NovelToon NovelToon
Misteri Hantu Penculik Bayi

Misteri Hantu Penculik Bayi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin / Hantu / Tumbal
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lili Aksara 04

Namanya Arumi, seorang gadis yang tinggal di desa Dukuh Asem.

Arumi adalah seorang gadis yang baik hati dan suka membantu orang tuanya.

Namun, ketenangan itu perlahan menghilang, saat bayi-bayi di desanya mulai meninggal satu-persatu dengan darah yang mengering.

Arumi juga mulai sering melihat penampakan aneh, bahkan sampai hampir disakiti oleh sesosok kuntilanak merah.

Kuntilanak itu selalu mengatakan, kalau ibunya Arumi telah membuat hidupnya hancur.

Arumi dan adiknya, yang bernama Bella, mulai merasa curiga dengan kedua orang tuanya.

Apalagi, mereka sering tampak terlihat aneh.

Arumi juga merasakan keanehan dengan dirinya, sebab dirinya sering melihat penampakan aneh.

Sebenarnya, apakah yang terjadi? Dan mampukah Arumi mengungkap semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Aksara 04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Tiga puluh menit sudah mereka melakukan perjalanan.

Akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Ustaz Abdullah tiba di halaman sebuah pondok pesantren.

Di gerbang pondok, tertulis jelas dengan tinta hitam, yaitu Pondok Pesantren Al-Azami.

Itulah nama dari pesantren milik Ustaz Abdullah.

Saat mereka tiba, lampu-lampu pondok menyambut kedatangan mereka, dan juga udara malam yang semakin menusuk sampai ke tulang.

Jam baru menunjukkan pukul delapan malam, dan masih ada para santri putra yang sedang mengobrol satu sama lain.

"Arumi, Bella, ayo ikut kami ke ndalem utama. Kalian bisa istirahat di sana," ucap Ummi Farida setelah mereka semua turun dari mobil.

"Iya, baik, Ummi," jawab Arumi sembari menganggukkan kepalanya.

Sejujurnya, Arumi merasa sedikit gugup saat harus menginjakkan kaki di lingkungan pondok pesantren yang begitu agamis.

Padahal, sebelumnya di Desa Dukuh Asem, ia adalah seorang guru ngaji yang sudah terbiasa mengajar anak-anak kecil.

Namun, akibat baru pertama kali datang ke pondok, tentu saja ada rasa takut dan ragu apabila sifat dan sikapnya tidak diterima oleh lingkungan pondok.

Rumah ndalem utama memang masih berada satu bangunan di dalam pondok pesantren.

Hanya saja, rumah itu berada di belakang area pesantren, jadilah tidak ada para santri yang berlalu-lalang ke sana.

"Tok, tok, tok.

"Assalamualaikum, Bi," ucap Umi Farida seraya mengetuk pintu rumahnya.

Ceklek.

Pintu terbuka, menampakkan seorang wanita yang usianya mungkin hanya selisih beberapa tahun lebih muda dari Umi Farida.

"Waalaikumsalam. Eh, ternyata Ibu sama Bapak udah pulang," jawab wanita tersebut.

"Ayo, mari masuk, Arumi, Bella," ucap Ustaz Abdullah mempersilakan.

Kedua gadis itu melangkah masuk dengan lebih dulu mengucap salam.

Arumi tampak sedikit kagum dengan arsitektur rumah tersebut.

Rumah itu tampak sederhana saja, namun begitu bersih dan juga terawat, apalagi banyak barang-barang yang terlihat bukanlah barang murah.

"Bi Inah, kenalkan, ini namanya Arumi dan Bella. Mereka gadis yang tersesat, makanya kami bawa ke sini," ucap Umi Farida yang memperkenalkan dua gadis yang ia bawa.

"Oh iya, salam kenal ya, Neng Arumi, Neng Bella. Semoga kalian nyaman di rumah ini. Nggak usah sungkan-sungkan sama Bibi ya, Neng," ucap Bi Inah sembari tersenyum ramah.

"Iya, Bi, terima kasih," balas Bella sembari ikut mengangguk ramah.

"Oh iya, kalau misalnya kalian satu kamar berdua dulu, nggak apa-apa, kan? Soalnya, di rumah ini banyak kamar yang nggak kepakai, jadi banyak kamar yang nggak diberesin. Cuman ada satu kamar tamu yang udah diberesin," ucap Umi Farida. Ekspresi wajahnya tampak sedikit tidak enak.

"Oh iya, nggak apa-apa, Umi. Lagi pula, kan aku sama Bella sama-sama perempuan juga. Jadi, nggak masalah," jawab Arumi.

"Ya udah kalau begitu. Itu, kamar kalian ada di sebelah sana," tunjuk Umi Farida sembari tangannya menunjuk ke suatu arah.

"Iya, terima kasih ya, Umi. Kalau begitu, kami ke sana dulu," kata Arumi sembari mengangguk.

"Ya, beristirahatlah. Lagi pula, ini sudah malam," jawab Umi Farida.

Kemudian, Umi Farida dan Ustadz Abdullah berjalan menuju ke kamar mereka.

Begitu pun Arumi dan Bella, mereka juga melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar yang dimaksud oleh Umi Farida tadi.

***

Bella langsung merebahkan dirinya ke atas ranjang kala mereka tiba di kamar yang akan menjadi tempat peristirahatan selama di rumah Abah Abdullah.

Gadis itu tampak sangat lelah.

Ia tak ada niatan untuk beranjak sedikit pun dari atas ranjang.

"Kamu gak cuci muka dulu gitu, Bell?" tanya Arumi.

"Lagian kalau cuci muka juga emangnya ada baju gantinya, Kak? Kita kan gak bawa baju," ucap Bella.

"Iya sih. Lagian ibu itu aneh, masa mau ngasih kita ke dukun tapi gak ngebekalin apa-apa," jawab Arumi.

"Ya kalau bawa baju, yang ada kita curiga duluan lah, Kak," ucap Bella ada benarnya.

"Iya juga. Lagian kalau kita sampai bawa baju, aku mana mau ikut, soalnya udah menduga yang enggak-enggak," jawab Arumi membenarkan.

"Nah, makanya itu. Terus gimana sekarang ya, Kak? Aku juga pengen ganti baju loh," ucap Bella bingung.

"Iya, aku juga sama. Mau pinjam tapi nggak enak. Apalagi kayaknya Ustadz Abdullah sama Umi Farida nggak punya anak perempuan, jadi mana punya baju buat gadis seusia kita," jawab Arumi.

"Ya udahlah, Kak, mending kita coba dulu aja. Um, kayaknya kita bisa nanya sama Bi Inah. Mungkin dia belum tidur," ucap Bella memberi saran.

"Hmm, ya udahlah, ayo," ajak Arumi sembari berdiri dari duduknya.

Kemudian, kedua gadis itu melangkahkan kaki mereka keluar dari kamar.

Mata Arumi celingukan ke sana kemari.

Ia melihat sekiranya jika ada Bi Inah, maka akan langsung dipanggil untuk bertanya.

Namun, wanita itu tak kunjung terlihat.

Entah sudah tidur, atau mungkin sedang berada di ruangan yang tak mereka ketahui.

"Loh, kalian belum tidur? Kok masih ada di sini?" tanya Umi Farida yang rupanya memergoki Arumi dan Bella.

"Iya, Umi. Soalnya kita..."

Arumi sedikit ragu mau membicarakan apa yang dia inginkan, sebab begitu merasa tak enak, sehingga ucapannya menjadi terpotong.

"Kenapa kalian itu? Ngomong aja, Umi gak bakal makan orang kok," ucap Umi Farida sembari terkekeh pelan.

"Itu, Umi... Aku sama Bella pengen ganti baju. Tapi kita kan gak bawa baju, dan gak bawa alat mandi juga. Jadinya bingung," jawab Arumi akhirnya jujur.

"Oh, ya Allah, kirain apa. Ya udah, kalau gitu Umi pinjemin baju punya anak Umi, ya. Dia emang nggak tinggal di sini, Dia menimba ilmu di pesantren lain. Tapi bajunya masih ada kok beberapa di sini. Dan soal alat mandi, kalian bisa pakai yang ada di rumah ini dulu. Ada kok sikat gigi yang bersih," ucap Umi Farida panjang lebar.

"Hehe, makasih ya Umi. Maaf nih jadi ngerepotin kita," kata Bella sedikit tidak enak.

"Kalau di sini nggak usah sungkan-sungkan. Santai aja, anggap rumah sendiri. Lagian, Umi juga paham kok kalau misalnya kita tidur tapi nggak bersih-bersih dulu, itu rasanya aneh, kayak ada yang kurang. Oh iya, kamar mandinya ada di sebelah sana," tunjuk Umi Farida ke suatu arah.

"Nanti, habis dari sana, belok ke arah kanan, lurus, nanti ada pintu. Habis pintu itu, baru deh kamar mandinya," lanjut Umi Farida dengan detail.

"Siap Umi, kalau gitu kita bersih-bersih dulu," pamit Arumi.

Setelah berpamitan, Arumi dan Bella mengikuti instruksi Umi Farida.

Benar saja, setelah mereka menemukan pintu, rupanya di sana memang ada sebuah kamar mandi.

"Aku duluan ya, udah nggak enak banget nih," ucap Bella.

"Iya, Bell. Aku nunggu di sini," jawab Arumi.

Kemudian, gadis itu duduk pada sebuah kursi yang ada di sana.

Dengan tanpa melakukan apapun tentunya, sebab handphone pun tak ada.

1
Lenny Utami
kasian Bu lela
Lenny Utami
ku setel murotal sambil tidur 👍
Lenny Utami
pembukaan dah bayi ilang
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
😭😭😭 kasian bayinya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
tuh kan bener. kalah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
perasaanku bakalan kalah ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
padahal anaknya solehah ya. kok ya bapak ibunya seperti ini
Miss You
Kasian bangeg bayinya meninggal, sakit nggak apa nggak mana malem lagi meninggalnya kamu, Nak.
mama Al
hadeh emak nya gila mau numbalin anaknya
SANG
Mampir ya Thor 👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪👍👍👍💪💪💪💪
SANG
Semangat ya thor👍💪
SANG
Aku kasih like ya Thor👍💪
SANG
Mantap banget👍💪
SANG
Aku kasih suka ya Thor👍💪
SANG
🍒 seru👍💪
Aii Flow🌷
Susi, janis kuntilanak macam apa? jangan sampai deh ketemu begituan🤧
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
seger arumi
mama Al
lah ini nyai gimana sih? anak wedok nya dalam bahaya lah dia kayak terkesan ngumpan anaknya.
Mutia Kim🍑
Nggak enak memang jadi anak indigo😭
arsyila putri
Arumi lebih banyak teman hantunya kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!