ndut." Delina mengelus perutnya mengajak anak dalam kandungan nya mengobrol.
" Yok, kita petik mangga. Toh, mangganya punya Bapak sama Mamak juga." Gembira Delina, ia menganti celana. Dengan celana panjangnya.
Saat didepan pohon mangga, tidak dilihatnya alat yang biasanya Pak Roslan gunakan.
" Dimana bapak letakan tuh Galah." Gumam Delina celingukan mencari kesana kemari.
" Kayanya, harus manjat. Tapi gak mungkin kan, nanti dedek ndutnya ke gencet." Pikir Delina melihat kesekeliling arah. Dan, pandangan nya tertuju pada tangga kayu yang tersandar di belakang pohon mangga.
" Nah, ketemu...." Girang Delina.
Karena berbakat, memanjat sejak kecil. Delina tidak bingung lagi memanjat pohon dengan tangga kayu walaupun kondisinya lagi hamil bukan jadi penghalang baginya.
...➰➰➰➰...
DALAM RUMAH.
" Mak, masak makan siang apa?" Tanya Pak Roslan saat mencium wangi semerbak masakan sang istri yang sibuk mengayunkan tangan nya diatas wajan.
" Masak, tumis toge tahu sama telur orak arik. Sekalian mamak goreng tempe tepung. "
" Kesukaan Delina smua Mak." Ucap Pak roslan.
" IYa, biar gak sedih lagi. Jadi mamak sogok makanan aja hihih...."
" Terus Delina nya mana? Belum keluar dari kamar kah?"
" Belum Pak, sejak Agam pergi kerja. Dia ngurung dalam kamar, sana suruh keluar Pak. Buat makan siang bersama. Kasihan, dia lagi hamil. gak boleh murung apalagi gak ad asarapn drai pagi."
" Ya sudah, Bapak panggil dulu."
TOK...
TOK...
TOK...
" Lin, ini bapak. Buka pintunya, kita makan siang dulu." Panggil Pak Roslan diketuknya pintu kamar Delina tidak ada sahutn dari dalam.
Tidak ada sahutan dari dalam.
KLEK...
" Tumben, gak kamu kunci Lin." ucap Pak Roslan membuka pintu kamar Delina sepenuhnya.
" Loh? kosong? " gumam Pak Roslan ia celingukan kesana kemari.
" Mak! Lina gak ada dikamar." teriak Pak Roslan dari dalam kamar Delina.
" Kemana dia Pak? jangan-jangan kabur, pulang kerumahnya." ucap Mak Nurlela balas teriak dari ddapur.
" AAAHHH!!!!!!!!! "
Terdengar suara teriakan dari arah luar.
" Loh? suara siapa itu Pak? " Mak NUrlela menghampiri suaminya yang juga keluar dari kamar.
" GAk tahu Mak, jangan-jagnan Delina lagi! ayo kita keluar." panik Pak Roslan.
SEDANGKAN DI SISI LAIN.
Tante Gita, dengan membawa rantang berisikan roti canai ala buatan nya alias percobaan praktek.
" Pasti Mak Lela suka kukasih roti canai india." gumam Tante Gita ia masih tidak memperhatikan sekitarnya dan terus melangkah sampai masuklah ia kehalaman rumah Mak NUrlela dan Pak Roslan.
" Hihihi.... "
Tante gita yang awalnya senyum-senyum gak jelas, seketika berhenti saat mendengar suara samar-samar.
" Ah, gak mungkin. siang-siang ada hantunya." pikir Tante Gita tapi wanita itu tetap was-was ia masih memperhatikan sekitar.
Terdengar lagi suara....
SRAK...
SRAK....
SRAK...
" hihihi...."
Kali ini pandangan Tante gita sepenuhnya pada pohon mangga tepat di sebelhanya beberapa centimetr saja jaraknya. wanita itu meneguk salivanya kasar, ia begitu tahu sejarah pohon mangga lebat milik keluarga Pak Roslan.
" Masa, iya. penunggungnya keluar ditengah siang bolong. " pikirTante gita ia masih tidak berkedip menatap pohon mangga itu yang daunya bergoyang.
Tante gita masih memperhatikan lagi, pasalnya suaranya berasal dari pohon itu. perlahan tapi pasti ia berjalan melewati tapi pandangan nya masih tertuju pada pohon itu hingga tepat saat ia akan melewati sepenuhnya phon itu...
PLUP...
PLUP...
Tante gita spontan menolehkan kepalanya keatas seorang perempuan tersenym dan menyapanya.
" AAAAAAA!!!!!!!!! "
" MBAK ADA APA!!! KENAPA TERIAK!!! "
" ADA POCI JADI-JADIIAN LAGI KAH BU GITA!
Heboh, Mak Nurlela dan Pak Roslan menanyai Tante Gita yang hanya bisa menunjuk-nunjuk kearah pohon.
" I-ITU, ITU.... "Gagap Tante Gita yang masih menunjuk kearh atas.
" Apa Bu? ada apa diatas? Gak mungkin Cintia nya muncul siang bolong Bu." Ucap Pak Roslan.
" Bukan, Pak Roslan. Itu diatas..... Ada." Dnegna masih menunjuk tante gita kearah atas.
" Iya, apaan...." Mak Nurlela dan Pak Roslan mengikuti arah tangan Tante gita.
" HAI! MAK\~ BAPAK\~ HIHIHI..... " Sapa Delina yang menyengir diatas sana sambil melambaikan tangan nya dan satu tangan nya lagi sibuk makan buah mangga yang sudah dikupasnya.
" ASTAGFIRULLAH! DELINA!!!! " Pekik Pak Roslan.
" NGAPAIN KAMU DIATAS SANA DELINA! " Teriak Mak Nurlela.
" NIh, makan mangga mak." Ucap Delina menunjukan buah mangga yang dipegangnya.
" TURUN LINA! NGAPAIN KAMU MANJAT KAYAK MONYET! "
" Aku mau makan mangga Mak, makanya aku panjat."
" GAK PERLU KAU PANJAT SEGALA! YA ALLAH, DELINA! SAKIT KEPALA MAMAK! " Teriak Mak Nurlela, wanita tua itu memegangin kpala lantaran melihat kelakukan absurd anak bungsunya.
" NAK TURUN DULU! NANTI BAPAK YANG AMBILKAN MANGGANYA, KAMU LAGI HAMIL LOH."
" Oh iyaya? Aku lagi hamil, hihihi..... Bentar deh, Pak. Aku mau ambil lagi buahnya, keknya masih kurang dibawah itu." Ucap Delina ia berdiri berniat memetik lagi.
" SUDAH LIN, GAK USAH. BIAR BAPAK AJA YANG AMBILKAN, TURUN DULU KAMU NAK! KAMU GK KASIHAN SAMA MAMAK MU?! "
" Terus mangga nya gimana?"
" NANTI BAPAK YANG AMBILKAN, KAMU MAU BERSAING SAMA NENG KUNTI DISANA LIN? "
" ISH! GAK MAU LAH AKU PAK! " Delina bergedik ngeri membayangkan nya.
" MAKANYA TURUN!"
" YAUDAH, AKU TURUN." Ucap Delina dengan perlahan dan meraba-raba ia turun.
" PAK, SANA TOLONGIN ANAKNYA. " Ucap Mak Nurlela.
" Lah terus Mamak gimana? Nanti pingsan kalau dilepaskan." Ucap Pak roslan bak orang bego pasalnya lelaki memegangi sang stri yang hampir tumbang gara-gara anaknya.
" Ck, gak perlu lebay." decak Mak Nurlela.
Baru saja Pak Roslan melepaskan pelukan dari Mak Nurlela terdengar teriakan dari Tante Gita.
" HATI-HATI LIIN!!! "
Spontan Pak roslan dan Mak Nurlela menolehkan kepalanya, ke Delina.
" LINA! "
" DELINA ANAK KU!!!! "
BUGH....
" HUhuhu....Sakit, hiks... Ehh?! Kok- "
Delina sempat memejamkan matanya ia sudah menangis tersedu-sedu seandainya dirinya jatuh gara-gara kepeleset dan salah pijak ditangga tadi.
" Lin! Berat nih, buka mata lo." Sebuah suara yang begitu dekat ditelinganya menyadarkan Delina, wanita itu membuka matanya dan....
Ternyata, suara Aldo. Pria itu yang menggendongnya ala Bridal Style.
" TURUNIN GUE! NAJIS KALI! " Pekik Delina memberontak, membuat Aldo menurunkan Delina kasar karena wanita itu membrontak.
" SABAR EGE! LO KIRA, LO GAK BERAT APA. " Balas Aldo.
" Hehehe,, sorry. Tapi makasih yaa." Delina hanya menyengir saja.
PAKH...
PAKH...
PAKH...
" Aww! Sakit Mak! " Rngis Delina saat punggunnya ditabok wnaita tua itu.
" Lebih sakit, kepala Mamak. Dari pada punggung mu yang Mamak tabok! " Marah Mak Nurlela.
" Lagi? Panjat aja lagi, kau tuh pohon mangganya. kalau perlu, gak usah kau turun tinggal aja diatas sana sama mbk kunti peliiiharaan bapak mu ini! "
" Ish, jahat kali mamak sma anaknya."
" Biarin! Jadi anak bandel banget, gak bisa betul kasih tahu. Kamu itu lgai hamil Lin! Kalau kamu gak hamil gak masalah mau kamu panjat 10 kali dalam sehari gak turun-turun diatas aja ampe malam Mamak gak perduli! "
" Iya, Lin. Bener apa yang dikatakan Bu Lela, kamu lagi hamil. Kalau terjadi apa-apa sma kamu gimana? Kamu bawa dua nyawa sekaligus." Sahut Tante Gita.
" Tambah sakit aja kepala mamak..." Mak Nurlela memegangi kepalanya.
" Minum obat mak biar sembuh."
" Gimana mau sembuh! Biang keroknya gara-gara kamu! Tekanan mamak kambuh terus! " Ucap Mak Nurlela mendelik pada anak nya itu yang hanya menyengir tak jelas.
" Sudah-sudah, lain kali. Bilang sama bapak, jangan kayak gini. Bapak cmas loh sama kamu, kamu itu anak perempuan bapak stu-satunya, mana kamu dititipkan sama suami mu ke bapak. Kalau kamu sampe lecet habis bapak nanti dituntut suamimu."
" Iya Pak, maaf. Mamak maaf juga ya, aku gak bakalan kayak giutlagi."
" Saya sampe kaget loh, liat Lina manjat diatas pohon mana pakai dater putih rambut di urai apa gak cosplay Mbak Cintia hah." Sahut tante Gita bergidik ngeri jika di ingat lagi.
" Maksdnya? Mbak cintia siapa?" Dahi Delina berkrut.
" Penunggu pohon mangga, namanya cintia." Jawab Aldo santai.
Busettt!!!!!!!
" KUNTI PUN ,ADA JUGA NAMANYA!!!! " Delina melotot tak percaya namnya kalah keren dari sang hantu penunggu pohon mangga pak Roslan.