NovelToon NovelToon
Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lina Rahim

Dear, Jodohku!! PART 2

Kita yang dipertemukan oleh takdir dan dbersatukan dalam ikatan cinta yang suci..
Masih teringat jelas, bagaimana haru menyelimuti hatiku ketika seruan orang-orang terdengar riuh mengucap SAH, saat Ijab yang kau ucapkan dengan satu kali tarikan nafas..

Aku bahagia, dan berharap kehidupan rumah tangga ini akan selalu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang..

Sayangnya, Cinta dan kasih sayang tidaklah cukup untuk membuat kehidupan rumah tangga kita bahagia..

Sesuatu telah menggrogotiku..

Mohon Kritik dan Sarannya..😊😊
Terimakasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Rahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Dia Tahu?

Aku berjalan melewati kelas demi kelas menuju kelas Farhan. Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan kata-kata yang sekiranya baik unutk aku katakan, yang tidak menyinggung Farhan dan tidak melukai hatinya. Meskipun aku tau, tidak akan ada kata-kata yang tidak melukai untuk sebuah akhir dari hubungan untuk seseorang yang mencintai. Tapi aku terus berharap, semoga Farhan bisa mengerti sehingga masalah ini tidak berlanjut terus menerus.

Aku tiba didepan kelas Fauzi. Kulihat Fauzi sedang duduk diatas meja dan Farhan yang sedang duduk diatas kursi asyik berbincang, entah apa yang mereka bahas tapi sepertinya seru sekalii. Ya mereka bisa berbincang dengan nyaman seperti itu karena tidak tau menahu tentang apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan mereka.

"Salwa.." Seru Fauzi tersenyum menghampiriku. Farhan menoleh, sedikit kebingungan terlihat dimatanya. Mungkin Farhan sedang bingung tentang Fauzi yang menghampiriku dengan senang sedangkan tentang apa yang dia tau, aku dan Fauzi sedang dalam hubungan yang tidak baik. Ia menatapku cukup lama namun tetap diam ditempatnya.

"Ada apa? Kok kesini?"

"Aku mau ketemu sama kak Farhan.." Jawabku tersenyum. Fauzi menoleh melihat Farhan yang berjalan ke arah kami.

"Kenapa?" Tanya Fauzi bingung.

"Gak, ada sesuatu aja yang harus aku bahas dengan Farhan"

Alis Fauzi berkerut, Fauzi terus menatapku dengan tatapan bingung.

"Udah sana masuk, aku mau ngomong dulu sama kak Farhan?"

"Gak bisa diomongin kalau ada aku?" Tanya Fauzi kebingungan.

"Kok kepo sih? Bukan apa-apa kok, entar juga aku kasi tau kalau beneran jadi.." Jawabku sambil tersenyum ke Fauzi.

Mendengar perkataanku Farhan yang sedari tadi menatapku dengan kebingungan semakin bingung. Aku menoleh menatap Farhan, aku tersenyum. "Maafkan aku membuatmu bingung seperti ini.." Gumamku dalam hati.

"Kalau beneran jadi? Apanya yang jadi?" Tanya Fauzi semakin penasaran.

"Udah ih,.. sana masuk dulu, kalau udah pasti aku bakal cerita ke kamu..."

"Apaan sih Han?" Tanya Fauzi ke Farhan.

"Lah Gue mana tau Zi, ini aja tiba-tiba dipanggil.." Jawab Farhan yang juga kebingunan.

"Udah ah.. aku pasti cerita kok entar, ngasih waktu bentar dulu lah.. Aku juga gak pernah ganggu kamu kalau lagi berduaan sama kak Farhan kan?" Kataku sambil mendorong Fauzi masuk kelasnya.

"Janji ya nanti cerita.." Desak Fauzi..

"Iya.."

"Awas kalau gak..."

"Iya iyaa.. sana masuk..."

"Jangan Lama... Lu jagain cewek Gue.." Seru Fauzi ke Farhan. Jelas sekali ekspresi Farhan yang sedikit terkejut mendengar perkataan Fauzi. Ya karena yang Farhan tau aku dan Fauzi nyaris berakhir. Farhan hanya mengangguk tanpa berkata sekatapun.

Aku berjalan keluar diikuti Farhan dibelakangku.

"Ini ada apa?" Tanya Farhan seketika kami sampai di Apotek Hidup sekolah yang jauh dari keramaian, hanya ada beberapa Siswa yang bertugas sedang mengecek tanaman.

Aku terdiam sebentar dan menarik nafas panjang.

"Kak.. aku minta maaf.."

"Minta maaf?" Tanyanya bingung.

"Ya, yang seperti kakak lihat tadi, aku sama Fauzi.."

"Kalian balikan??" Tanyanya memotong pembicaraanku.

Aku mengangguk.

"Lalu aku??"

"Maaf kak.. Aku.."

"Gak Salwa, kamu gak bisa kayak gini ke aku.."

"Tapi kak.."

"Kamu serius? Kamu tau, kamu mainin perasaanku Salwa.."

"Maaf Kak, tapi yang kemarin itu hanya kesalahpahaman.."

"Kesalahpahaman? kamu bilang kesalahpahaman? Kamu yang memelukku, kamu yang mengiyakan permintaanku dan lagi.. kemarin kita sempat keluar..."

"Kak.. iya aku tau aku salah, aku gak berfikir dengan baik sebelum..."

"Kamu jelas-jelas sempat terdiam sebentar sebelum akhirnya memelukku Salwa, bukannya itu waktu yang kamu gunakan untuk mempertimbangkan permintaanku?"

"Aku benar-benar gak berfikiran seperti itu kak.. Aku hanya merasa lega karena ada yang datang untuk melihatku..."

"Jadi kamu maunya apa?"

"Maaf, tapi aku mau gak ada lagi kesalahpahaman diantar kita kak, tentang hubungan kita ini, aku ingin mengakhiri.."

"Gak.." Katanya dengan memotong pembicaraanku. "Aku gak mau.."

"Tapi kak... Aku.."

"Hubungan itu berakhir atas persetujuan kedua belah pihak, dan aku gak setuju.."

"Tapi kak dari awal hubungan kita itu bukan..."

"Kamu yang berfikiran seperti itu, tapi aku selalu menganggap kalau hubungan kita itu pasangan.."

"Kak.."

"Sudahlah Salwa, aku gak mau ngebahas ini. Yang aku tau kamu mengiyakan permintaanku dan sekarang kamu adalah kekasihku. Tentang hubunganmu dan apa yang terjadi antara kamu dan Fauzi aku tidak mau tau dan tidak peduli.." Kata Farhan melangkah.

"Kak.." Cegatku.

"Kamu kembali ke kelas, sebentar lagi jam istirahat akan berakhir.. Kembali konsen sama pelajaran hari ini Salwaa..." Kata Farhan terus berjalan..

"Kak.." Panggilku.. Farhan tidak menghiraukan panggilanku dan terus melanjutkan langkahnya kembali kekelas.

Aku hanya bisa melihat punggung Farhan yang semakin menjauh.

"Kenapa jadi seperti ini..??" Keluhku.

.

.

.

Mata pelajaran terakhir selesai, bel berbunyi dan guru yang mengajar pamit dan keluar kelas. Kelas yang sedari tadi tenang selama pembelajaraan berlangsung seketika riuh, ya tidak jauh beda dari pasar malam ributnya.

Aku meraih ponselku yang kuletakkan dalam laci meja mendengar ada satu notif pesan masuk.

"Pulang bareng ya.. Ada yang ingin aku omongin sama kamu.." Pesan yang dikirm oleh Fauzi.

"Ok 😊" Balasan pesan yang kukirim ke Fauzi dengan tambahan emoticon.

"Tunggu aku, aku jemput kamu ke kelas.."

Aku meletakkan ponselku dan membereskan buku-buku pelajaran yang aku gunakan tadi, seperti biasa aku kembali mengecek laci meja untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

"Salwa.." Kata Fauzi melangkah masuk ke kelas menghampiriku. Aku tersenyum menyambutnya.

"Mau langsung pulang?" Tanyanya.

"Hem.. terserah kamu, katanya ada yang mau diomongin ke aku?"

"Ya kalau kamu maunya langsung pulang aku ngomongnya pas di jalan anterin kamu, kalau mau jalan dulu ya kita ngomongnya sambil jalan.."

"Yaudah jalan aja dulu, aku kepengen icip-icip es cream.."

"Yaudah ayokk..." Kata Fauzi menggandeng tanganku.

.

.

Aku berjalan beriringan bersama Fauzi sambil mencicipi es cream dengan pot sedang rasa Taro plus coklat. Karena matahari yang lagi sombong-sombongnya pamerin kekuatannya, akhirnya es creamku mencair sebelum habis kumakan karena panasnya matahari.

"Salwa.."

"Hem..."

"Tadi kamu ngomongnya sama Farhan dimana?"

"Jadi ini yang mau dia bahas?" Kataku dalam hati. "Dipekarangan belakang sekolah samping Apotek hidup.. Kenapa?" Jawabku lalu kemudian balik bertanya.

"Kenapa disitu?"

"Ya enggak.. emang kenapa?"

"Biar gak banyak yang liat??"

Aku sedikit terkejut Fauzi bertanya seperti itu. Apa yang sedang Fauzi pikirkan saat ini? Apa dia curiga atau Farhan ngomong sesuatu ke dia? Aku hanya pura-pura tidak tau.

"Ya enggak, cu cuman kayaknya enak aja ngobrol disana?"

"Apa yang kalian bahas?"

Aku bingung dan sedikit terkejut mendengar Fauzi bertanya seperti itu.

"A.. apa? Gak ada yang istimewa.. kenpa?"

"Seriusan?"

"I Iyaa.. emangnya kenapa?" Tanyaku sedikit khawatir.

"Hemm..." Fauzi menghela nafas panjang. "Aku gak nyangka kamu akan seperti ini?"

Aku terkejut. Apa Fauzi tahu tentang aku dan Farhan? Apa Farhan memberitahu yang sebernarnya ke Fauzi.

1
Nola
keren
Nunung Nung
hay salwa
Salasiah MamaNa CaLya
nangis mmbacanya. pdhl ini sdh yg kedua kli lho membaca novel ini /Cry//Cry/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
A. Yan U.
wah fauzi hebat banget ngendaliin emosinya. andai dia juga bisa gitu
mamayot
RANJANG BASAH SANG PERAWAN..

Mampir ya ke novel ku
Fransiska Siba
itu tidak seberapa Salwa saat kau menyakiti Fauci dlu. para pembaca blg kaishan Salwa, hello gimana Fauci yg berjuang yg terbaik buat Salwa, menjaga cinta nya, mengala demi Salwa, semua yg dia lakukan tp apa balasannya yaitu perselingkuhan Salwa dan Farhan apalagi sahabatnya sendiri itu lebih menyakitkan org yg kita percayai, dan parahnya lagi Salwa dlu egois sekali hanya ingin dia yg mau dimengertikan sedangkan Fauci dia tidak mengertikan.
Fransiska Siba
kalau aku dukung Fauci sama yg lain, dia berhak mendapat yg lebih baik dari Salwa yg egois, emosian dan tukang selingkuh dan plin plan
Fransiska Siba
paling benci sama Salwa, perempuan tp hatinya munafik dan murahan. cowok sebaik Fauci bisa dia sakiti apalagi Farhan.
kalau ditulis thor semoga Salwa dapat lebih baik dari Fauci yg bisa menjaga Salwa menurutku terbalik dehh, malah doa itu harusnya ke Fauci. krn Salwa tidak pantas untuk Fauci. cewek sepeti gampang selingkuh, dia gampang bosan dan gampang bawa perasaan, setiap masalah tidak diselesaikn dgn baik2 tp dia menghindar dan egoissss sekali jadi cewek
Sayang ibu
lanjutttt thor✌️
Muyas Muyas
lanjut donk
Rina Fachyuliani
akhirnyaaa setelah sekian lama maaf aku baru mampir thor, semoga cerita anaknya ga sedramatis orang tuanya
Irsan
Privasi adalah hak menyimpan informasi pribadi.. privasi pemerintahan negara,privasi agama,privasi adat budaya suku, privasi hubungan pasangan dan terkecil privasi pribadi ,semua ada porsinya. Privasi pemerintahan negara +62 tdk boleh di ganggu/di ketahui oleh pemerintahan +123 tetapi kalau sesama pejabat pemerintahan negara +62 menyimpan privasi negara yang hubungannya berkaitan dengan kelangsungan hidup negara itu artinya ada potensi penyimpangan pemerintahan.. Fauzi sepertinya menyama ratakan tingkat privasi, Fauzi tdk membedakan privasi hubungan 2 orang atau sebuah pasangan dengan privasi tingkat terkecil yaitu diri sendiri.
sri susanti
di tunggu upny kk,,
sri susanti
cerita baru,, coba baca
bunda dad
Semangat kak lina...🤩
Sayang ibu
😭😭author berhasil bwt aq mewek😤
bunda dad
mikayla ada rasa lebih dr sahabat sama fariz. jodohin ja thor 😍
bunda dad
akhir nya ber sua kembali sama awa oji 🥰
bunda dad
lanjut kaka...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!