NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 34 - Rencana Adrian

Lelaki berkulit putih dengan jas hitam formal melekat di tubuhnya. Adrian Refialdi Pranata, itulah namanya.

Lelaki yang sedang patah hati itu tengah duduk seorang diri di ruang VIP sebuah cafe ternama yang ada di kota ini.

Secangkir coffee latte yang menemani kesendiriannya, sudah hampir setengah jam dia di sini.

Mengasingkan diri dari kegiatan kantornya yang cukup menyita waktu dan pikirannya. Beberapa kali dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dia seperti sedang menunggu seseorang.

Seorang wanita cantik turun dari dalam mobil. Penampilannya elegan dengan dress ketat berwarna biru tua, sepatu hitam dengan heels tinggi berukuran sepuluh cm meter membalut kedua kaki jenjangnya.

Langka kakinya apik bak seorang model profesional yang kerap mondar-mandir di atas catwalk.

Sebuah tas jinjing dia tenteng pada tangan kanannya dan tangannya yang satu lagi melepas kaca mata hitam yang sejak tadi menutup manik indahnya yang terpasang softlens berwarna biru muda seperti mata orang Eropa. Sungguh kecantikan wanita ini menghipnotis mata lelaki yang ada di sekitarnya. Beberapa wanita pun ikut melongo menatap iri ke arahnya.

"Apa kamu sudah lama menungguku?" tanya wanita itu sambil menjatuhkan dirinya di kursi yang ada di depan Adrian.

Adrian melirik sebentar ke arah wanita yang tidak lain adalah Shakila, kemudian dia kembali fokus pada cangkir kopi yang ada di depannya.

Shakila merasa geram, ternyata pesona kecantikannya kalah dibandingkan dengan secangkir kopi yang ada di hadapan lelaki itu. Hingga Adrian lebih memilih untuk berlama-lama menatap benda mati berbentuk bulat berisi minuman yang mengandung caffeine itu tanpa memandangnya sedikit pun.

"Setengah jam aku menunggumu," jawab Adrian dengan suara dingin.

"Maafkan aku, jalanan macet siang ini. Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Shakila langsung pada pokok permasalahan.

Iya, mendadak pagi ini Adrian menghubungi Shakila, dia meminta Shakila untuk menemuinya di cafe siang ini.

Ada yang ingin lelaki itu bicarakan dengannya, tanpa banyak berpikir Shakila langsung menyetujui untuk datang. Karena dia juga sangat penasaran dengan apa yang akan Adrian obrolkan dengannya.

"Tentang perjodohan kita," jawab Adrian.

"Pelayan!" Adrian melambaikan tangannya dan memanggil seorang waiters yang stand by di dekat pintu ruang VIP untuk melayani Shakila.

Dia bukan orang yang kejam yang mengundang wanita untuk datang kemari tanpa menjamunya dengan baik.

Setelah memesan makanan dan minuman, Shakila kembali mengajak Adrian berbicara.

"Ada apa dengan perjodohan kita? Bukannya kamu sudah menolak aku?" tanya Shakila.

"Aku berubah pikiran," jawab Adrian.

"Apa? Ini aneh, Adrian. Tiba-tiba lelaki keras kepala sepertimu berubah pikiran?" ucap Shakila.

Seulas senyum kecut tersungging pada bibir tipisnya yang berwarna merah. Dia menduga ada yang melatar belakangi keputusan Adrian hingga lelaki itu akhirnya mau menikah dengannya.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Shakila curiga.

"Tidak ada! Aku hanya tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku," jawab Adrian lalu menyeruput kopinya hingga habis.

"Bull*shit!" umpat Shakila kesal sambil geleng-geleng kepala.

Shakila yakin pasti ada yang Adrian sembunyikan darinya. Jelas Adrian tidak mungkin menjelaskan secara terang-terangan pada wanita itu. Dia tidak mau harga dirinya anjlok karena ketahuan patah hati.

"Whatever you say, Shakila!" ucap Adrian santai.

"Oke, kita akan menikah. Kedua orang tuaku pasti bahagia dengan kabar baik ini," jelas Shakila dengan antusias.

Dia tidak peduli apa yang menjadi alasan Adrian menerimanya, yang penting dia akan segera menjadi Nyonya Adrian Refialdi Pranata.

"Tapi dengan beberapa syarat," potong Adrian dengan cepat.

"Sya~syarat? Syarat apa maksudmu?" Shakila nampak shock.

Tapi secara bersamaan pelayan datang untuk mengantarkan pesanan Shakila. Mereka pun diam sejenak hingga pelayan itu menyelesaikan tugasnya menata makanan di atas meja Shakila.

"Syarat apa maksudmu?" Shakila mengulang pertanyaannya setelah waiters pergi meninggalkan mereka.

"Pernikahan kita hanya di atas kertas. Tidak ada kontak fisik apalagi hubungan badan. Kita tinggal dalam kamar yang berbeda dan ingat jalani hidup kita masing-masing! Kamu tidak berhak ikut campur urusanku dan aku tidak akan ikut campur urusanmu. Apa kamu mengerti?" Adrian menjelaskan syarat yang dia ajukan.

Mata Shakila terbelalak mendengar persyaratan yang di ajukan Adrian, dirinya tidak percaya kalau lelaki itu mengajukan persyaratan yang konyol.

"Perjanjian macam apa ini? Untuk apa ada pernikahan kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada hubungan badan, lalu bagaimana caranya kita untuk memiliki anak? Ini konyol," Pikir Shakila tidak habis pikir dengan syarat yang Adrian lontarkan.

"Ini gila Adrian, untuk apa kita menikah kalau kita tetap tidak saling menyatu?" protes Shakila dengan amarahnya yang memuncak seketika.

Shakila merasa di permainkan perasaannya oleh Adrian sedikit kecewa dan marah.

"Baiklah aku batalkan pernikahan kita, toh aku juga tidak rugi," sahut Adrian santai.

Dia beranjak dari tempatnya dan hendak meninggalkan Shakila, namun dengan cepat Shakila meraih tangan lelaki itu agar menghentikan langkahnya.

Kini mereka berdiri berhadap-hadapan, Shakila memejamkan matanya dan mengatur kembali emosinya, berusaha agar air matanya tidak tumpah. Namun usahanya itu gagal. Melihat tatapan dingin Adrian membuat dia tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya.

"Kamu tahu aku sangat mencintaimu?" ucap Shakila dengan suara lirih tapi penuh dengan penekanan.

Dia menunjuk dada Adrian dengan telunjuknya, air matanya pun berlinangan. Adrian melempar pandangannya ke sembarang arah untuk menghindari kontak mata dengan wanita itu.

Adrian seorang pria yang baik sejujurnya dia paling tidak tega melihat wanita menangis.

"Tapi kamu tidak pernah melihat diriku meski hanya sedikit saja," lanjut Shakila masih dengan suaranya yang lirih dan parau.

"Apa kurangnya aku? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang pintar? Apa aku kurang kaya? Katakan padaku, Adrian! Dimana letak salahku?" Shakila melemparkan beberapa pertanyaan pada Adrian dengan suara serak menahan tangisnya.

Adrian diam saja, dia bingung hendak menjawab apa. Shakila wanita yang sempurna, tapi entah kenapa dia tidak bisa mencintai Shakila dan melupakan Ivanka.

"Jatuh cinta sendirian itu sakit sekali dan kamu tidak tahu bagaimana rasanya!" sentak Shakila lalu mendorong dada Adrian hingga lelaki itu mundur satu langkah ke belakang.

Adrian menarik tangan Shakila dan merapatkan tubuh gadis itu ke tubuhnya. Dia menatap Shakila dengan tajam. Mata Adrian memerah karena menahan rasa sakit yang bergejolak dalam hatinya. Rasa sakit akibat ditolak oleh Ivanka.

"Jelas aku tahu bagaimana rasanya, kamu tidak perlu memberitahuku bagaimana sakitnya jatuh cinta sendirian. Aku sudah tahu, aku sudah hapal bagaimana rasanya," kata Adrian dengan amarah yang meledak.

"Kalau kamu setuju kita akan menikah, kalau kamu keberatan aku pun tidak masalah." Adrian melepaskan Shakila dari cengkeramannya.

"Pikirkan dulu baik-baik! Aku tidak memintamu menjawab sekarang," lanjut Adrian.

"Kamu keterlaluan, Adrian! Kamu tidak pernah menghargai perasaanku!" teriak Shakila.

Dia mengambil tasnya yang tergeletak di atas kursi yang tadi dia duduki. Dia berlari pergi meninggalkan Adrian dengan air mata yang masih berlinangan.

Adrian berdiri terpaku menatap wanita yang sangat mencintainya itu pergi meninggalkan dirinya. Jelas dia merasa bersalah, dia bukan lelaki yang tidak punya hati.

Dia merasa melihat Shakila seperti melihat bayangannya sendiri, sama-sama mencintai orang yang tidak mencintainya.

Mencintai sendirian dan patah hati sendirian itu amatlah sakit.

Pikir Adrian dan setetes air matanya pun jatuh karena teringat kembali pada Ivanka dan bagaimana rasa sakitnya di campakkan orang yang di cintai dengan sepenuh hati.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote setelah membaca, supaya menulis semangat untuk segera up kembali ... happy reading.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!