Mendapat kabar akan kematian kekasihnya membuat Lucy Hart hancur. Dunianya mendadak gelap, dia jatuh ke dasar yang paling dalam namun seseorang, menariknya dari tempat gelap itu. Jared Levin, adalah sahabat baik kekasih Lucy. Dia telah bersumpah pada Daniel untuk menjaga dan mencintai Lucy. Dia selalu ada untuk Lucy bahkan ketika Lucy mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami kelumpuhan, Jared selalu ada untuknya. Dapatkah Lucy melihat ketulusan Jared dan melupakan kekasihnya yang telah pergi dan ketika Jared memutuskan kembali ke Amerika, apakah Lucy akan mencegahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan Kehilangan Sesuatu Yang Berharga
Jared dan Robert sedang menghajar dua pengkhianat yang baru saja mereka dapatkan. Mayat sudah bergelimpangan di sekitar mereka karena mereka berdua telah menghabisi para anak buah kedua penghianat itu.
Tidak ada yang lolos. Jared bukan orang yang berbaik hati jadi dia tidak pernah melepaskan musuhnya. Dua orang laki-laki setengah baya bersimpuh di hadapan mereka.
Mau tua atau muda, penghianat tetaplah penghianat jadi dia tidak memberikan toleransi kepada para pengkhianat itu.
“Katakan di mana rekan kalian yang tersisa?” Masih ada satu yang akan menjadi ancaman.
Kedua pengkhianat itu justru tertawa. Mereka tidak akan mengatakannya, masih belum tapi nanti, Jared pasti akan tahu.
“Hentikan tawamu itu jika tidak, aku akan melubangi mulutmu!” Jared mengarahkan pistolnya ke arah mereka.
“Bunuh saja kami, Jared. Kami tidak takut mati jadi bunuh saja!” Ucap salah satu dari mereka.
“Daripada kami menjadi budakmu, lebih baik Kami mati!”
“Menjadi budakku? Sepertinya kalian lupa dengan perjanjian yang telah kita sepakati dulu!” Jared menghampiri mereka berdua lalu berdiri tidak jauh.
“Aku memberikan tempat untuk kalian dan aku memberikan kalian uang untuk memulai bisnis tapi setelah kalian berdua memiliki uang, beraninya kalian mengkhianati aku? Apakah yang telah menghasut mereka untuk berkhianat adalah kalian berdua?”
“Mereka juga sudah muak menjadi anak buahmu. Sudah saatnya kami mengganti pemimpin karena kau sudah tidak layak menjadi pemimpin kami!”
“Oh, jika aku tidak layak. Lalu siapa yang layak? Apakah kau?” Pistolnya diarahkan pada pria yang ada di sebelah kanan, “Atau kau?” Pistolnya kembali berpindah ke sebelah kiri.
“Jadi siapa di antara kalian berdua yang layak menjadi pemimpin organisasi. Coba katakan padaku?”
“Tentu saja aku!” Teriak si penghianat yang ada di sebelah kanan.
“Tidak, akulah yang lebih pantas menjadi pemimpinnya!” Yang lain pun menyela. Mereka jadi adu mulut karena mereka merasa jika mereka berdua sama-sama pantas untuk menggantikan Jared sebagai pemimpin organisasi.
“Tutup mulut kalian berdua!” Teriak Jared. “Kalian benar-benar haus akan kekuasaan tapi ketahuilah, di antara kalian berdua tidak ada yang pantas sama sekali. Coba tanyakan pada mereka, apakah mereka mau menjadi anak buah kalian?” Jared menunjuk pada anak buahnya yang berada di belakang.
Kedua penghianat itu pun memandangi anak buahnya dan tentunya tidak ada satu pun dari mereka yang bersedia menjadi anak buah dari kedua penghianat itu.
“Sekarang katakan padaku. Di mana rekan kalian yang tersisa? Jangan membuang waktu terlalu banyak karena aku tidak suka berbasa-basi!”
“Berhati-hatilah, Jared. Kau akan kehilangan sesuatu yang berharga!”
“Apa kau bilang?” Jared memandangi kedua penghianat itu dengan tatapan curiga. Apa yang mereka berdua maksudkan?
“Meskipun kau membunuh kami tapi ketahuilah, sebentar lagi kau akan kehilangan sesuatu yang berharga!”
“Kami tidak akan mati begitu saja, Jared. Kami akan ditemani oleh wanita itu dan kau akan menangisinya untuk seumur hidupmu!”
“Sial!” Rupanya mereka menyerang kelemahannya. Jika begitu, berarti Lucy berada di dalam bahaya saat ini.
“Ha… ha… ha..!” Kedua pria itu tertawa dengan keras.
Dor… Dor! Dua tembakan membungkam mulut mereka untuk selamanya. Kedua pengkhianat itu tumbang ke atas lantai dalam keadaan tak bernyawa. Tidak puas dengan dua tembakan yang diberikan, Jared menembaki kepala mereka sampai hancur karena dia harus memastikan dengan benar jika mereka benar-benar sudah mati.
“Tunggu, Jared!” Robert mengejar Jared yang sudah melangkah pergi. Dia tidak ingin membuang waktu karena dia khawatir dengan keadaan Lucy. Dia harap anak buahnya tidak lengah menjaga Lucy tapi ketika dia kembali, rumah sakit itu sudah dipenuhi dengan polisi dan mayat para anak buahnya sedang dievakuasi.
“Apa yang terjadi?” Jared berteriak pada seorang perawat yang tidak jauh darinya.
“Tiba-tiba ada yang menyerang dan pasien yang baru saja menjalani operasi tidak ada lagi di dalam ruangannya!”
“Apa kau bilang?” Firasat buruk, dia yakin yang dimaksud adalah Lucy.
“Wanita cacat itu dibawa pergi bersama dengan wanita lainnya!” Mendengar penjelasan itu membuatnya semakin yakin jika Lucy telah dibawa tapi siapa wanita lainnya?
Hal itu tidak penting. Jared mengumpulkan anak buahnya kembali karena dia akan pergi mencari Lucy. Jika sampai terjadi sesuatu dengannya, dia bersumpah akan menghabisi pengkhianat itu dengan cara yang tragis.
Jared bergegas pergi bersama dengan yang lain. Robert pun masih mengikuti, kali ini dia benar-benar melihat Jared sangat murka. Ini bukan pertama kali mereka menangani pengkhianat, mereka sudah berkali-kali melakukannya tapi dia tidak pernah melihat Jared semarah ini sebelumnya.
***
Jeritan Lucy membangunkan Mikail dari pingsannya. Dia melihat sekitar, tempat asing yang menakutkan. Beberapa orang berjaga dan membuatnya takut.
Lucy masih menjerit karena dia tidak tahan dengan rasa sakit di kakinya. Pengaruh obat bius sudah habis dan sekarang, kakinya yang baru saja diamputasi berdenyut sakit.
“Bisakah kau diam?” Teriak Mikail.
“Sakit, kakiku sangat sakit!” Lucy mencoba meraba bagian kakinya tapi apa yang dia lakukan tidak mengurangi rasa sakitnya sama sekali.
“Dasar wanita cacat tidak berguna. Itulah kenapa aku berkata kau hanya akan merepotkan Jared saja!”
“Tolong.. tolong aku!” Lucy mencengkeram lengan Mikail, “Tolong pintakan obat pada mereka. Aku benar-benar tak tahan dengan rasa sakitnya,” rasanya mau pingsan. Dia merasa jantungnya berdegup tidak beraturan karena rasa sakit yang tak tertahankan.
“Tidak sudi!” Mikail menepis lengan Lucy. Dia tidak sudi membantu wanita itu. Biarkan saja wanita itu mati. Dengan demikian dia tidak akan memiliki saingan lagi.
“Tolong, aku mohon padamu!” Lucy masih berusaha memohon kepada Mikail karena hanya dia saja yang bisa membantunya saat ini.
“Sudah aku katakan, tidak sudi. Aku harap kau mati akibat rasa sakit itu. Dengan demikian, Jared akan memilih aku karena sudah tidak ada dirimu!”
“Jangan seperti itu, aku mohon!”
“Cih, peduli setan denganmu!” Mikail hendak melangkah pergi. Namun, dia dicegat karena seorang pria tua masuk ke dalam ruangan itu bersama sekelompok orang.
Mikail menelan ludah dan melangkah mundur. Pria itu pasti pemimpin kelompoknya. Sepertinya dia bisa memanfaatkan keadaan untuk menyingkirkan Lucy.
“Di antara kalian berdua, yang mana kekasih Jared?”
“Dia!” Mikail menjawab dengan cepat. Dia juga menunjuk ke arah Lucy, “Dialah kekasih Jared, bukan aku!”
“Apa benar?” Pria tua itu memandang ke arah Lucy yang sedang menjerit kesakitan.
“Percayalah padaku. Wanita itulah kekasih Jared. Dialah yang begitu dicintai oleh Jared!”
“Bawa wanita itu!” Pria tua itu memerintahkan anak buahnya.
“Tidak, tolong berikan aku obat. Kakiku sakit!” Lucy memohon pada mereka tapi tidak ada yang peduli. Dia dibawa pergi karena dia akan menjadi umpan untuk memancing Jared.
Pria itu tidak akan bisa melawan karena mereka telah mendapatkan kelemahannya. Seringai licik menghiasi wajah Mikail. Bagus. Tanpa perlu mengotori tangannya, mereka yang akan menyingkirkan Lucy.
Dia pikir jika dia akan dilepaskan tapi setelah Lucy dibawa pergi, dia pun dibawa pergi.