NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DATANG BERSAMA WANITA LAIN

BAB 31 — DATANG BERSAMA WANITA LAIN

Sisa suara tawa Keisha di dalam mobil tadi malam masih terus terngiang di kepala Arsen sampai pagi hari.

Dan itu adalah hal yang sangat berbahaya.

Karena cukup satu kali saja wanita itu tertawa lepas di dekatnya, seluruh tembok pertahanan diri Arsen yang keras dan dingin bisa runtuh dalam sekejap.

Ia sedang sibuk menandatangani dokumen-dokumen penting di ruang kerjanya ketika ponsel di meja berdering nyaring.

Nama yang muncul di layar membuatnya menghela napas panjang:

Vanessa

Arsen menggeser tombol hijau dan mengangkatnya dengan nada datar.

“Ada apa?”

“Selamat pagi juga untukmu, sayang,” suara wanita di seberang sana terdengar tajam, percaya diri, dan sedikit menggoda. “Aku sudah mendarat di Jakarta. Meeting dengan investor dipercepat jadi hari ini.”

“Suruh timku yang tangani.”

“Mereka maunya ketemu kamu. Keras kepala katanya.”

“Aku sibuk.”

Vanessa tertawa kecil, tawanya terdengar mengejek.

“Sibuk dengan siapa? Wanita yang bikin kamu pulang lebih cepat setiap hari itu?”

Arsen diam. Tidak menjawab.

“Itu bukan urusanmu.”

“Bagus. Berarti rumor yang kudengar itu benar.”

Tut.

Panggilan ditutup sepihak oleh Arsen dengan kesal.

 

Di rumah Keisha, pagi itu berjalan seperti biasa.

Atau setidaknya Keisha berusaha keras menganggapnya biasa.

Ia menyapu ruang tamu dengan sapu lidi, namun matanya tanpa sadar terus melirik ke arah pagar depan setiap beberapa menit sekali.

Ibunya yang sedang memotong sayur di dapur melihat semua tingkah putrinya itu dan tersenyum licik.

“Kalau mau nungguin orang, duduk saja sana. Jangan pura-pura nyapu lantai yang sudah bersih mengkilap begitu.”

“Aku enggak nunggu siapa-siapa!” bantah Keisha cepat.

“Lima menit sekali lihat pagar. Ada apa gerangan?”

“Karena... ada kucing lewat!”

Ibunya manggut-manggut pura-pura percaya.

“Namanya Arsen ya kucingnya?”

Keisha memelototi ibunya, malas berdebat lebih jauh.

 

Tak lama kemudian Leo berlari masuk sambil membawa kertas gambar baru di tangannya.

“Mama! Lihat apa yang Leo gambar!”

Di atas kertas itu tergambar tiga orang yang sedang bergandengan tangan.

Sosok pria yang sangat tinggi besar.

Sosok wanita berambut panjang di sebelahnya.

Dan satu sosok kecil di tengah-tengah mereka.

“Itu siapa semua?” tanya Keisha pelan, dadanya terasa berdebar aneh.

“Itu Leo, Mama, sama Papa,” jawab anak itu polos dan bangga.

Jantung Keisha mencelos. Ada rasa hangat yang bercampur sesak di sana.

“Kenapa gambar Papanya besar sekali sampai menutupi kalian?”

“Biar Papa bisa jagain kita dari bahaya,” jawab Leo sederhana.

Keisha tak mampu menjawab. Kata-kata anak kecil seringkali lebih jujur daripada apa pun.

 

Menjelang siang, suara mesin mobil yang sangat dikenalnya terdengar berhenti tepat di depan pagar rumah.

“PAPAAAAA!!!”

Leo berteriak paling keras dan langsung berlari secepat kilat keluar rumah.

Keisha refleks berdiri tegak dari sofa, jantungnya berpacu menunggu sosok itu muncul.

Namun langkah kakinya terhenti mendadak tepat di ambang pintu saat melihat siapa saja yang turun dari mobil itu.

Arsen keluar dari sisi pengemudi seperti biasa.

Tapi... dari sisi penumpang yang lain, turun juga seorang wanita.

Wanita itu sangat cantik, tinggi, dan memancarkan aura classy yang kuat. Ia memakai blazer putih mahal, rambut cokelat panjang terurai, kacamata hitam, dan berjalan dengan tumit tinggi yang sangat percaya diri seolah dia adalah ratu di situ.

Wanita itu melihat-lihat sekeliling, lalu langsung tersenyum pada Arsen dan—tanpa rasa sungkan sedikit pun—ia merangkul erat lengan pria itu.

Keisha membeku sempurna. Dunia seakan berhenti berputar sesaat.

 

Leo sudah memeluk kaki Arsen dengan antusias.

“Papa! Kamu lama banget!”

Arsen langsung mengangkat tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.

Namun matanya langsung mencari sosok Keisha di teras.

Dan ia melihatnya. Wanita itu berdiri kaku, wajahnya datar. Terlalu datar.

Itu tanda bahaya terbesar.

Arsen segera menurunkan Leo dan berjalan cepat mendekat ke arah pintu.

“Keisha, aku bisa jelaskan.”

“Aku enggak tanya apa-apa,” jawab Keisha dingin.

“Belum. Tapi wajahmu itu sedang bertanya sejuta hal.”

Keisha mendesis pelan, menahan emosi.

“Aku enggak peduli kamu datang sama siapa. Bebas.”

“Bagus,” sahut suara wanita lain dari belakang. “Berarti kita bakal bisa akur.”

Keisha menoleh. Wanita itu sudah berdiri tidak jauh dari sana. Ia melepas kacamatanya, memperlihatkan sepasang mata yang tajam dan cantik.

“Hai. Aku Vanessa.”

Keisha menyambut uluran tangan itu dengan singkat dan kaku.

“Keisha.”

Vanessa tersenyum tipis, menatap Keisha dari ujung kaki sampai ke ujung kepala seolah sedang melakukan evaluasi.

“Oh. Jadi ini dia Keisha yang sering dibicarakan.”

Entah kenapa, nada bicara itu terdengar sangat menohok.

 

Ibunya muncul dari dapur dengan energi yang luar biasa besar, seolah tidak melihat suasana tegang yang melayang di udara.

“Ayo masuk semua! Jangan di luar panas-panasan gitu. Masuk, masuk!”

Mereka akhirnya duduk di ruang tamu.

Ayah Keisha melipat korannya, lalu menatap Arsen, lalu menatap Vanessa, lalu menatap Arsen lagi dengan tatapan menyelidik.

“Ini siapa, Nak?”

“Rekan kerja, Yah,” jawab Arsen singkat dan cepat.

Vanessa yang duduk dengan sangat anggun di sofa langsung menimpali dengan santai.

“Partner bisnis lama, Pak. Dan kadang... penyelamat perusahaan dia juga kalau lagi kacau.”

Arsen menatap tajam ke arah wanita itu.

“Kadang pengganggu jadwal saya juga,” balasnya ketus.

Vanessa hanya tertawa lepas.

Keisha duduk mematung di sudut. Ia sangat membenci kenyataan bahwa mereka terlihat begitu akrab, begitu cocok, dan begitu... seimbang.

 

Leo duduk manis di pangkuan Arsen sambil mengunyah biskuit.

Vanessa menatap anak itu cukup lama.

“Dia mirip sekali sama kamu, Sen.”

Leo langsung menyahut dengan wajah sombong tapi lucu.

“Aku lebih ganteng dong!”

Semua orang di ruangan itu langsung tertawa. Termasuk Keisha yang tanpa sadar ikut tersenyum kecil.

Arsen menoleh cepat dan menangkap senyum itu. Ia suka sekali saat wanita itu lupa cara untuk cemberut.

 

Vanessa lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah Keisha, menatapnya dalam.

“Kamu pasti wanita yang sangat spesial.”

Keisha mengangkat alisnya bingung.

“Kenapa bilang begitu?”

“Karena pria ini tidak pernah sekalipun membatalkan meeting penting demi siapa pun selama aku kenal dia. Tapi... tiga kali dalam minggu ini dia melakukannya.”

Ruangan itu mendadak menjadi hening total.

Keisha menoleh cepat menatap Arsen dengan mata terbelalak.

Arsen tampak kesal dan menatap Vanessa.

“Vanessa, cukup.”

“Apaan sih? Aku cuma bicara jujur kok.”

Dari arah dapur, ibunya terlihat menahan senyum lebar sambil berpura-pura sibuk mencuci piring.

Pengkhianatan tingkat tinggi!

 

Beberapa menit kemudian Vanessa berdiri rapih.

“Yuk, kita harus berangkat sekarang kalau mau tepat waktu.”

Arsen ikut berdiri. Ia menunduk menatap putranya.

“Sore Papa balik ya. Nanti kita beli sepeda baru, janji.”

Leo mengangguk-angguk antusias.

Lalu tatapan Arsen beralih ke wajah Keisha.

“Ada yang mau kamu bilang sama aku?”

“Enggak ada. Pergi sana.”

“Yakin?”

“Pergi sana! Investormu sudah nungguin,” jawab Keisha ketus sambil melirik Vanessa.

Vanessa yang melihat interaksi itu hanya menyeringai kecil.

Wanita itu paham betul apa yang sedang terjadi. Api cemburu sudah menyala.

 

Di teras depan, tepat sebelum masuk ke mobil, Arsen berjalan mendekat sedikit ke arah Keisha yang masih berdiri di sana.

“Kamu marah ya?”

“Tidak.”

“Cemburu?”

“Lebih tidak!”

“Aku suka sekali... kalau kamu bohong sambil menatap ke arah kiri begitu,” goda Arsen pelan.

Keisha langsung memalingkan wajahnya ke kanan dengan kesal.

Arsen tertawa pelan, suaranya terdengar ringan.

“Dia cuma rekan kerja dan partner bisnis. Tidak lebih. Jangan mikir yang aneh-aneh.”

“Bukan urusanku!”

“Semua hal tentang aku... selalu jadi urusanmu, Sha.”

“Percaya diri sekali ya!”

“Aku punya bukti kuat.”

“Apa buktinya?!”

Arsen mendekatkan wajahnya sedikit, menatap bibir wanita itu.

“Kamu masih pakai lip balm rasa stroberi. Sama persis seperti semalam.”

BYUR!

Wajah Keisha langsung memerah padam seketika.

“PERGI KAMU!!!”

Arsen tertawa puas lalu masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sangat bahagia.

 

Di dalam mobil, Vanessa yang duduk di samping melirik pria itu dengan senyum mengejek.

“Kamu menyebalkan sekali, tahu?”

“Aku tahu.”

“Dan kamu... jatuh cinta parah banget sama dia.”

Arsen menatap lurus ke jalanan yang ramai, wajahnya tampak tenang namun matanya bersinar lembut.

“Sudah lama. Sangat lama.”

“Terus dia? Dia sadar nggak?”

Arsen tersenyum tipis, senyum penuh keyakinan.

“Dia sedang dalam proses... mengakuinya.”

 

Sementara itu di dalam rumah, Keisha menutup pintu depan dengan keras lalu langsung menjatuhkan dirinya ke sofa dan memeluk bantal dengan erat.

Dadanya terasa panas.

Pikirannya penuh dengan bayangan wanita tadi.

Dan hal yang paling menyebalkan yang harus ia akui pada dirinya sendiri adalah...

Ia benar-benar tidak sabar menunggu pria itu pulang sore nanti.

Bersambung...

1
Lasmin Alif nur sejati
ohh,, berarti ini ceritanya ngulang lagi ke masa Arsen baru memuin Keisha, mau minta restu ke orang tuanya Keisha, tapi maaf ya Thor, ceritanya jadi bingungin, maaf ini loh Thor bukan mau merendahkan atau menjatuhkan, cuma pendapat dari saya, seharusnya dilanjut saja biar gak bingung pembaca
wiwi: makasih kak😄
total 3 replies
Yunes
Yaaa abis😭😭😭😭
wiwi: tunggu updatenya Kak
total 2 replies
Yunes
Cie cie bau2 nikah nich😍😍😄
Yunes
Wow😍😍😍
Yunes
MasyaAllah aq suka aku suka 😍😍😍💪💪
Yunes
Lanjut Thor kereeennn
Yunes
Alhamdulillahi 😍😍 Happy with ur Son
Yunes
😍😍😍💪💪
Yunes
Semangat Thor😍💪💪
Yunes
😭😭😭
Yunes
Mudah2 an tidak hamli amiiiin🤭
Lasmin Alif nur sejati
ceritanya bagus Thor, tapi kadang bingung, alurnya maju mundur apa gimana ini ya, kemarin sudah ada Aluna sekarang cuma ada leo
wiwi: makasih kak
total 3 replies
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!