NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Angkuh

Menikahi Pria Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:906.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rika Surya Fajar

"Kalau dia sudah tidak ingin hidup maka biarkan saja dia mati!"

Samar-samar aku mendengar suara bariton dari sampingku. "Brengsek, dokter macam apa yang menginginkan pasien nya mati" gumamku sambil meringis menahan sakit.


Cerita ini berkisah tentang seorang gadis muda berusia 19 tahun yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria yang sudah cukup berumur. Dia, Kirana Nindya Prasetyo memilih bunuh diri daripada menikah dengan pria yang tak dikenalnya.

Lalu, sosok seperti apakah yang akan menjadi suaminya kelak, sehingga dia begitu keras kepala menolak perjodohan ini?

Akankah pria misterius itu memaksa untuk menikahi nya atau malah bekerjasama dengan nya untuk membatalkan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Surya Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 Bermalam di mansion Segara

Tuan Besar Segara masih terlihat gagah meskipun usianya sudah tak lagi muda. Nyonya Besar Segara juga terlihat anggun dan elegan. Kiran berdiri dihadapan kedua orang besar dan terpandang dikotanya. Tak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya bisa bertemu dan mengenal mereka.

"Siapa namamu?" Tuan Besar memecah keheningan.

"Saya Kirana Tuan." jawab Kiran sedikit gemetar.

"Jangan takut, kemarilah" Tuan Besar Segara melambaikan tangannya agar Kiran mendekat.

Kiran pun menghampiri mereka yang duduk bersisian. Nyonya Segara masih terlihat masam. Ekspresi nya datar dan sedikit menyeramkan.

"Apakah putra ku sering menindasmu? Atau dia tak memperlakukanmu dengan baik?"

"Ti-tidak Tuan. Dia... Dia suami yang baik dan sangat menyayangiku."

"Tuan? Apakah dia mengajarimu untuk memanggilku Tuan?"

"Ti-tidak Tu... eh... Pak...!"

"Hahahaha, aku senang akhir nya punya menantu. Itu artinya sebentar lagi aku akan menimang cucu dari anak laki-laki ku. Kau boleh panggil aku Papa."

Kiran terbelalak, ia tak menyangka ternyata Tuan Besar Segara jauh lebih menyenangkan dari yang ia bayangkan.

"Kau menantu kami, apakah kau ingin terus berdiri disitu dan tak meminta restu dari kami?"

Nyonya Besar Segara tiba-tiba membuka suara.

Ah, apakah ini artinya mereka menerimaku sebagai menantunya? Bagaimana nantinya kalau mereka tau bahwa kami hanya pura-pura.

"Menantuku duduklah, kami ingin bercerita denganmu."

Kiran duduk dihadapan mertuanya. Ia merasa tegang dan tidak nyaman.

"Apa yang kau inginkan dari kami? Berapa jumlahnya jika diuangkan!" tanya Nyonya Segara tegas.

"Ma, jangan terlalu tegas terhadap menantumu. Tersenyumlah, jangan menakuti menantu kita atau mereka tak akan segera memberimu cucu." ujar Tuan Segara kepada istrinya.

"Maaf sebelumnya Nyonya, saya tidak pernah menginginkan apapun dari keluarga suami saya. Awalnya juga saya menolak untuk menikah dengan putra anda, tapi dia seperti orang gila yang terus meneror saya. Bahkan saya juga tidak tau kalau suami saya ternyata orang yang hebat. Tapi karena Nyonya sudah menawarkan saya untuk membuat permintaan, maka saya tidak akan sungkan lagi!" jawab Kiran dengan tegas dan berani.

Nyonya Besar Segara tersenyum sinis pada Kiran.

"Papa dengar sendirikan? Dia tidak mungkin menolak uang yang Mama tawarkan!" Nyonya Segara mengejeknya.

"Ma, bagaimanapun juga dia adalah menantu kita. Wanita yang telah dinikahi oleh putra kesayanganmu!"

"Huh Papa masih saja membela dia!"

Braakkkk....

Sebuah tendangan pada pintu membuat mereka semua terkejut. Elang menerobos masuk setelah menghajar dua orang yang bertugas mengawal didepan pintu.

"Bocah kurang ajar! Beraninya kau merusak pintu ruang baca Papa!"

"Apa yang kalian lakukan pada istriku? Kenapa kalian menahannya begitu lama!" Elang terlihat marah.

"Elang duduklah, supaya kamu juga tau siapa sebenarnya wanita yang kau nikahi ini!" Nyonya Segara masih bersikap dingin.

"Papa Mama! Maaf Nuri tidak bisa menahan Elang. Dia begitu keras kepala ingin bertemu istrinya!" Nuri juga tiba-tiba masuk dan langsung mengarahkan pandangannya pada Kiran. Ia menghela nafas lega saat melihat Kiran baik-baik saja.

"Sudahlah, Nuri panggil juga kakekmu biar kita semua bisa menyaksikan bersama wanita seperti apa yang menjadi istri adikmu!"

"Apa maksud Mama?" tanya Elang tak mengerti.

Semua keluarga telah berkumpul di ruang baca. Hal ini membuat Elang cemas. Tapi Kiran terlihat tenang.

Ada apa sebenarnya ini?

"Sekarang semua anggota keluarga Segara sudah ada disini. Katakan apa yang kau inginkan dari keluarga kami! Bukankah kau punya permintaan pada kami Nyonya Muda?" ujar Nyonya Besar begitu lantang.

"Ma apa-apaan ini? Istriku bukan orang seperti itu! Aku mengenal dia dengan baik!"

"Huh sebagai putra keluarga Segara kau menjadi begitu bodoh karena wanita!"

"Cukup Ma! Jika Mama memanggil kami hanya untuk menyakiti dia, maka sebaiknya kami pergi dari sini!"

Elang menarik tangan Kiran dan membawanya pergi, tapi Kiran menahannya.

"Mas, tenang dulu. Aku belum menyelesaikan masalah ini. Aku juga belum menyampaikan permintaanku pada keluarga Segara!"

Elang menatap Kiran yang tersenyum dengan tenang.

"Sayang, apapun yang kau inginkan aku pasti memberikan nya. Kau ingin uang, harta, kekuasaan, apa pun itu aku mampu mengabulkan itu. Suamimu juga kaya raya, kau tak perlu mengemis pada mereka! Aku mampu menghidupimu dan anak-anak kita nanti!"

Anak-anak kita? Dasar brengsek, siapa juga yang mau punya anak denganmu! Pernikahan kita hanya pura-pura Tuan Elang!

Kiran mencoba menenangkan Elang yang sudah tersulut emosi.

"Mas tenanglah, dengarkan dulu permintaanku pada keluargamu." Kiran mengusap lembut lengan Elang yang masih menggenggam tangannya. Elang pun menurut.

Hal itu membuat Papa dan Mama nya saling pandang dengan heran. Selama ini Elang selalu bersikap dingin pada wanita. Ia bahkan tak mengijinkan seorang wanitapun menyentuhnya.

"Baiklah karena semua ada disini, maka saya akan mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Segara. Apakah Nyonya bersedia mengabulkan permintaan saya?"

"Tentu saja. Berapa banyakpun permintaanmu pasti kami kabulkan! Kami keluarga Segara bukan orang yang ingkar janji!" sahutnya angkuh.

"Saya hanya punya satu permintaan Nyonya"

"Katakanlah jangan membuang waktu!"

"Saya meminta agar Nyonya, Tuan Besar dan Kakek merestui pernikahan kami dan ijinkan aku menjadi pendamping untuk Mas Elang!"

Prok... prok... prok...

Kakek Segara tiba-tiba bertepuk tangan dengan keras.

"Kau memang layak menjadi cucu mantuku! Aku akan mengumumkan pada dunia bahwa kau adalah cucu mantu keluarga Segara!"

"Hahahaha, Kau tidak perlu sampai seserius itu nak, bukankah tadi aku sudah memintamu untuk memanggilku Papa? Kami merestuimu sayang, bukankah begitu istriku?" tanya Tuan Segara pada istrinya.

Nyonya Besar merasa kesal karena dipermainkan oleh gadis muda dihadapan nya.

Dia berhasil mendapat simpati dari Ayah dan suamiku. Sepertinya dia bukan wanita sembarangan. Mungkin aku yang terlalu berlebihan, tapi aku gengsi bila harus menyerah sekarang.

"Baiklah, aku akan berusaha mengabulkan permintaanmu dengan satu syarat!" ujar Nyonya Besar Segara.

"Apa syarat dari Nyonya? Saya pasti akan berusaha untuk memenuhi nya!"

"Kau harus melahirkan keturunan Segara!"

Kiran terkejut mendengarnya. Kemudian dengan cepat menjawab.

"Tentu saja Nyonya, kami akan berusaha untuk mewujudkannya. Benarkan Mas?"

Kiran bergelayut manja di lengan Elang. Elang sedikit terperangah. Ia tak menyangka Kiran bisa berakting sempurna.

"Ehmmm karena masalah sudah diselesaikan maka kami undur diri dulu. Istriku lelah, malam juga semakin larut, kami pamit pulang ke apartemen!"

"Kau bocah sialan! Siapa yang mengijinkanmu membawa cucu menantuku? Kau pulanglah sendiri biarkan cucu mantuku menginap disini!"

"Ah kakek jika kami tidur terpisah bagaimana keturunan Segar akan dilahirkan nantinya?"

"Ya kau benar. Baiklah kau juga harus menginap disini! Sekarang bawa cucu mantuku ke kamar hari sudah larut dan dingin! Kalian semua bubarlah dan pergi tidur."

Huh, Kiran menghembuskan nafas lega. Akhirnya ketegangan itu bisa aku lewati. Tapi, masalah keturunan untuk keluarga Segara bagaimana?

Habislah aku malam ini, si brengsek ini pasti akan berbuat macam-macam padaku. Oh Tuhan aku ingin melarikan diri malam ini.

"Sayang ayo kita ke kamar?" ajak Elang lembut.

"Ah suamiku pergilah duluan" Kiran berusaha mengelak.

"Sayang kau baru saja mengalahkan keluarga Segara, malam ini aku akan memberimu hadiah!" ujar Elang bersemangat.

Hadiah? Matilah aku!

1
•|~Naaaa_desu!!!
hai semua aku datang dari masa depan 😁😃
leahlaurance
duh.... kejam kali elang
leahlaurance
suka amat baca novelnya ..
Clueless Kitty
pantesan berbusa.. wong nenggak shampo 😅
Queen's bee👸🐝🐝
lihat komen2 nya cerita ini terbit dari tahun 2020 tapi masih sepi pembaca, padahal cerita nya bagus kok dan penulisan nya tidak acak2an. semangat terus kakak 💪💪
Cinta Lope
ceritanya seru ka kok g lanjut
Nana Innovel
lanjuuut dong
Nana Innovel
lanjut thorrrrrtt
Nur Indah Aprianti
lanjut thor buat kirana hamil
Nana Innovel
kok nggak ada lanjutannya sihhh kak
Luluk Farida
lanjut Terus donk Thor tetep semangat...
Nana Innovel
kok nggak lanjut lanjut sihhhh
Nana Innovel
lanjuuuut thorrr
Nana Innovel
kok nggak post lagi sih thor
Nana Innovel
lanjutttt
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrrr..
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrr..
Savala Rino
lanjut thor
Alvian Denis
hahaha lucu lucu lucu
Daffazeya
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!