ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pesta megah
Laras dan dewa masuk dengan berpegangan tangan untuk mendetailkan sandiwara mereka.tiba tiba seseorang menyapa dari jauh dan melambaikan tangan kearah dewa.
"hey bro udah lama kita nggak ketemu". ucap laki laki sambil memukul pundak dewa
"aku masih ingat kau datang di acara pernikahan ku kan".ucap dewa melirik
"ya itu bener aku datang keacara pernikahan mu,oh ini istri sahabatku ya".ucap laki laki itu tersenyum kearah Laras
"iya tuan perkenalkan saya Laras" ucap Laras memberi tangan untuk berjabat
"aku Leon,senang bertemu dengan anda.kau terlihat cantik ".ucap Leon membalas jabatan Laras
"sudah cukup berjabat tangannya" ucap dewa nada kesal dan melepaskan tangan Leon dan Laras
"bisa bisanya kamu cemburu,oh ya disana ada Jasmine kamu mau menemuinya" ucap leon menunjuk Jasmine
"tidak aku tidak mau menemuinya" ucap dewa membuang muka
"kamu tidak boleh seperti itu dia juga pernah ada dihidupmu kan".ucap Leon menyeringai
"apa ada dihidupnya,Jagan Jagan perempuan itu mantan dewa" ucap Laras bergumam dalam hati
tiba tiba Jasmine mengahampiri dewa.jasmine benar benar perempuan idaman.dia sangat cantik dia seperti blasteran bodynya bak model.
"hai dewa sudah lama tidak berjumpa" ucap Jasmine tersenyum
mendengar ucapan Jasmine dewa hanya diam dan tidak menghiraukannya
"oh ya Jasmine ini kenalin istrinya dewa" ucap Leon menunjuk Laras
"hai saya Laras" ucap Laras ramah dan memberikan tangannya untuk berjabatan
"oh saya Jasmine,aku kira kamu akan menikahi gadis pelampiasan mu Jessica.ternyata kamu menikahi gadis lain" ucap Jasmine tidak menghiraukan jabatan tangan Laras
"itu tidak penting untukmu,aku mau menikahi siapapun itu pilihan ku" ucap dewa melingkarkan tangannya di pinggul Laras
"nih cowok apa apaan sih ,pakek segala gue dijadiin barang cemburuan untuk Jasmine" ucap Laras dalam hati
"oh ya Leon aku dan Laras menemui Roy dulu ya, sampai nanti" ucap dewa pergi dengan Laras
Jasmine begitu kesal mendengar ucapan dewa yang acuh tak acuh padanya.
"hei Jasmine sudah lah tidak perlu seperti itu.ini juga salah mu juga kenapa kamu pergi ke Jepang dan meninggalkan dewa" ucap Leon menatap Jasmine kasihan
"sudah lah aku tidak mau membahasnya"ucap Jasmine meminum minuman ditangannya
sementara itu dewa mengajak Laras untuk menemui pemilik pesta yaitu kelayen kerja nya.
"selamat pak Roy atas perusahaan anda" ucap dewa memberi sebuah kado
"terimakasih banyak tuan dewa , terimakasih juga buah tangannya.oh anda membawa siapa cantik sekali.apa dia adik anda" ucap Roy tersenyum genit kearah Laras
"apa adik , emang muka saya terlihat tua.dia istri saya Jagan melihatnya seperti itu" ucap dewa dalam hati
"oh perkenalan ini Laras dia istri saya" ucap dewa lantang
"saya Laras" ucap Laras ingin berjabat namun dewa menarik tangan Laras
"maaf tuan dewa saya tidak tau kalau ini istri anda.maafkan saya tuan" ucap Roy menundukkan kepalanya
"tidak apa-apa,tapi sebaiknya anda tidak melihat istri saya seperti tadi" ucap dewa lantang dan meninggalkan Roy
Roy kesal dengan perkataan dewa yang membuatnya malu didepan tamunya.sementara dewa dan Laras duduk di kursi pojok
"eh kenapa kita kesini tuan,ini sangat jauh dari pesta saya tidak bisa melihat semua orang disini" ucap Laras mengikuti langkah dewa
"Jagan berisik kamu diam disini Jagan pergi kemana mana tetap duduk mengerti" ucap dewa melepaskan tangan Laras
"ya ya baikalh tuan" ucap Laras cemberut
"asisten Devi kamu jaga Laras Jagan biarkan dia kemana mana" ucap dewa menatap asisten Devi tajam dan pergi
sementara dewa pergi menyapa teman bisnisnya.laras hanya duduk termenung saja melihat pesta dari kejauhan.
"asisten Devi kita kesana yuk" menunjuk kearah tamu tamu
"tidak nyonya sebaiknya kita disini saja" ucap asisten Devi menunduk
"dasar laki laki itu kejam sekali,jauh jauh ke Hawaii menghadiri pesta tapi aku hanya duduk seperti orang bodoh.kalau seperti ini sebaiknya aku dirumah saja" ucap Laras kesal
asisten Devi mendengarkanya hanya tersenyum lucu.
"nyonya apa anda mau saya ambilkan cemilan" ucap Asisten Devi menatap Laras
"ya ambilkan saja cemilannya,dari pada aku hanya menelan ludah seperti orang bodoh" ucap Laras menaruh kepalanya diatas meja
sementara asisten Devi mengambil beberapa cemilan.jasmine yang sedari tadi bercerita pada saudaranya Roy.
"kak lihat lah perempuan itu sedang sendiri" ucap Jasmine melirik Laras
"kamu tenang saja kita akan membuat istrinya itu mempermalukan dewa didepan klien pentingnya" . ucap Roy tersenyum licik
"kak tapi kita mau apa".ucap Jasmine melirik wajah kakak nya
Roy hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan jasmine.ia memasukan bubuk kedalam minuman untuk Laras.
"kak itu apa".ucap Jasmine bertanya
"kamu diam saya ikuti permainan uang telah aku buat" ucap Roy licik
"bagaimana dengan dewa dan asisten Devi kalau dia datang dan melihat aksi kita" ucap Jasmin berbisik
"tenang saja dewa sedang sibuk dengan para partner bisnisnya,kau lihat asisten nya" ucap Roy melihat kearah asisten Devi dan tiba tiba seseorang pelayanan menumpahkan cream sup kepakai asisten Devi sehingga dia harus kekamar mandi.
Jasmine dan Roy pergi menemui Laras untuk memberikanya minuman itu.
"loh Laras kamu sendirian" ucap Jasmine
"eh kak Jasmine,iya saya sedang menunggu asisten saya" ucap laras mengangkat kepalanya dari atas meja
"kasian sekali kami suami mu bahkan tidak mengajak mu untuk menikmati pesta ini" ucap Jasmine sambil duduk disamping Laras
"sudah Jagan begitu Jasmine nyonya muda sekarang kesepian kita temani mengobrol disini" ucap Roy duduk berhadapan dengan Laras
"maaf jadi merepotkan kalaian untuk menemani saya" ucap Laras menunduk
"tidak masalah kami kenal akrab dengan dewa, seharusnya kami juga harus akrab dengan istrinya juga kan".ucap Roy tersenyum dengan ucapan licik dihatinya
mereka berbicara selama beberapa menit menanyakan Laras dan meyakinkan Laras kalau mereka orang yang baik