NovelToon NovelToon
Limerence

Limerence

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?

Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.

Jadi, siapa yang harus dipilihnya?

Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?

Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.

Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...

hihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Not This Time

“Ha? Takut?” aku menatap ke atas berusaha mengingat kesalahan yang pernah kubuat di kantor. Sepertinya ngga ada yang salah.

“Iya, pernah dengar tapi dulu selentingan, banyak yang tanya juga ‘kok kamu bisa akrab sama Mbak Six’ atau ‘kamu ngga diapa-apain kan sama Six’, juga ada yang ngomong ‘pokoknya jangan bikin Six marah’ begitu.”

“Ya Ampun... pada lebay. Aku cuma gadis desa loh...”

“Aku juga ngga nyangka loh bisa diposisi begini sama kamu.” Ia menunduk untuk mencium bahuku. “Apalagi... sampai peluk kamu begini.” Ia semakin mempererat rengkuhannya. Tangan yang satu memeluk pinggangku, dan yang satu menyusup dari pinggang sampai ke punggung dan menahan tengkukku.

Kami kembali berciuman, bibirnya sangat erat melekat dengan tegas dan tidak sabar. Saat beberapa lama napasnya mulai memburu dan semakin memperkuat rengkuhannya sampai aku sesak dan sama sekali tidak bisa bergerak, terkunci dalam posisi duduk di ujung konter dengan kedua paha terbuka menyambut pinggangnya yang kokoh. Ia memainkan lidahnya, membelai dari dalam bagaikan ingin memakanku saat itu juga.

Aku memekik saat ia menekan bagian bawah ke arahku, ia sudah siap sepenuhnya.

Apakah ini saatnya?

Tangan yang tadinya menahan pinggangku naik ke atas dan menyusup masuk ke kaosku, lalu membuka kaitan bra ku dan meremas dadaku. Napasnya makin memburu. Aku melenguh menahan nikmat.

Entah bagaimana kalau berhadapan dengan pria ini aku tidak menjadi diriku. Seluruh tubuhku mari rasa dan nyatanya aku yang sebisa mungkin berpikir logis menjadi naif.

"Non?"

Kami berdua langsung terdiam.

Terpaku.

Si Bibi dengan wajah kaget ada di samping kami, memergoki kami dengan wajah terkejutnya.

Lucas melepaskan tangannya dan kami berdua menghela napas.

"Haduh maaf non, saya pikir non cuma sendiri. Aduh maaf yaaa" seru si Bibi salah tingkah. Wanita setengah baya gemuk dan berkerudung itu lalu cepat-cepat berlalu sambil tersipu.

"Mau lanjut di kamar?" bisikku, aku masih ingin bersamanya.

Ia mencium bibirku lagi. Sekilas namun cukup tegas.

"Aku mau berangkat." katanya.

Aku menghela napas kecewa.

"Ke tempat Leon?" tebakku.

Ia mengangguk.

"Pasti bukan sekedar main game kan sampai kamu tega ninggalin aku begini?"

"Main game?" ia memandangku dengan pandangan bertanya. Lalu sepertinya otaknya langsung mencerna maksud kata-kataku. "Bisa dibilang semacam permainan taktis, tapi jauh dari game yang kamu maksud." sahutnya.

"Aku boleh tau?"

"Belum saatnya."

"Clue?"

"Hm... Apa yang mau kamu tanyakan? Aku coba jawab sebisaku."

Secercah kalimat langsung terpatri di otakku.

"Apa hubungan kamu dengan pak Alex?"

Ia terkekeh. "Yah... Aku ngga bisa bohong sama kamu." ia menatapku dengan sendu. Namun ia memberiku tanda bahwa ia ada hubungannya dengan Pak Alex. Dia bukan sekedar Office Boy biasa.

"Mana ada office boy yang form cutinya langsung ditandatangani oleh Pak Alex langsung, ya kan?" aku menyindirnya.

Ia terkekeh lagi.

"Love you so much..." ia menciumku lagi.

Ponselnya bergetar lagi.

Ia meraihnya dan menghela napas. "Boleh kuangkat?" terlihat di layar tulisannya *Fuc*in Bastard.

Aku mengangguk.

"Ya Pak Leon..." desisnya malas.

Terdengar suara Leon dari seberang sana, nadanya seperti memaki dan mengumpat tapi tidak terdengar jelas olehku.

"Ngga, belum, paaaak..." balasnya.

Lalu terdengar teriakan lagi.

"Iyaaaa pak, tunggu sekitaaar... Hm... 45 menit?"

Aku hanya bisa mendengar Leon berseru 'kok lama banget 45 menit memangnya jarak sana kesini berapa kilo, bambaaaang!!' begitu.

"Hm..." Lucas melirikku. "Saya kan harus... mandi dulu pak." ia mengerling padaku.

Terdengar seruan Leon lagi.

"Eh, ditutup..."Lucas tertawa, raut mukanya jahil. "Masih mendam perasaan ke kamu tuh dia." sahutnya padaku.

"Itu sebabnya dia kamu namain *Fuc*in Bastard di kontak kamu?"

"Iya. Aku juga suka kesal kalo ngeliat dia, keingetnya kamu pernah..." ia tidak melanjutkan. Mukanya langsung muram sambil mengutak-atik ponselnya dengan jemarinya yang panjang.

"Aku numpang mandi yah." sahutnya sambil berjalan menuju kamarku.

"Bareng yah." aku sebenarnya hanya ingin menghiburnya karena merasa bersalah soal masa laluku dengan Leon.

"Jangan dulu." ia menghentikan gerakku.

Aku menatapnya dengan pandangan bertanya. "Aku lagi... Laper banget. Takutnya ngga bisa tahan."

Lapar yang ia maksud sudah pasti bukan makanan.

"Kamu tahu aku ngga keberatan..." kataku sambil tersenyum menggodanya.

I want him so much

Aku sangat ingin merasakan bagaimana caranya merengkuhku dan bersatu dengannya.

"Kalau hal itu terjadi, aku ngga bakalan bisa sampai ke sana." Lucas terkikik, "Kamu tahu kalau Pak Leon udah ngomel..."

Tiba-tiba dalam pikiranku terbersit kata-kata yang paling kutakutkan.

Karena saya mulai jatuh cinta sama kamu...

Dia juga menyimpan rahasia.

Sama-sama baru kehilangan sosok ibu

Sama-sama jatuh cinta padaku

Namun dengan kepribadian yang berbeda.

"Kalau Pak Alex ngomelnya gimana?" tanyaku akhirnya.

Lucas tampak berpikir.

"Sejauh ini, Pak Leon biasanya mengalah." ia menyeringai.

Aku ikut menunjukkan seringaiku.

“Aku coba bersabar ya menghadapi kamu.” Desisku. “Tapi jujur, aku ngga ingin berhubungan sama orang yang tidak kukenal, apalagi yang suka berbohong.”

“Kamu belum kenal aku tapi kamu sudah minta dicium waktu itu.”

Ia mengingatkanku saat aku minta dicium di depan orang .

“Dan maksa aku buat jadi pacar kamu malamnya.”

Aku mencibir

“Aku pikir aku kenal kamu.” Dalihku.

Ia menatapku lagi kali ini dengan ekspresi yang sulit kugambarkan. Bukan dengan mata Lucas. Ini adalah dia yang berbeda.

“Memang ada beberapa hal yang masih aku simpan, perlahan kamu akan tahu. Tapi aku bukan kriminal, dan perasaanku ke kamu bukan bohong. Aku berbohong mengenai beberapa hal, aku akui.”

“Seperti?” aku berusaha memancing lagi.

“Tapi kebohongan itu aku lakukan untuk sesuatu yang besar, untuk keluargaku, ibuku terutama. Aku akan jujur ke kamu suatu saat, tapi aku berani jamin untuk kamu keberadaanku nyata apa adanya.”

“Kapan aku bisa menerima pengakuan itu?”

Ia menyeringai.

“Mungkin, dengan segera...”

Entah bagaimana sekali lagi aku terhipnotis ke dalam pesonanya.

“Percaya aku? Aku butuh kamu sekarang, aku sudah ngga punya siapa-siapa.” Ia berbisik sambil membelai pipiku. “Mau tunggu aku?”

Aku menyerah...

Dan mengangguk...

Selemah inikah aku?

Sejak kapan...?

Ia menuju kamar depan untuk mengambil tasnya. Aku mengikutinya dengan tampang enggan. Rasanya belum siap berpisah lagi.

“kamu besok ke kantor?” tanyaku.

“Iya kayaknya. Tapi cuma sebentar. Bini kedua nanti ngomel-ngomel kalo ngga aku tengok.”

“Bini kedua?!” aku sewot.

“Iya... “ ia mengangkat ponselnya dan ada tulisan *Fuc*in Bastard. “Padahal aku sudah bilang mau mandi dulu tapi dia nelpon-nelpon terus.”

Aku tertawa.

“Terus kamu ceritanya ngga jadi mandi ini?”

“Nanti saja deh di kantor..” keluhnya. Lalu dia terdiam. “Mbak Six... itu komputernya sudah dari jaman kapan?”

Ia menatap komputer jadul dengan layar yang masih tabung di depannya.

“Sudah...10 tahunan kayaknya. Waktu itu Leon yang bawa kesini, hasil ngejarah dari geng preman katanya. Tapi habis itu ngga dia ambil lagi, aku juga ngga pakai karena kan itu barang rampokan.”

“Oh.” Dia cuma berkata begitu, lalu matanya berkilat.

“Oke, jalan dulu.” Ia menciumku sambil mengenakan jaketnya dan menuju motornya di depan.

 

 

1
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
puncaknya ini Novel dibab REVEALED... kalau baca ulang biar tahu kata kuncinya
MARWAH HASAN
bukan cuma quite close lagi..
malah mantan😉
LOVE U TOO¹
aku disini lagi ya ampun..
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
Cicak Speed
sesayang itu Alex sama Almira
Reni Otta
sama jangan kan Bianca aku juga suka thor kalo Alex jadi Lucas habis lucu kalo Lucas...🤭
Reni Otta
sumpah seru banget baca nya Thor deg deg ka...👍
Sha_riesha
ceritanya buagus. penulisannya enak dibaca.
Khairul Azam
aku klo baca novel ada kisah anak seperti rumi ini bener gak tega buat baca aku sekip aja meski sebagus apa novelnya
Khairul Azam
gimana sih bapak kaya gitu masih diturutin minta uang
Khairul Azam
koplsk koplak 🤣🤣🤣🤣
Khairul Azam
itulah lelaki habis manis sepah dibuang
Khairul Azam
bima aria andre mereka emang bejad tp krisna lebih lebih dan lebih bejad
Khairul Azam
kacau kacau
Khairul Azam
ini kantor kq berantakan begini yak
Khairul Azam
aku jg begitu suka minder suka gak percaya diri 🤭🤭🤭 maluan apa itu yg bikin gak pernah deket sama laki laki 🤭🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Madam ini paling update, berita blom booming madam udah bikin novel nya. novelnya juga keren , kisah yg serem saat diberita , monoton kadang pas di denger... dikemas dlm novel yg menarik & bahasa yg enak dibaca .
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️

balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
emang suara Andre bisa bikin org hamil kah Isabel 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bener kata siapa kemaren tuh di novel nya Axel Rio, apa pak Damaskus ya yang bilang ... klo owner-nya beaufort labil🤣🤣🤣 cekatan dlm mengambil sikap soal perusahaan tapi kekanan Kanakan masalah perasaan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
dihapus sama Leon lipstik nya🤣🤣🤣🤣
ncapkin
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!