Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi
Happy reading 🤗
Hari ini Zahra dan Arka pergi kerumah orang tua Arka. Sepanjang perjalanan Arka tak henti-hentinya mencium punggung tangan istrinya sehingga Zahra merasa sedikit risih dengan sikap Arka.
'' Aku udah enggak sabar pengen cepet gendong bayi'' ucap Arka
'' Iya...aku juga mas'' jawab Zahra
'' Yang fokus dong mas nyetirnya'' ucap Zahra
'' Iya....sayang tenang aja'' jawab Arka
Beberapa jam kemudian, sampailah mereka didepan rumah papa Ardian. Mereka sengaja tidak mengabari jika mereka akan kesana.
Mama Syntia dan papa Ardian pun kaget tapi senang karna anak dan menantunya datang berkunjung.
'' Assalamualaikum'' ucap Arka dan Zahra
'' Waalaikumsalam'' jawab Mama Syntia dan papa Ardian
Lalu mereka pun masuk kedalam rumah
Mereka langsung duduk disofa bersama.
Arka sedari tadi senyam-senyum sendiri, orang tua mereka heran ada apa dengan Arka.
'' Kamu kenapa Arka?'' tanya papa Ardian
'' Sebentar lagi, aku akan jadi seorang ayah, pah'' jawab Arka
'' Benarkah....jadi Zahra saat ini sedang hamil?'' tanya mama Syntia
'' Iya....mah, Zahra hamil'' jawab Zahra
'' Alhamdulillah,Ya Allah akhirnya hamba bisa menjadi seorang nenek dan akan segera menimang cucu'' ucap mama Syntia sambil bersyukur.
'' Iya...mah, akhirnya papa nanti bisa jadi kakek'' ucap papa Ardian tak kalah bersyukur.
'' Kamu harus bisa jaga dia dan jaga kesehatan kamu nak'' ucap mama Syntia
'' Iya, mah Zahra akan menjaga anak Zahra supaya sehat dan bisa lahir dengan selamat nantinya'' jawab Zahra
Semua orang yang ada disana tersenyum dan bahagia karna Zahra akhirnya hamil dan Arka mempunyai keturunan. Semoga dengan datangnya calon anak, bisa membuat Arka dan Zahra langgeng dalam menjalani kehidupan berumahtangga.
'' Nak, apakah kalian sudah memberi tahu pada ayah kalian?'' tanya papa Ardian
'' Setelah kami kesini, kami akan pergi mengunjungi ayah'' jawab Zahra
'' Baiklah, kabar baik harus segera disebar'' ucap papa Ardian
Arka dan Zahra pun langsung mengangguk dan tersenyum.
Beberapa jam kemudian, mereka pamit dan bergegas untuk pergi menuju ke rumah ayah Zahra. Saat hendak pergi Zahra dibekali nasihat oleh mertuanya tentang larangan dan hal apa saja yang bisa membahayakan keselamatan bayi dan ibunya.
Zahra senang karna mama Syntia sangat perhatian padanya dan sudah menganggap Zahra sebagai anak kandungnya sendiri.
***
Sampailah mereka didepan rumah ayah.
Sang ayah kebetualan sedang berada di teras rumah. Saat melihat kedatangan Arka dan Zahra pun langsung tersenyum. Anak yang selalu menjadi kebanggaannya datang berkunjung.
'' Ayah....'' ucap Zahra sambil berteriak
'' Ya ampun Zahra bukannya mengucapkan salam malah berteriak.'' ucap ayah
'' Hehehe maaf, Assalamualaikum'' ucap Zahra sambil cengengesan
'' Waalaikumsalam'' jawab ayah.
Arka yang melihat tingkah Zahra seperti anak kecil pun hanya tersenyum.
Berbeda dengan orang yang sedang berada dibalik jendela. Yaitu ibu dan adik tirinya
mereka menatap tidam suka atas kedatangan Zahra dan Arka.
Mereka sangat membenci Zahra karna dia yang paling disayang oleh ayahnya.
Ya wajar lah Zahra yang paling disayang.
Kan dia anak kandungnya, lah kalian hanya penambah keluarga.
Ibu tiri Zahra sudah membuat rencana untuk melenyapkan Zahra. Dengan tersenyum licik ia memandang Zahra.
'' Ada apa kalian datang kemari?'' tanya ayah
'' Kami kesini mau menyampaikan kabar gembira ayah'' jawab Arka
'' Kabar apa itu?'' tanya ayah
'' Zahra hamil ayah, dan sebentar lagi ayah bakalan jadi kakek'' ucap Zahra
'' Benarkah, Alhamdulillah ya Allah'' ucap ayah bersyukur
'' Lalu dimana ibu dan adik yah?'' tanya Zahra
'' Mereka sedang berada didalam'' jawab ayah
'' Ayo masuk'' ajak ayah
Lalu mereka pun langsung masuk kedalam rumah, seperti biasa mereka akan berakting didepan mereka. Senyuman palsu yang selalu mereka kembangkan.
Setelah beberapa jam kemudian, mereka pun pamit untuk pulang. Mobil mereka sudah menjauh dari rumah ayah.
'' Saya punya tugas baru untuk kamu'' ucap ibu tiri Zahra
'' Baik bos'' jawab orang dari seberang.
To be continued
keren...