Setelah melewati begitu banyak hal yang menegangkan, akhirnya seorang Alia Ragasy bisa merasakan kehidupan yang tenang dan damai seperti orang lain pada umumnya, namun bukan berarti jika dia bisa lepas dari kehidupan lamanya. Saat ia pikir itu adalah hal terakhir dari masalah yang selalu mengganggunya, namun itu justru menjadi awal dari kehidupannya yang lebih sulit dari sebelumnya!
Saran author sebelum baca season ini baca yang season 1 dulu yah, karena ada beberapa bab yang akan flashback ke season 1, biar nggak bingung hehe
selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restia pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
...Di balik mata INDIGO season 2...
...BAB 34...
...Latar belakang Fatimah...
Azam masih memeluk Alia agar perasaannya menjadi lebih tenang, namun dia merasa sangat terkejut ketika mendengar perkataan terakhir Alia.
"Kamu dalam bahaya Mas!."
Hal itu membuat dirinya semakin bingung, entah hal buruk apalagi yang sudah melintas masuk ke dalam pikiran Alia sehingga dia bisa bicara seperti itu.
Seketika Azam mendapati tangan Alia yang kembali mengeratkan pelukannya seolah sedang melihat hal yang menakutkan seperti biasanya.
****Dalam penglihatan Alia***
Oeekkk... oeeekkk...
Suara tangis seorang bayi yang baru lahir pun menghiasi sebuah klinik bidan yang letaknya tak jauh dari pondok pesantren milik Kiyai Husein.
Istri dari Kiyai Husein yaitu Ibu yai Masruroh baru saja berjuang antara hidup dan mati demi bisa melahirkan anak keduanya.
"Alhamdulillah ya Allah.. Mas, anakku sudah lahir Mas!" teriak Kiyai Husein dengan bangganya kepada Abdullah sahabatnya.
"Alhamdulillah Husein, akhirnya anak kedua mu lahir dengan selamat!" jawab Abdullah.
Abdullah adalah sahabat karibnya Husein sejak mereka masih bersekolah di Aliyah, karena usia Abdullah lebih tua sekitar 2 tahun jadi Husein memanggil Abdullah dengan sebutan 'Mas'. Mereka berdua berhubungan sangat baik, bahkan sudah seperti kakak dan adik kandung.
Sebenarnya istri dari Abdullah juga baru saja melahirkan sekitar satu Minggu yang lalu, namun begitu mendengar istri sahabatnya itu hendak melahirkan, Abdullah pun segera datang untuk menemani Husein, terlebih lagi sebelum benar-benar bisa melahirkan, Masruroh memang sempat mengalami hal-hal yang kurang wajar, jadi Husein meminta bantuan kepada Abdullah sahabatnya.
"Permisi Pak, bayinya sudah lahir dengan sehat, dan dia perempuan." ucap bidan yang menangani kelahiran Masruroh.
"Masha Allah... anak kedua mu perempuan Husein, ayo cepat lihat dia!" ujar Abdullah.
Kiyai Husein pun segera masuk ke dalam dan melihat bayi perempuannya. Ia menggendongnya kemudian menyerukan adzan dan juga Iqamah di telinga bayi itu.
Setelah selesai Kiyai Husein pun membawa bayi perempuan itu keluar dan memperlihatkannya kepada Abdullah.
"Mas, coba gendong putriku Mas!" ucap Kiyai Husein.
Dengan cepat Abdullah pun langsung menggendong bayi itu dan melihat wajahnya. Wajah bayi itu terlihat sangat cantik dengan bola mata coklat yang sangat menawan.
"Masha Allah... cantik sekali dia, bagaimana kalau kau beri dia nama Siti Fatimah, supaya paras dan akhlaq nya sama seperti Siti Fatimah ra." ucap Abdullah.
"Nama yang bagus Mas! ya aku akan menamai putriku dengan nama 'Siti Fatimah'!." ucap Kiyai Husein dengan lantang.
Saat masih asyik menggendong bayi itu, tanpa sengaja selimut bagian atasnya terbuka dan membuat tubuh bagian atasnya terlihat oleh Abdullah. Dia ingin membenarkan selimut itu kembali agar bayinya tidak merasa kedinginan, namun tanpa sengaja Abdullah melihat sebuah tanda merah di bagian dada sebelah kanan bayi itu.
Karena penasaran dan ingin memastikannya, akhirnya Abdullah pun membuka lebih selimut itu dan melihat seluruh bagian dada hingga ke perut bayi itu.
Setelah melihat dengan jelas, betapa terkejutnya Abdullah saat melihat sebuah tanda merah yang berada tepat di dada sebelah kanannya. Tanda itu berupa bercak merah berwarna merah darah dengan bentuk yang tidak beraturan. Sekilas tanda itu memang seperti kelainan warna kulit ataupun ruam kemerahan, namun Abdullah paham betul akan arti dari tanda lahir itu.
Tanda lahir itu adalah 'Tohpati', tanda yang menurut kepercayaan orang Jawa akan membawa sial bagi orang yang memiliki dan juga pasangannya. Seketika Abdullah langsung membisu setelah melihat tanda lahir itu. Hal itulah yang selama ini selalu ia takutkan. Ketakutan yang selalu muncul ketika dirinya tahu bahwa sahabatnya, yaitu 'Husein' memutuskan untuk mengejar wanita yang sangat ia cintai, yaitu 'Masruroh' yang merupakan anak perempuan tunggal dari seorang dukun beranak yang juga menganut aliran ilmu hitam.
Ya! Abdullah adalah almarhum Abah nya Azam, dan bayi yang baru lahir satu Minggu lalu itu adalah Azam.
Meskipun Husein dan juga Abdullah sudah sama-sama tahu tentang arti dari tanda lahir yang dimiliki Fatimah, namun Husein sengaja tidak memberitahukan hal itu kepada Masruroh. Meskipun Masruroh adalah seorang anak dukun beranak, namun dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal arti dari Tohpati.
Masruroh dulunya adalah tipe orang yang tidak percaya kepada ilmu hitam. Meskipun ibu nya adalah seorang dukun beranak dan mempunyai ilmu sesat, namun dirinya sama sekali tidak mau tahu ataupun terlibat dengan apa yang dilakukan oleh ibunya. Dia bahkan berkali-kali mengingatkan ibunya untuk berhenti melakukan hal sesat, namun ibunya justru memusuhi Masruroh, dan hal itulah yang membuat Husein jatuh cinta padanya.
Masruroh selalu diam-diam belajar ilmu agama dan juga mengaji tanpa sepengetahuan ibunya. Meskipun begitu, hal itu tidak akan pernah merubah fakta bahwa dalam diri Masruroh mengalir darah dari ibunya. Darah dari orang yang sudah menyembah aliran sesat dan selalu memberikan tumbal pada waktu tertentu.
Fatimah tinggal di lingkungan pondok pesantren dengan bimbingan dan ajaran-ajaran agama yang sangat baik, itulah kenapa ia tumbuh menjadi gadis kecil yang lucu dan juga Soleha, selama itu Husein selalu meminta bantuan dan juga bimbingan kepada Abdullah agar bisa menutup aura negatif yang masih terpancar di dalam tubuh Fatimah. Meskipun dia tidak menghafal Al-Qur'an atau menjadi Khafidoh, namun Fatimah sudah sangat paham dengan ajaran dan juga hukum Islam yang diajarkan padanya sejak kecil.
Husein sudah melihat Fatimah sejak bayi hingga dia mulai tumbuh menjadi gadis kecil yang menggemaskan. Selama itu ia sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk menikahkan Fatimah dengan putranya yaitu Azam, karena dirinya sudah menganggap Fatimah seperti anaknya sendiri.
Namun melihat perkembangan Fatimah dan juga aura negatif yang kini makin terlihat, meskipun tidak sembarang orang bisa merasakan aura negatif itu, Abdullah selalu berpikir agar ia dan juga Husein bisa mencarikan calon suami yang tepat untuknya.
Suami yang Soleh, mengerti tentang agama, dan juga mempunyai kemampuan untuk menghilangkan kutukan yang menempel pada tubuh Fatimah.
Karena menurutnya, perempuan yang memiliki Tohpati adalah perempuan bertubuh panas, perempuan yang lahir dengan membawa kutukan, itulah mengapa setiap perempuan yang mempunyai Tohpati, pasti suaminya akan meninggal tak lama setelah pernikahan. Kecuali suaminya adalah orang yang mengerti hal itu dan bisa menghilangkan keburukan yang menempel pada tubuh perempuan itu. Dan orang yang mampu melakukan hal itu tentunya bukanlah orang sembarangan, itu haruslah orang yang jujur, ikhlas dan juga rela untuk berikhtiar di jalan Allah.
Beberapa tahun berlalu, Abdullah mulai sakit-sakitan dan merasa bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi. Hari itu dia mengamati anak ketiganya yaitu Azam yang sudah mulai tumbuh dewasa, Azam tumbuh dengan memiliki kemampuan yang lebih baik dari kedua kakaknya yaitu Fauzi dan juga Fajri.
Dari situlah Abdullah mulai berpikir bahwa Azam pasti mampu untuk menghadapi energi negatif yang menempel pada tubuh Fatimah, dan dia juga merasa bahwa Azam lah orang yang tepat yang dapat membebaskan Fatimah dari kesialan dan keburukan itu*.
...*...
...*...
...*...
Jangan lupa dukung author yah! like komen dan juga kasih vote di karya author ini!
Note: untuk pengertian dan penjelasan tentang Tohpati, sudah pernah saya jelaskan di season 1 ya... jadi kalau yang sudah pernah baca season 1 pasti sudah tahu apa itu Tohpati .
sampai aku baca berkali² kirain baru ternyata sama😄
next thor next 😭
kenapa sangat berduka sekali crita ini thor...😭😭😭
lanjut lagii thor penasaran banget 🤭