NovelToon NovelToon
Tanah Berdebu

Tanah Berdebu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Warning !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada. Terimakasih 🙏

Di balik jubah sucinya sebagai pewaris pesantren, Zavier El-Shaarawy menjalani kehidupan ganda yang gelap di gemerlap Kota A. Sebagai pria liar yang haus kebebasan, ia terjerat dalam asmara membara bersama Zaheera Bareeka, gadis kota yang menjadi pusat dunianya. Namun, rahasia itu runtuh saat takdir menyeret mereka kembali ke tembok pesantren yang kaku.
Demi menutupi dosa dan menyelamatkan kehormatan keluarga, Zavier nekat membawa Zaheera masuk ke dunianya. Di bawah pengawasan Keluarga, sebuah pernikahan rahasia dilangsungkan demi menghalalkan sentuhan yang terlanjur melampaui batas.

Happy Reading Dear 🤗🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Siang itu, matahari di atas Pesantren Al-Iman seolah memancarkan kebahagiaan yang meluap. Di teras samping ndalem, Zavier sedang memanjakan Zaheera dengan cara yang membuat siapa pun yang melihatnya akan tersenyum geli. Sejak pulang dari rumah sakit tempo hari, Zavier menjadi sepuluh kali lipat lebih protektif dan manja.

"Mas, sudah... ini suapan ketiga. Aku kenyang," tawa Zaheera pecah saat Zavier mencoba menyodorkan potongan mangga madu yang sudah dikupas rapi.

"Satu lagi, Sayang. Biar pipimu makin berisi. Mas suka melihatmu agak chubby begini, lebih menggemaskan," goda Zavier sambil mencolek hidung istrinya.

Zaheera menerima suapan itu, namun tiba-tiba raut wajahnya berubah. Ia meletakkan tangannya di dada, napasnya terasa pendek. "Mas... kepalaku mendadak berputar."

Zavier seketika meletakkan piringnya. "Zee? Kenapa? Wajahmu pucat sekali."

Belum sempat Zavier meraih pundaknya, tubuh Zaheera lunglai. Ia jatuh pingsan tepat di pelukan Zavier. Dunia Zavier seakan runtuh dalam detik itu juga.

"ZEE! ZAHEERA! BANGUN, SAYANG!" teriak Zavier histeris. Suaranya menggelegar ke seluruh penjuru ndalem. "UMI! ABI! MAS AZLAN! TOLONG!"

Zavier menggendong tubuh istrinya dengan tangan gemetar hebat. Ia berlari menuju depan rumah seperti orang gila. "MAS AZLAN! MOBIL, MAS! CEPAT!"

Gus Azlan yang baru saja keluar dari perpustakaan langsung tanggap melihat adiknya yang kacau balau. Ia segera menyambar kunci mobil dan memanaskan mesin dalam hitungan detik. Di kursi belakang, Zavier mendekap Zaheera sangat erat. Ia menciumi kening, pipi, dan tangan istrinya berkali-kali, air matanya jatuh membasahi wajah Zaheera yang tak sadarkan diri.

"Jangan tinggalkan aku, Zee... Aku mohon, ya Allah, jangan ambil istriku. Aku baru saja memulainya dengan benar," rintih Zavier sepanjang jalan, suaranya parau oleh tangis yang tak terbendung.

Sesampainya di rumah sakit, Zaheera langsung dilarikan ke ruang IGD. Keluarga besar berkumpul dengan raut cemas. Zavier terus mondar-mandir di depan pintu, tak henti-hentinya merapalkan doa.

Tak lama kemudian, dokter keluar dengan senyum yang menenangkan. "Keluarga Ibu Zaheera?"

Zavier menghambur maju. "Saya suaminya, Dok! Bagaimana istri saya?"

Dokter tertawa kecil, menepuk bahu Zavier. "Tenang, Pak. Istri Anda hanya kelelahan dan mengalami perubahan hormon yang drastis. Selamat, ya. Istri Anda sedang hamil delapan minggu. Tolong dijaga, jangan sampai stres."

"Alhamdulillah!" suara syukur serempak menggema di lorong rumah sakit. Umi Hannah memeluk Abi Luqman sambil menangis bahagia. Syafi'iyah mendekati adiknya, mengelus lengan Zavier yang masih gemetar karena syok.

"Selamat, Dek. Masya Allah... doa kalian dikabulkan secepat ini. Jaga istrimu, jaga kandungannya baik-baik," ucap Syafi'iyah lembut.

Zavier terduduk lemas di kursi tunggu, ia menangis lagi, tapi kali ini tangis haru. Ia teringat doanya di depan perut Zaheera pada malam pertama mereka. Tuhan benar-benar mendengar rintihan pendosa yang sedang bertaubat.

Di tengah kegembiraan itu, Gus Azlan merasa sesak. Ia merasa bahagia untuk adiknya, namun hatinya sendiri sedang dihantam badai yang tak kunjung reda sejak pertemuannya dengan Azalea di makam pagi tadi. Ia butuh ruang. Ia butuh bicara pada Rabb-nya.

"Umi, Azlan ke masjid rumah sakit sebentar. Mau jamak ashar sekalian menunggu waktu," pamit Azlan pendek.

Ia berjalan menyusuri lorong panjang menuju masjid. Namun, langkahnya terhenti saat melewati area terbuka yang dikhususkan untuk merokok. Aroma tembakau menyengat indra penciumannya. Mata Azlan membelalak saat melihat sosok yang sangat ia kenali duduk di sana, di atas bangku besi yang dingin.

Azalea Maheera.

Wanita itu mengenakan kaos tanpa lengan yang memperlihatkan tato-tato rumit di tangannya. Di jemarinya terselip sebatang rokok yang menyala. Ia tampak sangat kurus, tulang pipinya menonjol, dan kulitnya tampak sedikit menguning. Mereka sempat bertatapan sedetik, namun Azalea segera membuang muka, seolah mereka adalah orang asing yang tak pernah berbagi janji mahar.

Azlan memilih untuk menghindar. Ia berdiri di balik tembok besar, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Ia ingin terus berjalan ke masjid, namun kakinya terasa berat. Saat itulah, ia mendengar suara lain di area merokok tersebut. Suara seorang wanita yang tampak sangat kontras dengan Azalea—berjilbab panjang dan teduh.

"Yang sabar, Zalea... Kau masih punya waktu dua bulan untuk hidup jika melihat kondisi ini," suara wanita itu terdengar parau, penuh empati. "Apa kau tidak ingin bertaubat? Kembali ke jalan Allah sebelum waktu itu tiba?"

Azlan mematung di balik tembok. Napasnya tertahan.

"Penyakit Gagal Hati ini bukan main-main, Lea. Stadium lanjut ini sudah tidak merespons pengobatan lagi. Sirosis itu sudah merusak segalanya di dalam sana," lanjut wanita itu.

Azalea tertawa. Tawa yang sangat pendek dan terdengar menyakitkan. "Tidak apa-apa, Fat. Kalopun aku mati sekarang, tidak akan ada juga yang akan merindukan. Dunia tidak butuh Noda sepertiku."

Azalea menghirup rokoknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya ke udara bebas. "Aku justru ingin cepat-cepat selesai. Aku ingin berkumpul bersama keluargaku di sana. Setidaknya di sana tidak ada yang akan menghakimiku karena dosaku."

Deg.

Dunia Azlan terasa berhenti berputar. Matanya seketika memerah, panas oleh air mata yang siap tumpah. Informasi itu menghantamnya lebih keras daripada berita kematian orang tua Lea dulu.

Gagal hati. Sirosis stadium lanjut. Dua bulan.

Setiap kata itu terasa seperti vonis mati bagi jiwa Azlan sendiri. Ia meremas kain jubahnya, menahan diri agar tidak keluar dari balik tembok dan memeluk wanita yang sedang sekarat itu. Hatinya menjerit, Kenapa Lea? Kenapa kamu menyimpan luka ini sendirian?

Azlan menyadari satu hal: keberingasan Lea, tato-tatonya, dan sikap menjauhnya dari Tuhan adalah cara Lea untuk berteriak dalam diam. Dia sedang sekarat, bukan hanya raga, tapi juga jiwanya. Dan Azlan, pria yang mengaku mencintainya demi Allah, justru nyaris meninggalkannya karena menganggapnya kotor.

Di balik tembok itu, Gus Azlan jatuh berlutut. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, menangis tanpa suara. Di satu sisi rumah sakit ada kabar kehidupan baru bagi Zavier, namun di sisi lain, ada cahaya yang sedang meredup menuju kematian.

Azlan menyadari bahwa doanya di sepertiga malam tadi—untuk dijauhkan dari Azalea—mungkin adalah doa yang salah.

Mungkin Tuhan membawanya ke sini bukan untuk menjauh, melainkan untuk menjadi saksi atas sebuah perjalanan pulang yang paling pahit bagi sang kupu-kupu yang sayapnya telah patah total.

1
winpar
lnjuttttttt💪💪💪💪💪lnjuttttttt
Ros🍂: Okay kak🥰
total 1 replies
winpar
thorrrr lnjut ceritanya thorrrr
Ros🍂: ashiappp kak🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
semangat thor 💪💪💪
Ros🍂: Jangan lupa di-like ya kak🙏 biar Author semangat, ma'aciww 🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
di tggu up ny ya thor jgn lm2 ,, aku nggak sanggup nggu lm2 🤣🤣🤣
Ros🍂: persis Zavier 🤣 nggak kuat lama-lama 🥰🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!